Yuk cari tahu apa bedanya tingkatan unicorn, decacorn, dan hectocorn yang sering disebut-sebut dalam valuasi startup.

Pastinya Anda juga penasaran kan apa perbedaan ketiga tingkatan tersebut? Simak ulasannya berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Valuasi Startup

Dengan semakin banyaknya bisnis startup di Indonesia, tentunya Anda bertanya-tanya apa sih startup itu?

Perusahaan rintisan atau umum disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi.

Dengan kata lain, mayoritas perusahaan-perusahaan merupakan perusahaan yang baru saja didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Adapun karakteristik dari startup antara lain adalah sebagai berikut:

  • Usia perusahaan kurang dari 3 tahun.
  • Jumlah pegawai kurang dari 20 orang.
  • Pendapatan kurang dari US$100.000/tahun.
  • Masih dalam tahap berkembang.
  • Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi.
  • Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital.
  • Biasanya beroperasi melalui website.

 

Dewasa ini, semakin banyak startup Indonesia yang berhasil mendapat pendanaan dengan nilai yang fantastis. Istilah valuasi startup mulai ramai didiskusikan oleh masyarakat.

Lalu sebenarnya apa itu valuasi dan bagaimana cara melakukan kalkulasi untuk menentukan valuasi sebuah startup?

Unicorn Startup 02 - Finansialku

 

[Baca Juga: 15 Bisnis Sampingan untuk Pensiunan yang Boleh Dipertimbangkan]

 

Pada dasarnya, valuasi merupakan nilai dari suatu startup. Umumnya nilai valuasi startup ditentukan berdasarkan persetujuan antara founder dengan investor.

Artinya, umumnya investor memiliki benchmark internal dan prosedur penghitungan valuasi, mulai dilihat dari kapabilitas founder/co-founder, produk yang dipasarkan, transaksi pengguna hingga potensi produk tersebut ke depan.

Valuasi juga memerlukan pembuktian, dimana Anda harus bisa memberikan jawaban atas pertanyaan “berapa nilai perusahaan Anda?”, dengan jawaban yang merefleksikan komponen apa saja yang mampu dijadikan daftar dalam penentuan nilai tersebut.

Di Indonesia sendiri, jumlah modal yang ditanamkan, jumlah investor, kekuatan produk dan kredibilitas founder terlibat besar di dalam perhitungan valuasi startup.

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan untuk menentukan nilai valuasi dari sebuah startup sangat sulit, karena dari sisi founder pasti merasa yang mereka kerjakan itu harganya tinggi sekali.

Sementara investor melihat jika masuk di valuasi sekarang, maka di valuasi berapa bisa exit. Jadi valuasi pada saat investasi itu ditentukan nilai tengah dari ekspektasi investor dan founder.

Willson menambahkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi valuasi startup sendiri adalah growth rate, setidaknya dengan persentase 30% MoM (Month-on-Month).

 

Tingkatan dalam Valuasi Startup: Unicorn, Decacorn, Hectocorn

Apabila Anda kerap mengikuti pemberitaan mengenai valuasi startup, tentu Anda sudah familiar dengan istilah “unicorn”, “decacorn”, atau “hectocorn”.

Namun istilah ini memang baru muncul belakangan ini, setelah startup mulai berkembang di Indonesia dan seluruh dunia.

Meski kerap mendengarnya, tentu masih banyak orang yang sering bingung membedakan ketiganya. Oleh karena itu, mari kita simak apa saja sih perbedaan ketiganya.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

#1 Tingkatan Unicorn

Tingkatan ini mungkin menjadi yang paling umum dan sering didengar.

Contohnya saja pada debat kedua capres 2019, capres nomor urut 1 Joko Widodo sempat melontarkan pertanyaan kepada capres nomor urut 2 Prabowo Subianto soal upaya mendukung pengembangan unicorn dalam dunia startup.

Istilah unicorn sendiri pertama kali diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada tahun 2013, dengan definisi sebuah “gelar” yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari US$1 miliar.

Kepala BKPM Thomas Lembong dalam acara peringatan ulang tahun ke-15 Crowe Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan:

“Indonesia mempunyai empat startup unicorn yang nilai usahanya di atas US$1 miliar. Di seluruh Uni Eropa juga ada empat unicorn. Jadi kita mempunyai jumlah unicorn yang sama seperti dimiliki oleh totalitas Uni Eropa.”

 

Empat perusahaan yang dimaksud Thomas Lembong itu adalah Tokopedia, Gojek, Traveloka dan terakhir Bukalapak.

Unicorn Startup 03 - Finansialku

 

[Baca Juga: Konsultasi: Bisnis Startup itu Sebenarnya Apa? Apakah Menguntungkan?

 

#2 Tingkatan Decacorn

Nah, setelah mencapai tingkatan unicorn ini, tidak sedikit perusahaan yang kemudian terus mengembangkan perusahaannya dan naik kelas mencapai tingkatan yang lebih tinggi, yakni decacorn.

Dalam tingkatan ini, artinya perusahaan startup sudah mencapai nilai valuasi lebih dari US$10 miliar.

Dari 300 startup unicorn yang ada di dunia, ada 15 startup unicorn yang telah naik tingkat menjadi decacorn.

Untuk startup di Indonesia, sudah ada satu startup yang siap menjadi startup decacorn, yaitu Go-Jek. Dengan pendanaan terbarunya dari Google, Tencent dan JD.com, valuasi Go-Jek saat ini mencapai US$9,5 miliar. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga mengungkapkan soal hal ini per bulan Desember lalu bahwa tinggal satu ronde transaksi (pendanaan) lagi maka Go-Jek akan menjadi decacorn.

728x90 hitung sekarang Kesehatan Keuangan
300x250 - Hitung Sekarang Kesehatan Keuangan

 

#3 Tingkatan Hectocorn

Tingkatan tertinggi yang ada saat ini dalam valuasi startup adalah tingkatan hectocorn.

Pada tingkatan ini sendiri berarti perusahaan startup sudah mencapai nilai valuasi lebih dari US$100 miliar. Tingkatan hectocorn ini sering disebut juga super unicorn.

Belum banyak informasi yang beredar mengenai tingkatan ini karena memang bisa dibilang masih langka. Sangat sulit bagi sebuah perusahaan rintisan untuk bisa mencapai tahap ini.

 

Tips dan Trik Mengembangkan Bisnis Startup

Mari kita buka-bukaan mengenai trik mengembangkan bisnis startup. Kunci sukses dalam bisnis startup adalah PERKEMBANGAN.

Tetapi sayangnya mengembangkan sebuah bisnis startup sangatlah sulit. Banyak pebisnis yang kesusahan menjalaninya.

Meski tips dan trik ini harusnya menjadi inspirasi, namun banyak pebisnis yang menganggap ini adalah langkah pencegahan, yang bisa membantu mereka membangun bisnis tanpa mengulang kesalahan yang pernah dilakukan orang lain.

Mungkin kedengarannya sulit, namun tidak ada salahnya bukan bila Anda mencoba mengaplikasikan beberapa tips dan trik berikut ini demi kesuksesan bisnis startup Anda?

Unicorn Startup 04 - Finansialku

 

[Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Uang dari Mobil Pribadi? 9 Start Up Indonesia Tawarkan Uang untuk Pasang Iklan di Mobil]

 

#1 Tidak ada Jalan Pintas yang Sama Bagi Semua Bisnis

Sederhananya, semua orang memiliki jalan yang berbeda dalam mencapai kesuksesan bisnis startup-nya. Tidak ada satu jalan pintas yang bisa sama-sama ditempuh semua pebisnis.

Sebagai contoh, Dropbox tidak langsung sukses dalam memperkenalkan produknya yaitu sistem penyimpanan data.

Dan apabila ada sebuah bisnis startup yang berhasil sukses dengan cepatnya, jangan anggap satu trik yang membuat sebuah bisnis sukses bisa dengan mudah diaplikasikan pada bisnis jenis lain.

Daripada Anda terus-terusan mencari jalan pintas menuju kesuksesan namun gagal, lebih baik Anda terlebih dahulu mempelajari konteks bisnis Anda.

Apabila beruntung, Anda bisa menemukan tips dari perusahaan sejenis dengan konteks bisnis serupa.

 

#2 Jangan Bereksperimen Dengan Beberapa Acquisition Channels

Hampir seluruh bisnis startup yang menggunakan satu channel menjadi sukses. Dengan kata lain, dibutuhkan fokus untuk mencapai kesuksesan.

Godaan untuk mencoba beberapa acquisition channels memang besar, namun itu artinya menghancurkan bisnis sendiri. Mengapa?

Karena akan dibutuhkan waktu lama untuk memilih channel yang tepat dan akan sulit pula menentukan mana channel yang sebaiknya diutamakan. Sehingga pada akhirnya Anda hanya akan kehilangan fokus.

 

#3 Jika Anda tidak Bisa Mengukurnya, Anda Tidak Akan Bisa Menjalaninya

Tidak ada bisnis startup yang bisa menemukan model bisnis yang sanggup bertahan tanpa berhenti untuk mencari arah sesekali.

Mencari arah dapat dilakukan dengan mencari tahu dan mengukur faktor pembentuk bisnis yang sukses. Anda perlu mencari tahu apa saja faktor yang sesuai dengan bisnis Anda dan ukur secara berkala.

Sebagai contoh, pilih beberapa key performance indicators (KPI) yang sesuai, dimana Anda akan terus menerus mengukurnya untuk membedakan mana yang penting dan mana yang tidak.

Startup Teknologi Bisnis Menguntungkan Finansialku

[Baca Juga: Temukan Cara Hebat untuk Menjadi Entrepreneur Kreatif dalam Mencapai Kesuksesan]

 

Dalam buku Lean Analytics, penulisnya membuat sebuah konsep, yakni OMTM atau The One Metric That Matters.

OMTM merupakan sebuah angka yang harus Anda fokuskan lebih dari hal-hal lain pada sebuah level tertentu.

Bisa berupa jumlah konsumen per minggu, jumlah pengguna baru, jumlah subscriber berbayar, dan sebagainya. Intinya adalah angka yang bisa mempengaruhi performa perusahaan startup Anda.

Dengan kata lain, utamakan satu ukuran dalam bisnis Anda dan fokus untuk memperbaiki satu ukuran tersebut sehingga membawa pengaruh signifikan dalam performa perusahaan startup Anda.

 

#4 Lakukan Hal yang Tidak Berskala

Saat Anda baru saja membangun sebuah perusahaan startup, ajak seluruh teman dan keluarga untuk menggunakan produk atau jasa tersebut. Lakukan promosi via email, media sosial, forum, dan sebagainya.

Banyak pendiri bisnis startup paham akan metode ini, namun mereka merasa hal-hal ini tidak terlalu berpengaruh dan tidak sepadan.

Kesalahan terbesar dari mengabaikan hal yang tidak berskala besar adalah Anda kehilangan kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang. Anda menyepelekan kekuatan perkembangan melalui beberapa hal kecil.

Padahal, pengguna yang sedikit bisa membawa pengaruh yang besar. Seperti yang dikatakan oleh Paul Graham, pendiri Y Combinator:

“If you have 100 users and keep growing at 10 percent a week you’ll be surprised how big the numbers get. After a year you’ll have 14,000 users, and after two years you’ll have two million.”

 

Artinya, apabila Anda memiliki 100 pengguna dan terus bertumbuh sebanyak 10% per minggu, Anda akan kaget betapa besar angka itu pada akhirnya. Setelah setahun Anda akan memiliki 14.000 pengguna dan setelah dua tahun Anda bisa memiliki 2 juta pengguna.

Kelebihan kedua dari melakukan hal tanpa skala adalah mendekatkan diri dengan pengguna atau konsumen. Dan tentunya Anda tahu seberapa pentingnya berinteraksi dengan konsumen bukan?

 

#5 Fokus Pada Ide Kecil Namun Baru

Banyak investor yang menyarankan hal ini kepada pebisnis startup:

“Ide kamu terlalu kecil (sederhana), kamu harus berpikir lebih luas dan menyasar pasar yang lebih luas juga.”

 

Startup Proptech Asia Pasifik Ungguli Eropa Dan Amerika 02 - Finansialku

[Baca Juga: Perencanaan Keuangan untuk Startup Founder Agar Tetap Fokus Membesarkan Baby Startup]

 

Namun sebenarnya jika Anda menemukan ide unik dalam berbisnis, jangan memperluasnya terlalu cepat.

Jangan takut memulai dari yang kecil, karena mayoritas bisnis startup memulai seperti itu.

Mereka awalnya mempersempit target demografisnya, untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara lebih detail dan memusatkan pemasaran pada konsumen tertentu.

Setelah diterima dengan baik oleh sekelompok kecil konsumen tersebut, barulah Anda bisa mengembangkan pasar dan mengincar segmen pasar yang lebih besar.

 

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Kesimpulan

Merangkum artikel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama antara tingkatan unicorn, decacorn, dan hectocorn dalam dunia startup adalah sebagai berikut:

  • Unicorn: tingkatan atau gelar yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari US$1 miliar.
  • Decacorn: tingkatan atau gelar yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari US$10 miliar.
  • Hectocorn: tingkatan atau gelar yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari US$100 miliar.

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai bedanya unicorn, decacorn, dan hectocorn?

Tuliskan tanggapan dan pertanyaan Anda pada kolom komentar yang sudah disediakan di bawah. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Randi Eka. 11 Agustus 2016. Mengenal Valuasi Startup dan Istilah “Unicorn” (Tak mudah menentukan valuasi, ada beberapa faktor yang dapat menjadi indikator). Dailysocial.id – https://goo.gl/yT7dDC
  • Admin. 18 Februari 2019. Beda ‘Kasta’ Startup Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn. Cnnindonesia.com – https://goo.gl/Sg4UH8
  • Virgina Maulita Putri. 18 Februari 2019. (Startup) Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn, Apa Bedanya? Inet.detik.com – https://goo.gl/3q5Cnm
  • Hicham Amine. 6 September 2017. 5 Tips To Grow Your Startup. Startups.co – https://goo.gl/miKUT1

 

Sumber Gambar:

  • Startup 1 – https://goo.gl/HNmhtg
  • Startup 2 – https://goo.gl/4UKKnz
  • Startup 3 – https://goo.gl/HA9Fyn
  • Startup 4 – https://goo.gl/PPuzRK