Komoditas adalah barang dagangan utama dan benda niaga yang dapat dimanfaatkan sebagai produk ekspor impor.

Mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa pasar komoditas dapat menjadi pilihan alokasi dana untuk berinvestasi dan trading.

Apa saja jenis komoditas yang menjadi produk aktivitas trading? Dan bagaimana memperoleh peluang pada instrumen komoditas?

 

Pasar Komoditas

Beberapa tahun terakhir ini pasar komoditas telah berhasil meningkatkan minat masyarakat yang mencari alternatif instrumen investasi.

Komoditas merupakan area “niche” pada keuangan dunia yang tidak terpengaruh tren pasar saham, obligasi, dan valuta asing.

Lalu, apa saja komoditas yang dapat dijadikan bahan berinvestasi serta trading?

Tanpa disadari, sebenarnya produk-produk dari instrumen ini kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bingung Perawatan Mobil 6 Cara Merawat Mobil yang Mudah dan Bisa Menghemat Biaya - Finansialku 01

[Baca Juga: Jika Strategi Investasi Emas Terbaik Ini Anda Lakukan, Anda Akan Mendapatkan Banyak Keuntungan]

 

Sebagai contoh, saat pagi ini Anda pergi ke kantor mengendarai kendaraan bermotor. Secara tidak langsung Anda menggunakan minyak bumi yang merupakan jenis komoditas.

Ketika Anda menggunakan peralatan elektronik, salah satu bahan penyusunnya adalah tembaga atau platinum.

Bahkan secara tidak sadar, bahan baku makanan favorit Anda pun mungkin termasuk dalam produk komoditas yang sering dijadikan produk trading seperti biji kopi, kacang kedelai, jagung, tepung terigu, beras, dan sebagainya.

Investor dan trader menjadikan pasar komoditas ini sebagai diversifikasi portofolio mereka, terutama ketika pasar saham sedang dalam tren turun, karena biasanya pergerakan harga komoditas bergerak berlawanan dengan tren pasar saham.

Hal ini disebabkan salah satu produk komoditas dijadikan sebagai “pelindung aset”, misalnya emas dan perak.

Logam mulia diminati karena terpercaya, dapat diandalkan, bersifat universal, dan melindungi nilai dari inflasi.

Anda belum paham bagaimana caranya meraih keuntungan tinggi dengan investasi emas? Pelajari dasar-dasar dan kiat sukses investasi emas lewat ebook Panduan Berinvestasi Emas! Download sekarang juga, gratis!

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook Sekarang

 

Pergerakan Harga Komoditas

Tanpa kita sadari, setiap saat terjadi perubahan harga produk komoditas. Mengapa hal ini dapat terjadi?

Perubahan harga dipengaruhi oleh hukum ekonomi di mana ada “permintaan” dan “penawaran”.

Ketika penawaran rendah, permintaan naik sehingga terjadilah kenaikan harga, dan berlaku pula sebaliknya.

Definisi Komoditas Adalah 2 Finansialku

[Baca Juga: Sebagai Investor Pemula, Anda Harus Mengetahui Untung Rugi Tabungan Emas]

 

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi penawaran yaitu kondisi cuaca, hasil panen dan perluasan lahan produksi, bencana alam, perang, wabah penyakit, dan sebagainya.

Sedangkan faktor yang mempengaruhi permintaan yaitu pertumbuhan ekonomi, kegiatan perayaan yang menggunakan produk komoditas, kebijakan pemerintah, produk substitusi, dan sebagainya.

 

Jenis-jenis Komoditas

Komoditas yang umum dijadikan produk trading terbagi menjadi 4 jenis:

 

#1 Logam

Produk komoditas jenis ini terdiri atas logam berharga dan logam industri. Contoh: emas, perak, platinum, palladium, dan tembaga.

 

#2 Energi

Merupakan produk komoditas penghasil energi baik dalam bentuk mentah ataupun hasil olahan. Contoh: minyak bumi (light sweet crude oil dan Brent crude oil), batu bara, gas alam, dan bensin.

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#3 Peternakan

Komoditas ini terdiri dari ternak hidup dan pakan ternak. Contoh: daging babi tanpa lemak, sapi hidup, dan masih banyak lagi.

 

#4 Pertanian

Komoditas ini terbagi menjadi komoditas pertanian dan komoditas hutan. Contoh: kacang kedelai, jagung, beras, kopi, karet, kapas, jerami, bunga matahari, dan lain-lain.

 

Kelompok Komoditas

Selain dibagi ke dalam empat jenis, komoditas juga dibagi menjadi dua kelompok yaitu komoditas lunak (soft commodity) dan komoditas keras (hard commodity).

 

#1 Hard Commodity

Hard commodity adalah komoditas yang diperoleh dari alam melalui aktivitas pertambangan atau ekstraksi, misalnya minyak bumi, gas alam, logam, dan lain-lain.

Mayoritas perdagangan dalam hard commodity dikuasai oleh produk-produk energi seperti minyak dan gas alam.

Negara yang mengandalkan ekspor pada produk komoditas tersebut sangat terpengaruh nilai tukar mata uangnya pada volatilitas harga komoditas yang diekspor.

Akhir November Ini Tiga Saham BUMN Sektor Tambang Beralih Kepemilikan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Ekspor Dan Investasi Membaik, Namun Pola Konsumsi Masyarakat Berubah]

 

Logam dapat digunakan untuk berbagai hal, misalnya emas sangat diminati sebagai pelindung aset ketika volatilitas market tinggi.

Logam perindustrian seperti tembaga, besi, dan aluminium merefleksikan pertumbuhan ekonomi global melalui kurva penawaran dan permintaan di masa depan.

 

#2 Soft Commodity

Sementara itu soft commodity adalah komoditas pertanian atau peternakan seperti jagung, kacang kedelai, biji kopi, gula, dan lain sebagainya.

Cuaca dan kondisi alam sangat berpengaruh pada jenis komoditas ini sehingga pergerakan harganya dapat fluktuatif secara tiba-tiba. Sehingga hampir mustahil untuk memperkirakan harga secara akurat.

Berbeda dengan hard commodity, soft commodity hanya ditemui pada beberapa wilayah negara tertentu karena kondisi alam yang berbeda.

 

Peluang pada Instrumen Komoditas

Komoditas jarang sekali berkorelasi dengan tren instrumen investasi lainnya seperti pasar saham, pasar uang, dan pasar obligasi.

Justru ketika instrumen ini berada pada tren naik, komoditas cenderung turun dan berlaku pula sebaliknya.

Dengan kondisi ini, investor dapat mengelola dan menempatkan uang dengan banyak pilihan instrumen yang mampu menghasilkan profit di setiap kondisi pasar.

Definisi Komoditas Adalah 3 Finansialku

[Baca Juga: Emas untuk Lindung Nilai atas Inflasi (Inflation Hedge)? Inilah Alasan Kenapa Harga Emas Sebenarnya Tidak Naik]

 

Selain untuk diperdagangkan, komoditas juga bisa menjadi pelindung nilai dari inflasi (inflation hedge).

Harga komoditas akan selalu berfluktuasi mengacu pada hukum penawaran dan permintaan.

Ketika permintaan meningkat, maka harga-harga turut naik. Investor dan trader dapat memanfaatkan kondisi ini dengan membeli pada harga rendah dan menjualnya dengan harga lebih tinggi.

Keduanya hanya dibedakan pada jangka waktu dalam menyimpan produk komoditas. investor menyimpan hingga tahunan sedangkan trader dalam waktu relatif singkat atau kurang dari 1 tahun.

Dengan menggunakan data analisis penduduk dunia yang kian besar dan persediaan barang tambang serta lahan bercocok tanam yang sama, maka prospek masa depan bagi harga komoditas adalah terus meningkat.

Hal ini akan menyebabkan kondisi permintaan lebih besar daripada penawaran, sehingga harga naik.

 

Menarik bukan peluang yang ditawarkan oleh instrumen komoditas? Dengan berbagai pilihan produk komoditas semakin memperbesar peluang untuk mendiversifikasi portofolio investor dan trader.

 

Sumber Referensi:

  • Nickolas Lioudis. 27 Februari 2018. Commodities trading: An Overview. Investopedia.com – https://goo.gl/kQKf6L
  • Daniel Cross. 29 Juni 2016. Understanding the Difference Between Hard and Soft Commodities. Commodityhq.com – https://goo.gl/vBxJRt

 

Sumber Gambar:

  • Trading komoditas – https://goo.gl/XH3wxv
  • Trading komoditas 2 – https://goo.gl/qaH3fE