STOP Gunakan KTA untuk Dana Pendidikan Anak!

Mengapa Kredit Tanpa Agunan tidak sesuai untuk dana pendidikan anak? Kredit Tanpa Agunan (KTA) seringkali digunakan untuk menutupi kebutuhan dana dalam keadaan terdesak. Tetapi Anda tidak disarankan untuk menggunakan KTA untuk dana pendidikan anak.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Jangan Menggunakan KTA untuk Dana Pendidikan Anak!

Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah salah satu bentuk pinjaman yang sering digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak. Kebiasaan ini terjadi di kalangan masyarakat karena kemudahan untuk mendapatkannya. Saking mudahnya mendapatkan KTA, banyak orang yang menjadikan KTA sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan biaya yang mendesak.

Padahal sebaiknya KTA digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang produktif. Kebutuhan produktif yang dimaksud adalah kebutuhan yang dapat menghasilkan uang. Misalnya mengambil KTA untuk bisnis atau untuk membeli properti yang akan disewakan kembali. Dalam hal ini, dana pendidikan bukanlah kebutuhan produktif melainkan kebutuhan konsumtif. Walaupun dana yang digunakan akan menjadi modal kehidupan anak, tetapi orang tua tentu tidak mengharapkan imbalan dari anaknya. Karena itu dana pendidikan tidak termasuk dana produktif.

Jangan Terlambat Menyiapkan Dana Pendidikan Anak - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Jangan Terlambat Menyiapkan Dana Pendidikan Anak]

 

Jika menggunakan KTA untuk dana pendidikan anak, Anda akan terbeban untuk membayar cicilannya. Bersamaan dengan itu, Anda juga harus membayar biaya-biaya lainnya. Jangan mengira bahwa biaya pendidikan berarti hanya uang sekolah atau biaya kuliah. Ada banyak keperluan lain yang juga harus Anda bayar semasa anak sekolah. Tentunya pengeluaran akan lebih besar daripada saat anak Anda belum memasuki jenjang pendidikan.

Di saat terbeban untuk membayar cicilan KTA dengan bunga yang tinggi, Anda masih harus menyiapkan dana untuk kebutuhan penunjang pendidikan anak. Akhirnya kebutuhan lain akan terbengkalai dan keuangan menjadi berantakan. Dana pendidikan seharusnya tidak menjadi kebutuhan yang mendadak karena jangka waktunya yang sudah dapat dipastikan. Sayangnya banyak orangtua seringkali tidak merencanakan dana pendidikan anaknya.

Seharusnya dana pendidikan sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari ketika Anda sudah menikah. Ketika belum memiliki anak sekalipun, Anda sudah harus memikirkan persiapan dana pendidikan anak. Hal ini harus dilakukan secepatnya karena biaya pendidikan tidaklah murah dan harganya terus meningkat setiap tahun. Semakin dini Anda menyiapkan dana tersebut akan semakin rendah biaya yang harus disimpan secara berkala.

 

Bagaimana Cara Menyiapkan Dana Pendidikan?

Dana pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan pribadi. Setiap keluarga harus merencanakan dan mempersiapkan dana pendidikan untuk anaknya. Besarnya dana yang akan dibutuhkan dapat diperhitungkan. Untuk mempelajari lebih jauh mengenai cara menyiapkan dana pendidikan Anda dapat membaca artikel berikut:

 Dana Pendidikan Anak, Bagaimana Cara Membiayainya - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Dana Pendidikan Anak, Bagaimana Cara Membiayainya]

 

Setiap orang yang memiliki seorang anak, Anda harus memperhitungkan setiap dana yang dibutuhkan sepanjang hidup anak tersebut hingga ia dewasa. Salah satu hal terpenting adalah biaya pendidikannya. Tetapi biaya tersebut bukan hanya untuk satu anak saja. Ketika sudah memiliki anak lagi, Anda harus menghitung ulang berapa dana pendidikan yang harus disiapkan.

Ketika memiliki lebih dari satu anak, Anda harus menghitung kebutuhan bagi masing-masing anak berdasarkan umurnya. Setiap tahun biaya pendidikan akan meningkat. Biaya pendidikan bagi anak pertama dan anak kedua tentunya akan berbeda karena jenjang yang sama akan dialami pada tahun yang berbeda. Karena itu, Anda tidak dapat memukul rata perhitungan dana pendidikan untuk anak pertama, anak kedua dan seterusnya.

 6 Kesalahan Saat Merencanakan Dana Pendidikan Anak - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: 6 Kesalahan saat Merencanakan Dana Pendidikan Anak]

 

Mulailah dengan memperhitungkan satu per satu kebutuhan dana pendidikan anak pertama, kedua dan seterusnya. Cobalah mencari tahu berapa biaya pendidikan sekolah yang Anda harapkan saat ini. Kemudian perhitungkan dana yang akan dibutuhkan beberapa tahun ke depan sesuai usia anak Anda dengan memperhitungkan inflasi serta persentase kenaikan biaya pendidikan. Untuk memudahkan Anda menghitung dana pendidikan yang dibutuhkan, silakan coba menggunakan aplikasi Finansialku.

Setelah mengetahui berapa dana yang dibutuhkan untuk anak pertama, Anda harus menghitung kebutuhan dana pendidikan anak kedua dan seterusnya sampai anak terakhir. Setelah mengetahui kebutuhan masing-masing anak barulah Anda dapat menyusun kebutuhan dana yang harus diinvestasikan sesuai dengan jangka waktunya. Ingat, investasi bukan menabung. Jika Anda hanya menabung dana pendidikan di tabungan reguler, dana yang disimpan hanya akan tergerus inflasi. Akibatnya dana yang harus disediakan menjadi lebih besar dibandingkan jika Anda menginvestasikan dana tersebut.

 

Ilustrasi Perhitungan Dana Pendidikan

Kali ini Finansialku akan memberikan ilustrasi perhitungan dana pendidikan anak bagi keluarga yang memilliki 2 anak:

 Panduan Penggunaaan Aplikasi Finansialku - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Menghitung Dana Pendidikan Anak]

 

Pak Agus adalah seorang karyawan swasta yang telah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak. Anak pertama bernama Sandi yang berusia 13 tahun, sementara anak kedua bernama Citra yang berusia 11 tahun. Pak Agus dan istrinya berharap dapat menyekolahkan Sandi dan Citra hingga ke jenjang pendidikan S1 di universitas ternama di Indonesia. Mereka diharapkan dapat berkuliah di usia 18 tahun. Saat ini biaya untuk uang pangkal pendidikan S1 di universitas tersebut diperkirakan sebesar Rp.100.000.000. Sementara biaya per semesternya adalah Rp.12.000.000. Biaya pendidikan diasumsikan akan naik sebesar 10% setiap tahun.

Pertama-tama Pak Agus harus memperhitungkan dana yang dibutuhkan untuk biaya kuliah Sandi:

STOP-Gunakan-KTA-untuk-Dana-Pendidikan-Anak!---2---Finansialku

Jumlah dana pendidikan yang dibutuhkan untuk Sandi adalah sebesar Rp.340.436.046 dan dana yang harus diinvestasikan setiap bulan adalah sebesar Rp.4.127.180.

 

Setelah itu Pak Agus harus memperhitungkan dana pendidikan yang dibutuhkan untuk biaya kuliah Citra:

STOP-Gunakan-KTA-untuk-Dana-Pendidikan-Anak!---3---Finansialku

Jumlah dana pendidikan yang dibutuhkan untuk Citra adalah sebesar Rp.411.927.615 dan dana yang harus diinvestasikan setiap bulan adalah sebesar Rp.3.121.160.

Dengan begitu Pak Agus harus menabung sebesar Rp.4.127.180 hingga Sandi masuk kuliah dan Rp.3.121.160 hingga Citra masuk kuliah pada umur 18 tahun.

 

Dana Pendidikan Bukanlah Dana Dadakan

Menggunakan KTA untuk dana pendidikan bukanlah hal yang efektif. Dana pendidikan pada dasarnya bukanlah kebutuhan yang mendadak. Kebutuhannya dapat dipastikan pada tahun tertentu dan bahkan dapat diperhitungkan. Banyak orang tua yang sering melupakan perencanaan dana pendidikan karena sibuk mengurus kebutuhan keuangan yang lain. Ketika tiba waktunya membayar biaya pendidikan, orang tua panik dan mencari pinjaman. Padahal seharusnya dana pendidikan anak dipersiapkan sejak jauh-jauh hari agar tidak perlu mencari pinjaman seperti KTA.

 

Semoga artikel diatas bermanfaat. Apa tanggapan dan komentar Anda dari artikel tersebut? Silakan berikan komentar Anda pada kolom di bawah ini. Jika ada pertanyaan, silakan juga untuk menghubungi kami. Terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Siswa Sekolah – https://goo.gl/6FhS4p

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

Leave A Comment