Kondisi ekonomi global yang tak kunjung stabil membuat berbagai negara terkena imbasnya. Indonesia adalah salah satu negara tersebut. Rupiah melemah terus tiap harinya terhadap dollar.

Pemerintah tak tinggal diam terhadap permasalahan ini. Langkah apa yang diambil pemerintah untuk mengendalikan situasi ekonomi nasional?

Simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Rupiah Melemah, Pemerintah akan Genjot Ekspor

Terus menguatnya dolar tidak selamanya memberikan dampak negatif bagi perekonomian nasional. Menguatnya dolar juga memberikan kesempatan untuk menggenjot ekspor produk Indonesia ke pasar global.

Hal ini dikarenakan nilai dolar yang makin naik juga akan semakin meningkatkan nilai jual produk Indonesia. Langkah itulah yang kemudian diambil oleh pemerintah dalam menstabilkan perekonomian nasional.

Tak hanya itu, ekspor produk juga bisa menjadi langkah investasi sekaligus solusi dalam menyelesaikan persoalan struktural ekonomi di Indonesia. Ekspor yang berorientasi investasi bisa mengatasi permasalahan defisit transaksi berjalan.

Salah satu perusahaan yang memberikan sumbangan yang cukup signifikan adalah PT Toyota Motor. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Joko Widodo dalam acara seremoni pencapaian ekspor satu juta lebih unit kendaraan bermerek Toyota buatan Indonesia.

Seperti dilansir dari harian Kompas, Jokowi berujar bahwa investasi yang diberikan oleh Toyota Motor dalam 2,5 tahun ini telah mencapai lebih dari Rp22 triliun. Investasi tersebut berupa ekspor kendaraan rakitan lokal sebanyak 200 ribuan unit.

“Kita harapkan industri lokal juga akan ikut terdorong naik karena hal itu.”

 

Menanggapi investasi tersebut, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Waruh Andang berujar bahwa investasi terbanyak ditanamkan pada sektor industri.

“Investasi paling besar untuk pembangunan pabrik Karawang Plant III.”

 

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Ekspor Ikut Dorong Potensi Tekstil

Dengan digenjotnya ekspor oleh pemerintah, tekstil Indonesia punya potensi untuk semakin meningkat di pasar global. Tak hanya ekspor, tekstil juga diharapkan bisa meningkatkan produksinya.

Seperti yang diwartakan oleh harian Kompas, Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwasanya industri tekstil Indonesia punya potensi yang besar. Tak hanya potensi di pasar global, Enggartiasto juga menyatakan potensi industri di pasar dalam negeri.

Lebih lanjut, ia berharap para pemain industri lokal mampu mengisi pasar tekstil di Indonesia. Oleh karena itu, ia menyatakan pihaknya siap membantu industri untuk mengisi pasar lokal dan global.

Rupiah Melemah, Pemerintah Batasi Impor 02 - Finansialku

[Baca Juga: Terus! Rupiah Melemah, Apa Penyebabnya?]

 

Masih pada berita yang dimuat oleh harian Kompas, Iwan Setiawan selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Indonesia (API) sekaligus CEO PT Sri Rejeki Isman, membantah industri tekstil tengah tenggelam.

Menurutnya industri tekstil Indonesia justru mempunyai prospek berkembang makin pesat.

Bila melihat keadaan saat ini, sangat memungkinkan bagi industri tekstil Indonesia untuk bersaing baik di pasar domestik atau pasar global sekali pun.

Belum lagi dengan menguatnya dolar, pasokan barang impor akan dibatasi. Sehingga seharusnya hal tersebut dijadikan momentum untuk mengangkat kembali pamor industri tekstil Indonesia.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Demi Menekan Melemahnya Rupiah, Pemerintah Batasi Impor

Rupiah yang terus melemah terhadap dolar akhirnya membuat pemerintah mengambil tindakan. Tak hanya mendorong ekspor untuk meningkatkan investasi, kali ini salah satu strategi yang diambil adalah dengan membatasi impor.

Pembatasan impor ini dimaksudkan untuk mengendalikan impor melalui mekanisme menaikkan tarif Pajak Penghasilan impor. Tak tanggung-tanggung, pemerintah menaikkan pajak untuk 1147 komoditas.

1147 komoditas yang pajaknya dinaikkan merupakan produk yang termasuk ke dalam kategori seperti barang konsumsi, ketersediaan produksi di dalam negeri, dan perkembangan industri nasional.

Rupiah Melemah, Pemerintah Batasi Impor 03 - Finansialku

[Baca Juga: Rupiah Hari Ini Terus Melemah, Apa Upaya Pemerintah?]

 

Langkah ini diambil guna memperbaiki defisit transaksi berjalan yang ikut serta dalam mendorong melemahnya rupiah terhadap dolar. Penetapan ini bersifat resmi setelah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) diterbitkan.

Dalam PMK tersebut dijelaskan bahwa pengendalian impor dilakukan dengan mempertimbangkan instrument fiskal. Peraturan tersebut telah ditandatangani pada Rabu (5/9).

Seperti yang diberitakan oleh harian Kompas, Sri Mulyani menjelaskan bahwa peraturan tersebut tidak bisa langsung diterapkan.

“PMK akan resmi berlaku tujuh hari setelah ditandatangani.”

 

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan bahwasanya penerapan PPh impor tersebut dapat dianggap sama dengan bea masuk. Dengan demikian penurunan jumlah impor bisa mencapai hingga 2%.

Meski pajaknya dinaikkan, PPh impor tidak akan membebani industri manufaktur. Hal ini dikarenakan pembayaran PPh impor pasal 22 bisa dilakukan di muka yang dapat dikreditkan dan bisa terutang pada akhir tahun pajak.

Selain itu, ongkos produksi justru bisa semakin murah dengan adanya PMK ini. Para pelaku industri nantinya akan diarahkan untuk menggunakan bahan baku dalam negeri. Sehingga tak hanya murah, namun bisa membuat kemandirian industri sebagai manfaat jangka panjangnya.

Dalam penerapan peningkatan PPh impor, Kementerian Keuangan akan menggandeng Dirjen Bea Cukai sebagai eksekutornya. Selain itu, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan juga dilibatkan sebagai pembuat peta jalan penerapannya.

Belakangan sentimen negatif terhadap defisit transaksi berjalan semakin menguat. Sehingga kenaikan PPh impor ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam normalisasi kondisi tersebut.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

 

Meski Tarif PPh Naik, Masyarakat Bawah Tidak Akan Terbebani

Barang-barang yang pajaknya dinaikkan oleh pemerintah tidak meliputi bahan-bahan pangan. Hal ini dinilai sebagai keputusan yang tepat oleh ekonom PT Bank Permata Joshua Pardede.

Seperti yang dilansir dari laman Kontan.co.id, Joshua berujar bahwa dengan tidak naiknya harga bahan pangan, maka masyarakat golongan menengah ke bawah tidak akan terbebani dengan adanya kebijakan tersebut.

“Yang perlu kita jaga yaitu yang menengah ke bawah ini bagaimana pemerintah menjaga agar kenaikan rupiah ini sebagai dampak tidak mempengaruhi secara signifikan pada harga pangan. Dan harga konsumsi yang dikonsumsi menengah ke bawah.”

 

Kenaikan pajak 1174 komoditas tersebut cenderung lebih memengaruhi golongan atas. Karena kebanyakan produk yang dinaikkan pajaknya adalah golongan barang mewah.

Oleh karena itu, naiknya PPh impor ini dianggap sebagai solusi jangka pendek yang tepat. Membatasi impor barang namun tidak memberatkan masyarakat golongan bawah.

Rupiah Hari Ini Terus Melemah, Apa Upaya Pemerintah 01 - Finansialku

[Baca Juga: TTS: Wajib Pajak Kenali Istilah Pajak Yuk Sebelum Lapor Pajak]

 

Pentingnya PPh Impor Dinaikkan

Demi mengembalikan stabilitas ekonomi nasional akibat tidak stabilnya kondisi ekonomi global, menaikkan PPh impor menjadi salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah.

Langkah ini bisa dibilang langkah yang penting, mengingat saat ini kondisi neraca perdagangan Indonesia juga tengah defisit kronis. Sebuah keadaan ketika jumlah impor justru lebih besar dibanding ekspornya.

Oleh karena selain menggenjot ekspor produk lokal, dengan naiknya PPh impor, diharapkan juga dapat mengerem kebutuhan impor Indonesia. Selain itu, naiknya PPh impor juga memberikan keuntungan.

Keuntungan yang paling utama adalah pelaku industri akan memanfaatkan produk lokal. Tak hanya murah, dengan penggunaan bahan dari produk lokal akan ikut menyumbangkan geliat ekonomi di Indonesia.

Pada efek jangka panjangnya bisa membuat Indonesia menciptakan iklim kemandirian industri. Sementara bagi para pelaku usaha naiknya pajak tersebut juga tidak terlalu memberatkan.

Hal ini dikarenakan PPh dapat dikreditkan sehingga beban yang dibayarkan tidak terlalu berat.

Tak hanya itu, program ini juga mendorong percepatan restitusi pajak. Nantinya baik negara dan pelaku usaha akan sama-sama diuntungkan.

Terakhir, kenaikan PPh pajak juga akan ikut mendorong perbaikan layanan pajak dan bea cukai.

 

Apakah Anda merasa terbantu dengan adanya artikel ini? Jangan ragu untuk membagikan pada teman Anda. Agar semua orang bisa mendapatkan manfaat dan merasakan keuntungannya.

 

Sumber Referensi:

  • Tim Kompas. 06 September 2018. Batasi Impor, Tambah Ekspor. Harian Kompas
  • Kiki Safitri. 06 September 2018. Pengamat Sebut Kebijakan Kenaikan Tarif Pajak Impor tak Bebani Masyarakat Bawah. Kontan.co.id – https://goo.gl/48LwQV

 

Sumber Gambar:

  • Rupiah Melemah – https://goo.gl/SU7LcR
  • Dorong Ekspor – https://goo.gl/qoS747
  • Batasi Impor – https://goo.gl/q46Tmh