Pemilik Bisnis Waralaba, Belajar Kesuksesan dari Franchise Upnormal

Siapa sih yang tidak tahu kesuksesan franchise Warunk Upnormal? Franchise yang satu ini memang kini sedang digandrungi anak muda.

Yuk belajar sukses melalui kisah franchise sukses yang siap mendunia ini. Jangan ketinggalan beritanya, mari kita simak artikel berikut sekarang juga.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn Franchise

 

Mengenal Warunk Upnormal, Warung Mie Instan Kekinian yang Lagi Hits

Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan Warunk Upnormal, sebuah warung mie instan yang sedang hit dan kekinian di kalangan anak muda bukan? Tentu saja tidak, Warunk Upnormal ini saja sekarang sudah memiliki sekitar 80 gerai di 33 kota seluruh Indonesia.

Namun kesuksesan ini tidak terjadi dalam satu malam. Warunk Upnormal pertama muncul pada tahun 2014 ini awalnya melihat peluang bisnis kuliner bertema unik dengan lokasi dengan interior nyaman dan menarik hingga bisa dijadikan co-working space.

Bisnis semacam ini memang sedang menjamur di Indonesia, tampak dari kafe-kafe dan tempat makan sejenis yang tidak pernah sepi pengunjung.

Pemilik Bisnis Waralaba, Belajar Kesuksesan dari Franchise Upnormal 02 Upnormal 1 - Finansialku

[Baca Juga: 7 Website Penyedia Informasi Bisnis Franchise atau Bisnis Waralaba]

 

Dalam seminar Young and Innovative dalam acara seleksi 100 jurnalis kumparan, Sarita Sutedja Co Founder Upnormal berbagi kisah inspirasi bersama Adryanto Pratomo dari Juni Records dan M. Alfatih Timur dari Kitabisa.com.

Sarita menjelaskan bahwa benar alasan pembentukan Warunk Upnormal ini adalah karena adanya kebutuhan anak muda akan tempat nongkrong yang murah, mengenyangkan namun bisa tetap eksis dengan tempat yang instagramable dan juga memenuhi kebutuhan mendasar anak muda jaman sekarang yaitu wifi dan colokan listrik.

Warunk Upnormal pun akhirnya hadir dengan salah satu makan legendaris favorit di tanah air, yakni mie instan.

 

Namun franchise lokal milik PT Citra Prima Rasa (CRP) Group ini mengolah menu mie instan menjadi beragam jenis makanan unik yang diadopsi dari menu tradisional maupun internasional. 

Sebagai contohnya adalah mie instan sambal matah, mie instan keju, mie instan rendang, mie instan telur asin (salted egg), dan sebagainya.

Saat ini, Warunk Upnormal sudah memiliki sekitar 80 gerai yang tersebar di 33 kota seluruh Indonesia, seperti  Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lampung, Pontianak, Samarinda, dan Pekanbaru. 

Warunk Upnormal bahkan mengungkapkan niatnya untuk melebarkan sayap ke mancanegara, seperti telah dirangkum oleh Finansialku berikut ini:

 

Sukses di Dalam Negeri, Warunk Upnormal Berencana Ekspansi ke Mancanegara

Belum lama ini, International Franchise Manager CRP Group Fitri Rachman menyatakan Upnormal berencana memperluas sayap bisnisnya ke negara kawasan Asia.

Perusahaan sedang dalam tahap persiapan, termasuk mengurus segala proses perizinan di negara tujuan. 

Fitri Rachman saat berbincang dengan Kompas.com di acara International Franchise License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2018 di Jakarta Convention Center, Jumat (20/7/2018), mengatakan:

“Jadi sekarang kami mulai mau coba untuk overseas, tapi sekarang masih dalam tahap ngurusin ini itunya. Paling baru bisa tahun depan, tapi kami sudah punya beberapa calon mitra, tinggal ngurusin regulasi segala macamnya.”

 

Pemilik Bisnis Waralaba, Belajar Kesuksesan dari Franchise Upnormal 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kalau Mau Sukses, Lakukan 5 Cara Jitu Ini! Sebelum Mulai Bisnis Waralaba]

 

Fitri menjelaskan:

“Rencananya pertengahan tahun depan kami sudah buka, mungkin pertama-tama di South East Asia dulu.”

 

Pasar yang dibidik pada ekspansi awal adalah Asia, mengingat kreasi mie instannya memang sudah diterima baik di Indonesia. Selain itu, sajian kopinya juga dirasa akan sesuai dengan lidah pasar Asia.

Memang betul, selain sajian mie instan dengan kreasi uniknya, Warunk Upnormal sudah merambah ke dunia kopi melalui merek Upnormal Coffee Roasters.

Alasannya, kopi sudah menjadi kebutuhan masyarakat, terutama di daerah perkotaan. Itu juga yang membuat Upnormal Coffee Roasters saat ini mulai menggencarkan ekspansinya di lokasi pusat perbelanjaan, perkantoran, serta  bandara.

Fitri menambahkan, sistem pengelolaan penuh bagi pihak pewaralaba diakui juga menjadi nilai tambah bagi calon mitra mereka di luar negeri. 

 

Fitri menyebutkan perusahaan mengurus proses bisnis waralaba dari proses awal hingga akhir,  contohnya audit dan promosi. Namun, mitra tetap diberikan kesempatan untuk belajar manajemen franchise.

Selain itu, untuk setiap menu Warunk Upnormal juga dapat diadaptasi dengan citarasa menu lokal. Fitri mengatakan:

“Makanannya tetap autentik yang kami punya, tapi tentu rasanya mengikuti pasar. Misalnya kayak di Manila, orangnya suka manis, jadi mungkin agak lebih manis dari menu di sini. Tingkat kepedasannya juga beda sama di sini, kan orang Indonesia suka pedas, di sana kan enggak bisa. Kami mengikuti pasar di sana juga.”

 

Fleksibilitas inilah yang dinilai sebagai sebuah kelebihan dari bisnis waralaba Warunk Upnormal, sehingga bisa diterima di berbagai negara di Indonesia.

 

Perkembangan Warunk Upnormal ke Depannya

CRP Grup saat ini diketahui juga telah bekerja sama dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan membentuk unit usaha baru bernama Indo-CRP. 

Melalui kerja sama itu, Indofood pemasok mie instan  sebagai bahan masakan Upnormal. Fitri mengatakan:

“Indofood akan memberikan percobaan pertama setiap varian baru Indomie sebelum dijual ke pasaran.”

 

Ditambah lagi, Indo-CRP pun saat ini mengembangkan tiga merek waralaba baru, yaitu Ayam Bersih Berkah, Nasi Goreng Abang, dan Meebox.

Sementara CRP Group saat ini merupakan pengelola  jaringan waralaba kuliner dengan merek Warunk Upnormal, Bakso Boedjangan, Sambal Khas Karmila, Upnormal Coffee Roasters, dan Fish Wow Cheese dengan total 189 unit gerai. 

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Melihat ini, tampaknya peluang kesuksesan CRP Group masih terpampang lebar. Apakah Anda ingin menjadi bagian di dalam kesuksesannya?

 

Berminat Berinvestasi dalam Franchise Warunk Upnormal?

Bagi Anda yang berminat berinvestasi setelah membaca kisah lengkapnya di atas, kami telah menyediakan informasinya berikut ini:

Nama Brand

:

Warunk Upnormal

Badan Hukum

:

PT Cita Rasa Prima

Tahun Berdiri

:

2014

Jumlah Outlet

:

53

Proyeksi BEP

:

28 Bulan

Modal Usaha (Min)

:

Rp4.759.500.000

Modal Usaha (Max)

:

N/A

Alamat

:

Jalan Batik Rengganis No.27, Sukaluyu, Bandung.

 

Untuk estimasi biaya tercantum di atas masih dapat berubah bergantung beberapa kondisi sebagai berikut:

  1. Tergantung luas tempat dan kontrak kerja dengan kontraktor (Interval biaya Rp3 juta – Rp5 juta per meter persegi)
  2. Biaya Perkiraan
  3. Minimal luas bangunan 450m² dengan lebar muka 10m dan tempat parkir luas (asumsi biaya sewa Rp300 juta/tahun) dibuat periode 6 tahun sesuai dengan hak penggunaan brand
  4. Tidak termasuk biaya transportasi dan akomodasi untuk jasa standardisasi arsitektural desain bangunan
  5. Tidak termasuk modal kerja (Working Capital) di bulan awal
  6. Tidak termasuk biaya non operasional seperti perizinan, preman, ormas, pemindahan pedagang di depan outlet, penaikkan daya listrik dan air
  7. Omzet sharing 4% per bulan (dibayar setiap tanggal 7 tiap bulannya)

 

Tips Memilih Bisnis Waralaba yang Benar

Nah, apakah franchise Warunk Upnormal tepat untuk Anda? Berikut kami berikan beberapa tips memilih bisnis waralaba yang benar berdasarkan pengalaman para pebisnis sebelumnya:

 

#1 Jangan Memilih Bisnis Waralaba yang Belum Teruji

“Wah, bisnis ini baru saja dibuka, pasti banyak yang tertarik untuk mencobanya. Modalnya juga kecil nih. Mengapa tidak banyak yang langsung ambil waralabanya?”

 

Jawabannya adalah karena bisnis tersebut belum teruji sistemnya, sehingga Anda layaknya membeli kucing dalam karung.

Jika bisnis baru belum memiliki mitra, maka Anda belum tahu seperti apa sistemnya dan proyeksi keuntungannya.

Memang betul sesuatu yang baru itu banyak diminati orang, terutama di Indonesia. Masyarakat umumnya tertarik untuk mencoba sesuatu yang baru akibat kejenuhan atau kebosanan akan produk yang sudah biasa.

Pemilik Bisnis Waralaba, Belajar Kesuksesan dari Franchise Upnormal 04 Upnormal 3 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Untung Jadi Buntung! Ketahui Cara Memilih Bisnis Waralaba yang Benar!]

 

Namun satu hal yang Anda lupakan adalah bisnis yang diwaralabakan juga harus sudah terbukti berhasil dan diminati masyarakat secara repetitif. Artinya, pelanggan bukan hanya sekali membeli, namun menjadi langganan dan akan membeli berulang kali.

Membeli waralaba bisnis yang baru dibuka merupakan persepsi yang salah. Justru Anda harus memberikan waktu bagi bisnis agar bisa beradaptasi terlebih dahulu terhadap pasar.

Oleh karena itu, jangan gegabah dalam membeli bisnis waralaba,  karena disini artinya Anda membeli sistemnya, bukan hanya produk atau jasanya saja.

 

#2 Jangan Memilih Bisnis Waralaba dengan Franchise Fee atau Royalti Tinggi

Memang tidak salah memilih bisnis yang sudah mapan dalam berbisnis. Mapan artinya mereknya sudah dikenal banyak orang dan teruji sistemnya.

Tapi tahukah Anda, bisnis semacam ini biasanya dilengkapi dengan franchise fee atau royalti yang sangat tinggi?

 

Franchise fee atau royalti akan menjadi modal awal Anda dalam memulai bisnis. Jika modal atau investasi awalnya terlalu besar, maka jelas bahwa hal ini akan berdampak pada mundurnya waktu kembali modal tersebut.

Tidak percaya? Yuk lihat contoh berikut:

Bapak A ingin membeli waralaba McDonald’s, dengan besaran royalti waralaba sekitar Rp500 juta (US$45.000) untuk hak waralaba selama 20 tahun. Biaya ini belum termasuk biaya sewa atau beli lokasi.

Kedua adalah Anda juga harus menyetor franchise setiap tahunnya, yang besarnya adalah 12,5% omzetnya ke pihak franchisorBahkan, beberapa waralaba terkenal terkadang meminta biaya tambahan tertentu.

Misalnya saja Burger King meminta tambahan 4,5% jika ongkos waralabanya mencapai Rp450 juta, sama seperti Dunkin’ Donuts yang meminta tambahan 5,9% untuk franchise fee di kisaran Rp360 juta hingga Rp720 juta bergantung lokasinya.

Diestimasikan membeli waralaba McDonald’s membutuhkan investasi awal senilai 5 miliar rupiah. Jangan lupa semua itu belum termasuk biaya operasional seperti gaji karyawan, uang makan dan pajak.

Perlu diingat bahwa Break Even Point (BEP) = Modal awal : Keuntungan. Semakin besar modal awalnya, semakin lama juga titik ini bisa tercapai.

 

#3 Jangan Memilih Bisnis Waralaba dari Luar Negeri

Saat ini, bisnis waralaba sudah berkembang sangat pesat lho, termasuk di Indonesia. Jadi tidak perlu lagi repot-repot mencari peluang waralaba di luar negeri. Anda bisa memperoleh banyak informasi waralaba dalam negeri melalui artikel Finansialku.com.

Tidak percaya, yuk langsung kunjungi situs Finansialku.com dan ketik keyword: waralaba atau franchise. Anda akan memperoleh banyak informasi mengenai bisnis waralaba dalam negeri yang tak kalah menarik.

Atau Anda bisa langsung klik tautan berikut ini untuk mencari informasi terbaru soal bisnis waralaba:

Artikel Waralaba

 

Mengapa kami tidak menyarankan Anda untuk memilih bisnis waralaba dari luar negeri? Pertama, karena akan sangat repot dalam mengurusnya, mulai dari pendaftarannya, training-nya, seleksinya, dan sebagainya.

Kedua, membeli bisnis waralaba dari luar negeri tentu butuh modal besar. Sehingga kurang cocok bagi pebisnis pemula seperti Anda.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#4 Jangan Memilih Bisnis Waralaba dengan Perjanjian Bahan Baku yang Mahal

Beberapa bisnis waralaba memegang teguh konsep waralaba yakni memungkinkan adanya konsistensi dalam kualitas produk dan jasa bagi konsumen, tidak peduli dari mana mereka membelinya.

Siapa yang memiliki bisnisnya atau siapa pengelolanya bukanlah hal penting bagi konsumen, tetapi produk dan jasanya yang berpengaruh bagi customer experience.

Demi menjaga customer experience ini, tak jarang franchisor mengikat franchisee agar selalu membeli bahan baku hanya darinya dan sayangnya biasanya harganya lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Pemilik Bisnis Waralaba, Belajar Kesuksesan dari Franchise Upnormal 05 Upnormal 4 - Finansialku

[Baca Juga: Tidak Semua Bisnis Waralaba Mampu Mencetak Laba Lho, Kalau Mau Beli Bisnis Waralaba Pilih yang Seperti Ini]

 

Sebenarnya jika semata-mata untuk menjaga customer experience, hal ini bisa diterima, selama harga yang ditetapkan tidak terlalu tinggi.

Sayangnya, beberapa franchisor waralaba makanan cepat saji mematok harga hingga 5-10% lebih tinggi dari harga pasar untuk produk-produk yang sangat umum (seperti sayuran, atau bahan baku mendasar lainnya) dengan tujuan memperoleh laba.

Nah, hal seperti inilah yang perlu Anda pelajari lebih dalam dan hindari saat berminat membeli sebuah bisnis waralaba.

 

#5 Jangan Memilih Bisnis Waralaba yang Belum Mendaftarkan Merek Dagangnya

Logikanya, jika bisnisnya saja belum mendaftarkan merek dagangnya, artinya bisnis tersebut belum memiliki nama atau identitas yang jelas. Alhasil otomatis perusahaan itu akan dianggap belum punya merek.

Bagaimana mungkin bisnis seperti ini bisa Anda percayakan sebagai sumber penghasilan Anda dalam berbisnis. Mereka belum punya dasar untuk menawarkan atau mewaralabakan bisnisnya kepada calon-calon mitranya.

Oleh karena itu, selalu cek apakah merek dagang bisnis tersebut sudah terdaftar atau belum. Caranya mudah sekali, Anda bisa mengunjungi situs Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan mengecek status merek dagang terkait.

 

#6 Jangan Memilih Bisnis Waralaba yang Sedang Menurun

Persepsi kedua merupakan anggapan bahwa membeli waralaba usaha yang sedang menurun dengan harapan menyelamatkan bisnis dan memperbaiki kondisinya kembali.

Sayangnya persepsi ini juga merupakan sebuah persepsi yang keliru, meskipun biasanya harganya akan murah dan sangat terjangkau.

Mengapa begitu?

Tentunya karena ini akan menyebabkan kesulitan bagi Anda  dalam membangun bisnis yang baik, terlebih setelah melihat tren penjualan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan sedang kurang diminati.

 

Solusinya adalah sebaiknya Anda menunggu bisnis tersebut melakukan inovasi terlebih dahulu untuk memperbaiki bisnisnya. Jika bisnis berhasil diperbaiki, barulah dapat Anda pertimbangkan sebagai salah satu alternatif bisnis.

 

#7 Jangan Memilih Bisnis Waralaba tanpa Situs Resmi atau Akun Media Sosial yang Jelas

Saat Anda mengetik peluang usaha di kolom pencarian Google, maka banyak perusahaan-perusahaan waralaba yang muncul menawari bisnis waralaba. Nah, kira-kira bagaimana caranya mengetahui mana yang kredibel untuk dibeli?

Pertama-tama Anda perlu mengunjungi situsnya untuk mengetahui informasi waralaba termasuk informasi lain terkait perusahaan tersebut. Bagaimana jika tidak ada situs resminya? Anda bisa mencari kontaknya melalui akun media sosialnya.

Bagaimana jika tidak ada juga akun media sosialnya? Artinya perusahaan tersebut belum terjamin. Menyediakan kontak yang jelas bagi calon mitranya saja belum dipertimbangkan, bagaimana nanti kejelasan kerja samanya?

Pemilik Bisnis Waralaba, Belajar Kesuksesan dari Franchise Upnormal 06 Upnormal 5 - Finansialku

[Baca Juga: Pemasaran Jaringan: Memiliki Bisnis Waralaba Pribadi dengan Biaya Terjangkau]

 

Selain itu, tanpa adanya situs resmi dan akun media sosial yang jelas, artinya mereka belum mempertimbangkan pemasaran online sebagai salah satu media promosinya.

Artinya mereka masih mengandalkan metode konvensional dalam memasarkan waralabanya.

Dalam persaingan yang ketat di zaman modern ini, akan sulit jika Anda membeli bisnis waralaba seperti ini. Lebih baik cari bisnis lain yang lebih jelas dan sudah lebih mempertimbangkan pemasarannya dengan lebih baik dan modern.

 

Agar tidak Buntung, Aplikasikan Tips-nya

Beberapa cara memilih bisnis waralaba yang benar ini akan memandu Anda untuk memulai bisnis dengan baik. Intinya, semua bisnis, termasuk bisnis waralaba akan berpotensi sukses jika Anda selalu teliti dalam segala aspeknya.

Begitu juga saat Anda mempertimbangkan untuk mengambil franchise Warunk Upnormal, jangan lupakan 7 tips di atas ya!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai kesuksesan franchise Warunk Upnormal lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Michael Reily. 21 Juli 2018. Warunk Upnormal, Warung Mie Instan Kekinian yang Akan Go Internasional. Katadata.co.id – https://goo.gl/F7RAVf
  • Andri Donnal Putera. 21 Juli 2018. Sukses di Dalam Negeri, Warunk Upnormal Bidik Ekspansi ke Luar Negeri. Ekonomi.kompas.com – https://goo.gl/Z6cqTV
  • Admin. 17 November 2017. Warunk Upnormal. Waralabakemitraan.com – https://goo.gl/Vrn25E
  • Admin. 30 September 2017. Kisah Inspiratif, Warung Indomie Kekinian, Warunk Upnormal. Kumparan.com – https://goo.gl/KzxRXZ
  • Aulia Akbar. 25 Juli 2018. Mau Sukses Buka Waralaba? Jauhi Perusahaan dengan 6 Kriteria Ini. Moneysmart.id – https://goo.gl/qzb1DC

 

Sumber Gambar:

  • Franchise – https://goo.gl/4RTBZB
  • Warunk Upnormal 1 – https://goo.gl/RMi169
  • Warunk Upnormal 2 – https://goo.gl/GbZD3E
  • Warunk Upnormal 3 – https://goo.gl/fuc7dv
  • Warunk Upnormal 4 – https://goo.gl/2PWgba
  • Warunk Upnormal 5 – https://goo.gl/SXHDxU

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment