Bagaimana ya cara memaksimalkan pendapatan tidak tetap? Salah satu rekan Finansialku, akan membahas tips dan trick memaksimalkan pendapatan tidak tetap. Silahkan baca, praktekkan dan buktikan hasilnya.  

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

Halomoney Indonesia Logo

 

4 Langkah Memaksimalkan Pendapatan Tidak Tetap Anda!

Teman-teman, mungkin masih bertanya-tanya apa sih yang dimaksud dengan pendapatan tidak tetap? Kalau Anda menerima slip gaji, biasanya ada penjelasan gaji pokok, tunjangan, bonus, lembur, potongan, kompensasi, insetif penjualan dan lain sebagainya. Nah yang termasuk ke dalam pendapatan tidak tetap adalah: pendapatan di luar gaji pokok. Artikel kali ini akan membahas, strategi untuk memaksimalkan pendapatan tidak tetap Anda. 

Cara Memaksimalkan Pendatapan Tidak Tetap Hingga Anda - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Karyawan Juga Bisa Kaya dengan Cara Ini]

 

Strategi memaksimalkan pendapatan tidak tetap, dapat dijalankan dengan empat langkah sederhana.

Managing Director dari situs pembanding produk keuangan paling populer di Indonesia Halomoney.co.id, Jay Broekman, menyatakan bahwa memiliki penghasilan tidak tetap bukanlah sebuah alasan untuk tidak mulai berhemat dan menabung setiap bulan.

“Jika Anda tidak memiliki penghasilan yang tetap, maka perlu strategi khusus untuk mengelola penghasilan tersebut agar tujuan Anda menabung tetap dapat terpenuhi. Ketidakpastian jumlah penghasilan bukanlah alasan untuk tidak menetapkan tujuan menabung,” kata Jay melalui keterangan tertulisnya

Langsung saja, mari kita bahas satu persatu keempat langkah tersebut!

 

Cara 1: Tentukan Tujuannya Dulu

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah, menentukan tujuan keuangan Anda. Kalau tujuan belum jelas, biasanya Anda tidak akan termotivasi. Semakin jelas tujuan keuangan Anda, semakin penting tujuan keuangan Anda, semakin genting tujuan keuangan Anda, tentu saja Anda akan lebih termotivasi untuk mewujudkannya. Dalam membuat tujuan keuangan, jangan lupa rumusan SMART ya!

[Baca Juga : Merumuskan Tujuan Keuangan dengan SMART]

 

Cara 2: Buat Analisis Pendapatan

Setelah menentukan tujuan keuangan, Anda harus membuat analisis singkat pendapatan Anda. Tujuan utamanya adalah Anda perlu mengetahui berapa rata-rata pendapatan Anda setiap bulannya? Tentu saja menghitung rata-rata pendapatan bulanan tidak terlalu sulit jika Anda sudah lama bekerja di perusahaan tersebut. Nah bagaimana dengan karyawan baru? 

[Baca Juga:  8 Tips Membangun Keluarga yang Sejahtera dan Bahagia]

 

Jika Anda sudah lama bekerja, Anda dapat menghitung rata-rata penghasilan bulan-bulan sebelumnya. Contoh pak Roy bekerja sebagai tenaga pemasaran di perusahaan swasta, dengan gaji Rp 6 juta – Rp 10 juta per bulan. Total penghasilan pak Roy dalam setahun adalah Rp 90 juta, maka rata-rata penghasilan Pak Roy per bulannya adalah Rp 90 juta / 12 bulan = Rp 7,5 juta. Bagaimana jika Anda adalah karyawan baru?

Teknik analisis yang dapat dilakukan oleh karyawan baru adalah memproyeksikan atau membuat perkiraan (forecast) rata-rata pendapatan bulanan. Contoh Bu Kyra, saat ini sedang membuat salon kecantikan. Rata-rata keuntungan bersih yang didapat adalah Rp 50.000 per pelanggan. Bu Kyra memperkirakan (forecast) terdapat 10 – 15 pelanggan yang datang. Perkiraan pendapatan dalam setahun adalah : (20 hari x 12 bulan x 10 pelanggan x Rp 50.000) =  Rp 120.000.000 per tahun. Kurang lebih pendapatan salon Bu Kyra per bulannya adalah Rp 120.000.000 / 12 bulan = Rp 10.000.000. 

 

Cara 3: Strategi Menabung

Saatnya Anda menghitung dan membuat strateginya, bagaimana cara memaksimalkan pendapatan tidak tetap Anda. Meneruskan contoh di atas, misal keduanya (Pak Roy dan Bu Kyra) masing-masing memiliki pengeluaran tetap sebesar Rp 5 juta per bulan. Itu artinya Pak Roy dapat menabung sebesar Rp 2,5 juta per bulan dan Bu Kyra dapat menabung sebesar Rp 5 juta per bulan. Selain menabung, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi, misal reksa dana online. Tetapi satu hal yang harus Anda ingat sebelum berinvestasi yaitu pastikan Anda sudah memiliki rencana keuangan. 

[Baca Juga: Berinvestasi Sesuai dengan Rencana Keuangan, agar Fokus]

 

Sebagai contoh, misal Pak Roy dan Bu Kyra memiliki tujuan keuangan yang sama, yaitu menyiapkan biaya kuliah anaknya. Setelah dilakukan perhitungan, ternyata perlu investasi sebesar Rp 2.300.000 untuk diinvestasikan. Jika Anda ingin tahu studi kasus mengenai merencanakan pendidikan, silahkan cek perhitungannya disini

 

Cara 4: Menjalankan Rencana

Tahukah Anda, rencana keuangan yang terbaik itu seperti apa? Rencana keuangan yang paling baik adalah rencana keuangan yang dijalankan. Percuma saja kalau seseorang menggunakan jasa perencana keuangan, tetapi tidak menjalankan rencananya. Seperti contoh di atas, sudah jelaskan Pak Roy dan Bu Kyra perlu berinvestasi sebesar Rp 2.300.000 untuk dana pendidikan anaknya. Bagaimana menyiasati target investasi bulanan, jika ada pendapatan tidak tetap?

Skenario terbaik: Penghasilan rata-rata di atas kebutuhan investasi. Misal Pak Roy dan Bu Kyra pendapatan bulan ini berada di atas Rp 2.300.000 ya tentu saja mereka dapat berinvestasi dengan mudah. Tidak perlu bingung kan!

Skenario terburuk: Pada bulan ini, insentif penjualan yang diterima Pak Roy ternyata berkurang. Tiba-tiba bulan ini pelanggan salon bu Kyra menjadi sepi. Baik Pak Roy dan Bu Kyra masing-masing kekurangan uang untuk diinvestasikan. Nah mereka dapat mengurangi pos pengeluaran lainnya. Tentu saja biar mudah mereka perlu membuat anggaran keuangan rumah tangga

[Baca Juga: Buat Anggaran Keuangan untuk Kontrol Keuangan]

 

Anda Juga Mau Donk, Meningkatkan Pendapatan Tidak Tetap?

Siapa yang tidak mau, kalau pendapatan tidak tetapnya meningkat? Anda juga pasti mau donk? Sekarang Anda sudah tahu strateginya, yaitu: tentukan tujuannya, lakukan analisis, buat strateginya dan jalankan. Semoga empat langkah tersebut dapat membantu Anda.

 

 

Apa tujuan keuangan yang ingin Anda capai dalam waktu dekat? Tinggalkan komentar Anda di bawah ini, tim Finansialku akan bantu Anda, terima kasih. 

 

Sumber Gambar:

  • Business People – http://goo.gl/PxKzDE

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

Download Sekarang