Tahukah Anda bahwa utang luar negeri pemerintah Indonesia mengalami kenaikan? Kali ini Finansialku akan membahas mengenai kenaikan utang luar negeri Indonesia.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Kenaikan Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia

Tahun 2016 ditutup dengan kenaikan utang negara yang mencapai Rp3.366,96 triliun. Hanya dalam setahun utang negara naik hingga Rp301,83 triliun, dibandingkan dengan jumlah di tahun 2015 yang hanya sebesar Rp3.165,13 triliun.

Indonesia masih memiliki pinjaman luar negeri baik bilateral maupun multilateral, tercatat Rp733,13 triliun, yang turun dibandingkan dari tahun sebelumnya Rp755,04 triliun. Sebagian besar utang pemerintah adalah dalam bentuk surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN). Sampai tahun 2016, nilai penerbitan SBN mencapai Rp2.733,83 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp2.410,01 triliun.

Secara Bilateral, Jepang, Perancis dan Jerman masih menjadi kreditur terbesar utang Indonesia, sementara secara multilateral, Indonesia masih meminjam dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Bank Pembangunan Islam (IDB).

mau-korupsi-sekarang-keluarga-wajib-mengganti-kerugian-negara-finansialku

[Baca Juga: Mau Korupsi? Sekarang Keluarga Wajib Mengganti Kerugian Negara!]

 

Dikutip dari laman detik finance, berikut adalah pemberi pinjaman bilateral dan multilateral terbesar buat Indonesia, yang berdasarkan dari data Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, yaitu:

 

#1 Bank Dunia

Bank Dunia kembali menjadi pemberi utang terbesar ke pemerintah Indonesia. Jumlahnya hingga akhir 2016 mencapai Rp232,26 triliun, naik dari bulan sebelumnya. Utang Indonesia ke Bank Dunia mencapai 31,9% dari total hutang luar negeri pemerintah.

#2 Jepang

Negeri Matahari Terbit ada di posisi kedua pemberi utang terbesar ke pemerintah Indonesia. Per akhir 2016, utang pemerintah Indonesia ke Jepang mencapai Rp195,95 triliun, turun dari tahun sebelumnya. Utang tersebut mencapai 26,9% dari total pinjaman.

Referendum Brexit dan Dampaknya Terhadap Indonesia dan Pariwisata

[Baca Juga: Referendum Brexit dan Dampaknya Terhadap Indonesia dan Pariwisata]

 

#3 Bank Pembangunan Asia (ADB)

Utang Indonesia ke ADB hingga akhir 2016 adalah Rp125,1 triliun, turun dari tahun sebelumnya. Jumlah ini adalah 17,1% dari total utang luar negeri pemerintah pusat.

 

#4 Perancis

Utang Indonesia ke Perancis mencapai Rp0,03 triliun (Rp30 miliar). Turun dari tahun sebelumnya, jumlah tersebut adalah 0,004% dari total utang luar negeri.

 

#5 Jerman

Utang Indonesia ke Jerman mencapai Rp24,72 triliun, naik sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah tersebut adalah 3,3% dari total hutang luar negeri.

yuk-tiru-kunci-sukses-di-usia-muda-yang-dapat-diteladani-dari-jepang-3-finansialku

[Baca Juga: Yuk Tiru Kunci Sukses di Usia Muda yang Dapat Diteladani dari Jepang]

 

#6 Islamic Development Bank (IDB)

Utang pemerintah Indonesia ke IDB mencapai Rp9,42 triliun, naik dari tahun sebelumnya. Persentasenya adalah 1,2% dari total hutang luar negeri.

 

Utang Negara Lain

Selain 6 pemberi pinjaman ini, Indonesia juga memiliki utang luar negeri ke negara ini:

  • Korea Selatan Rp19,73 triliun
  • China Rp13,56 triliun
  • Amerika Serikat (AS) Rp2,05 triliun
  • Australia Rp7,1 triliun
  • Spanyol Rp3,47 triliun
  • Rusia Rp3,46 triliun
  • Inggris Rp2,05 triliun

 

Berikut ini adalah perkembangan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak tahun 2000:

  • 2000: Rp1.234,28 triliun (89%)
  • 2001: Rp1.273,18 triliun (77%)
  • 2002: Rp1.225,15 triliun (67%)
  • 2003: Rp1.232,5 triliun (61%)
  • 2004: Rp1.299,5 triliun (57%)
  • 2005: Rp1.313,5 triliun (47%)
  • 2006: Rp1.302,16 triliun (39%)
  • 2007: Rp1.389,41 triliun (35%)
  • 2008: Rp1.636,74 triliun (33%)
  • 2009: Rp1.590,66 triliun (28%)
  • 2010: Rp1.676,15 triliun (26%)
  • 2011: Rp1.803,49 triliun (25%)
  • 2012: Rp1.975,42 triliun (27,3%)
  • 2013: Rp2.371,39 triliun (28,7%)
  • 2014: Rp2.604,93 triliun (25,9%)
  • 2015: Rp3.098,64 triliun (26,8%)
  • 2016: Rp3.466,96 triliun (persentase menunggu data PDB terbaru)

12-biaya-yang-harus-anda-pertimbangkan-saat-berbisnis-properti-finansialku

[Baca Juga: 15 Biaya yang Harus Anda Pertimbangkan Saat Berbisnis Properti di Indonesia]

 

Apa Solusinya?

Utang negara mungkin menjadi hal yang tidak terlalu berpengaruh bagi masyarakat yang tidak paham akan pentingnya kesadaran akan keadaan ekonomi, utang yang semakin meningkat ini mengakibatkan tingginya beban bagi negara, sebagai masyarakat ada baiknya dapat menjalankan beberapa solusi yang dapat membantu mengurangi beban agar keadaan defisit anggaran dapat sedikitnya terhindarkan: 

  • Meningkatkan daya beli masyarakat yakni melalui pemberdayaan ekonomi pedesaan dan pemberian modal usaha kecil
  • Masyarakat harus taat membayar pajak dan pajak harus digunakan untuk hal yang semestinya.
  • Menggunakan biaya seminimal mungkin.
  • Konsep bangunan yang tidak berlebihan.
  • Bangga akan produk dalam negeri sehingga minat pembeli tinggi.
  • Mengembangkan sumber daya berkualitas dan menempatkan kesejahteraan yang berkeadilan dan merata.

 

Menurut Anda, usaha seperti apa yang bisa kita lakukan untuk membantu dalam pengembalian utang negara? Apa dampaknya terhadap Negara Indonesia? Silakan beri tanggapan Anda sebagai warga negara pada kolom di bawah ini. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Wahyu Daniel. 26 Januari 2017. Ini Pemberi Utang Terbesar ke Pemerintah RI. https://goo.gl/3MDpbX
  • Wahyu Daniel. 26 Januari 2017. Setahun Utang Pemerintah RI Naik Rp301 triliun Jadi Rp3.466,96 triliun. https://goo.gl/3VRUkD

 

Sumber Gambar:

  • Confused – https://goo.gl/5HJJyi

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang