Keberadaan layanan logistik bagi bisnis masa kini kian besar. Meski begitu tetap ada tantangan startup logistik yang baru menginjakkan kaki di industri ini.

Kali ini Finansialku punya informasi lengkap mengenai tantangan yang dihadapi startup logistik di tahun 2020.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Layanan Logistik Bagi Bisnis Masa Kini

Bisnis logistik di Indonesia mengalami pertumbuhan menjanjikan tiap tahun. Hal ini tak lepas dari meningkatnya transaksi, khususnya dalam online business.

Dalam riset yang dilakukan Indonesian Foreign Freight and Logistic Market-Growth, Trends, and Forecast dari Mordor Intelligence menyebutkan bahwa pasar logistik di Indonesia mencapai US$150 miliar atau setara dengan Rp2,05 kuadraliun.

Pertumbuhan e-commerce yang makin bergairah semakin meningkatkan volume pengiriman barang. Jika tahun lalu hanya ada 5 juta paket yang dikirimkan dalam sehari, di kuartal pertama 2020 telah ada 7 juta paket yang didistribusikan setiap harinya.

Prospek ini diperkirakan akan terus menanjak berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah transaksi dari hari ke hari.

 

Tantangan Startup Logistik di Indonesia

Bisnis logistik menjadi salah satu aspek penting dalam e-commerce. Berikut ini lima tantangan yang dihadapi startup logistik di Indonesia pada 2020.

 

#1 Standardisasi yang Berbeda

Bentang alam Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau membuat alur distribusi menjadi sedikit rumit.

Misalnya, barang dari Jakarta yang akan didistribusikan ke daerah dekat harus melalui daerah yang jauh karena mengikuti alur produsen. Keadaan ini membuat kontrol pada aspek produksi lebih lemah.

Ini 5 Tantangan Startup Logistik di Indonesia Tahun 2020 02

[Baca Juga: 5 Penulis Berpenghasilan Tertinggi di Dunia]

 

Kemudian, perbedaan standar antar produsen juga mempengaruhi estimasi waktu pengiriman. Hal ini berdampak pada perang dagang yang secara tidak langsung berimbas pada konsumen. Perbedaan ini juga membuat teknologi baru seperti IoT lebih sukar diaplikasikan.

 

#2 Zona Pengiriman yang Sama Sekali Berbeda

Wilayah yang luas membuat alur pengiriman barang menjadi agak terhambat. Hal itu ditambah dengan kondisi cuaca yang berbeda antara daerah satu dengan lainnya.

Misalnya, Lampung yang sering dilanda hujan dan daerah Timur yang lebih jarang turun hujan perlu melakukan treatment khusus.

Kondisi ini membuat pemain lama menambah armada dan gudang agar proses distribusi lebih efisien. Sebaliknya, hal ini menjadi tantangan besar bagi startup yang belum terlalu masif.

 

#3 Peran yang Terkesan Dikotak-kotakkan

Dalam pandangan bisnis, startup logistik dan e-commerce bisa berkolaborasi menyelenggarakan layanan terpadu agar meningkatkan pertumbuhan bisnis. Tapi sayangnya langkah ini masih sukar dilakukan.

Ini 5 Tantangan Startup Logistik di Indonesia Tahun 2020 03

[Baca Juga: Produksi Keripik Pisang, Bang Zay Raup Untung Besar!! Ini Kisahnya!]

 

Saat ini startup logistik hanya berperan sebagai aplikasi yang memberi kemudahan kepada konsumen untuk memilih operator logistik dengan perbedaan harga yang tipis.

 

#4 Efisiensi Pengiriman Barang

Pertumbuhan bisnis logistik memang mengalami perkembangan, tetapi sebetulnya hanya berkutat pada hal-hal yang ada sejak lama.

Alih-alih mempercepat proses distribusi, beberapa startup logistik justru memaksa menggunakan truk dengan kapasitas berlebihan sehingga usia kendaraan tidak panjang.

Proses pengiriman barang di Indonesia cukup memakan waktu, terutama jika berada di pulau berbeda. Poin ini jelas menjadi tantangan besar bagi pelaku industri untuk makin mempersingkat waktu distribusi.

 

#5 Pengaplikasian IoT

Tahun-tahun ini industri dunia tengah fokus dengan AI dan IoT dalam melebarkan sayap. Hal ini dilakukan untuk mendorong semangat otomatisasi layanan agar memudahkan konsumen.

Startup logistik di Indonesia harus memanfaatkan sistem analisa cerdas agar efisiensi produk terwujud dengan memanfaatkan algoritma dalam jumlah masif, optimasi teknologi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan.

Ini 5 Tantangan Startup Logistik di Indonesia Tahun 2020 04

[Baca Juga: Calon Pebisnis, nilah Panduan Cara Mendirikan Firma]

 

IoT memungkinkan satu perangkat berkomunikasi dengan perangkat lain. Dengan begitu prinsip first in first out akan terealisasi.

Teknologi ini akan memilah barang keluar-masuk gudang, melakukan pencatatan pada proses distribusi, serta melakukan pemeriksaan silang sehingga terhindar dari keterlambatan.

 

Inovasi adalah Kunci Startup Logistik untuk Tetap Bertahan

Startup logistik adalah pemain baru dalam industri hantar paket. Keberadaan bisnis ini menjadi bagian tak terpisahkan bagi bisnis lain, terutama e-commerce.

Tanpa layanan logistik, proses transaksi tetap bisa dilakukan, tetapi akan menimbulkan ketidakmampuan menyalurkan barang ke konsumen.

Pelaku bisnis logistik harus melakukan inovasi dan menjawab tantangan pasar agar tetap bertahan. Hal itu bisa dilakukan dengan meng-upgrade sistem, pengaplikasian IoT atau penambahan armada.

Perbaikan layanan sekunder seperti fitur real-time tracking juga perlu ditingkatkan agar monitor lebih mudah dilakukan.

 

Berikan tanggapan dan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini!

Anda juga dapat membagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan atau kenalan yang membutuhkan.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 15 Januari 2020. Tantangan Bagi Startup Logistik di Indonesia: Pangkas Inefisiensi Industri. Makassardigitalvalley.com – https://bit.ly/36Wrz3F
  • Artha Nugraha Johan. 9 November 2014. Tantangan Bisnis Logistik di Indonesia. Arthanugraha.com – https://bit.ly/2vMXWoB
  • Otong Iip. 11 Februari 2019. AI, IoT, dan Tantangan Sektor Logistik di Era Revolusi Industri 4.0. Ekonomi.kompas.com – https://bit.ly/2RWBDp9

 

Sumber Gambar:

  • Logistik 01 – https://bit.ly/38kNH9A
  • Logistik 02 – https://bit.ly/2SDmokc
  • Logistik 03 – https://bit.ly/37nBRKh
  • Logistik 04 – https://bit.ly/2w2J6KK