Mengatur keuangan rumah tangga saja sudah susah, bagaimana cara agar tetap bisa membiayai orangtua?

Sebagian orang beruntung memiliki mertua atau orangtua yang mapan, namun sebagian sisanya justru harus membiayai orangtuanya.

Sebagai anak yang berbakti, memang itu menjadi tanggung jawab kita. Namun, cari tahu jurus mengatur keuangannya agar semuanya bisa terpenuhi!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Tanggung Jawab Seorang Anak

Baru saja kemarin saya bercakap-cakap dengan teman kuliah. Dirinya bercerita bahwa setelah menikah, mereka harus tetap membiayai orangtuanya yang sudah pensiun kerja.

Saya kemudian bertanya bagaimana caranya bisa membiayai orangtua di era serba sulit ini.

Teman saya bilang, hal paling utama adalah melakukannya dengan tulus. Dirinya berkata bahwa itu sudah menjadi tanggung jawabnya.

Saat kecil orangtua kita membesarkan kita tanpa pamrih, masa kita mau ingkar membiayai orangtua saat mereka sudah tidak mampu bekerja lagi?

Saya sendiri bersyukur orangtua dan mertua saya sama-sama masih berbisnis dan bisa memenuhi seluruh kebutuhannya. Mereka tidak pernah sekali pun meminta bantuan kami.

Namun di sini saya berpikir, keadaan ini juga tidak abadi. Suatu saat mereka akan pensiun dan sudah tanggung jawab sayalah sebagai anaknya untuk membiayai mereka kelak.

Tentunya, saya tidak ingin suatu hari nanti masalah ini menjadi konflik dalam rumah tangga. Terlebih masalah finansial merupakan sebuah hal yang sangat sensitif bukan?

Alhasil saya bertanya panjang lebar kepada teman saya ini, bagaimana tips-tipsnya untuk mengatur keuangan rumah tangga sambil tetap bisa membiayai orangtua.

Pilih-Hidup-Berumah-Tangga-dengan-Mertua-1-Finansialku

[Baca Juga: Ibu Muda Kenali dan Praktikkan Cara Merencanakan Keuangan Berikut Ini]

 

Dirinya pun tidak segan membagikan beberapa jurus ampuh yang selama ini dilakukannya.

Nah, saya pun bersyukur bisa memperoleh informasi tersebut dan berniat membagikannya kepada Anda sekalian. Tanpa panjang lebar lagi, berikut jurus mengatur keuangan rumah tangga saat masih membiayai orangtua:

 

#1 Belajar Saling Bertoleransi

Namanya berkeluarga, tentu ada perbedaan yang muncul. Anda dan pasangan dibesarkan dengan cara yang berbeda, sehingga tidak mungkin untuk menyamakan semuanya tanpa adanya konflik atau perdebatan.

Termasuk soal uang, di mana pengaturan keuangan rumah tangga saja pasti menimbulkan perdebatan antara Anda dan pasangan, apalagi kalau Anda harus membiayai orang tua?

Di sinilah pentingnya belajar bertoleransi. Teman saya bahkan berkata, Anda harus bisa berbicara berdua dan mengambil keputusan tengah yang adil bagi kedua belah pihak.

Dengan demikian, tidak ada rasa iri atau kesal akan keputusan pihak lawan.

Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Pasangan, Khususnya Masalah Keuangan 02 Finansialku

[Baca Juga: Kredit Rumah: Kalkulator KPR, Contoh Produk dan Cara Cepat Lunasi KPR]

 

Jadi, luangkan waktu untuk membicarakan masalah biaya ini, berapa besarnya dan bagaimana kemampuan finansial Anda.

Berikan proposal keuangan singkat yang menjabarkan bagaimana biaya ini tidak akan menganggu kebutuhan rumah tangga lainnya.

 

#2 Bersikap Lebih Terbuka

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa dalam pernikahan banyak hal yang disembunyikan dari pasangan, bahkan terkadang terpaksa berbohong dengan alasan demi kebaikan.

Forbes.com dan situs-situs lain seperti Time merilis persentase kebohongan apa yang sering dilakukan pasangan dalam rumah tangga, dan salah satunya adalah soal keuangan.

Banyak pasangan yang tertutup soal keuangannya karena merasa hal ini masih tabu dan memiliki potensi konflik yang besar.

Paula Levy, seorang terapis pernikahan dan keluarga di Westport, Amerika Serikat, mengungkapkan:

“Kami intim dalam berbagai hal bahkan sejak belum menikah, namun soal uang tetap tidak pernah dibicarakan. Itulah masalah kami.”

 

Tidak percaya, coba deh simak artikel berikut ini: Meski Sudah 15 Tahun Menikah, Jangan Sekali-kali Berbuat Kebohongan Finansial Ini! Bahaya!

Menurut saya, sangat disarankan untuk selalu terbuka dengan pasangan, termasuk soal keuangan. Saling terbuka memungkinkan pertukaran pikiran, di mana 2 kepala selalu lebih baik dari 1.

 

#3 Mencari Sumber Pemasukan Tambahan

Inilah poin terpenting menurut saya, di mana teman saya pun mengungkapkan bahwa salah satu kuncinya adalah mencari pemasukan tambahan.

Dirinya bercerita bahwa segala upaya penghematan sudah dicoba, namun berujung kesulitan finansial. Meski tidak parah, dirinya berkata hal ini sangat mengganggu suaminya sehingga kerap menyalahkan keadaan.

Dari sinilah teman saya sadar bahwa saat berhemat sudah bukan lagi solusi, artinya perlu solusi alternatif.

Ini Jurus Mengatur Keuangan Rumah Tangga Saat Masih Membiayai Orangtua 02 Finansialku

 [Baca Juga: Ini Pertimbangan Mengapa Banyak Orang Lebih Memilih Sewa Rumah Daripada Beli Rumah]

 

Tentunya pemasukan tambahan adalah satu-satunya hal yang terpikir saat berhemat sudah tidak bisa dipaksakan lagi.

Alhasil dirinya membuka online shop kecil-kecilan dengan menjadi dropshipper, sehingga tidak diperlukan modal besar. Lumayanlah dirinya bisa memperoleh tambahan 1 hingga 2 juta per bulan.

Pada akhirnya, pemasukan tambahan ini cukup untuk membantu biaya orangtuanya, sehingga keuangan keluarganya pun membaik.

 

#4 Buat Anggaran Keuangan

Pada umumnya, keuangan dalam rumah tangga akan banyak berubah dari keuangan pribadi Anda.

Dalam rumah tangga, tantangan keuangan baru muncul, di mana kontrol keuangan bukan lagi sepenuhnya milik Anda, tetapi milik Anda dan pasangan. Selain itu, tentunya tanggung jawab juga semakin besar setelah berkeluarga.

Apalagi jika Anda memutuskan untuk membiayai orangtua, tentunya makin banyak biaya dan tanggung jawab yang harus dipikul.

Agar pengaturan keuangan dalam keluarga teralokasikan dengan baik, dibutuhkan sebuah anggaran yang mengatur prioritas dan alokasi kebutuhan.

Cobalah diskusikan matang-matang apa prioritas Anda dan pasangan secara finansial, dan buatlah anggaran yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Pengeluaran Anda secara otomatis akan lebih dimanfaatkan pada hal-hal yang bernilai.

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Jika Anda kebingungan dengan cara membuat anggaran yang baik, aplikasi Finansialku menyediakan fitur pembuatan anggaran bagi Anda.

Fitur ini sangatlah mudah dan praktis, sehingga dapat memudahkan Anda mengatur anggaran setiap bulannya.

Dengan demikian, Anda sudah selangkah lebih dekat untuk memperbaiki pengaturan keuangan dan menabung pada usia 30-an.

Jika Anda pengguna baru silakan daftar di sini. Aplikasi Finansialku juga dapat Anda download di Google Play Store.

Anda juga bisa mempelajari kiat mengatur keuangan yang tepat supaya Anda bisa mencapai segala tujuan keuangan Anda lewat ebook di bawah ini!

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

#5 Bekerja Sama dalam Perekonomian Rumah Tangga

Masalah ekonomi bisa muncul dalam sebuah rumah tangga, baik dengan membiayai orangtua ataupun tidak.

Nah, meski pasangan sudah bisa memenuhi kebutuhan keluarga sepenuhnya, tidak ada salahnya untuk ikut membantu pasangan demi perekonomian yang lebih baik.

Anda dan pasangan perlu berbincang-bincang dan menyelaraskan perencanaan keuangan sehingga hal ini tidak menimbulkan masalah rumah tangga.

Dengan demikian, Anda tidak akan dinilai sebagai benalu yang hanya menghabiskan uang pasangan tanpa membantu sama sekali.

 

#6 Membeli Asuransi untuk Orangtua

Langkah penting selanjutnya saat Anda bertanggung jawab tas kehidupan orangtua adalah dengan mulai menyediakan asuransi.

Saat ini Anda bukanlah seorang yang masih single, dengan kata lain Anda kini memiliki tanggungan yaitu orangtua Anda serta keluarga.

Coba Anda bayangkan jika suatu hari orangtua sakit parah, siapa yang akan membayar biaya pengobatannya? Jika Anda menggunakan uang keluarga, siapa yang nanti membantu keuangan keluarga Anda?

Pilih Jenis Asuransi Jiwa Sesuai Dengan Kebutuhan Anda - Finansialku 01

[Baca Juga: Slide Perencanaan Keuangan: Rencana Keuangan Sebagai GPS untuk Masa Depan dan Tujuan Keuangan Anda]

 

Tentunya Anda tidak ingin membebani keluarga jika terjadi sesuatu yang tidak terduga bukan? Asuransi memberi ketenangan bagi Anda jika sewaktu-waktu hal tersebut terjadi.

Jadi, saat orangtua sakit, Anda sudah siap menghadapinya tanpa harus mengorbankan keuangan keluarga Anda sendiri. Hal ini juga tentunya akan meminimalkan konflik keuangan dalam keluarga Anda.

Jika Anda masih bingung dalam memilih jenis asuransi dan cakupan polis yang sesuai, Anda bisa meminta bantuan perencana keuangan seperti Finansialku lho!

Konsultasikan kebutuhan asuransi Anda dengan menghubungi Finansialku sekarang juga:

 

#7 Memiliki Dana Darurat (Emergency Fund)

Sudahkah Anda memiliki dana darurat? Atau bahkan Anda belum tahu apa itu dana darurat?

Dana darurat merupakan dana terpisah yang perlu disiapkan untuk menghadapi berbagai keadaan darurat, seperti terjadinya PHK, kebutuhan biaya karena sakit sehingga Anda tidak dapat bekerja, biaya untuk kecelakaan, dan kejadian tak terduga lainnya.

Lalu, berapa besar dana darurat yang perlu Anda siapkan saat baru memulai kehidupan rumah tangga?

Bagaimana-Cara-Memprioritaskan-Dana-Darurat-1-Finansialku

[Baca Juga: Apakah Anda Mengajukan Utang Untuk 4 Pengeluaran Ini? Celaka Kalau Anda Pakai Hutang untuk Alasan Nomor 3]

 

Adapun besaran dana darurat yang disarankan adalah sebagai berikut:

  • Jika Anda masihsingle, maka sediakan dana darurat 6 kali pengeluaran bulanan.
  • Jika Anda telah berkeluarga atau telah berkeluarga dengan satu anak, minimal 9 kali pengeluaran bulanan.
  • Jika Anda telah berkeluarga dengan dua anak atau lebih, maka sebaiknya sediakan dana darurat 12 kali pengeluaran bulanan.

 

Jika Anda memiliki tanggungan lain (orangtua) tentunya biaya ini harus lebih besar lagi.

Dengan demikian, saat cakupan polis asuransi tidak memadai, Anda tidak perlu berutang kesana kesini.

Nah, jika Anda sudah menyadari pentingnya dana darurat, mulailah mempersiapkannya!

 

Iklan Banner Perencanaan Dana Membeli Rumah - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

#8 Meminta Pengertian Orangtua

Seperti telah disebutkan sebelumnya, saya beruntung memiliki orangtua yang tidak pernah meminta bantuan keuangan sedikit pun dari kami.

Namun, saya yakin, setiap orangtua sebenarnya tidak menginginkan bantuan dari anaknya kecuali terpaksa.

Setiap orangtua seumur hidupnya mengupayakan yang terbaik bagi anak-anaknya. Tentu mereka sebisa mungkin tidak ingin membebani anak-anaknya. Namun memang kadang keadaanlah yang memaksa mereka memohon bantuan dari anaknya ini.

Nah, apabila Anda memang sedang kesulitan finansial, tidak ada salahnya meminta pengertian orangtua. Tentunya orangtua pun tidak akan marah jika Anda memberikan lebih sedikit dari seharusnya pada waktu-waktu tertentu.

Teman saya pun berkata bahwa orangtuanya bersyukur, tidak peduli seberapa banyak yang teman saya berikan pada mereka.

 

#9 Menghargai Mertua Layaknya Orangtua Sendiri

Meski Anda baru berumah tangga, Anda harus belajar adil pada mertua layaknya orangtua sendiri. Karena dengan cara inilah pasangan Anda juga bisa menghargai mertuanya (orangtua Anda).

Menurut saya, bukan hanya dari segi finansial, seorang menantu harus belajar menghormati mertuanya. Dengan begitu, saat mereka membutuhkan bantuan, Anda bisa menolong dengan senang hati.

Hal ini berlaku timbal balik, di mana pasangan Anda juga akan belajar untuk memperlakukan orangtua Anda dengan baik pula.

Jika demikian, saat Anda atau pasangan harus membiayai orangtua, hal ini tidak akan menjadi masalah yang menimbulkan perdebatan atau konflik dalam rumah tangga.

 

Kasih Orangtua Sepanjang Masa

Jika Anda masih ragu membiayai orangtua, izinkan saya memberikan sebuah pencerahan:

Orangtua kita melahirkan dan membesarkan kita dengan cara terbaik yang mampu mereka lakukan.

Mereka juga tidak pernah meminta seluruh biaya hidup kita untuk dikembalikan, mereka juga tidak pernah menyalahkan kita yang telah menghabiskan sebagian besar tabungan seumur hidup mereka.

Mereka saja bisa melakukan itu demi kita, mengapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama dengan mereka di saat mereka sudah tidak mampu menghasilkan uang seperti dulu?

Hidup manusia layaknya roda yang berputar, ada kalanya kita yang menerima kebaikan dari orangtua kita. Ada waktunya juga kita mengembalikan kebaikan mereka baik dalam bentuk kasih sayang maupun uang.

 

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Diskusikan Baik-baik dan Saling Pengertian

Walaupun Anda memutuskan untuk berbakti pada orangtua di masa tuanya, jangan sampai kehidupan berkeluarga Anda hancur.

Untuk itu, Anda dan pasangan harus bisa bekerja sama agar hal ini tidak menjadi masalah sensitif yang terus menerus menimbulkan permasalahan dalam rumah tangga.

Bagaimana menurut Anda?

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang kesulitan menjalani rumah tangga sambil harus membiayai orangtua.

Jika Anda merasakan manfaatnya, jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat yang juga menghadapi masalah yang sama.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai jurus mengatur keuangan rumah tangga saat masih membiayai orang tua lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Swara Tunaiku. Rabu 25 Oktober 2017. 5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Saat Masih Membiayai Orang Tua. Kumparan.com – https://goo.gl/C7xmHe

 

Sumber Gambar:

  • Orang tua – https://goo.gl/zYa67j
  • Anak dan orang tua – https://goo.gl/jCxFam