Apakah kamu sudah siap mengarungi rumah tangga dan apakah kamu sudah tahu rincian dari biaya hidup rumah tangga?

Mengarungi rumah tangga bersama pasangan memang bisa menjadi tantangan yang baru dalam hidup.

Karena pengalaman pertama dalam berumah tangga, pasti masih banyak yang bingung dengan rincian biaya rumah tangga, yuk kita intip tipsnya!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Berumah Tangga

Ketika kamu dan pasangan sudah mengucapkan sebuah ikrar yang sakral, tibalah saat kamu dan pasangan mengarungi sebuah bahtera rumah tangga yang banyak sekali dramanya.

Dari mulai yang asalnya sendiri, selalu cuek dengan sekitar menjadi ada pasangan kita yang selalu melihat gerak-gerik kita dan tentu saja, kita tidak bisa se-cuek dan sebebas saat masih single.

Tidak jarang juga, salah satu permasalahan dalam berumah tangga datang dari masalah keuangan, mulai dari masalah mau pakai uang siapa hingga masalah yang paling berat, yaitu utang.

Apalagi, ketika kamu masih beradaptasi dari single menjadi berumah tangga. Tidak sedikit juga, orang-orang yang kaget dengan adanya perubahan ini.

Mungkin kalau masih single, kita cukup memikirkan diri sendiri saja, tetapi saat sudah berumah tangga, kamu pun sudah harus memikirkan pasangan kamu dan bagaimana nanti ke depannya.

Belum lagi, saat berumah tangga berarti kamu sudah siap lepas dari orang tua yang tidak akan lagi membantu kamu setiap saat untuk keuangan.

Belum lagi, saat berumah tangga juga kamu akan memiliki banyak tujuan keuangan yang membutuhkan uang yang tidak sedikit.

Biaya Hidup Rumah Tangga Ala Perencana Keuangan 02 - Finansialku

[Baca Juga: 9 Kunci Sukses Mengatur Keuangan Keluarga yang Harus Diketahui oleh Setiap Calon Ibu Rumah Tangga]

 

Tujuan keuangan yang sering ingin dicapai untuk para pasangan muda ini adalah membeli rumah, dana pendidikan anak, liburan setahun sekali, hingga mempersiapkan dana pensiun.

Belum lagi, kalau kamu dan pasangan memiliki visi untuk menambah aset kamu. Beruntung jika kamu dan pasangan sudah mulai memikirkan ini sejak sebelum berumah tangga.

Bagaimana untuk orang-orang yang belum mempersiapkan dana-dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan mereka? Belum lagi pasti pengeluaran saat berumah tangga cukup besar juga.

Apa saja sih rincian dari biaya hidup rumah tangga ini yang selalu menjadi topik yang sensitif ketika kamu membicarakannya dengan pasangan kamu? Yuk kita simak rincian biaya hidup rumah tangga di bawah ini.

 

Bagaimana CARA AMPUH Membeli Rumah Pertama?

Download ebook-nya, GRATIS!!!

ebook rumah pertama

 

Rincian Biaya Hidup Rumah Tangga

Saat berumah tangga, selain tujuan keuangan yang mulai banyak, pengeluaran pun mulai banyak juga.

Yang awalnya cukup Rp20.000 untuk sekali makan, semenjak berumah tangga, ternyata biaya segitu cuman cukup untuk biaya beli minyak aja.

Supaya kamu ga kaget nih, yuk kita intip rincian biaya hidup rumah tangga. Buat kamu yang udah berumah tangga, siapa tau rincian biaya ini bisa jadi salah satu referensi kamu.

 

Biaya #1 Investasi dan Tabungan

Saat kamu sudah mulai berumah tangga, biaya ini jangan pernah terlewatkan. Minimumnya kamu dan pasangan harus bisa menabung minimal 20% dari pendapatan bulanan kalian.

Kalau kamu dan pasangan bisa menabung lebih besar dari 20%, maka akan semakin lebih banyak. Investasi dan tabungan ini bisa kamu sesuaikan dengan tujuan keuangan kamu.

Misalkan, kamu dan pasangan berpenghasilan Rp50 juta dalam sebulannya. Kamu dan pasangan sudah memiliki beberapa tujuan keuangan yang ingin dicapai, seperti dana darurat, dana pendidikan anak, dana liburan tahunan, dana ibadah haji hingga dana pensiun.

Investasi Keuangan Keluarga 02 - Finansialku

[Baca Juga: Infografis: Tahukah Anda Perbedaan Investasi Dan Menabung??]

 

Kamu mulai mengalokasikan minimal Rp10 juta per bulan untuk berinvestasi, tetapi saya misalkan untuk mengalokasikan Rp15 juta per bulan untuk diinvestasikan atau ditabung dengan rincian sebagai berikut:

  • Untuk dana darurat: Rp4.000.000
  • Untuk dana pendidikan anak: Rp3.000.000
  • Untuk dana liburan tahunan: Rp3.000.000
  • Untuk dana ibadah haji: Rp2.000.000
  • Untuk dana pensiun: Rp1.000.000

 

Jadi, ketika kamu sudah menetapkan berapa kamu akan mengalokasikan pendapatan bulanan kamu untuk menabung atau berinvestasi, jangan lupa untuk menuliskan untuk apa saja investasi tersebut.

Supaya investasi kamu juga efektif dan efisien. Selain itu, dengan kamu memiliki target menabung bulanan, kamu juga akan semakin mudah untuk mencapai tujuan keuangan kamu.

 

Biaya #2 Sedekah atau Donasi

Jangan lupa untuk tidak melewatkan biaya ini, Biaya ini sangatlah penting. Kalau kamu ingin menggunakan persenan, kamu bisa menggunakan persenan sebesar 10% dari pendapatan bulanan kamu.

Atau kalau kamu ingin bersedekah lebih besar tidak apa-apa, semua tergantung dari bagaimana kebijakan kamu dan pasangan dalam mengelola keuangan. Tetapi, jangan pernah melupakan biaya ini yaaa.

 

Biaya #3 Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan

Asuransi ini sangat penting, mengingat kamu sudah berkeluarga dan kamu juga punya banyak tujuan keuangan. Fungsi utama dari asuransi adalah untuk meminimalkan risiko terhadap arus kas keuangan kamu.

Katakanlah, kamu dan pasangan, masih kasus yang sama, memiliki penghasilan Rp50 juta per bulan dan sudah membagi-bagi 30% untuk tabungan dan investasi, 10% untuk sedekah.

Games Liburan Akhir Tahun Kenapa Tidak Ke Tempat Wisata Budaya Indonesia 03 Liburan Keluarga 3 - Finansialku

[Baca Juga: Jangan Salah Paham! Jenis-jenis Asuransi Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu]

 

Untuk asuransi, misalkan kamu mengalokasikan 10% untuk asuransi per bulannya. Sudah termasuk asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis.

Jangan sampai salah kaprah ya kalau asuransi ini menjadi ajang investasi. Asuransi ini adalah salah satu bentuk perlindungan untuk diri kamu sendiri dan keluarga terhadap arus kas keuangan kamu.

 

Biaya #4 Cicilan

Untuk kamu yang mungkin sedang berhadapan dengan cicilan atau kamu akan mengambil cicilan, pastikan kamu sudah memikirkan bagaimana kamu akan membayar cicilan kamu.

Saya menyarankan kamu mengambil cicilan maksimal 30% dari pendapatan bulanan kamu, lebih kecil, tentu akan lebih baik.

Jangan pernah mengambil cicilan tetapi kamu masih bingung bagaimana kamu akan membayarnya.

Jika kamu memiliki cicilan, kalkulasi persenan pengeluaran bulanan kamu berikut ini mungkin dapat membantu kamu dalam membuat anggaran bulanan.

  • Tabungan dan Investasi: 20%
  • Cicilan dan Utang: 30%
  • Asuransi: 5%
  • Sedekah dan donasi: 5%
  • Konsumsi: 40%

 

Untuk kamu yang tidak memiliki cicilan, mari kita bahas ke biaya selanjutnya.

 

Biaya #5 Biaya Konsumsi

Untuk kamu yang belum memiliki cicilan, kamu bisa mengalokasikan 50% pendapatan kamu untuk pengeluaran konsumtif kamu.

Bijaksana Mengelola Uang Belanja Keluarga 02 Keuangan 2 - Finansialku

[Baca Juga: Bahaya Perilaku Konsumerisme, Materialisme, Hedonisme Pada Kehidupan Seseorang]

 

Kamu harus mewajibkan pengeluaran konsumsi berikut:

 

Selanjutnya, kamu bisa mengalokasikan untuk kebutuhan kamu dan pasangan, mulai dari makan, transportasi, jalan-jalan, kopi, hiburan dan pengeluaran konsumtif lainnya.

 

Buatlah Rincian Biaya Hidup Rumah Tangga Kamu Sendiri, Supaya Kamu Mudah Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Rincian biaya hidup rumah tangga ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk pengalokasian pengeluaran kamu dan pasangan saat hidup berumah tangga.

Tentu saja, pengalokasian ini tidak semua orang akan cocok.

Kalau kamu ingin dibantu untuk mendapatkan solusi yang tepat dalam mengelola keuangan kamu dan pasangan saat hidup berumah tangga, kamu bisa menanyakan langsung ke perencana keuangan di Finansialku.

Caranya adalah dengan men-download Aplikasi Finansialku dan kamu nanti tinggal gunakan menu Tanya Jawab.

Jika Anda ingin menjadi akun premium Aplikasi Finansialku, Anda bisa menggunakan kode voucher POTONG50RIBU untuk mendapatkan potongan Rp50.000 sehingga Anda hanya perlu membayar Rp300.000 untuk 1 tahun.

Dengan aplikasi Finansialku yang premium, Anda akan mendapatkan online course GRATIS tentang perencana keuangan serta Anda bisa menggunakan menu Tanya Jawab langsung ke perencana keuangan profesional.

Kalau kamu yang masih ingin belajar sendiri, kamu bisa membaca salah satu ebook mengenai mengatur keuangan untuk usia 30 an di bawah ini.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Setelah membaca artikel ini, saya yakin kamu telah mengetahui rincian Biaya hidup rumah tangga.

Bagikan informasi ini kepada teman atau saudaramu yang belum mengetahui rincian Biaya hidup rumah tangga. Semoga bermanfaat!

 

Sumber Gambar:

  • Biaya Hidup Rumah Tangga 01 – https://bit.ly/2YCFL1R
  • Biaya Hidup Rumah Tangga 02 – https://bit.ly/2YGRlVI