Tak terasa sudah 1 tahun berlalu setelah liburan musim panas ke Abu Dhabi & Dubai tahun 2018 silam. Melalui rubrik kali ini, saya Yudha ingin berbagi cerita keseruan liburan musim panas saya ke Sheikh Zayed Mosque.

Sheikh Zayed Mosque merupakan Masjid terkenal di Abu Dhabi yang tidak pernah terlewatkan oleh para turis.

Simak ulasannya dalam artikel Finansialku berikut ini ya! Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Terealisasinya  Rencana Liburan ke Sheikh Zayed Mosque

Dalam agenda perjalanan saya ke Dubai, saya menyempatkan untuk mengunjungi sebuah destinasi wisata religi yang tak boleh terlewatkan oleh para turis, yaitu Sheikh Zayed Mosque.

Masjid ini begitu besar, luas dan megah tentunya.

Rasanya sangat mengagumkan ketika melihat dengan mata kepala sendiri dan berpengalaman untuk menikmati keindahan dari kemegahan dari rumah ibadah Umat Muslim yang dibangun dengan penuh kekaguman kepada Sang Khalik.

Penasaran dengan cerita orang-orang tentang Masjid terbesar ketiga di dunia ini setelah Masjid di Mekkah dan Madinah yang terletak di Arab Saudi.

Saya tak enggan untuk membayar biaya lebih untuk berangkat dari Dubai ke Abu Dhabi dan menyempatkan waktu liburan yang berharga saya untuk menikmati pesona dari Masjid megah ini.

Sheikh Zayed Mosque 02 (Tampak Depan) - Finansialku

[Baca Juga: Guys, Yuk Cek 5 Tips Liburan Murah Ala Mahasiswa yang Bisa Kamu Lakukan!]

 

Sebelum liburan, dan menikmati semua itu, tentu saya harus mempersiapkan biaya liburan, bukan?

Untungnya ada Aplikasi Finansialku yang menolong saya untuk mencatat setiap dana yang saya perlukan untuk liburan.

Satu-satunya yang harus dan wajib dilakukan adalah perencanaan, di antaranya perencanaan keuangan dan anggaran lho.

Jangan sampai kamu pergi liburan ke negeri orang tapi tidak direncanakan dengan sempurna, apalagi soal biaya! Bisa gashwat Guys!

Jadi tunggu apa lagi? Langsung download aplikasi Finansialku melalui Google Play Store atau lakukan registrasi terlebih dahulu melalui PC.

Takut mahal? Tenang, aplikasi Finansialku tersedia GRATIS bagi Anda.

Untuk menghitung dana liburan, Anda bisa mengikuti panduan berikut ini:

  1. Buka menu aplikasi Finansialku kemudian pilih menu “Rencana Keuangan”.
  2. Klik tanda + pada kanan bawah kemudian pilih “Dana Liburan”.
  3. Isi sejumlah data yang diperlukan, seperti:
  • Dana Perjalanan Ke: tuliskan tempat tujuan wisata Anda.
  • Biaya Pengurusan Dokumen: passport, visa, dan dokumen lainnya.
  • Biaya Tur atau Paket Perjalanan: jika Anda pergi dengan menggunakan jasa biro wisata atau travel agent.
  • Biaya Akomodasi atau Penginapan: biaya untuk menyewa hotel atau penginapan selama di selama di tempat tujuan liburan (jika ada).
  • Biaya Transportasi: biaya untuk menyewa transportasi selama di selama di tempat tujuan liburan (jika ada).
  • Anggaran Konsumsi: biaya untuk membeli makanan selama di tempat tujuan liburan (jika ada).
  • Anggaran Oleh-Oleh: biaya untuk membeli oleh-oleh.
  • Asuransi Perjalanan: biaya untuk membeli asuransi perjalanan.
  • Anggaran Biaya Lain-Lain: biaya lain-lain untuk cadangan.
  • Berapa lama lagi Anda akan pergi (dalam satuan tahun).
  • Dana yang telah tersedia, dalam satuan Rupiah
  • Inflasi, kenaikan biaya perjalanan dalam satuan persen per tahun.
  • Estimasi hasil investasi, dalam satuan persen per tahun.
  1. Jika sudah, klik “Hitung”. Kesimpulan berupa hasil perhitungan akan muncul dan Anda bisa mulai mempersiapkan dana liburannya.

 

 

Anda bisa menggunakan estimasi biaya tadi untuk menghitung kira-kira berapa dana liburan yang perlu disiapkan. Yuk segera download aplikasinya!

 

Sejarah Masjid Agung Sheikh Zayed Mosque

Masjid yang digadang-gadang sebagai masjid terbesar ketiga di dunia ini merupakan sebuah destinasi wisata religi dengan landmark yang mengagumkan dan tak boleh terlewatkan oleh para turis yang bertandang ke United Arab Emirates (UAE) atau Uni Emirat Arab (UEA).

Bahkan para artis dan tokoh dunia sekalipun seperti Presiden Jokowi juga pernah berkesempatan mengunjungi indahnya masjid besar ini lho.

Menurut sejarah pembangunannya, penyelesaian proyek besar ini ditangani langsung oleh Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, presiden Uni Emirat Arab, di bawah pengawasan saudaranya Jendral Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang merupakan putra mahkota Abu Dhabi sekaligus sebagai wakil Panglima Angkatan bersenjata UEA.

Penyelesaian masjid ini juga dibawah supervise dari Sheikh Mansoor bin Zayed Al Nahyan, Wakil perdana menteri dan menteri urusan kepresidenan.

Sheikh Zayed Mosque 03 (Tampak Depan) - Finansialku

[Baca Juga: Liburan ke Wakanda: Melihat Pesona Keindahan di Air Terjun Iguazu]

 

Saat momen peresmiannya, Masjid Agung Sheikh Zayed Mosque mendapatkan berbagai rekor dunia karena arsitekturnya yang luar biasa indahnya.

Termasuk lampu gantung (chandelier) terbesar di dunia dengan lembaran karpet yang membentang luas dan dilansir sebagai bentangan karpet terluas di dunia.

Konon, arsitektur dari masjid megah ini terinspirasi oleh pengaruh arsitektural Mughal (India, Pakistan, Bangladesh) dan Mooris (Maroko).

Setidaknya 82 kubah yang bergaya Maroko dengan hiasan batu pualam putih menambah keunikan dan indahnya masjid ini.

Bentuk kubah dibangun dengan diameter sebesar 32,8 meter dan tinggi 55 meter.

Dilansir dari Turkey Research Centre for Islamic History and Culture, bentuk kubah ini merupakan kubah terbesar yang pernah dibuat dalam jenis yang sama dan penilaian dari sisi arsitektural masjid secara keseluruhan, Sheikh Zayed Mosque bisa disebut sebagai fusi dari arsitektural Mughal, Moorish, dan Arab.

Luas dari masjid ini diukur presisi seluas 22.412 meter persegi, yaitu sama dengan lima lapangan sepak bola dengan daya tampung sebanyak 40.960 yang terdiri dari 7126 di ruang utama, 1960 di ruang sholat terbuka, 980 di ruang sholat wanita, 22.729 di area Sahan (Courtyard atau pelataran tengah), 682 di selasar ruang utama dan 784 di selasar pintu masuk utama.

1000 pilar dalam Sheikh Zayed Mosque mengangkat kokoh masjid besar ini dengan lapisan dari 20 ribu lembaran pualam dan batu alam polesan, di antaranya lapis Lazuli, red agate, amethyst, abalone shell dan mother of pearl.

96 pilar bundar dengan ukuran raksasa yang terletak di ruang utama bahkan dilapisi dengan mother of pearl.

Sheikh Zayed Mosque 04 (Tampak Dalam) - Finansialku

[Baca Juga: Selain Disneyland Hong Kong, Ini 30 Tempat Wisata Hong Kong Bikin Kamu Betah Liburan Di Sana (Part 2)]

 

Menghiasi komplek dari Sheikh Zayed Mosque, dibendung kolam dengan luas 7.874 meter persegi yang berbahan keramik lantai warna gelap.

Penataan cahaya yang terpancar unik dirancang oleh Arsitek tata cahaya, Jonathon Speirs dan Major untuk memantulkan fase-fase bulan.

Menengok sisi dalam dari masjid, terdapat material pualam Italia yang dipadukan dengan rancangan ukiran floral di ruang sholat utama dan terdapat pula mozaik kaca emas di bagian dinding sisi luarnya.

Pintu masjid pun tak kalah dibuat megah dengan bahan kaca setinggi 12,2 dan lebar 7 meter dan berat mencapai 2,2 ton.

Totalitas dalam pembangunan masjid ini memang tak diragukan hingga menggandeng para pengrajin yang ahli di bidangnya dari berbagai negara seperti, India, Italia, Jerman, Maroko, Pakistan, Turki, Malaysia, Iran, China, Inggris, Selandia Baru, Yunani dan UAE sendiri.

Bahan dan material berkualitas pun menjadi hal yang tak bisa dipandang sepele dengan bahan-bahan yang kokoh dan tahan lama, seperti batu marmer, emas, batu semi mulia, kristal, dan keramik.

Para kontraktor hebat pun didatangkan untuk membangun “Rumah Tuhan” nan indah ini. Setidaknya 38 perusahaan kontraktor turut serta dalam pembangunan Sheikh Zayed Mosque dan 3.500 pekerja yang juga terlibat dalam maha karya luar biasa.

Akhirnya, tanggal 20 Desember 2007 silam, Sheikh Zayed Mosque resmi dibuka untuk para pengunjung yang ingin menikmati keindahan dari masjid ini dan juga untuk para Umat Muslim yang datang beribadah.

 

Indahnya Maha Karya Sheikh Zayed Mosque

Seperti ulasan liburan saya dalam artikel yang sebelumnya, keindahan dari masjid megah ini tak sebanding dengan beberapa kejadian janggal dan aneh yang saya alami dalam perjalanan dari Dubai menuju Sheikh Zayed Mosque di Abu Dhabi.

Rasa deg-degan dan takut tidak sampai ke tempat tujuan sesuai rencana akhirnya surut setelah melihat komplek dari masjid ini dari seberang jalan sesaat ketika turun dari mobil yang saya kendarai.

Setelah masuk dari gerbang pos penjagaan, saya menuju ke pelataran dari Masjid Sheikh Zayed Mosque dan harus mengantre sejenak karena banyaknya pengunjung saat itu.

Sebelum masuk ke pelataran masjid lebih dalam, ada penjagaan yang cukup ketat seperti sebuah pos yang terletak di beberapa spot jalur masuk ke pelataran masjid.

Sheikh Zayed Mosque 05 (kolam di sisi Sheikh Zayed Mosque) - Finansialku

(kolam di sisi Sheikh Zayed Mosque)

 

Setiap pos ini dibagi 2 sesuai dengan gender, ada pos untuk para kaum adam dan kaum hawa.

Para pengunjung diharuskan untuk mengenakan pakaian tertutup, bahkan petugas keamanan di sana menyediakan baju khusus untuk para pengunjung yang mengenakan pakaian yang dirasa terbuka.

Setelah melewati penjagaan dari petugas keamanan, saya mulai berfoto di bagian depan Masjid Sheikh Zayed Mosque.

Lagi-lagi saya cukup disadarkan untuk tidak berpose dengan gerak-gerik aneh seperti orang bertapa dan lain sebagainya.

Saat itu saya berpose layaknya orang bertapa dan seorang petugas mengingatkan saya untuk tidak berpose demikian.

Tidak hanya saya, tetapi juga beberapa pengunjung yang berpose seperti itu tidak diperkenankan.

Selain itu, duduk di kawasan kolam di bagian sisi masjid pun tidak diperkenankan oleh para petugas keamanan.

Saat memasuki masjid, seperti biasa alas kaki tidak diperkenankan untuk dikenakan sehingga harus disimpan pada loker yang tersedia.

Saat menapakkan kaki di lantai masjid, ternyata ubin dari masjid terasa sangat dingin dan sejuk padahal cuaca di luar sedang panas terik dengan suhu mencapai 47 derajat celcius.

Mengaguni setiap pilar nan raksasa dan megah dari Sheikh Zayed Mosque membuat saya tak ingin melewatkan momen berfoto dan mengabadikan foto saya bersama dengan bangunan megah yang merupakan masjid terbesar ketiga di dunia ini.

Di bagian lantai dasar terdapat toilet dan tempat wudhu, termasuk tap water yang disediakan bagi para pengunjung yang saat itu tidak berpuasa.

Sheikh Zayed Mosque 06 (tempat wudhu di lantai basement) - Finansialku

(tempat wudhu di lantai basement)

 

Turun ke lantai basement yang merupakan toilet dan tempat wudhu ternyata disediakan fasilitas escalator sehingga kita tidak perlu naik turun dan menghabiskan banyak tenaga.

Sekitar 4 jam saya berada di lokasi masjid tersebut dan menikmati setiap sudut masjid dan mengaguni maha karya yang luar biasa itu.

Setelah puas berfoto, saya menuju ke Sheraton Hotel yang sudah saya booking sebelumnya.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Itu dia cerita singkat liburan saya ke Sheikh Zayed Mosque, Abu Dhabi yang tak terlupakan.

Buat kamu yang ingin merencanakan liburan, jangan lupa rencanakan liburanmu dengan perencanaan anggaran melalui Aplikasi Finansialku yang memudahkanmu dalam pencatatannya.

 

Sumber Referensi:

  • Nurjamal. 17 Februari 2017. Masjid Agung Sheikh Zayed: Masjid Indah nan Megah Warisan Pendiri Uni Emirat Arab. Gomuslim.co.id – https://bit.ly/30fYBJo

 

Sumber Gambar:

  • Sheikh Zayed Mosque 1 – http://bit.ly/2YSOz0k
  • Sheikh Zayed Mosque 2 (Tampak Depan) – Dokumen Pribadi
  • Sheikh Zayed Mosque 3 (Tampak Depan) – Dokumen Pribadi
  • Sheikh Zayed Mosque 4 (Tampak Dalam) – Dokumen Pribadi
  • Sheikh Zayed Mosque 5 (kolam di sisi Sheikh Zayed Mosque) – Dokumen Pribadi
  • Sheikh Zayed Mosque 6 (tempat wudhu di lantai basement) – Dokumen Pribadi