Menurut Anda, apa sih tujuan berutang itu? Meskipun mayoritas ahli keuangan menyarankan Anda untuk menghindari utang, nyatanya utang bisa digunakan untuk berbagai tujuan yang lebih produktif. Kira-kira yang manakah tujuan Anda?

 

Rubrik Finansialku Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Apa Tujuan Anda Berutang?

Pada umumnya, definisi utang adalah proses meminjamkan uang dari satu pihak ke pihak lainnya dengan imbalan yang biasanya berupa bunga.

Kredit dalam kegiatan perbankan di Indonesia telah dirumuskan dalam Undang-undang Pokok Perbankan No. 7 Tahun 1992, di mana dinyatakan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan.

Kredit-Pensiun-Murah-4-Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Resign Kerja, Hidup Sejahtera, Mencapai Financial Freedom dan Bekerja Karena Passion?]

 

Seperti Anda ketahui, seiring perkembangan zaman harga kebutuhan hidup semakin tinggi dan peningkatannya tidak seimbang dengan peningkatan upah. Oleh karena itulah permintaan (demand) atas utang atau kredit semakin tinggi.

Alhasil, banyak jenis utang atau kredit yang beredar di pasaran. Sebagai contohnya:

  1. Kredit berdasarkan kelembagaannya.
  2. Kredit berdasarkan jangka waktunya.
  3. Kredit berdasarkan tujuannya.
  4. Kredit berdasarkan ada tidaknya jaminan.
  5. Kredit berdasarkan besarnya perputaran usaha, dan masih banyak lagi.

 

Namun, yang perlu dipertanyakan di sini bukanlah apa jenis utangnya. Namun, “Apa tujuan Anda berutang?”

Nah, saya penasaran nih, apa sih yang biasanya menjadi tujuan Anda berutang?

Langsung isi polling-nya berikut ini ya:

[total-poll id=83102]

 

Nah, setelah mengisi polling-nya, izinkan saya bercerita sedikit mengenai pengalaman saya berutang di bawah ini:

 

Pengalaman Saya Berutang

Perkenalkan nama saya Fransiska Ardela, seorang content writer di Finansialku. Saya ingin berbagi sedikit cerita mengenai pengalaman saya berutang sebelum kita masuk ke pembahasan mengenai utang itu sendiri.

Cerita ini berawal ketika saya dahulu bekerja di sebuah perusahaan farmasi selama 2 tahun. Dalam 2 tahun itu, saya memperoleh penghasilan yang lumayan besar dan bisa menabung.

Setelah saya mengundurkan diri, saya berniat membuka bisnis kecil-kecilan, yaitu online shop yang menjual produk kosmetik dan kecantikan. Saya pun berdiskusi dengan suami mengenai modal usaha.

Polling Menurut Anda, Apa Tujuan Berutang Finansialku 2

[Baca Juga: Praktikkan Sekarang Juga! 29 Cara Melunasi Hutang Seperti Saran Dave Ramsey]

 

Awalnya, saya menggunakan tabungan hasil kerja saya selama ini, saya membeli 20 item kosmetik dan kemudian mencoba menjualnya. Eh, ternyata lancar dan laku habis semua.

Dari sini saya mulai optimis, saya meminta izin suami saya untuk mengajukan kredit sebagai modal usaha. Akhirnya saya meminjam uang sebesar 100 juta rupiah untuk modal membeli kosmetik dari luar negeri ini.

Tetapi entah kenapa bisnis mulai sepi, kosmetik tidak lagi habis seperti dulu. Terlebih, kosmetik memiliki tanggal kadaluarsa sehingga harus cepat dihabiskan, alhasil saya membuat potongan harga besar-besaran.

Dampaknya? Tentu saja modal saya tidak kembali. Alih-alih untung saya malah jadi buntung. Dari modal 100 juta, saya hanya memperoleh 80 juta rupiah. Artinya saya masih berutang 20 juta rupiah.

 

Untungnya, suami saya masih bisa membiayai keluarganya dengan lebih dari cukup. Namun suami saya meminta saya untuk bertanggung jawab atas utang saya sendiri.

Saya pun memutar otak untuk mengolah utang saya agar menjadi baik.

Pada akhirnya, saya berdiskusi dengan perencana keuangan Finansialku mengenai hal ini. Mengapa saya pilih perencana keuangan Finansialku?

Dengan perencana keuangan bersertifikat CFP, saya yakin Finansialku bisa memberikan solusi terbaik dalam mengelola utang saya agar bisa cepat bebas dari lilitan utang. Dan keyakinan saya itu terbukti!

Para perencana keuangan Finansialku memberikan saya informasi mengenai cara mengubah utang buruk menjadi utang yang baik.

Polling Menurut Anda, Apa Tujuan Berutang Finansialku 2

[Baca Juga: Apakah Anda Mengajukan Utang Untuk 4 Pengeluaran Ini? Celaka Kalau Anda Pakai Utang untuk Alasan Nomor 3]

 

Anda juga ingin berkonsultasi dengan perencana keuangan Finansialku? Anda dapat menghubungi Finansialku melalui formulir online, telepon (022–2056 5890) atau email (solusi@finansialku.com).

Singkat cerita, saya berhasil mencari penghasilan tambahan dan menginvestasikan hasil penjualan saya tersebut hingga berkembang dan bisa melunasi seluruh utang-utang saya termasuk bunganya.

Namun, di sini saya jadi tahu persis bahwa Anda perlu merencanakan dengan baik apa tujuan berutang sebelum memutuskan mengambil kredit atau utang. Dengan demikian, tidak ada lagi istilah utang yang buruk!

Anda pasti juga ingin memahami bagaimana caranya membiayai pendidikan buah hati, beli mobil, bahkan beli rumah tanpa utang ‘kan? Segera download ebook perencanaan keuangan untuk usia 30-an dari Finansialku!

Anda bisa mempelajari kiat mengatur keuangan yang tepat supaya Anda bisa mencapai segala tujuan keuangan Anda, tanpa UTANG!

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Tujuan Utang atau Kredit

Utang atau kredit awalnya ditujukan untuk tujuan pencapaian kebutuhan, dan diharapkan dapat membawa dampak positif secara sosial ekonomis bagi seluruh pihak (debitur, kreditur, atau masyarakat) antara lain sebagai berikut:

  1. Memberikan pinjaman bank dengan bunga kredit yang disepakati. 
  2. Memaksimalkan pemanfaatan dana yang diperoleh.
  3. Menambah modal kerja atau usaha.
  4. Meningkatkan lalu lintas pembayaran.
  5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Utang sudah digunakan sejak zaman dahulu untuk berbagai tujuan di atas. Bahkan, salah satu contoh terbesar dari utang adalah utang negara kita, Indonesia.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan keputusan pemerintah terus menambah utang membuat Indonesia berpotensi jadi negara gagal bayar seperti yang dialami Yunani. 

“Semakin banyak utang, Presiden Jokowi sedang mendorong Indonesia untuk dijajah kembali. Mereka pemerintah berpikir, dengan banyak berutang kepada lembaga donor, maka bisa menyelamatkan kondisi ekonomi sekarang.”

 

Menanggapi itu, Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait besarnya utang luar negeri pemerintah Indonesia. Menurutnya, utang Indonesia masih aman karena digunakan untuk hal yang produktif dengan tujuan yang mulia.

Menurut Presiden Joko Widodo, ada 4 manfaat utang Indonesia saat ini, yakni sebagai berikut:

 

#1 Manfaat Didapat Lebih Besar dari Besaran Utang

Pendanaan kita itu untuk investasi yang meningkatkan produktivitas. Bukan utang untuk konsumtif. Bukan utang untuk subsidi BBM. Kita sudah hitung manfaat yang akan didapat jauh di atas bunga pinjaman dan ongkos pendanaan,” – Joko Widodo

 

Menurutnya, buruknya infrastruktur menjadi penghalang pertumbuhan ekonomi selama ini. Oleh karena itulah utang ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk perbaikan infrastruktur kita.

Presiden Joko Widodo menambahkan:

“Infrastruktur jadi salah satu hambatan utama untuk mendorong mesin pertumbuhan baru. Distribusi logistik melalui laut paling murah sehingga pembangunan difokuskan pada laut. Pembangunan di Kuala Tanjung, di Makassar, sudah dimulai. Sebentar lagi di Sorong. Kemudian akan dibuat 24 pelabuhan di Tanah Air.”

 

#2 Utang Digunakan untuk Perencanaan yang Tepat

Pendanaan kita itu untuk investasi yang meningkatkan produktivitas. Bukan utang untuk konsumtif.” – Joko Widodo

 

Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, mengatakan pemerintah sudah mengalokasi dana khusus untuk perencanaan proyek-proyek pemerintah selama lima tahun mendatang.

Total dana yang mencapai kisaran Rp1,9 triliun itu digunakan untuk menyiapkan proyek lima tahun dengan nilai mencapai kisaran Rp500 triliun.

Ia juga menambahkan:

“Nah dengan demikian proyek-proyek itu sudah bisa dipersiapkan dengan baik sehingga begitu ditender tinggal jalan.”

 

#3 Menutup Dampak Rendahnya Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak

Pendanaan kita itu untuk investasi yang meningkatkan produktivitas. Bukan utang untuk konsumtif.” – Joko Widodo

 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengatakan, masih banyak masyarakat yang masih belum memahami pentingnya pajak.

Jika pembayaran pajak tersendat, salah satu solusi yang diambil pemerintah adalah melakukan utang luar negeri.

Tentunya, hal ini bisa mengakibatkan utang di Indonesia menjadi lebih besar.

“Utang kita sudah Rp3.000 triliun. Kenapa kita berutang? Kalau utang kita kurangi, belanja dikurangi, maka pelayanan kepada masyarakat berkurang dan pertumbuhan ekonomi akan terganggu. Maka kalau masyarakat menuntut pemerintah membantu ini itu, keluarkan subsidi, bangun ini itu, kami balikkan lagi uangnya dari mana? Solusinya ya tarik pajak atau utang.”

 

#4 Utang Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Pendanaan kita itu untuk investasi yang meningkatkan produktivitas. Bukan utang untuk konsumtif.”- Joko Widodo

 

Bambang Brodjonegoro, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir mengenai utang Indonesia. Sebab, meski total utang mencapai angka Rp3.000 triliun, namun pemerintah tetap melakukan pinjaman sesuai dengan batas ketentuan perundang-undangan.

Berdasarkan catatan di Kementerian Keuangan, total utang Indonesia per 31 Desember 2015 mencapai Rp3.098,64 triliun, meningkat dari periode yang sama di 2014 sebesar Rp2.608,78 triliun.

“Utang itu masih dibutuhkan karena defisit adalah sumber pertumbuhan juga asal bisa dikendalikan. Kita sudah punya rambu-rambunya. Dan kita berupaya kalau berutang di bawah rambu-rambu. Kita buat strategi supaya bisa bayar utang.”

 

Tujuan Berutang bisa Mengubah Hasilnya

Melihat kebijakan Presiden Joko Widodo, kita kini memahami betapa pentingnya pertimbangan tujuan berutang sebelum berutang.

Utang bisa membangun dan memperbaiki Indonesia, namun juga bisa menghancurkannya dalam sekejap jika tujuannya tidak tepat.

Inilah yang membedakan bagaimana orang kaya dan miskin mengelola utang. Hal ini mengakibatkan munculnya fenomena “Yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin.”

Umumnya, yang miskin senang berutang hanya untuk membeli liabilitas, seperti contohnya mobil atau untuk berlibur ke luar negeri. Bahkan hal yang kerap mereka pikir adalah investasi, misalnya rumah pribadi mereka adalah liabilitas.

Mengapa disebut liabilitas? Karena tidak menghasilkan arus kas positif bagi mereka.

Metode mengelola uang hanya untuk membeli aset yang akan kehilangan nilainya perlahan-lahan hanya membuat manusia menjadi budak utang seumur hidupnya.

Dengan kata lain, mereka kehilangan waktu dan peluang untuk mengelola utang tersebut menjadi utang pinjaman baik.

Dampak-Positif-Utang-2

[Baca Juga: Jangan Takut Dulu! Ini Penyelesaian dan Solusi Jika Tidak Bisa Bayar Utang]

 

Berbeda dari yang miskin, si kaya cenderung mengelola utang untuk membeli aset, seperti contohnya berinvestasi. Metode ini disebut juga Other People’s Money (OPM) yaitu menggunakan uang orang lain untuk diinvestasikan demi keuntungan pribadi.

Dengan memanfaatkan metode OPM dalam mengelola utang pinjaman, Anda bisa meningkatkan Return of Investment (ROI) dengan lebih cepat dan memperoleh keuntungan tak terbatas.

Dengan demikian Anda memiliki 2 pilihan, menjadi si kaya atau si miskin. Semuanya bergantung pada tujuan Anda berutang!

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store


 

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk menentukan keputusan berutang, Anda bisa saja meminta bantuan perencana keuangan Finansialku. Atau Anda bisa belajar mengatur keuangan sendiri dengan menggunakan aplikasi Finansialku.

Aplikasi Finansialku memiliki fitur-fitur pengaturan keuangan yang lengkap dengan berbagai instrumen keuangan, seperti pengecekan kondisi keuangan Anda sekarang, pembuatan anggaran, hingga kalkulator kredit untuk membeli berbagai kebutuhan. Dengan demikian, mengatur keuangan menjadi lebih mudah, praktis, dan GRATIS.

Bagi pengguna baru, Anda bisa unduh Aplikasi Finansialku melalui Google Play Store, atau akses langsung aplikasinya di browser Anda dengan mengklik tautan berikut ini.

 

Tentukan Tujuan Berutang dengan Benar agar Hasilnya Positif

Bagaimana? Apakah Anda memperoleh informasi baru dari artikel ini? Kesimpulannya, tujuan berutang dan bagaimana cara Anda mengelola utang tersebut akan menentukan hasil.

Pesan saya adalah Anda harus bisa membedakan mana tujuan yang memang betul dibutuhkan, atau mana yang cuma keinginan.

Setelah itu, pilih utang yang sesuai dan konsultasikan pengelolaannya. Dengan demikian Anda tidak akan membuat utang buruk seperti saya.

Meski awalnya ditujukan untuk modal bisnis, saya tidak mempertimbangkan pengelolaan yang baik. Alhasil utang saya tidak bisa terlunasi dengan baik. Jangan jadi seperti saya, dan pertimbangkan lagi tujuan Anda berutang serta pengelolaannya.

Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman-teman yang juga bergelut dengan utang buruk.

 

Apakah Anda setuju bahwa utang tidak selalu buruk? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. AKUNTANSI PERBANKAN: Pengertian Kredit, Fungsi, Unsur, Macam, Prinsip, Definisi Kredit Menurut Para Ahli. Sarjanaku.com – https://goo.gl/Z7BHpY
  • Robert Kiyosaki. 31 Mei 2016. New Rule of Money #2: Learn How to Use Debt. Richdad.com – https://goo.gl/PCeLiF
  • Nur Islah. 04 Oktober 2016. Inilah 5 K Alasan Orang Berhutang. Nurislah.com – https://goo.gl/FF7RTz

 

Sumber Gambar:

  • Tujuan Berutang – https://goo.gl/Zsbfvh
  • Tujuan Berutang 2 – https://goo.gl/eHd5Tt
Summary
Polling: Menurut Anda, Apa Tujuan Berutang?
Article Name
Polling: Menurut Anda, Apa Tujuan Berutang?
Description
Menurut Anda, apa sih tujuan berutang itu? Meskipun mayoritas ahli keuangan menyarankan Anda untuk menghindari utang
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo