Apakah kamu termasuk salah satu orang yang sering bertransaksi melalui GoPay? Jumlah transaksi GoPay membuktikan bahwa minat masyarakat semakin pesat. Di tahun 2018 saja sudah mencapai 87 triliun.

Mari kita simak artikel berikut selengkapnya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Perkembangan Kartu Kredit hingga GO-PAY

Dalam melakukan suatu transaksi tentu ada uang yang keluar dan penerima uang. Di era 90-an, transaksi non tunai dikuasai oleh kartu kredit. Namun tidak semua orang bisa menggunakan kartu kredit.

Sistem kerja dari kartu kredit ini sendiri cukup memakan waktu apabila dibandingkan dengan GO-PAY.

Saat melakukan transaksi, pemilik kartu kredit menyerahkan kartunya lalu kasir akan menggeseknya ke mesin electronic data capture.

Setelah itu, kasir akan memasukan nominal transaksi dan keluarlah tanda bukti pembayaran yang harus di tanda tangan oleh pemilik kartu kredit.

7+ Tips Menjaga Keamanan Kartu Kredit Anda Finansialku 3

[Baca Juga:  Apakah Aman Transaksi Keuangan melalui Aplikasi Pembayaran Online?]

 

Seiring berjalannya waktu, kemajuan di bidang teknologi ini menambahkan chip di kartu kredit jadi tidak perlu di gesek, cukup memasukan kartu di mesin electronic data capture. Pembeli hanya perlu memasukan pin.

Dikembangkannya kartu uang elektronik ini para nasabah hanya perlu mengisi sejumlah dana di kartu uang elektronik. Lalu dapat menggunakannya ketika bertransaksi.

Berbicara tentang kebutuhan masyarakat di zaman sekarang, segala macam kemudahan terlihat di depan mata.

Tak menutup kemungkinan kemudahan dalam melakukan transaksi ini. Dari tahun sebelumnya sudah dikenal dengan sistem kartu uang elektronik, kartu debit, kartu kredit.

Hingga saat ini uang elektronik atau e-money terus melakukan upgrade. Perubahan yang semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

Hal ini dapat dikatakan mudah atau praktis karena masyarakat tidak perlu membawa uang atau kartu.

Salah satunya dengan kemunculan GO-PAY milik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Putaran Pendanaan yang Dimiliki GO-PAY

Semakin banyaknya peminat GO-PAY maka jika dikalkulasikan jumlah transaksinya pun akan sangat tinggi. Dalam putaran pendanaan tahap pertama Seri F, Go-Jek mengumumkan data keuangannya.

Sepanjang tahun 2018 gross transaction value (GTV) atau transaksi pengguna Go-Jek mencapai US$9 miliar atau setara dengan Rp125 triliun. Jumlah tersebut merupakan transaksi yang ada di seluruh pasar Go-jek.

Jika melihat transaksi Go-Jek secara keseluruhan mencapai angka yang melambung tinggi, Go-Pay pun tak kalah dalam memikat para pengguna.

WOW! Transaksi GO-PAY Mencapai 87 Triliun Dalam Satu Tahun 02 Go-Pay 2 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Pembayaran Online ketika Belanja di Toko Online]

 

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) yang dilansir di Cnbcindonesia.com, jumlah uang elektronik pada akhir Desember 2018 mencapai 167,21 juta. Angka ini meningkat 85,78% dibanding tahun sebelumnya.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah uang elektronik ini pun terus tumbuh di atas 45% dengan 310,72 juta transaksi. Jika dilihat secara nominal sudah mencapai Rp47,2 triliun.

Pertumbuhan ini adalah yang tertinggi apabila dibandingkan dengan lima tahun kebelakang yang hanya tumbuh 50% per tahun.

Transaksi penggunaan Go-Pay ini mencapai US$6,3 miliar setara dengan Rp87 triliun. Angka ini hampir setara dengan 69,6% dari transaksi keseluruhan.

Angka-angka tersebut didapatkan mengingat sepanjang 2018, Go-Jek telah memiliki 2 juta mitra pengemudi, 400 ribu merchant, 1,5 juta agen dan 600 ribu penyedia jasa. Tidak heran pencapaiannya bisa melonjak tinggi.

Pada 31 Januari 2018, Temasek Holdings, Maituan-Dianping dan ekuitas lainnya resmi menjadi investor GO-JEK setelah menyuntikan dana US$1,2 setara dengan Rp15,9 triliun.

Di bulan selanjutnya, Mei 2018 GO-JEK mendapat pendanaan US$2,1 miliar setara dengan RP29,4 triliun dimana pendanaan tersebut dibagi menjadi dua yaitu seri E dan Seri D.

 

Seri E terkumpul jumlah dana US$1,5 miliar yang terdiri dari beberapa investor diantaranya:

  1. Viva.ID
  2. Tencent Holdings
  3. Temasek Holdings
  4. Meituan-Dianping
  5. JD.com
  6. Hera Capital
  7. Google
  8. Blibli
  9. Astra Internasional
  10. Allianz X

 

Seri D senilai US$500 juta, dan investornya pun berbeda dengan Seri E, diantaranya:

  1. Warburg Pincus
  2. Sequoia Capital
  3. Rakuten
  4. Openspace
  5. Ventures
  6. Northstar
  7. Group,KKR
  8. Formation Group
  9. Farallon Capital Management
  10. DST Global
  11. Capital Group

 

Banyak kabar beredar di pasar total dana yang dikumpulkan mencapai Rp14 triliun jika didasarkan pada asumsi kurs yang senilai Rp14.000.

 

Cara GO-PAY Memikat Para Pelanggan

Salah satu perusahaan yang mengandalkan e-money adalah GO-JEK. Perusahaan transportasi baik kendaraan roda dua ataupun kendaraan roda empat (Go-Car).

Seiring berjalannya waktu GO-JEK mengembangkan jasa lainnya seperti GO-Food bagi para pecinta kuliner yang ingin makanannya tiba di depan rumah tanpa harus pergi keluar, Go-Clean untuk layanan membersihkan rumah.

GO-Send untuk mengirim barang, Go-Pulsa untuk membeli pulsa melalui aplikasi Gojek dan masih banyak lainnya. Perusahaan ini pun mengembangkan alat pembayaran yang disebut Go-Pay.

WOW! Transaksi GO-PAY Mencapai 87 Triliun Dalam Satu Tahun 03 Go-Jek - Finansialku

[Baca Juga: Milenial Terlilit Utang? Hindari Perilaku Konsumtif dan Bijak Menggunakan Media Sosial]

 

Go-Pay adalah uang elektronik atau dompet digital yang berupa saldo GO-JEK dan dapat digunakan untuk membayar berbagai layanan di GO-JEK. Caranya adalah para pemilik GO-PAY mengisi saldo dengan melakukan Top Up.

Top Up ini bisa melalui driver GO-JEK dan tidak memiliki besaran minimal dan juga bebas biaya tambahan. Seperti yang dilansir di Inet.detik.com, SVP Product Marketing Go-Pay Galuh Chandra Kirana mengatakan:

“Gak ada minimal Top Up sih, paling ada biayanya kan. Sekarang kalau dari driver gak ada biayanya. Tapi kalau dari bank yang lain kan ada seribu rupiah.”

Bahasan mengenai batas minimal Top Up tidak terlepas dari adanya beberapa pengguna Go-Jek yang diminta Top Up oleh Driver minimal Rp20 ribu hingga Rp25 ribu.

Menurut Galuh Top Up sebenarnya diciptakan untuk menguntungkan pengguna dan driver GO-JEK. Apabila sang driver bisa menawarkan Top Up dan disetujui oleh pengguna, maka driver akan mendapat poin dan uang tunai yang masuk.

Melalui Go-Pay biasanya para pengguna mendapatkan harga yang lebih murah daripada membayar secara tunai karena Go-Pay banyak mengeluarkan promo dan cashback. Ini yang menarik perhatian dan minat para pengguna GO-PAY.

Dalam tiga tahun terakhir ini penggunaan Go-Pay begitu pesat. Faktor pendorong dari ini semua karena adanya Fintech di sistem pembayarannya.

GO-PAY ini pun sangat dekat dengan masyarakat, sekarang setiap mall pasti ada yang bekerjasama dengan GO-PAY dimana para pengguna GO-JEK bisa membeli makanan, pakaian dengan promo atau cashback yang disediakan oleh GO-PAY.

Tapi hati-hati, jangan sampai semua kemudahan tersebut membuat Anda menjadi boros dan tidak mengontrol atau mengatur keuangan Anda dengan baik.

Anda juga dapat dengan mudah menggunakan bantuan Aplikasi Finansialku untuk merencanakan dan mengelola keuangan Anda. Aplikasi Finansialku dapat dengan mudah Anda download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Selain itu, Anda dapat membaca ebook Perencanaan Keuangan untuk usia 30 an di bawah ini secara GRATIS, agar tujuan keuangan Anda dapat tepat sasaran.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Apa tanggapan Anda setelah membaca berita tentang GO-PAY yang bisa tembus 87 T dalam Satu Tahun? Berikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini.

Bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Roy Franedya. 11 Februari 2019. Terungkap! Transaksi GoPay di 2018 Tembus Rp.87 T. Cnbcindonesia.com – https://goo.gl/Sb7r82
  • Sutiono Gunadi. 11 Mei 2018. Lebih Praktis Belanja Pakai GO-PAY!. Kompasiana.com – https://goo.gl/rJ9mv9
  • Roy Franedya. 11 Februari 2019. Ini Dasyatnya GoPay & OVO, Bikin Bank Ketar Ketir. Cnbcindonesia.com – https://goo.gl/KHx2v8

 

Sumber Gambar:

  • Go-Pay 1 – https://goo.gl/9UquGa
  • Go-Pay 2 – https://goo.gl/of69wZ
  • Go-Jek – https://goo.gl/uuvCG7