Apa saja masalah keuangan karyawan yang sering Anda dengar? Berikut ini Finansialku.com akan membahas masalah keuangan karyawan, apa penyebab utamanya dan bagaimana solusinya.

 

rubrik Finansialku:

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

5 Masalah Keuangan Karyawan yang Paling Sering Ditemui

Jika Anda bekerja di bagian HRD, Anda mungkin kerap mendapat banyak masukan atau informasi terkait masalah keuangan karyawan. Masalah keuangan karyawan ini merugikan perusahaan, karena karyawan seringkali tidak perform dan tidak efektif dalam bekerja. Apa saja masalah keuangan karyawan yang paling sering ditemui?

 Solusi untuk HRD menanggapi Keluhan Finansial Karyawan - Perencana Keuangan Indpenden Finansialku 

[Baca Juga: Cara Perusahaan Membantu Pekerjaan yang Cemas dengan Keuangan]

 

Masalah saat Ini : Gaji yang Tidak Pernah Cukup

Kebanyakan karyawan seringkali mengeluh bahwa gajinya tidak cukup. Satu hal yang perlu Anda ketahui, kenaikan gaji bukan solusi atas permasalahan keuangan. Sebagai perencana keuangan, Finansialku sering menghadapi fakta seperti ini:

  • Gaji saat bekerja di Jakarta Rp 10.000.000 bulan, utang Rp 25.000.000
  • Setelah pindah ke Bandung, gaji per bulan menjadi Rp 15.000.000 bulan. Boro-boro utang lunas, yang ada utang bertambah menjadi Rp 35.000.000 atau lebih.

 [Baca Juga: Kenaikan Gaji Bukan Solusinya]

 

Permasalahannya satu, ketika pendapatan (gaji) bertambah, seringkali pengeluaran ikut bertambah. Dan sialnya, kenaikan pengeluaran lebih tinggi daripada kenaikan pendapatan. Jangan heran kok bisa begitu, karena ketika gaji naik banyak tawaran manis datang. Tiba-tiba ada tawaran kredit KTA, tawaran Kartu Kredit, tawaran kredit mobil, tawaran kredit ini itu …

 

Kalau gaji bertambah, gimana bisa menolak penawaran-penawaran seperti itu?

 

Masalah saat Ini : Utang Konsumtif

Masalah keuangan karyawan yang kedua adalah masalah utang konsumtif. Jika Anda bekerja di bagian HRD, Anda akan mengetahui masalah kasbon atau ada laporan dari koperasi karyawan. Banyak utang yang tidak dapat dilunasi alias non performing loan (NPL).

[Baca Juga: Apa Bedanya Utang Konsumtif dan Produktif?]

 

Kalau koperasi harus tombok terus, ya namanya bukan koperasi donk. Anda harus mengetahui kira-kira kenapa karyawan pada akhirnya meminjam uang? Biasanya urutan kejadian seperti ini:

  • Kondisi darurat: genteng bocor, terjadi kecelakaan, anak sakit, keluarga sakit, ada kerabat yang meninggal atau situasi darurat lainnya.
  • Biaya sekolah anak, membeli seragam baru dan membeli buku.
  • Istri melahirkan.

Selain daftar di atas, menurut Anda apa yang menyebabkan seorang karyawan meminjam di koperasi atau kas bon?

 

Masalah saat Ini : Butuh Uang untuk Beli …

Terkadang ada juga karyawan yang merasa gelisah karena mereka ingin membeli motor, jalan-jalan ke luar kota tetapi tidak punya uang. Nah kalau sudah gelisah, biasanya orang jadi tidak fokus dengan pekerjaan.

 

Masalah saat Ini : Jaminan Kesehatan

Permasalahan keuangan keempat karyawan adalah jaminan kesehatan. Untungnya masalah jaminan kesehatan ini banyak terbantu oleh pemerintah. Walaupun program BPJS Kesehatan belum 100% sempurna, tetapi kita perlu mengapresiasi pemerintah. Nah perusahaan perlu memperhatikan kira-kira masalah kesehatan apa yang dihadapi oleh karyawan, tetapi belum terselesaikan oleh BPJS Kesehatan.

Menurut Anda, apakah program BPJS Kesehatan sudah efektif? Jika belum, kira-kira apa saja yang dapat ditingkatkan? (silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah artikel ini, Terima kasih.)

 

Masalah masa depan : Uang Pesangon atau Uang Pensiun

Masalah keuangan karyawan yang kelima adalah masalah uang pesangon (jika PHK) atau uang pensiun (jika Pensiun). Karyawan paling takut kalau harus berhenti bekerja, baik berhenti karena PHK ataupun pensiun. Jelaslah karena mereka yang tadinya merasa aman, setiap bulan ada sumber pemasukan sekarang menjadi tidak jelas.

HRD, manajemen atau pemilik perusahaan perlu menyiapkan solusi atas permasalahan tersebut. Jangan sampai karyawan merasa tidak nyaman secara keuangan dan bekerja tidak maksimal.

 

Kenapa Selalu Ada Masalah dengan Keuangan?

Kebanyakan orang ingin merasa aman dan nyaman secara keuangan. Definisi aman secara keuangan adalah kebutuhan jangka pendek (kebutuhan dalam waktu 1 tahun) dapat terpenuhi. Kurang lebih aman secara keuangan adalah dapat makan 3 kali sehari, membeli baju, hiburan, transportasi, pulsa dan lain sebagainya.

 

[Baca Juga: Masalah Mindset, Cara Orang Berpikir Mengenai Uang]

 

Nyaman secara keuangan jika kebutuhan jangka menengah dan panjang sudah mulai dipersiapkan. Contoh kenyamanan keuangan adalah uang untuk membeli rumah, dana perjalanan ibadah atau pensiun.

Karyawan pasti akan mengadu kepada perusahaan atas masalah-masalah keuangannya, karena karyawan bergantung pada perusahaan. Nah bagaimana cara HRD, manajemen atau pemilik usaha untuk mengatasi permasalahan tersebut?

 

Solusi Mengatasi Keluhan Finansial Karyawan

Solusi atas permasalahan di atas adalah perlunya meningkatkan literasi keuangan (pengetahuan keuangan). Dimulai dari yang paling dasar atau basic, yaitu mengelola uang masuk, keluar dan mulai membuat anggaran. Tahukah Anda berapa banyak karyawan Anda yang memiliki catatan keuangannya? Mungkin lebih dari 90% karyawan Anda tidak memiliki catatan keuangannya.

 

[Baca Juga: Cara Mengelola Keuangan Keluarga dengan Baik]

 

Coba Anda bayangkan apa yang terjadi kalau perusahaan tidak memiliki catatan keuangan? Bakal kacau balau kan? Sama halnya dengan keuangan karyawan, akan terjadinya kacau balau kalau tidak ada catatan, karena tidak ada laporan yang jelas, tidak ada indikator dan parahnya tidak ada rem.

Literasi keuangan juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan di bidang investasi. Bagaimana cara meningkatkan pendapatan dengan berinvestasi di reksa dana, logam mulai atau emas. Semua orang yang bekerja pasti bisa berinvestasi, karena investasi reksa dana bisa mulai dari Rp 100.000. Uang investasi tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masa depan, misal biaya kuliah anak, tambahan uang untuk pensiun dan lain sebagainya.

 

Semuanya Butuh Proses

Sebelumnya saya ucapakan terima kasih, karena Bapak/Ibu masih setia membaca sampai tahapan ini. Perencanaan keuangan dan peningkatan literasi keuangan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Tidak ada yang namanya perubahan dalam waktu 1 malam. Perlu sebuah kedisiplinan, pengetahuan dan kesabaran.

 

Siklus Perencanaan Keuangan - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Proses Merencanakan Keuangan Keluarga]

 

Perencanaan keuangan dan mengubah cara mengelola keuangan bukan hal yang mudah, tetapi itu semua bukan hal yang mustahil. Semua orang yang mau pasti bisa melakukannya.

 

Apa yang Finansialku Lakukan?

Sebagai perencana keuangan, Finansialku memiliki berbagai solusi untuk membantu Anda dan perusahaan. Kami dapat memberikan seminar dan pelatihan tentang keuangan. Perlu Anda ketahui pelatihan satu hari (kurang lebih 2 jam atau 4 jam) tidak akan langsung merubah kondisi keuangan karyawan Anda bukan?
Logo Perencana Keuangan Independen Finansialku Apa pun Kapan pun Berapa pun

 

Finansialku juga memberikan solusi sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengelola keuangan (cash flow) keluarga, membuat anggaran, menghitung rencana keuangan, menghitung investasi, mengecek kesehatan keuangan dan lainnya. Nah ini lah yang disebut proses, semuanya berjalan karena terbiasa dan menjadi lifestyle yang baru. Silahkan hubungi Finansialku (email Solusi@Finansialku.com atau support center 0819 1151 6119) untuk mengetahui lebih lanjut mengenai aplikasi Finansialku.

 

Sebagai HRD, masalah keuangan karyawan apa yang paling Anda sulit diselesaikan? Kami akan coba bantu mencarikan solusinya. 

 

Sumber gambar

  • Employee – https://goo.gl/GDh5G9

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

Download Sekarang