Cara menagih uang ke teman kadang justru membuat Anda terlihat jahat. Padahal, sebagai individu, Anda butuh dana tersebut untuk pemenuhan kebutuhan.
Pelajari cara menagih utang ke teman dalam artikel berikut ini!
Summary:
- Jika Anda benar-benar membutuhkan uang tersebut untuk keperluan mendesak, sampaikan hal ini kepada teman dengan cara yang sopan dan jelas.
- Berdasarkan studi, terdapat beberapa alasan mengapa orang tidak membayar utang, antara lain menganggap nominal kecil sebagai bentuk bantuan, tidak mampu mengelola uang, egois, hingga tidak mau membayar utang.
- Jika upaya penagihan langsung tidak membuahkan hasil, mempertimbangkan mediasi oleh pihak ketiga yang dipercaya kedua belah pihak dapat menjadi solusi yang baik.
Cara Menagih Utang ke Teman dengan Baik, Langsung Dibayar!
Menagih utang adalah hal yang wajar dan perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan. Namun, seringkali kita dihadapkan pada dilema antara menegakkan hak dan menjaga hubungan baik.
Berikut adalah cara menagih utang ke teman dengan baik:
#1 Komunikasi Efektif dengan Bahasa yang Sopan
Cara menagih utang ke teman sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang empatik dan komunikasi yang efektif. Gunakan bahasa yang santun dan hindari nada menuntut.
Ajak teman untuk berdiskusi secara terbuka mengenai kendala yang mungkin dihadapinya dalam melunasi utang. Jika diperlukan, buatlah kesepakatan baru terkait jadwal pembayaran atau opsi pembayaran lainnya, seperti cicilan.
Tujuan utama adalah menjaga hubungan baik dan memberikan kesempatan kepada teman untuk memenuhi kewajibannya.
#2 Pengingat Tepat Waktu
Ingatkan teman mengenai tenggat waktu pembayaran yang telah disepakati sebelumnya. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, seperti pesan singkat atau aplikasi pesan instan.
Pengingat yang sopan dan tepat waktu dapat membantu teman mengingat kewajibannya dan menghindari keterlambatan pembayaran1.
[Baca Juga: Ini 3 Tips Jitu Cara Menagih Utang! Tepatkah Tagih Di Awal Bulan?]
#3 Penjelasan Alasan Mendesak (Jika Perlu)
Jika Anda benar-benar membutuhkan uang tersebut untuk keperluan mendesak, sampaikan hal ini kepada teman dengan cara yang sopan dan jelas. Jelaskan secara singkat mengenai situasi yang sedang Anda hadapi. Namun, hindari memberikan tekanan yang berlebihan.
#4 Fleksibilitas dalam Negosiasi
Jika teman mengalami kesulitan keuangan, pertimbangkan untuk memberikan kelonggaran dalam hal waktu pembayaran. Cara menagih uang ke teman ini ditujukan untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan.
Tetapkan tenggat waktu pembayaran yang baru dan pastikan kedua belah pihak memahami dan menyetujui kesepakatan tersebut.
#5 Mediasi oleh Pihak Ketiga
Jika upaya penagihan langsung tidak membuahkan hasil, mempertimbangkan mediasi oleh pihak ketiga yang dipercaya kedua belah pihak dapat menjadi solusi yang baik.
Pihak ketiga ini, seperti sahabat atau pasangan, dapat menyampaikan pesan Anda dengan lebih netral dan mungkin lebih efektif dalam mengingatkan teman Anda akan kewajibannya.
[Baca Juga: Apakah Anak Wajib Membayar Utang Orang Tua yang Masih Hidup?]
#6 Komunikasi dengan Keluarga Dekat
Jika teman Anda menunjukkan tanda-tanda menghindar, menghubungi keluarga dekatnya dapat menjadi langkah selanjutnya.
Komunikasi yang sopan dan jelas mengenai utang yang belum terlunasi dapat membantu menyelesaikan masalah. Namun, penting untuk menjaga sikap saat menerapkan cara menagih utang ke teman satu ini agar tidak merusak hubungan dengan keluarga teman Anda2.
#7 Penjadwalan Pembayaran Bertahap
Jika teman Anda bersedia membayar namun mengalami kendala finansial, menawarkan cara menagih utang ke teman satu ini dapat menjadi solusi yang saling menguntungkan.
Buatlah kesepakatan tertulis mengenai jumlah cicilan, jangka waktu pembayaran, dan konsekuensi jika terjadi keterlambatan. Hal ini akan memberikan kepastian bagi kedua belah pihak dan membantu membangun kepercayaan.
Macam-macam Alasan Teman Tidak Bayar Utang
Studi yang dilakukan Coby dan Yaniv memaparkan sejumlah alasan mengapa beberapa orang tidak membayar utang.
#1 Ketiadaan Perjanjian Formal untuk Transaksi Nominal Kecil
Interaksi sosial, khususnya di antara teman dan rekan kerja, sering kali melahirkan transaksi utang-piutang dengan nilai nominal yang relatif kecil. Ketiadaan perjanjian formal yang tertulis untuk transaksi semacam ini seringkali menjadi celah bagi terjadinya penunggakan pembayaran.
Hal ini dikarenakan pada tingkat psikologis, individu cenderung menganggap utang dengan nominal kecil sebagai bentuk bantuan timbal balik yang tidak terlalu mengikat, berbeda dengan utang dengan nominal besar yang biasanya disertai dengan perjanjian tertulis yang lebih formal3.
#2 Persepsi Utang sebagai Bentuk Tindakan Saling Membantu
Faktor psikologis lainnya yang turut memperkuat kecenderungan penunggakan utang dalam lingkup personal adalah persepsi bahwa utang-piutang merupakan bentuk tindakan saling membantu.
Sikap saling tolong-menolong ini seringkali membuat individu kurang merasa terbebani oleh kewajiban membayar utang, sehingga pembayaran utang menjadi kurang menjadi prioritas.

Ilustrasi menagih utang ke teman. Sumber: Freepik
#3 Ekspektasi Pengembalian yang Rendah untuk Utang Nominal Kecil
Individu yang meminjamkan uang dengan nominal kecil cenderung memiliki ekspektasi yang lebih rendah terkait pengembalian utang dibandingkan dengan mereka yang meminjamkan uang dengan nominal besar.
Hal ini disebabkan oleh anggapan bahwa utang dengan nominal kecil tidak terlalu signifikan sehingga tidak perlu terlalu dipermasalahkan jika tidak segera dilunasi.
Meskipun demikian, pada dasarnya, baik pemberi maupun penerima pinjaman memahami bahwa utang tetap harus dibayar, namun ekspektasi yang berbeda inilah yang seringkali menjadi penyebab penunggakan pembayaran.
#4 Sengaja Tidak Membayar Utang
Perjanjian utang-piutang, yang seringkali didasari oleh hubungan interpersonal, tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kegagalan dalam memenuhi kewajiban pembayaran oleh pihak yang berutang merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dibuat.
Perilaku ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk penilaian subjektif terhadap nilai uang dan tingkat kedekatan relasi. Selain merugikan secara finansial, tindakan tersebut juga mengikis nilai-nilai etika seperti kejujuran dan tanggung jawab.
Pengalaman ini dapat menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya membuat perjanjian tertulis dan mempertimbangkan risiko dalam hubungan yang melibatkan transaksi keuangan.
[Baca Juga: Kebiasaan ‘Ngutang’ Bisa Sebabkan Gangguan Mental? Benar Enggak, Sih?!]
#5 Kepribadian Egois
Individu dengan sifat egois dan keras kepala seringkali sulit untuk diajak bernegosiasi terkait pelunasan utang. Mereka mungkin bahkan menyangkal adanya utang tersebut.
Untuk meminimalisasi risiko tersebut, disarankan untuk membuat perjanjian tertulis yang jelas dan terperinci saat melakukan transaksi pinjaman. Dokumen ini akan berfungsi sebagai bukti hukum yang kuat apabila terjadi sengketa4.
#6 Tidak Mampu Mengelola Uang dengan Baik
Morgan Housel dalam “The Psychology of Money” menyoroti bahwa perilaku finansial individu—dibanding pengetahuan teoritis—menjadi determinan utama kondisi keuangan seseorang.
Ironisnya, individu dengan latar belakang pendidikan finansial pun rentan terhadap masalah keuangan jika tidak mampu mengelola dorongan konsumtif.
Fenomena ini tercermin dalam kasus-kasus nyata seperti jebakan investasi bodong, utang konsumtif yang merajalela, dan berbagai permasalahan keuangan lainnya yang dialami oleh berbagai kalangan, termasuk mereka yang memiliki penghasilan stabil.
Siklus utang yang terus-menerus, termasuk kepada teman sebaya, dapat merusak relasi sosial dan menciptakan beban psikologis yang signifikan.
Sebagai solusi, individu disarankan untuk proaktif dalam merencanakan keuangan pribadi dengan memanfaatkan beragam sumber daya edukasi finansial yang tersedia secara gratis di dunia maya.
Bagi mereka yang butuh panduan yang lebih komprehensif, berkonsultasi dengan perencana keuangan profesional seperti Finansialku dapat menjadi langkah yang bijaksana5.
Hubungi dan buat janji konsultasi bersama Perencana Keuangan Finansialku melalui WhatsApp 0851 5866 2940. Klik banner untuk info selengkapnya.
Cara Jitu Menagih Utang ke Teman yang Susah Bayar
Simak cara menagih utang ke teman yang susah bayar berikut ini:
#1 Penetapan Batas Waktu yang Jelas
Salah satu pendekatan yang efektif dalam penagihan adalah dengan menetapkan batas waktu pembayaran yang tegas. Komunikasi yang lugas dan langsung, seperti “Mohon kiranya pembayaran dapat diselesaikan paling lambat tanggal 30 bulan ini,” memberikan kepastian pada kedua belah pihak.
Penting untuk diingat agar tetap menjaga nada yang sopan dan profesional, sehingga tidak merusak hubungan yang telah terjalin6.
#2 Komunikasi Langsung dan Terbuka
Jika upaya penagihan yang lebih halus tidak membuahkan hasil, maka komunikasi langsung dan terbuka menjadi langkah yang perlu diambil.
Dengan menyampaikan secara tegas bahwa pembayaran saat ini belum dilakukan, Anda memberikan kesempatan kepada pihak yang berutang untuk merespons dan menjelaskan situasi.
Meski demikian, cara menagih utang ke teman satu ini sebaiknya tidak menggunakan bahasa yang kasar atau umpatan. Anda tidak pernah tahu apa dampak setiap kata yang diucapkan.
[Baca Juga: Teman atau Keluarga Tidak Mau Bayar Utang? Hadapi dengan Cara Ini!]
#3 Menjelaskan Dampak Keuangan
Menjelaskan dampak finansial yang ditimbulkan oleh keterlambatan pembayaran dapat menjadi motivasi tambahan bagi pihak yang berutang.
Misalnya, “Keterlambatan pembayaran ini akan berdampak pada kewajiban keuangan saya lainnya.” Pendekatan ini membantu pihak yang berutang memahami urgensi dari pembayaran tersebut.
#4 Memudahkan Proses Pembayaran
Dengan menawarkan berbagai opsi pembayaran yang mudah dan fleksibel, kita dapat memperlancar proses penagihan. Penggunaan aplikasi pembayaran atau bank digital memberikan kemudahan bagi pihak yang berutang untuk melakukan pembayaran kapan saja dan di mana saja.
#5 Menyerahkan Salinan Bukti Utang
Apabila teman tidak memenuhi kewajiban pembayaran sesuai kesepakatan, sangat disarankan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang kuat.
Salah satu bukti yang penting adalah surat pernyataan utang yang memuat secara rinci jumlah pinjaman, tanggal transaksi, dan jangka waktu pelunasan. Dokumen ini akan menjadi alat bukti yang sah apabila permasalahan ini harus diselesaikan melalui jalur hukum.
Meskipun langkah ini mungkin tampak berlebihan pada awalnya, namun cara menagih utang ke teman secara preventif seperti ini terbukti lebih efektif dibandingkan dengan hanya mengandalkan upaya penagihan secara informal7.
#6 Pengiriman Surat Peringatan (Somasi)
Ketika upaya penagihan secara informal tidak membuahkan hasil, cara menagih utang ke teman melalui langkah hukum dapat menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan. Salah satu langkah awal yang efektif adalah dengan mengirimkan surat peringatan atau somasi kepada pihak yang berutang.
Surat ini berfungsi sebagai bukti tertulis mengenai adanya kewajiban yang belum terpenuhi dan sebagai upaya terakhir untuk menyelesaikan permasalahan secara musyawarah.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 1243 KUHPer, somasi dapat menjadi bukti kuat mengenai adanya wanprestasi atau ingkar janji.
#7 Pengajuan Gugatan Perdata
Apabila surat peringatan tidak juga diindahkan, langkah selanjutnya adalah mengajukan gugatan perdata ke pengadilan. Melalui jalur pengadilan, pihak yang berutang akan secara resmi diminta untuk memenuhi kewajibannya.
Hakim akan memeriksa dan memutuskan perkara berdasarkan bukti-bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak.
Perlu diingat bahwa perkara perdata umumnya tidak berujung pada penahanan melainkan pada putusan pengadilan yang menghukum pihak yang kalah untuk membayar utang beserta biaya perkara.
Kelola Uang Anda Sebelum Utang Melanda
Menagih utang kepada teman adalah situasi yang sensitif dan memerlukan penanganan yang tepat. Komunikasi yang efektif, empati, dan fleksibilitas menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah ini tanpa merusak hubungan pertemanan.
Sebagai langkah preventif, sebaiknya kita mulai membiasakan diri untuk mengatur keuangan dengan baik sejak dini. Dengan pengelolaan keuangan yang sehat, kita dapat menghindari terjebak dalam lingkaran utang dan lebih mudah mencapai tujuan finansial.
Terdapat banyak sumber daya dari Finansialku yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi keuangan, seperti artikel, video YouTube, dan podcast yang bisa Anda akses secara gratis, salah satunya video di bawah ini.
Jika Anda membutuhkan saran finansial yang lebih komprehensif dan personal, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan Finansialku. Hubungi 0851 5866 2940 untuk informasi lebih lanjut.
Disclaimer: Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan di Indonesia yang melayani konsultasi keuangan bersama Certified Financial Planner (CFP) seputar perencanaan keuangan, rencana pensiun, dana pendidikan, review asuransi dan investasi.
Finansialku bukan platform pinjaman online dan tidak menerima layanan konsultasi di luar hal-hal yang disebutkan sebelumnya. Artikel ini dibuat hanya sebagai sarana edukasi dan informasi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Sekian ulasan tentang cara menagih utang ke teman. Sampaikan tanggapan Anda di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!
Jangan lupa bagikan artikel ini di media sosial agar lebih banyak yang teredukasi. Terima kasih!
Editor: Ratna Sri Haryati
Sumber Gambar:
- Cover – Freepik
- Nimas Des Aristanti. 03 Januari 2024. Inilah 5 Cara Ampuh Menagih Utang ke Teman. koinworks.com[↩]
- Admin. 30 Juli 2024. 8 Cara Menagih Utang yang Baik dan Sopan, Pasti Ampuh! Bfi.co.id[↩]
- Muhammad Khamaruddin. 06 November 2023. Alasan Kenapa Teman Kamu Malas Bayar Utangnya. froyonion.com[↩]
- Fauzan Fadhilah. 04 Oktober 2023. 5 Alasan Kenapa Orang Susah Ditagih Utang, Selalu Menghindar. Idntimes.com[↩]
- Perasanta Sibuea. 27 Januari 2023. Bad Money Habits, Harus Kita Hentikan! djkn.kemenkeu.go.id[↩]
- Jejeng Azwardi. 25 Januari 2024. 7 Cara Menagih Utang Kepada Orang yang Susah Bayar. khazminang.id[↩]
- Admin. 17 Juli 2023. Cara Menagih Hutang ke Orang yang Susah Bayar Sesuai Hukum. blog.justika.com[↩]




saya ada temen dia lagi kesusahan gak ada duit, terus saya pinjamin lah uang karena udah kesihan kali, awalnya dia nolak, tapi ujung2 nya dipaksa, dia ambil juga dari pada gak makan, terus dia janji kalau udah dpt uang bakal balikin, tapi stlh gajian sampai sekarang dia gak balikkan, mau nagih segan banget krena kmrn yg nawarin saya juga. jadi mesti gimana, mau ikhlasin berat mau nagih juga segan sya lagi butuh uang
Selamat siang Pak Oqi,
Kami turut berduka atas apa yang dialami Pak Oqi. Tetapi saran kami, lebih baik coba dulu ingatkan, siapa tahu memang teman Anda lupa. Bila memang orangnya tidak mau membayar, ikhlaskan saja, dan jadikan pelajaran untuk tidak asal meminjamkan uang kepada orang lain.
Semoga membantu, terimakasih.
Assalammualaikum. Uang saya ada di orang sekitar 3jt lebih. Tapi ketika saya bilang saya butuh uang dia janji akan membayarnya. Tapi ketika waktunya tiba dia malah pura pura lupa dan tidak ingat atas janjinya. Saya mau menagih lagi pun gak enak karna yg meminjam adalah calon suami saya. Bagaimana caranya agar dia menepati janjinya? Terimakasih..
Halo Bu Rahma,
Perihal permasalahan tersebut, alangkah baiknya menurut kami Bu Rahma tegaskan saja langkah apa yang ingin diambil. Jika memang membutuhkan dana tersebut, tagih dengan tegas (tanpa peduli status hubungan) karena sudah ada perjanjian di awal.
Akan tetapi apabila Bu Rahma memilih untuk mengikhlaskan, ya sudah ikhlaskan saja. Jadikan saja pelajaran betapa berbahayanya meminjamkan uang kepada orang lain tanpa ada bukti perjanjian tertulis karena dapat merugikan kita sendiri sebagai peminjam.
Semoga membantu, terimakasih.
Saudara dr suami saya minjem uang ke suami saya 35jt buat modal pernikahan anak nya,dia janji mau bayar pas selesai anak nya merid,suami saya tagih dia bilang kata nya tunggu surat tanah nya laku dulu,tp pas saya lg butuh duit saya tagih lg klo tidak bisa bayar semua lebih baik nyicil,eh kata istri nya ternyata suami nya itu kerja nya jual beli tanah,saya binggung gmn lg buat cara nagih hutang nya kepada saudara suami saya,di tagih bukannya ada omongan sekarang malah menghindar dr saya sama suami saya,,mohon kasih solusi nya gmn supaya saudara saya bisa bayar hutang ke saya,,,soalnya dia minjemnya sudah lama,sampe sekarang blm bayar,
Halo Bu Ziah,
Membantu menjawab permasalahan ibu tersebut, kami turut prihatin atas permasalahan yang ibu alami saat ini. Berikut beberapa saran kami:
1. Apabila ada bukti tertulis yang ditandatangani kedua pihak saat memberi pinjaman, berarti suami Anda memiliki hak untuk menuntut lewat jalur hukum jika tidak ada itikad baik dari saudara Anda tersebut.
2. Jika tidak ada bukti tertulis, berarti posisi peminjam utang sangat lemah di mata hukum. Jika memang saudara Anda tidak membuka jalur musyawarah, alangkah baiknya ibu sekeluarga ikhlaskan saja uang yang sudah dipinjamkan tersebut, dan jadikan pelajaran hidup yang berharga betapa berbahayanya meminjamkan utang tanpa ada bukti tertulis dari kedua belah pihak. Sekalipun yang meminjam keluarga sendiri.
Semoga membantu, dan semoga permasalahan Bu Ziah segera selesai. Aamiin. Terimakasih.
saya punya pacar, kata nya sih mau pinjam uang buat modal usaha nya, awal nya sih saya percaya lalu saya pinjamkan. beberapa minggu kmudian dia anggsur setengah dari bagian hutang nya, dan kmudian dia minjam lagi kpada saya dgn alasan buat brobat org tua ny, trakhir dia gadein hp saya kata nya sih buat bayar uang kpd org lain. semua hutg itu dia janji bkal bayar tapi smpai saat ini dia gak bayar juga. apa saya harus mengikhlas kan semua itu?
Hi Bu Elsa
Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
Menjawab pertanyaan Anda:
Jika Ibu Elsa bisa, coba lupakan dan move on.
Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi call center BPJS Ketenagakerjaan di 1500-910
Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.
bener banget….ada kawan yg pinjam dengan alasan bapaknya sakit keras.janji tinggal janji….malah sampe sekarang tak bisa dihubungi…uang sejuta melayang….ya anggap sodakoh…iklas gak iklas mo gimana lagi.
Hi Ibu Yanti
Terima kasih atas komentar dan sharingnya.
Semoga sharing Anda, dapat menginspirasi pembaca lainnya.
awalnya itu kami deket banget eh ada suatu waktu malem2 dia datang kerumah mau minjem duit gara2 mau bayar tas sekolah, uangnya habis karena kena tipu sedangkan gue cuman punya 100rb ya gue pinjemin aja padahan dianya niatnya pinjem 150rb dari situ lah pas besok2nya dia gak pernah main kerumah lagi padahal dia janji bayarnya sekitar tanggal 5 dan sekarang udah tanggal 10, walaupun yang dia pinjem gak seberapa tapi kan dia ada janjiin mau kembalikan tanggal 5, pas ditanya knp gak main kerumah lagi alesannya karena sibuk, haduuhh rasanya itu yahhh udah deh ya sakitt… mudahan cepet sadar. BTW untung aja gue orangnya gak suka RIBA
Hi Pak
Terima kasih atas sharringnya, sangat bermanfaat.
Semoga sharing Anda, dapat menginspirasi pembaca lainnya.
Ternyata dimana mana survey menunjukkan hal yg sama ya.. awalnya saya dekat sekali dgn si doi, dan mulailah si doi mengutarakan hatinya utk meminjam uang dgn alasan utk modal jual beli mobil dgn ketentuan laba di bagi dua. Cerita punya cerita eh kok diem aja ga ada cerita apa2 setelah mobil laku terjual. Berjalan setahun saya mulai menagih janji, setidaknya klu tdk dapat laba, uangnya di kembalipun tak apa, tp alih2 si doi beralasan terus menerus.. lagi sulit ekonominya lah, mau jual ini itu yg blm laku lah,,, ujung2 malah kita yg disuruh sabar.. sampai2 doi yg punya hutang tp kok serasa kita yg mau berhutang klu pas nagih ya? Ampun deh.. ga takut dosa apa manusia macem itu ya hehhe..
Hi Bu Mimi,
Terima kasih atas sharingnya, semoga si peminjam uang diberi hidayah.
Semoga sharing Ibu, dapat menginspirasi pembaca lainnya.
Terima Kasih
teman saya pinjem uang tapi galakan dia, saya kasih tau keluarga nya suku karo gk ada yg peduli saya kerumahnya malah saya di caci maki,,, cuma ada di tangan bpkb dan foto ktp , mau lapor polisi kata dia tak hitam di atas putih yg bisa jadi bukti,, sudah disindir dari paling halus sampe paling kasar tetep aja g ada yg kena emang anak bebal mohon pencerahan akan masalah saya
Hi Bu Dewi
Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
Kami sangat menyayangkan kondisi tersebut terjadi pada Ibu.
Menjawab pertanyaan Anda:
Banyak orang yang berutang dan berniat tidak mau membayar.
Daripada kita fokus menagih dan bertengkar, lebih baik pilih jalan positif.
Tetap menagih dan fokus ke pekerjaan yang menghasilkan.
Kami yakin jika ibu bekerja dengan tekun, uang sebesar Rp 5 juta itu dapat segera terpenuhi.
Dan jadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga.
Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.
hem, memang klo sdh urusanya sama mr D, susah, klo melihat awal begitu luas kata dan bibir untuk meyakinkan, tapi ternyata, hatinya dan niatnya,
intinya siapapun ” bertitel or tidak ” MANUSIA ” MUSTI HATI HATI. 2013 memulai dan skrg 2018, janji dan bertabur janji,
skrgpun sms tlp tak pernah mau angkat dan balas ” temen,
semoga ALLOH MEMBERIKAN REJEKI buatnya “DA-kopo”
Yakinlah MATi itu pasti, yakin yg punya rasa takut semoga bagian imanya masih hidup….
Hi Pak Sabudi
Terima kasih atas sharringnya, sangat bermanfaat.
Semoga sharing Bapak, dapat menginspirasi pembaca lainnya.
Si belagak Miskin itu yang saya alami setelah memberikan pinjaman uang kepada teman saya sebut saja dia “DS”
Awalnya bilang butuh banget ini itu ntar bakal dicicil setiap hari malah pake ngomong “demi Allah bakalan dia cicil setiap hari”
Nyatanya hutang dari oktober 2016 sampe hari ini ngk ada sepeserpun di cicil di tagih selalu alesan ini itu lg susah musibah dll ada aja dramanya tiap bulan, pas diingetin dulu pas minjem ngomong pake “Demi Allah” eh dia malah marah katanya kita ngk percayaan banget, berbagai drama tiap ditagih tapi bisa kebeli mobil, liburan jalan2, mobilnya dimodifasi terus2an gonta ganti Hp dll dah bener2 kehabisan kata2 buat nagih tapi bnr2 blm bisa ikhlas masih nyesek bgt rasanya
Hi Bu Ratna
Kami menyesalkan atas kejadian yang menimpa Ibu Ratna.
Terima kasih atas sharringnya, sangat bermanfaat.
Semoga sharing Ibu, dapat menginspirasi pembaca lainnya.
Tetangga saya punya hutang awalnya alesannya untuk modal jualan,nnti bayarnya scptnya dan di tambahin dari harga hutangnya,tapi sampai skrg saya tunggu2 belum bayar2.saya mau nagihinnya ga enak.tapi saya lagi butuh 😥😤😤😤😤😤.
Hi Bu Icha
Terima kasih atas sharringnya, sangat bermanfaat.
Semoga utang-utang tersebut dapat segera terlunasi.
Sahabat sendiri tuuh.. Mu nagih tapi kasian Dulu janji mu bayar nyicil tiap bln,,, eh nyatanya sdh ampir 3 thn gda resfon, gda basa basi pula,,,
Hi Bu Ria
Memang sering kali begitu, lupa pada saat membayar kembali.
Semoga kasus Bu Ria dapat segera terselesaikan.
Terima kasih.
Uang saya ada di orang sekitar 12 juta, dia janji akan mencicil utang itu setiap Bulan, tetapi janji tinggal janji, kenyataannya sampai saat ini dia belum bayar juga. Saya mohon pencerahannya agar dia mau membayar utangnya.
Hi Bu Ella
Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
Menjawab pertanyaan Anda:
Kami sangat menyayangkan banyak orang yang kurang komitmen dengan janji, terlebih mengenai utang.
Kami sarankan Ibu tetap sabar untuk menagih atau bisa dengan menarik jaminan.
Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.
Intinya kalo uang sudah di orang 90%ga balik lagi,,ane ngalamin bikin gedek,,janji cepat bayar harus ditagih kayak pengemis,,intinya kalo yg gigih meminjam hutang adalah orang yg sulit bayar,,tapi orang yg malu kalo minjem biasanya cepat dan kalo uang sudah diorang siap2 iklasin walau gapernah bakal ikhlas
Hi Pak Erwin, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
Ya betul kata Pak Erwin, kita perlu mempertimbangkan sebelum memberikan pinjaman kepada orang lain.
Semoga artikel kami dapat bermanfaat.