Apa saja celah-celah penipuan dalam perbankan yang dapat merugikan nasabah? Di zaman modern ini dunia perbankan semakin berkembang. Ada beragam cara untuk mengakses uang Anda tanpa perlu membawa uang tunai. Tetapi perkembangan tersebut juga diikuti dengan berkembangnya akal para kriminal keuangan yang tidak bertanggung jawab. Berikut adalah beberapa celah penipuan perbankan yang dapat merugikan Anda.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Perkembangan Dunia Perbankan

Di zaman yang serba modern ini sudah banyak perkembangan dalam dunia perbankan. Anda tidak perlu lagi membawa uang tunai kemana-mana, cukup dengan menggunakan kartu debit atau kartu debit Anda bisa membayar apapun selama ada mesin EDC (Electronic Data Capture) yang disediakan penjual. Jika ingin menggunakan uang tunai Anda dapat menggunakan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) untuk menarik uang tunai dari rekening Anda.

Selain itu Anda juga tidak lagi perlu menyimpan uang di balik bantal atau kasur. Sekarang sudah ada berbagai media seperti rekening tabungan reguler, deposito, atau bahkan Anda dapat menginvestasikan uang tersebut di berbagai produk investasi yang ada di pasar. Bahkan uang yang Anda simpan di produk-produk keuangan tersebut akan bertambah jumlahnya karena ada bunga yang diberikan.

Waspadalah, Ini Celah-Celah Penipuan Perbankan yang Dapat Merugikan 1 - Finansialku

[Baca Juga: Para Investor, Hati-Hati dengan Penipuan Ponzi Berkedok Multi Level Marketing (MLM)]

 

Inovasi-inovasi tersebut dapat memudahkan proses transaksi Anda sehari-hari. Akan tetapi bukan hanya pihak bank yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Para pelaku kejahatan dunia perbankan pun terus berkembang dan semakin ahli dalam menjalankan niat jahatnya.

Secara garis besar ada dua faktor utama yang membuat Anda terjerat dalam jebakan kriminalitas dunia keuangan. Faktor pertama adalah tidak menyadari pentingnya keamanan data serta terlalu mudah percaya pada orang lain. Mari kita bahas satu per satu mengenai kedua faktor tersebut:

Apakah TM In4Link Penipuan Temukan Jawabannya 05

[Baca Juga: Apakah TM In4Link Penipuan? Temukan Jawabannya]

 

#1 Kerahasiaan Data

Banyak nasabah yang tidak menyadari betapa pentingnya kerahasiaan data. Terkadang tanpa disadari Anda bisa dengan mudah menyebar data personal seperti nomor ponsel di media sosial atau media umum lainnya. Karena itu data seperti alamat rumah dan nomor ponsel bisa tersebar dan disalahgunakan oleh siapa saja. Anda mungkin berpikir hal kecil seperti nomor ponsel tidak akan memberi pengaruh buruk jika sampai tersebar. Padahal kenyataannya ada banyak penipuan yang bisa dilakukan hanya dengan memiliki nomor ponsel Anda.

Misalnya saja jika nomor ponsel tersebar, Anda dapat menjadi korban penipuan yang paling sederhana seperti SMS ‘papa minta pulsa’. Hal ini memang terdengar sepele dan sudah tidak dipercayai lagi. Tetapi di awal modus tersebut tersebar, mungkin ada banyak orang yang tertipu. Itu baru salah satu contoh sederhana dari penipuan yang bisa dilakukan hanya dengan modal nomor ponsel Anda.

salah-saya-jika-terkena-penipuan-berkedok-penggandaan-uang-gaib-finansialku

[Baca Juga: Salah Saya Jika Terkena Penipuan Berkedok Penggandaan Uang Gaib?]

 

Selain itu para kriminal keuangan juga dapat memanfaatkan nomor ponsel Anda jika nomor tersebut didaftarkan ke perbankan atau toko online sebagai alat bantu verifikasi transaksi. Biasanya nomor tersebut disebut One Time Personal Identification Number (OTP). Sistem ini pada dasarnya ditetapkan untuk membangun perlindungan berlapis dalam memastikan transaksi atau akses terhadap akun benar-benar dilakukan oleh pemilik yang sebenarnya. Hanya saja jika nomor ponsel tersebut dikuasai oleh orang lain, justru akan menjadi bumerang bagi pemilik aslinya.

Masih ada lagi contoh kasus lainnya seperti SIM swap dimana pihak yang tidak bertanggungjawab bisa saja memalsukan identitas Anda dan menggunakannya untuk mengambilalih nomor ponsel Anda. Orang tersebut bisa datang ke gerai layanan operator nomor ponsel Anda kemudian meminta penukaran SIM card dengan bermodal nomor ponsel dan kartu identitas palsu. Alasan yang biasanya digunakan adalah SIM card tersebut rusak dan tidak dapat digunakan. Kemudian ketika SIM card telah berada di tangan orang tersebut, ada banyak akun keuangan Anda yang dapat diakses dan disalahgunakan.

Perhatikan 8 Modus Penipuan berkedok Investasi - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Perhatikan 8 Modus Penipuan berkedok Investasi]

 

Karena itu sebagai nasabah yang bijak Anda harus memahami bahwa kerahasiaan data bukanlah hal yang sepele. Informasi yang terlihat kecil sekalipun dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan dari kelengahan Anda.

 

#2 Terlalu Mudah Percaya

Sudah banyak kejadian yang merugikan nasabah hanya karena terlalu percaya pada orang lain. Seperti dilansir dari Tabloid Kontan, seorang nasabah dari sebuah bank pernah menjadi korban penipuan karena terlalu percaya kepada seseorang yang tidak dikenal. Ia menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal sebut saja namanya Firmansyah. Firmansyah kemudian mengatakan bahwa rekening nasabah tersebut akan dikenakan biaya Rp150.000 per bulan atas layanan internet banking. Biaya tersebut akan tetap dibebankan setiap bulan walaupun layanan tidak digunakan.

Firmansyah mengatakan bahwa dirinya dapat menonaktifkan layanan tersebut dan meminta dua nomor rekening yang dimiliki nasabah tersebut. Karena merasa tidak pernah menggunakan layanan internet banking dan tidak mau membayar biaya yang disebutkan, nasabah tersebut dengan mudahnya memberikan kedua nomor rekeningnya. Setelah beberapa lama ia baru curiga bahwa dirinya mungkin saja sudah terjebak penipuan. Ia segera menelepon call center bank untuk meminta rekeningnya diblokir. Tetapi terlambat sudah, saldo Rp52 juta dalam kedua rekening tersebut sudah lenyap dan nomor rekening si penipu pun sudah tidak berjejak. Beruntung bank yang digunakan mau bertanggung jawab atas penipuan tersebut dan mengganti 75% kerugian yang dialami nasabahnya.

Hati-hati Penipuan yang Mengincar Investor Saham - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Hati-hati Penipuan yang Mengincar Investor Saham!]

 

Tetapi Anda tidak bisa meyakini bahwa setiap bank akan melakukan hal yang sama. Bagaimana jika hal tersebut terjadi pada Anda dan bank yang bersangkutan tidak bertanggung jawab atas kerugian tersebut? Tentu Anda akan kebingungan.

Masih ada banyak bentuk penipuan perbankan lainnya. Berikut adalah beberapa data modus kejahatan perbankan serta cara mencegahnya:

Delivery Channel Media Modus
ATM Kartu, PIN, Mesin ATM Skimming, card traping, call center palsu
EDC Kartu, PIN, card reader Skimming, pencurian data kartu
Internet banking User ID, password, token, akun media sosial Phising, typosite, keylogger
SMS banking PIN, nomor ponsel Pencurian ponsel, SIM swap
Mobile banking PIN, nomor ponsel Pencurian ponsel, SIM swap
E-commerce Data kartu (nomor kartu, masa berlaku, nama pada kartu) Carding
Phone banking Nomor rekening, PIN Call center palsu

 

Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk menghindari kejahatan-kejahatan perbankan tersebut:

  • Perhatikan kondisi mesin ATM sebelum digunakan untuk mencari benda mencurigakan di tempat masuknya kartu.
  • Saat memasukkan PIN, halangi papan tombol dari pandangan orang lain atau pantauan kamera tersembunyi.
  • Gunakan PIN yang sulit ditebak orang lain dan ganti PIN secara berkala.
  • Jika kartu tidak bisa masuk ke mesin ATM, cari ATM lain. Jangan mau dibantu orang lain.
  • Jangan menginformasikan nomor PIN kepada orang lain, termasuk kepada petugas bank.
  • Jika ada masalah, telepon call center di nomor yang ada di belakang kartu atau cek di situs resmi bank.
  • Jika ingin mendaftar produk/layanan bank, hubungi layanan resmi atau datangi kantor bank.
  • Jangan catat PIN di manapun, termasuk di ponsel, dompet, buku, tempelan dinding, dan lain-lain.
  • Jangan mudah tergoda tawaran hadiah lewat telepon, SMS, email atau media sosial.
  • Saat bertransaksi, misalnya di restoran, jangan serahkan kartu kepada pelayan. Datangi kasir dan awasi penggunaan kartu.
  • Cek saldo kartu uang elektronik setiap kali bertransaksi untuk memastikan saldo berkurang secara wajar.
  • Jika kartu hilang segera blokir dengan menghubungi call center resmi bank atau datang langsung ke kantor bank.
  • Jangan mengklik link apapun pada pesan elektronik yang mencurigakan.
  • Jangan gunakan komputer umum, misalnya di warnet untuk bertransaksi.
  • Jangan gunakan wifi umum, misalnya yang disediakan pusat perbelanjaan atau kafe untuk bertransaksi.
  • Simpan alamat resmi situs internet banking pada browser (bookmark) untuk menghindari typo.
  • Jika ponsel hilang atau nomor tiba-tiba tidak aktif, hubungi call center resmi operator agar nomor diblokir. Blokir akun SMS banking.

 

Modus Kejahatan Berkembang, Nasabah Harus Lebih Cermat

Dengan berkembangnya teknologi, semakin banyak informasi dalam dunia perbankan. Tetapi perlu diingat bahwa para kriminal perbankan pun semakin berkembang dan ahli dalam menjalankan niat jahatnya. Anda tidak bisa mencegah para pelaku kejahatan untuk berkembang, karena itu Anda pun harus berkembang untuk menjaga keamanan transaksi Anda. Dengan begitu celah penipuan akan semakin sedikit dan tidak merugikan Anda.

 

Jenis penipuan apa yang sekarang ini sedang marak terjadi? Apakah Anda tahu tentang hal tersebut? Silakan beri jawaban dan pendapat Anda terkait hal penipuan yang dapat merugikan orang-orang. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Tedy Gumilar, Andri Indradie, Arsy Ani Sucianingsih. 2016. Gara-gara Lalai, Isi Saldo pun Diintai. Tabloid Kontan 2016.

 

Sumber Gambar:

  • Penipuan – https://goo.gl/iyaYDJ dan https://goo.gl/JBtzgS

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang