Sudah kenal kah Anda dengan Jamkesda, JKN, KIS, BPJS dan jaminan kesehatan lainnya?

Banyaknya ragam jaminan kesehatan seringkali membuat kita bingung, apa yang membedakan antara satu dan yang lain. Apakah hanya berbeda nama, atau apakah fasilitas yang didapatkannya juga akan berbeda?

Mari kita simak pembahasannya:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Definisi Jaminan Kesehatan

Sebelum mengetahui hubungan antara satu jaminan kesehatan dengan jaminan kesehatan lainnya, ada baiknya Anda mengetahui lebih dulu apa definisi dari masing-masing jaminan kesehatan tersebut.

 

#1 JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)

JKN adalah jaminan kesehatan yang ada pada masa pemerintahan presiden SBY. Dengan jaminan kesehatan ini, pemerintah berharap agar seluruh warga Indonesia bisa mendapatkan jaminan hidup yang sehat, sejahtera, juga produktif.

 

#2 BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial)

Nama BPJS mungkin sudah tidak asing lagi dan sudah sering disebutkan. BPJS ini sebenarnya merupakan badan penyelenggara jaminan sosial dari JKN yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2014. Ada dua jenis BPJS yang bisa Anda manfaatkan yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Keanggotaan BPJS Kesehatan ini bersifat wajib bagi seluruh warga Indonesia. Dan sebagai anggota BPJS Kesehatan, Anda diwajibkan membayar iuran dalam jumlah yang sudah ditentukan.

3-Cara-Cek-Tagihan-BPJS Kesehatan-1-Finansialku

[Baca Juga: Apa Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan Untuk Karyawan Kontrak?]

 

Akan tetapi, pemerintah juga memberikan fasilitas bagi mereka yang berasal dari kalangan miskin dan kurang mampu untuk menerima pelayanan BPJS Kesehatan tanpa harus membayar iuran. Para peserta ini disebut sebagai Peserta BPJS PBI (Peserta Bantuan Iuran) dan anggotanya adalah warga Indonesia yang sebelumnya telah memiliki KIS, Jamkesda, Jamkesmas, dan KJS.

 

#3 KIS (Kartu Indonesia Sehat)

Kartu Indonesia Sehat diluncurkan pada masa pemerintahan Jokowi yang sebenarnya tidak berbeda jauh dengan JKN pada pemerintahan SBY. Namun pada praktiknya, program KIS ini kurang berjalan baik.

Para penerima KIS adalah orang-orang dari kalangan miskin dan tidak mampu yang datanya diambil dari peserta BPJS PBI sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara data di BPJS Kesehatan dengan KIS.

 

#4 KJS (Kartu Jakarta Sehat)

Penerima Kartu Jakarta Sehat adalah warga miskin Jakarta yang sudah menjadi peserta Jamkesda, KJS, dan KIS.

Sama seperti KIS, data para penerima KJS juga diambil dari data peserta BPJS PBI. Sehingga antara data peserta BPJS PBI dengan penerima KJS tidak saling tumpang tindih.

Hubungan-Jamkesda,-Jamkesmas,-JKN,-KIS,-KJS-dan-BPJS-1-Finansialku

[Baca Juga: Setiap Peserta BPJS Kesehatan Perlu Mengetahui Sistem Rujukan BPJS Kesehatan]

 

#5 Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah)

Jamkesmas dan Jamkesda ini merupakan jaminan kesehatan yang sama-sama diperuntukkan bagi warga miskin. Namun, ruang lingkup penerima Jamkesmas dengan Jamkesda berbeda. Jamkesmas memiliki ruang lingkup yang lebih luas dari Jamkesda.

Sesuai namanya, Jamkesda ini diberikan kepada warga miskin oleh pemerintah daerah suatu kabupaten atau provinsi. Para penerima Jamkesda umumnya adalah orang-orang yang belum menerima manfaat Jamkesmas. Karena itu, penerima manfaat Jamkesmas dan Jamkesda pada umumnya merupakan orang yang berbeda.

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Emas untuk Pemula

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook Sekarang

 

Persamaan dan Perbedaan Antar Jaminan Kesehatan

Setelah mengetahui jenis-jenis jaminan kesehatan di Indonesia, mungkin Anda bertanya-tanya, “apa perbedaan antara satu jaminan kesehatan dengan jaminan kesehatan lainnya?”

Meskipun secara tujuan sama, namun tetap saja ada perbedaan antara satu jaminan kesehatan dengan jaminan kesehatan lainnya.

Dapat dilihat dari sisi penerima manfaat, KIS, Jamkesmas, dan Jamkesda diperuntukkan oleh masyarakat miskin dan tidak mampu. Sedangkan untuk BPJS Kesehatan, penerimanya bisa dari seluruh masyarakat Indonesia.

 

Sistem-Rujukan-BPJS-Kesehatan-01-Finansialku

[Baca Juga: Alasan Inilah Yang Menyebabkan BPJS Ketenagakerjaan Dibutuhkan]

 

Meskipun manfaat BPJS Kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, tetapi agar penerima manfaat bisa lebih tepat sasaran, maka BPJS Kesehatan menerapkan iuran bulanan peserta yang bisa disesuaikan dengan kemampuan peserta.

Sementara, para penerima manfaat BPJS Kesehatan dari kalangan miskin dan tidak mampu tetap bisa mendapatkan manfaat BPJS tanpa harus membayar iuran. Yaitu dengan tergabung sebagai peserta BPJS PBI.

Sedikit berbeda dengan jaminan kesehatan lainnya, JKN diperuntukkan oleh masyarakat mampu dan non PBI. Penerima JKN ini juga bisa mendapatkan pelayanan medis perorangan. Mulai dari pelayanan medis promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif kecuali untuk beberapa penyakit tertentu yang tidak ter-cover oleh JKN.

 

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Hubungan Antarjaminan Kesehatan

Setelah mengetahui definisi juga perbedaan dan persamaan antara satu jaminan kesehatan dengan jaminan kesehatan lainnya, yang jadi pertanyaan adalah apakah setiap jaminan kesehatan itu saling berhubungan? Dan apakah jaminan kesehatan yang telah Anda miliki masih berlaku atau tidak?

Meskipun memiliki nama yang berbeda-beda, setiap produk jaminan kesehatan ini memiliki fungsi yang kurang lebih sama. Yaitu untuk memberikan manfaat kesehatan yang terjangkau kepada seluruh masyarakat.

Anda yang tergabung sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan juga secara otomatis menjadi peserta JKN dan berhak mendapatkan manfaat jaminan kesehatan, sosial, dan juga ekonomi.

Sedangkan program jaminan kesehatan KIS, KJS, Jamkesmas, dan Jamkesda disasar untuk masyarakat miskin dan kurang mampu. Akan tetapi, sejak hadirnya BPJS Kesehatan, para penerima manfaat program jaminan kesehatan tersebut tergabung dalam peserta BPJS Kesehatan PBI.

Karena itu, jika saat ini Anda telah memiliki keanggotaan KIS, KJS, Jamkesmas, dan Jamkesda, keanggotaan Anda tetap berlaku hingga saat ini. Dan Anda tetap dapat menerima manfaat yang sama namun dengan nama yang berbeda saja.

Cara-Praktis-Registrasi-BPJS-Kesehatan-Online-Tahun-2018-2-Finansialku

[Baca Juga: Bulan Depan, BPJS Kesehatan Berlakukan Verifikasi Digital Klaim]

 

Lalu ruang lingkup penerima BPJS Kesehatan juga lebih diperluas oleh pemerintah, sehingga seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan manfaat jaminan kesehatan ini. Dan bahkan diwajibkan untuk memiliki BPJS Kesehatan ini.

Proses pendaftaran untuk bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan juga cukup mudah. Dan setelah terdaftar sebagai peserta, Anda diharuskan membayar iuran setiap bulannya sesuai dengan kelas pelayanan yang Anda inginkan. Konsep ini sedikit mirip dengan sistem asuransi kesehatan, tapi dengan biaya iuran yang lebih terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Para peserta BPJS PBI juga bisa mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS Kesehatan secara mandiri dan menyesuaikan iuran dengan kelas yang diinginkan dan kemampuannya dalam membayar.

 

Manfaatkan Jaminan Sosial Pemerintah

Itulah hubungan antara Jamkesda, Jamkesmas, JKN, KJS, dan BPJS yang perlu Anda tahu. Apakah Anda telah memiliki salah satu dari produk jaminan kesehatan tersebut?

Anda juga bisa membagikan pengalaman Anda pada saat menggunakan layanan jaminan kesehatan dari pemerintah. Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar untuk berbagi kepada pembaca lainnya.

 

Jika menurut Anda artikel ini membantu, Anda dapat membagikan artikel ini kepada saudara atau kerabat Anda agar mereka juga mengetahui hubungan antara Jamkesda, Jamkesmas, JKN, dan KIS. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Rizqia Khoirunisa. Memahami Hubungan JKN, KIS, KJS, BPJS, JAMKESMAS dan JAMKESDA. Pasienbpjs.com – https://goo.gl/1PUkSy

 

Sumber Gambar:

  • KJS – https://goo.gl/nLdgQM
  • Sistem Jaminan Sosial Nasional – https://goo.gl/i9wFjk