Apakah betul perkembangan startup fintech di Indonesia semakin gemilang?

Yuk simak artikelnya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Valuasi Startup

Dengan semakin banyaknya bisnis startup di Indonesia, tentunya Anda bertanya-tanya, “Apa sih startup itu?”

Mengutip dari Wikipedia, pengertian startup adalah:

“Perusahaan rintisan atau umum disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi.”

 

Dengan kata lain, mayoritas perusahaan-perusahaan merupakan perusahaan yang baru saja didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Adapun karakteristik dari startup antara lain adalah sebagai berikut:

  • Usia perusahaan kurang dari 3 tahun.
  • Jumlah pegawai kurang dari 20 orang.
  • Pendapatan kurang dari US$100.000/tahun.
  • Masih dalam tahap berkembang.
  • Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi.
  • Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital.
  • Biasanya beroperasi melalui website.

 

Selain Memberi Kemudahan, Ini 7 Manfaat Fintech Untuk Masyarakat Indonesia 01

[Baca Juga: 15 Bisnis Sampingan untuk Pensiunan yang Boleh Dipertimbangkan]

 

Dewasa ini, semakin banyak startup Indonesia yang berhasil mendapat pendanaan dengan nilai yang fantastis, sehingga istilah valuasi startup mulai ramai didiskusikan oleh masyarakat.

Lalu sebenarnya apa itu valuasi dan bagaimana cara melakukan kalkulasi untuk menentukan valuasi sebuah startup?

Pada dasarnya, valuasi merupakan nilai dari suatu startup. Umumnya nilai valuasi startup ditentukan berdasarkan persetujuan antara founder dengan investor.

Artinya, investor memiliki benchmark internal dan prosedur penghitungan valuasi, mulai dilihat dari kapabilitas founder/co-founder, produk yang dipasarkan, traksi pengguna hingga potensi produk tersebut ke depan.

Valuasi juga memerlukan pembuktian, dimana Anda harus bisa memberikan jawaban atas pertanyaan “berapa nilai perusahaan Anda?”

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Jawaban Anda harus bisa merefleksikan komponen apa saja yang mampu dijadikan daftar dalam penentuan nilai tersebut.

Di Indonesia sendiri, jumlah modal yang ditanamkan, jumlah investor, kekuatan produk dan kredibilitas founder terlibat besar di dalam perhitungan valuasi startup.

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan:

“Untuk menentukan nilai valuasi dari sebuah startup sangat sulit sebenarnya. Dari sisi founder pasti merasa yang mereka kerjakan itu harganya tinggi sekali. Sementara dari investor, kita melihat kalau kita masuk di valuasi sekarang, di valuasi berapa kita bisa exit. Jadi valuasi pada saat investasi itu ditentukan nilai tengah dari ekspektasi investor dan founder.”

 

Willson juga menambahkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi valuasi startup sendiri adalah growth rate, setidaknya dengan persentase 30% MoM (Month-on-Month).

Fintech 1

[Baca Juga: Tito Sulistio: Startup Bisa Melantai Di Bursa Efek Indonesia]

 

Level Unicorn Startup Indonesia Setara dengan Uni Eropa

Apabila Anda kerap mengikuti pemberitaan mengenai valuasi startup, tentu Anda sudah familiar dengan istilah “unicorn”.

Tepat sekali, unicorn merupakan sebuah “gelar” yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari US$1 miliar.

Ketika kepala BKPM Thomas Lembong membuka perdagangan saham, sekaligus menghadiri acara peringatan ulang tahun ke-15 Crowe Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (24/7) mengungkapkan:

“Indonesia mempunyai empat startup unicorn yang nilai usahanya di atas US$1 miliar. Di seluruh Uni Eropa juga ada empat unicorn. Jadi kita mempunyai jumlah unicorn yang sama seperti dimiliki oleh totalitas Uni Eropa.”

 

Empat perusahaan yang dimaksud Thomas Lembong itu adalah Tokopedia, Go-Jek, Traveloka dan terakhir Bukalapak. Pada putaran pendanaan terakhir, Go-Jek berhasil membekukan valuasi US$1,3 miliar.

CEO MDI Ventures Nicko Widjaja, menjelaskan mengapa valuasi Go-Jek bisa mencapai angka tersebut. Nicko banyak menjelaskan tentang dinamika bisnis di pangsa pasar on-demand dan persaingan di sektor itu sendiri.

10 Pertanyaan yang Sering Muncul Tentang Fintech Part 2 04 - Finansialku

[Baca Juga: 40 Kata-kata Bijak untuk Startup dan Entrepreneur yang Memotivasi dan Penuh Inspirasi]

 

Mengenai pembahasan Go-Jek dan gelar unicorn-nya, Nicko juga menyampaikan bagaimana pandangan pasar dari kaca mata investor sehingga memberikan kepercayaan meningkatkan valuasi Go-Jek itu sendiri.

Nicko juga mengungkapkan bahwa:

“Dengan Grab memperoleh pendanaan Seri F US$600 juta (di waktu yang hampir sama dengan pendanaan Go-Jek), Go-Jek bersaing di pasar (on-demand lokal) yang belum jelas siapa pemimpin pasarnya. Saat ini penilaian didorong oleh market value. Didi memiliki valuasi US$36 miliar, Uber US$70 miliar, dan terakhir Uber Cina diakuisisi oleh Didi.”

 

Nicko pun melanjutkan penjelasannya mengenai para venture capital pendukung yang berinvestasi untuk mencari “killer” untuk pangsa pasar di wilayah tersebut.

Nilai unik Go-Jek sebagai masa depan bisnisnya adalah revolusi layanan pembayaran dengan Go-Pay.

Mereka tidak mematokkan diri sebagai pemain di sektor transportasi, tapi sebagai sebuah platform yang memberikan berbagai jasa layanan untuk kebutuhan sehari-hari melalui sistem on-demand.

728x90 - Entrepreneur
300x250 Kotak - entrepreneur

 

Menurut Nicko:

“Menjadi investor di pasar berkembang di Asia Tenggara, berarti bahwa kita berinvestasi dalam ekosistem dan infrastruktur. Go-Jek telah memainkan peran penting dalam membangun ekosistem dan infrastruktur mereka untuk (membudayakan) masyarakat melek digital.”

 

Indonesia pun belum puas akan pencapaiannya yang sudah menandingi Uni Eropa.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menargetkan Indonesia memiliki 44 startup dengan predikat “unicorn” pada 2020 mendatang. Menteri yang kerap disapa Chief RA ini mengatakan:

“Kami pilih 44 startup untuk menjadi unicorn ini bersama-sama. Ada masukan dari William Tanuwijaya (CEO Tokopedia), Nadiem Makarim (CEO Go-Jek), banyak pihak.”

 

Oktober lalu, beberapa dari 44 startup tersebut sudah diajak roadshow ke Silicon Valley, San Francisco, AS untuk belajar dan menjalin hubungan dengan para investor asing. 

Rencananya roadshow ini akan diselenggarakan kembali ke negara Shanghai.

Fintech 3

[Baca Juga: Konsultasi: Bisnis Startup itu Sebenarnya Apa? Apakah Menguntungkan?

 

Saat ditanya mengenai apa dasar pertimbangannya akan estimasi 44 startup dengan predikat “unicorn” pada tahun 2020, Rudiantara mengatakan tolak ukurnya harus melewati seed capital atau pendanaan awal. 

Beberapa di antara 44 startup sudah melewati pendanaan seri A dan B. Dengan demikian, mereka sudah dinyatakan valid dan memiliki pasar.

Rudiantara menjelaskan:

“Kalau sudah lewat tahap itu, artinya berpotensi ke depannya. Tapi nanti harus kembalikan ke investor, mau mendanai yang mana saja. Uangnya kan dari mereka.”

 

Jadi, Rudiantara membuat target startup bergelar unicorn di Indonesia  berdasarkan perhitungan rasio keberhasilan startup di dunia yang sebesar 4% pada 2017. Jadi diperkirakan dari 100 startup, ada 96 yang gugur.

Rudiantara mengungkapkan juga:

“2020 kalau dari 1.000 (startup) jadi 50 unicorn udah bagus banget, lima persennya.”

 

Selain 44 startup unicorn, pemerintah masih terus menjalankan program 1.000 startup digital yang diproyeksikan tercapai pada 2020 mendatang.

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Tips dan Trik Mengembangkan Bisnis Startup

Mari kita buka-bukaan mengenai trik mengembangkan bisnis startup. Kunci sukses dalam bisnis startup adalah “perkembangan”.

Tetapi sayangnya mengembangkan sebuah bisnis startup sangatlah sulit. Banyak pebisnis yang kesusahan menjalaninya.

Meski tips dan trik ini harusnya menjadi inspirasi, banyak pebisnis yang menganggap ini adalah langkah pencegahan, yang bisa membantu mereka membangun bisnis tanpa mengulang kesalahan yang pernah dilakukan orang lain.

Mungkin kedengarannya sulit, namun tidak ada salahnya bukan Anda mencoba mengaplikasikan beberapa tips dan trik berikut ini demi kesuksesan bisnis startup Anda?

Fresh-Graduate-Lebih-Baik-Kerja-di-Startup-3-Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Uang dari Mobil Pribadi? 9 Start Up Indonesia Tawarkan Uang untuk Pasang Iklan di Mobil]

 

#1 Tidak Ada Jalan Pintas yang Sama Bagi Semua Bisnis

Sederhananya, semua orang memiliki jalan yang berbeda dalam mencapai kesuksesan bisnis startup-nya. Tidak ada satu jalan pintas yang bisa sama-sama ditempuh semua pebisnis.

Sebagai contoh, Dropbox tidak langsung sukses dalam memperkenalkan produknya yaitu sistem penyimpanan data, namun diawali dengan Google AdWords.

Dan apabila ada sebuah bisnis startup yang berhasil sukses dengan cepatnya, jangan anggap satu trik yang membuat sebuah bisnis sukses bisa dengan mudah diaplikasikan pada bisnis jenis lain.

Daripada Anda terus-terusan mencari jalan pintas menuju kesuksesan namun gagal, lebih baik Anda terlebih dahulu mempelajari konteks bisnis Anda.

Apabila beruntung, Anda bisa menemukan tips dari perusahaan sejenis dengan konteks bisnis serupa.

 

#2 Jangan Bereksperimen dengan Beberapa Acquisition Channels

Hampir seluruh bisnis startup yang menggunakan satu channel menjadi sukses. Dengan kata lain, dibutuhkan fokus untuk mencapai kesuksesan.

Godaan untuk mencoba beberapa acquisition channels memang besar, namun itu artinya menghancurkan bisnis sendiri. Mengapa?

Karena akan dibutuhkan waktu lama untuk memilih channel yang tepat dan akan sulit pula menentukan mana channel yang sebaiknya diutamakan. Sehingga pada akhirnya Anda hanya akan kehilangan fokus.

 

#3 Jika Anda Tidak Bisa Mengukurnya, Anda Tidak Akan Bisa Menjalaninya

Tidak ada bisnis startup yang bisa menemukan model bisnis yang sanggup bertahan tanpa berhenti untuk mencari arah sesekali.

Mencari arah dapat dilakukan dengan mencari tahu dan mengukur faktor pembentuk bisnis yang sukses. Anda perlu mencari tahu apa saja faktor yang sesuai dengan bisnis Anda dan ukur secara berkala.

Sebagai contoh, pilih beberapa key performance indicators (KPI) yang sesuai, dimana Anda akan terus menerus mengukurnya untuk membedakan mana yang penting dan mana yang tidak.

Dalam buku Lean Analytics, penulisnya membuat sebuah konsep, yakni OMTM atau The One Metric That Matters.

OMTM merupakan sebuah angka yang harus Anda fokuskan lebih dari hal-hal lain pada sebuah level tertentu.

Bisa berupa jumlah konsumen per minggu, jumlah pengguna baru, jumlah subscriber berbayar, dan sebagainya. Intinya adalah angka yang bisa mempengaruhi performa perusahaan startup Anda.

Dengan kata lain, utamakan satu ukuran dalam bisnis Anda dan fokus untuk memperbaiki satu ukuran tersebut sehingga membawa pengaruh signifikan dalam performa perusahaan startup Anda.

Mengetahui Sumber Dana untuk Modal Startup 02 - Finansialku

[Baca Juga: Temukan Cara Hebat untuk Menjadi Entrepreneur Kreatif dalam Mencapai Kesuksesan]

 

#4 Lakukan Hal yang Tidak Berskala

Saat Anda baru saja membangun sebuah perusahaan startup, ajak seluruh teman dan keluarga untuk menggunakan produk atau jasa tersebut. Lakukan promosi via email, media sosial, forum, dan sebagainya.

Banyak pendiri bisnis startup paham akan metode ini, namun mereka merasa hal-hal ini tidak terlalu berpengaruh dan tidak sepadan.

Kesalahan terbesar dari mengabaikan hal yang tidak berskala besar adalah Anda kehilangan kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang. Anda menyepelekan kekuatan perkembangan melalui beberapa hal kecil.

Padahal, pengguna yang sedikit bisa membawa pengaruh yang besar.

Seperti yang dikatakan oleh Paul Graham, pendiri Y Combinator:

“If you have 100 users and keep growing at 10 percent a week you’ll be surprised how big the numbers get. After a year you’ll have 14,000 users, and after two years you’ll have two million.”

 

Artinya:

“Apabila Anda memiliki 100 pengguna dan terus bertumbuh sebanyak 10% per minggu, Anda akan kaget bagaimana besar angka itu pada akhirnya. Setelah setahun Anda akan memiliki 14.000 pengguna dan setelah dua tahun Anda bisa memiliki 2 juta pengguna.”

 

Kelebihan kedua dari melakukan hal tanpa skala adalah mendekatkan diri dengan pengguna atau konsumen. Dan tentunya Anda tahu seberapa pentingnya berinteraksi dengan konsumen bukan?

 

#5 Fokus Pada Ide Kecil Namun Baru

Banyak investor yang menyarankan hal ini kepada pebisnis startup:

“Ide kamu terlalu kecil (sederhana), kamu harus berpikir lebih luas dan menyasar pasar yang lebih luas juga.”

 

Namun sebenarnya jika Anda menemukan ide unik dalam berbisnis, jangan memperluasnya terlalu cepat.

Jangan takut memulai dari yang kecil, karena mayoritas bisnis startup memulai seperti itu.

Mereka awalnya mempersempit target demografisnya, untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara lebih detail, dan memusatkan pemasaran pada konsumen tertentu.

Setelah diterima dengan baik oleh sekelompok kecil konsumen tersebut, barulah Anda bisa mengembangkan pasar dan mengincar segmen pasar yang lebih besar.

Kunci Rahasia Sukses dalam Membangun Bisnis Startup 01 - Finansialku

[Baca Juga: Perencanaan Keuangan untuk Startup Founder Agar Tetap Fokus Membesarkan Baby Startup]

 

Bekerja Sama dengan Pemerintah Menggenjot Startup Fintech di Indonesia

Setelah melihat beberapa cara membuat bisnis startup fintech menjadi sukses, kini Anda siap memulai bisnis startup sendiri.

Jangan takut bahwa Anda tidak bisa memulai bisnis startup yang sukses, Anda bisa mengaplikasikan beberapa tips dan trik tersebut.

Terlebih lagi, pemerintah juga sangat mendukung berdirinya startup fintech di Indonesia, tujuannya tak lain adalah demi meningkatkan perekonomian nasional.

Dukungan ini terbukti dari beberapa hal berupa roadshow bagi para pebisnis startup, hingga dukungan lainnya.

 

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai perkembangan startup fintech di Indonesia yang semakin gemilang lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini pada orang-orang di sekitar Anda.

Dan jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Randi Eka. 11 Agustus 2016 Mengenal Valuasi Startup dan Istilah “Unicorn”. Dailysocial.id – https://goo.gl/ueZRrw
  • Eka Setiyaningsih. 24 Juli 2018. Perkembangan Startup di Indonesia Setara Dengan Uni Eropa. Alinea.id – https://goo.gl/rz8wzK
  • Fatimah Kartini Bohang. 16 November 2017. 2020, Indonesia Targetkan Punya 44 Startup “Unicorn”.  Tekno.kompas.com – https://goo.gl/u7e57N
  • Asoke K. Laha. 26 April. #7 Reasons Why Start-ups Fail. Entrepreneur.com – https://goo.gl/ZQDGFM
  • Hicham Amine. 6 September 2017. 5 Tips to Grow Your Startup. Startups.co – https://goo.gl/aC6nUH

 

Sumber Gambar:

  • Startup 1 – https://goo.gl/cS9ki7
  • Startup 2 – https://goo.gl/Fh27wZ
  • Startup 3 – https://goo.gl/isyKoe
  • Startup 4 – https://goo.gl/XkdchR
  • Startup 5 – https://goo.gl/vTXAEM