Mau beli iPhone XS Max yang baru saja diluncurkan? Simak dulu yuk simulasi reksa dana berikut ini agar bisa beli iPhone XS Max!

Tidak perlu pusing mikirin uang dari mana untuk beli iPhone XS Max, lebih baik Anda mulai bertindak dan merencanakannya menggunakan Aplikasi Finansialku dari sekarang.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

iPhone XS Max, iPhone Keluaran Terbaru dari Apple

Baru-baru ini, Apple Inc meresmikan tiga lini iPhone-nya. Masing-masing produk tersebut bertajuk iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR.

iPhone XS dan iPhone XS Max sendiri masih merupakan penerus dari iPhone X yang dirilis tahun 2017 silam, sehingga masih membawa nama besar iPhone X yang ditulis dengan huruf Romawi.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk membelinya, simak dahulu spesifikasinya berikut ini:

Network Technology

GSM/CDMA/HSPA/EDVO/LTE

Launch Announced

2018, September

Launch StatusAvailable. Released 2018, September
Body Dimensions

157.5 x 77.4 x 7.7 mm (6.20 x 3.05 x 0.30 in)

Body Weight

208 g (7.34 oz)

Body Build

Front/back glass, stainless steel frame

SIM

Single SIM (Nano-SIM) or Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by) – for China

Body
  • IP68 dust/water resistant (up to 2m for 30 mins)
  • Apple Pay (Visa, MasterCard, AMEX certified)

Display Type

Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors

Display Size

6.5 inches, 102.9 cm2 (~84.4% screen-to-body ratio)

Display Resolution

1242 x 2688 pixels, 19.5:9 ratio (~458 ppi density)

Display Multitouch

Yes

Display Protection

Scratch-resistant glass, oleophobic coating

Display

  • Dolby Vision/HDR10 compliant
  • Wide color gamut display
  • 3D Touch display
  • True-tone display
  • 120 Hz touch-sensing

OS

iOS 12

Chipset

Apple A12 Bionic

CPU

Hexa-core (2x Vortex + 4x Tempest)

GPU

Apple GPU (4-core graphics)

Memory Card slot

No

Memory Internal

64/256/512 GB, 4 GB RAM

Main Camera Dual

  • 12 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/2.55″, 1.4µm, OIS, PDAF 
  • 12 MP, f/2.4, 52mm (telephoto), 1/3.4″, 1.0µm, OIS, PDAF, 2x optical zoom

Main Camera Features

Quad-LED dual-tone flash, HDR (photo/panorama)

Main Camera Video

2160p@24/30/60fps, 1080p@30/60/120/240fps, HDR, stereo sound rec.

Selfie Camera Single

7 MP, f/2.2, 32mm (standard)

Selfie Camera Features

HDR

Selfie Camera Video

1080p@60fps

Sound Alert types

Vibration, proprietary ringtones

Sound Loudspeaker

Yes, with stereo speakers

Sound 3.5mm jack

No

Sound

Active noise cancellation with dedicated mic

WLAN

Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, hotspot

Bluetooth

5.0, A2DP, LE

GPS

Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS

NFC

Yes

Radio

No

USB

2.0, proprietary reversible connector

Sensors

Face ID, accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer

Messaging

iMessage, SMS (threaded view), MMS, Email, Push Email

Browser

HTML5 (Safari)

Features
  • Fast battery charging: 50% in 30 min
  • Qi wireless charging
  • Siri natural language commands and dictation
  • iCloud cloud service
  • MP3/WAV/AAX+/AIFF/Apple Lossless player
  • MP4/H.265 player
  • Audio/video/photo editor
  • Document editor
Battery

Non-removable Li-Ion 3174 mAh battery

Battery Talk Time

Up to 25 h (3G)

Battery Music play

Up to 65 h

Colors

Space Gray, Silver, Gold

Price

About 1250 EUR

 

Melihat spesifikasi tersebut, dapat dikatakan bahwa beberapa peningkatannya mencakup:

  • Prosesor A12 yang pertama dengan arsitektur 7 nm.
  • Kamera ganda 12 megapiksel (wide dan tele).
  • Mendukung dual-SIM.

 

CEO Apple, Tim Cook menjelaskan bahwa iPhone XS Max ini merupakan keluaran terbaru mereka yang paling canggih, di antaranya karena iPhone XS Max ini memiliki layar 6,5 inch dengan resolusi 2688×1242 pixel.

Selain itu, iPhone XS Max memiliki sertifikasi IP68, yang artinya bisa bertahan di air sedalam 2 meter selama 30 menit.

iPhone XS Max juga punya fitur lebih banyak dibandingkan dengan iPhone X, seperti Face ID yang lebih baik, layar True Tone, dan 3D Touch. Keduanya pun mendukung Dolby Vision dan HDR10.

Mau Beli iPhone XS Max 02 iPhone XS Max 2 - Finansialku

[Baca juga: 80 Tips Menabung Cepat di Tahun 2018, Terbukti 99% Berhasil]

 

Sudah mulai tertarik? iPhone XS Max tersedia dalam pilihan warna gold, silver dan space gray serta opsi storage 64 GB, 256 GB dan 512 GB.

Namun satu hal yang biasanya menjadi ganjalan saat berencana membeli iPhone keluaran terbaru adalah harganya.

Perlu Anda ketahui bahwa iPhone XS Max dibanderol dengan harga mulai dari US$1.099 atau sekitar Rp16,2 juta.

Bahkan saat ini sudah banyak reseller yang menjual iPhone XS Max dengan storage tertingginya di kisaran harga 29 juta rupiah. Luar biasa sekali untuk harga sebuah smartphone bukan?

Oleh karena itu, Finansialku mengajak Anda memanfaatkan investasi reksa dana untuk mempersiapkan dana membeli iPhone XS Max ini.

Bagaimana caranya? Langsung simak pembahasan berikut ini ya.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Simulasi Reksa Dana dengan Aplikasi Finansialku

Bagi Anda yang tertarik untuk memiliki smartphone tersebut, ada beberapa alternatif pembiayaannya. Antara lain sebagai berikut:

Mau Beli iPhone XS Max 03 iPhone XS Max 3 - Finansialku

[Baca juga: 14 Bisnis Sampingan Mahasiswa yang Bisa Menghasilkan Pemasukan Puluhan Juta Rupiah]

 

#1 Nabung

Asumsikan saja Anda memutuskan untuk menabung demi membeli iPhone XS Max yang luar biasa mahal ini. Dengan anggapan bahwa Anda sanggup menunggu hingga seluruh uang terkumpul.

Apabila Anda memutuskan untuk menabung selama 1 tahun atau 12 bulan, maka Anda harus menabung sebanyak:

Menabung 12 bulan = Rp16,2 juta: 12 bulan = Rp1.300.000 per bulan.

 

Sedangkan kalau tidak sabar menunggu setahun, nabung saja selama 6 bulan dengan dana sebanyak:

Menabung 6 bulan = Rp16,2 juta: 6 bulan = Rp2.600.000 per bulan

Lumayan juga ya? Tetapi jangan khawatir, biasanya harga iPhone akan turun seiring berjalannya waktu, layaknya barang elektronik lainnya.

Terlebih jika Anda menunggu peluncuran iPhone selanjutnya. Semoga harganya sudah rendah saat uang sudah terkumpul ya!

 

#2 Investasi Reksa Dana

Anda juga bisa lho membeli iPhone XS Max ini dengan cara berinvestasi. Anda bisa menghitung berapa dana yang harus diinvestasikan per bulannya dengan menggunakan Aplikasi Finansialku.

Caranya pertama-tama Anda harus download Aplikasi Finansialku terlebih dahulu. Anda bisa download melalui Google Play Store atau melalui iklan di bawah ini

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Setelah download aplikasinya, mari kita mulai menghitung!

Pertama-tama buka menu Aplikasi Finansialku kemudian pilih menu Rencana Keuangan. Setelah itu, klik tanda + pada bagian kanan bawah kemudian pilih Dana Membeli Barang.

Mau Beli iPhone XS Max 05 Aplikasi 1 - Finansialku

Tampilan Aplikasi Finansialku Menu Rencana Keuangan

 

Masukkan nama barang yang akan Anda beli, harga barang tersebut, kapan Anda akan membelinya, berapa dana yang sudah dimiliki sekarang, berapa perkiraan inflasi, dan data-data lainnya yang dibutuhkan.

Misalkan Anda akan membeli iPhone XS Max dalam jangka waktu 12 bulan lagi dengan harga Rp16.200.000. Sedangkan dana yang sudah Anda miliki saat ini adalah Rp5.000.000.

Asumsi tingkat inflasi adalah 10% per tahun dan estimasi hasil investasi adalah 12% per tahun.

Anda dapat melihat contoh pengisiannya pada tampilan berikut ini.

Mau Beli iPhone XS Max 06 Aplikasi 2 - Finansialku

Tampilan Aplikasi Finansialku Menu Dana Membeli Barang

 

Setelah mengisikan data pada setiap kolom yang dibutuhkan, maka klik Hitung untuk memperoleh hasil kalkulasi.

Voila! Anda akan langsung melihat berapa banyak dana yang harus diinvestasikan setiap bulannya. Praktis sekali bukan?

 

Maka kesimpulannya jika Anda sudah memiliki dana Rp5 juta dan Anda mau membeli iPhone XS Max 12 bulan lagi, maka dana yang harus Anda kumpulkan adalah sebesar Rp12.262.227.

Dengan kata lain Anda harus berinvestasi sebesar Rp966.862 per bulannya selama 12 bulan agar memperoleh dana yang cukup untuk membeli iPhone XS Max tersebut.

Mau Beli iPhone XS Max 07 Aplikasi 3 - Finansialku

Hasil Kalkulasi Dana Membeli Barang

 

#3 Nyicil

Cara terakhir yakni dengan mencicil. Cara ini memang banyak digemari mengingat produk sudah berada di tangan sebelum kredit dilunasi.

Namun Anda perlu berhati-hati mengingat umumnya bila Anda mencicil suatu barang biasanya akan dikenakan biaya administrasi. Umumnya ada biaya administrasi sebesar 1% yang akan dikenakan pada platform online.

Namun nilai tersebut bisa berubah-ubah sesuai dengan masa tenornya. Semakin lama masa tenor, biasanya makin besar juga biaya administrasinya.

Dengan demikian, selalu perhatikan syarat dan ketentuan setiap platform yang akan dipilih.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga 01 - Finansialku

[Baca juga: Para Karyawan, Gaji 3 Juta Ingin Kredit iPhone 6, Bagaimana Caranya?]

 

Mengapa Reksa Dana?

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa sih banyak jenis investasi yang berbeda-beda ragamnya? Tentu saja perkembangan ini disebabkan karena perbedaan permintaan (demand) dari masyarakat.

Jika tidak, untuk apa pihak bank atau lembaga keuangan lainnya repot-repot membuat jenis investasi baru?

Semuanya semata-mata karena setiap manusia berbeda, dan meski bisa dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya, pasti preferensi setiap orang dalam berinvestasi juga akan berbeda.

Contohnya adalah sangat banyak investor yang gemar berinvestasi logam mulia.

Hal ini disebabkan sifat investasi emas yang aman dan cenderung kecil risikonya tergerus inflasi. Selain itu, produk investasi ini juga likuid sehingga mudah untuk diperjualbelikan.

Iklan Banner Perencanaan Dana Membeli Mobil - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Namun seringnya ketidaktahuan dan ketidakpedulian masyarakat menjadi sebuah penyesalan di kemudian hari. Ketidaktahuan yang dimaksud disini adalah ketidaktahuan akan instrumen investasi yang sebaiknya dipilih.

Akibatnya, tentu ada penyesalan atau kerugian yang dialami karena ketidaktahuan ini. Sebagai contoh, simak kisah pengakuan dari seseorang berikut ini.

Bapak A merupakan seorang pemula di bidang investasi. Saat ingin memulai berinvestasi, beliau bertemu dengan seorang marketing produk investasi, dan ditawari investasi dalam bentuk unitlink.

Dewasa ini memang banyak sekali asuransi yang menggabungkan skema proteksi dan investasi dengan konsep unit (unitlink).

Nah, Bapak A menilai bahwa skema unitlink ini sangat menarik karena menawarkan proteksi asuransi dan investasi dalam satu produk. Pilihan investasinya pun cukup beragam mulai dari saham, obligasi, campuran dan pasar uang.

Mahasiswa, Ini 4 Alasan Mengapa Investasi Butuh Waktu. Tidak Instan Ya! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Anda Tipe Investor yang Terlalu Percaya Diri? Kenali Gejala “Overconfidence Bias” agar Investasi Anda Aman!]

 

Belum lagi pihak marketing mengiming-iming dengan imbal hasil tinggi, yakni lebih tinggi dari suku bunga tabungan dan deposito.

Singkat cerita, tanpa pikir panjang lagi Bapak A langsung menginvestasikan sejumlah uang pada produk asuransi unitlink ini. Namun beberapa tahun kemudian Bapak A mengalami penyesalan besar.

Saat ditanya apa yang membuatnya menyesal, Bapak A bercerita:

“Saya awalnya diajak marketing untuk berinvestasi di unitlink. Saat itu konsep unitlink tampak menarik dan alternatif saya yang lain hanya deposito bank. Jadi saya pilih unitlink karena iming-iming imbal hasilnya yang besar.”

 

Bapak A menjelaskan bahwa dirinya merasa sudah mengatasi inflasi karena tidak mengandalkan tabungan atau deposito semata. Ditambah lagi banyak godaan untuk membelanjakan uangnya jika hanya ditabung.

Namun setelah 10 tahun berinvestasi melalui unitlink, Bapak A mulai mendengar bahwa masih banyak instrumen investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih besar, salah satu contohnya adalah reksa dana.

Beliau mengungkapkan:

“Saya pernah mencoba untuk berinvestasi reksa dana selama satu tahun. Hanya saja, saya merasa prosesnya cukup merepotkan. Unitlink hanya menambah dana setiap bulan melalui ATM dan tidak perlu mengirimkan bukti transfer ke perusahaan asuransi, sementara reksa dana mewajibkan nasabah mentransfer dana langsung ke rekening reksa dana di bank kustodian dan setelah itu harus mengirimkan bukti transfer dana.”

 

Alhasil beliau menghentikan investasi reksa dananya hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Beberapa tahun kemudian berlalu, teknologi berkembang pesat, termasuk dalam prosedur reksa dana yang mulai dipasarkan melalui sistem online.

Pengisian formulir, pengiriman dokumen, dan perintah transaksi semua bisa dilakukan melalui perangkat mobile.

Bapak A kembali melirik instrumen yang satu ini dan mencoba menghitung proyeksi keuntungannya. Dirinya pun kaget.

Ternyata jika selama ini Bapak A memilih reksa dana ketimbang unitlink, maka Bapak A bisa memperoleh dua kali lipat!

Investasi Reksa Dana Hilang 01 - Finansialku

[Baca Juga: 30 Nasihat Investasi Dari Peter Lynch, Salah Satu Manajer Investasi Tersukses di Amerika]

 

Reksa dana tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Beberapa kelebihan reksa dana adalah sebagai berikut:

  • Dana investasi dikelola oleh Manajer Investasi yang professional, sehingga investor tidak perlu repot mengelola investasi sendiri.
  • Likuiditas tinggi, yaitu investasi dapat dicairkan/dijual kapan saja dengan menggunakan harga NAB yang berlaku saat penjualan.
  • Tidak membutuhkan banyak modal, karena uang tersebut akan digabungkan dengan orang lain barulah dikelola bersama demi memperoleh keuntungan.

  • Mudah diakses, karena sudah sangat banyak yang menawarkan transaksi reksa dana secara online, sehingga Anda bisa melakukan pembelian atau penjualan unit lewat situs yang telah disediakan oleh beberapa perusahaan Manajemen Investasi saja.
  • Imbal hasilnya cenderung besar.
  • Dana milik Anda akan disimpan di Bank Kustodian yang menjadi pihak ketiga, sehingga aman dan minim upaya pencegahan perusahaan bodong yang ingin melarikan dana nasabahnya.

Panduan Praktis Investasi Reksa Dana di Finansialku 2 Finansialku

[Baca Juga: Mahasiswa, Jangan Alasan Umur Lagi. Yuk Kita Mulai Belajar Investasi Sekarang]

 

Sementara itu beberapa kelemahan reksa dana adalah sebagai berikut:

  • Adanya risiko berkurangnya nilai investasi yang dipengaruhi oleh turunnya harga dari efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portfolio reksa dana tersebut.
  • Adanya risiko likuiditas, yakni terlambat dibayarnya perintah penjualan, biasanya dikarenakan adanya kesalahan administrasi penjualan atau risiko umum pasar modal seperti perubahan kondisi ekonomi dan politik.
  • Adanya risiko bangkrutnya saham dan obligasi yang menjadi portofolio reksa dana.

 

Jadi Mau Beli iPhone XS Max?

Jadi sudahkah Anda memutuskan untuk beli iPhone XS Max ini? Mana yang menjadi pilihan Anda di antara ketiga alternatif pembiayaan di atas? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ya!

Jangan lupa manfaatkan Aplikasi Finansialku jika Anda ingin mulai berinvestasi reksa dana mulai sekarang. Dijamin perhitungan akan lebih mudah dan akurat tentunya.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan lainnya mengenai simulasi reksa dana dengan Aplikasi Finansialku untuk beli iPhone XS Max?

Tinggalkan pertanyaan dan komentar Anda di bawah. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Arief Budiman. 14 September 2018. iPhone XS Max Bisa Dibeli dengan Menabung Rp10.900 per Hari di Reksadana. Bareksa.com – https://goo.gl/mdN68H
  • Nurul Fauziyah. 26 Januari 2015. TESTIMONI: Asuransi Unit Link vs Reksa Dana, Penyesalan Seorang Programmer. Bareksa.com – https://goo.gl/FfY2er
  • Admin. Apple iPhone XS Max. Gsmarena.com – https://goo.gl/7958cj

 

Sumber Gambar:

  • iPhone XS Max 1 – https://goo.gl/WUAMDq
  • iPhone XS Max 2 – https://goo.gl/rVfFYF
  • iPhone XS Max 3 – https://goo.gl/C6mXVG