Apakah Kanker Kulit Melanoma Bisa Dicover BPJS Kesehatan?

Apakah kanker kulit melanoma bisa dicover BPJS Kesehatan?

Beberapa waktu lalu kabar duka menyelimuti keluarga salah satu politisi Indonesia. Salah satu menantu Hatta Rajasa meninggal dunia karena mengidap penyakit kanker melanoma.

Apakah pengobatan kanker melanoma bisa dicover BPJS Kesehatan? Simak penjelasan artikel Finansialku berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Kanker Melanoma Bisa Dicover BPJS Kesehatan?

Kabar duka datang dari keluarga Hatta Rajasa. Menantunya sekaligus istri Rasyid (Anak Hatta Rajasa) yakni Adara Taista meninggal dunia pada usia 27 tahun. Adara meninggal dunia di Rumah Sakit Moriyama Memorial Tokyo pada pukul 11.38 WIB.

Adara meninggal dunia karena mengidap penyakit kanker melanoma, salah satu kanker kulit yang tidak terlalu nampak pada bagian luar, karena cenderung menyerang bagian kulit lapisan dalam.

Istilah kanker melanoma belum terlalu familiar di telinga masyarakat Indonesia, lalu apakah kanker jenis ini biayanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan?

Mengutip dari Tribunnews.com, BPJS Kesehatan akan menanggung semua pengobatan untuk penderita kanker peserta BPJS Kesehatan.

Hal ini sempat diungkapkan oleh Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik, BPJS Kesehatan, Yosefina KSY Kadju.

“BPJS Kesehatan membiayai penuh penderita kanker, termasuk pasien yang harus kemoterapi. Tidak ada selisih biaya yang dibebankan kepada pasien. Jika dibebankan biaya, maka bisa disampaikan kepada petugas BPJS Kesehatan dan akan diganti.”

 

Jadi, jika merujuk pada pernyataan diatas, selagi ada obatnya, BPJS akan mengcover semua pembiayaan pengobatan kanker.

Disisi lain YKI (Yayasan Kanker Indonesia) mengatakan jika ada pasien pengidap kanker yang tidak bisa memperoleh jaminan dalam pengobatan kankernya YKI siap membantu.

Apakah Kanker Kulit Melanoma Bisa Dicover BPJS Kesehatan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Praktis Registrasi BPJS Kesehatan Online Tahun 2018]

 

Seperti dilansir oleh Detik.com, untuk pasien kanker yang tidak bisa memperoleh bantuan medis yang dibutuhkan, YKI siap membantu lewat Patient Assistance Program (PAP).

PAP yang diprakarsai oleh YKI ini merupakan sebuah program pengadaan bantuan bagi pasien kanker berupa bantuan dana, moril, dan program lainnya.

Kendati demikian kanker melanoma yang menimpa Adara Taista ini belum ditemukan obatnya. Hatta Rajasa pun berharap suatu saat dunia kedokteran mampu menemukan obat untuk penyakit tersebut.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin (21/5/18), Hatta Rajasa mengungkapkan:

“Saya mohon kawan-kawan doakan ya, agar bangsa kita dan seluruh kegiatan untuk kemanusiaan untuk melakukan riset-riset yang bisa mengatasi melanoma seperti itu. Kami sudah berobat di Indonesia, Singapura, terakhir di Jepang. Memang belum ditemukan (obatnya). Tapi ini semua takdir Allah. Obat itu perantara, tapi yang berkehendak Allah.”

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Pengobatan Kanker Kulit Melanoma

Meskipun dalam kasus Adara Taista tidak menemukan obatnya, setidaknya kanker melanoma bisa diperiksa dan dicegah sejak dini.

Pencegahan dan pengobatan melanoma sangat tergantung pada kondisi individu yang akan dirawat dan jenis kanker yang diderita. Penanganan utama dalam mengatasi melanoma adalah melalui operasi.

Selain kondisi dan jenis kanker, pengobatannya sangat tergantung kepada stadium melanoma yang derita. Sistem stadium digunakan oleh tenaga medis profesional untuk menjelaskan seberapa jauh perkembangan dan penyebaran melanoma baik di dalam kulit maupun ke organ tubuh lainnya.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Urutan Stadium Melanoma

  • Stadium 0: melanoma berada di permukaan kulit.
  • Stadium 1A: ketebalan melanoma kurang dari 1 mm.
  • Stadium 1B: ketebalan melanoma 1-2 mm atau kurang dari 1 mm tapi dengan kerusakan atau luka pada permukaan kulit.
  • Stadium 2A: ketebalan melanoma 2-4 mm atau 1-2 mm tapi dengan kerusakan atau luka pada permukaan kulit.
  • Stadium 2B: ketebalan melanoma lebih dari 4 mm atau 2-4 mm dengan permukaan kulit yang rusak.
  • Stadium 2C: ketebalan melanoma lebih dari 4 mm dan permukaan kulit rusak.
  • Stadium 3A: melanoma sudah menyebar ke satu hingga tiga nodus limfa terdekat, tapi nodus tidak membengkak. Pada stadium ini tidak ada kerusakan kulit dan belum menyebar lebih jauh.
  • Stadium 3B: Permukaan kulit melanoma telah alami kerusakan dan melanoma telah menyebar ke satu hingga tiga nodus limfa, tapi tidak membesar. Atau, permukaan kulit melanoma tidak mengalami kerusakan dan menyebar ke satu hingga tiga nodus limfa dan nodus sudah membesar. Atau melanoma sudah menyebar ke wilayah kecil kulit atau saluran limfatik, tapi tidak ke nodus limfa.
  • Stadium 3C: permukaan kulit melanoma mengalami kerusakan dan sudah menyebar ke satu hingga tiga nodus limfa dan membesar. Atau melanoma menyebar ke empat atau lebih nodus limfa.
  • Stadium 4: Sel-sel melanoma sudah menyebar ke wilayah lain dari tubuh seperti paru-paru, otak, dan bagian lain dari kulit.

 

Apakah Biaya Pengobatan Kanker Ditanggung Oleh Perusahaan Asuransi Sepenuhnya 02 - Finansialku

[Baca Juga: Jangan Salah! Ini Dia Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan]

 

Penanganan Melanoma

Berikut ini adalah penanganan kanker melanoma disesuaikan dengan tingkat keparahannya, yaitu:

 

Stadium 1 Kanker Kulit Melanoma

Untuk menangani melanoma stadium 1, dokter bedah plastik akan melakukan operasi untuk mengangkat sel-sel melanoma dan sebagian kecil kulit di daerah sekitarnya.

 

Stadium 2 dan 3 Kanker Kulit Melanoma

Penanganan yang dilakukan sama seperti pada stadium 1, yaitu daerah yang terinfeksi melanoma akan diangkat dan jika perlu dilakukan operasi pencangkokan kulit.

Jika melanoma sudah menyebar ke nodus limfa terdekat, Anda mungkin perlu operasi lanjutan untuk mengangkatnya. Pembiusan total harus dilakukan untuk operasi ini.

 

Stadium 4 Kanker Kulit Melanoma

Melanoma stadium 4 sebagai tahap yang terparah bisa dibagi menjadi dua kondisi:

Melanoma sudah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis) saat pertama didiagnosis. Melanoma muncul lagi di bagian lain dari tubuh Anda setelah pengobatan sebelumnya.

Pada dua kondisi di atas, kemungkinan besar tidak bisa disembuhkan. Penanganan yang dilakukan hanya untuk memperlambat penyebaran kanker, mengurangi gejala yang dialami, dan memperpanjang masa hidup penderita.

Operasi pembedahan mungkin bisa dilakukan pada melanoma yang muncul jauh dari tempat sel-sel melanoma pertama muncul. Sedangkan untuk mengurangi efek dari gejala yang terjadi, beberapa penanganan yang bisa dilakukan adalah radioterapi dan konsumsi obat-obatan.

 

Cara Mendeteksi Kanker Melanoma

Setelah membaca artikel ini bisa jadi Anda merasa was-was, sebab melanoma ini kemunculannya tidak terlihat secara kasat mata.

Berikut adalah cara mendeteksi atau mendiagnosa kanker melanoma:

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#1 Biopsi

Awal diagnosa bisa dilihat dari tahi lalat yang mengalami perubahan bentuk atau warna, atau jika Anda mengalami banyak bermunculan benjolan baru pada kulit.

Jika ada periksakan hal tersebut ke dokter, sebagai tahap diagnosa awal. Jika dokter mencurigai tahi lalat yang diperiksa sebagai melanoma, Anda akan dirujuk menemui dokter spesialis kulit (dermatologi) atau dokter spesialis bedah plastik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah di dokter spesialis biasanya akan dilakukan proses biopsi. Seperti dilansir dari Alodokter.com, biopsi adalah sebuah operasi kecil untuk mengangkat tahi lalat yang kemungkinannya adalah melanoma untuk diteliti lebih lanjut dengan mikroskop.

Apakah Kartu BPJS Kesehatan Bisa Dipakai untuk Pelayanan Kesehatan Gigi 02 - Finansialku

[Baca Juga: Para Penderita Kanker Mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan]

 

Proses ini dilakukan untuk mengetahui apakah tahi lalat itu berupa kanker atau bukan.

Biopsi biasanya dilakukan dengan cara bius lokal. Area di sekitar tahi lalat akan dijadikan mati rasa (kebas) dan Anda tidak akan merasa sakit. Operasi secara lebih lanjut perlu dilakukan jika memang tahi lalat itu adalah kanker.

Pada kebanyakan kasus, operasi ini dilakukan untuk mengangkat bagian kulit yang terkena kanker dan ditangani oleh seorang dokter bedah plastik.

 

#2 Tes Lanjutan

Jika Anda masih merasa khawatir adanya penyebaran melanoma ke bagian tubuh lainnya, seperti ke tulang atau ke dalam sistem peredaran darah Anda. Tes-tes lain yang mungkin harus dilakukan antara lain:

  • Tes darah
  • Pencitraan sinar X
  • MRI Scan
  • CT Scan

 

Dari proses-proses ini biasanya akan terdeteksi jika terjadi penyebaran sel kanker melanoma.

 

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Bagaimana? Apa reaksi Anda setelah membaca artikel ini? Sebaiknya Anda perlu mencegah hal buruk terjadi. Ada pepatah lama mengatakan “Mencegah lebih baik daripada mengobati”

Anda perlu berkonsultasi kepada orang yang ahli di bidang tersebut, sehingga pencegahan lebih maksimal dapat Anda lakukan. Selain kanker melanoma, Anda juga bisa mengetahui penyakit apa saja yang dicover BPJS Kesehatan.

 

Terima kasih sudah membaca tulisan ini hingga selesai.

Apakah informasi dalam tulisan ini menambah wawasan dan berguna untuk Anda? Apakah ada teman-teman atau rekan Anda yang membutuhkan informasi ini juga?

Bantu sebarkan artikel ini untuk membantu mereka mendapatkan informasi ini ya.

 

Sumber Referensi:

  • Redaksi. Pengobatan Kanker Kulit Melanoma. Alodokter.com – https://goo.gl/9NFu7v
  • Redaksi. Diagnosis Kanker Kulit Melanoma. Alodokter.com – https://goo.gl/dxJDsL
  • Fajarina Nurin. 21 Mei 2018. Berobat hingga ke Jepang, Menantu Hatta Rajasa Tak Temukan Obat untuk Sakitnya. Liputan6.com – https://goo.gl/dLWYU7
  • Hermina Pello. 31 Oktober 2017. BPJS Kesehatan Tanggung Penuh Pengobatan Penyakit Kanker. Tribunnews.com – https://goo.gl/D8jPW6

 

Sumber Gambar:

  • Kanker Kulit Melanoma – https://goo.gl/XYS3Mx
  • Penyakit Kanker Kulit Melanoma – https://goo.gl/nEfufb
Summary
Apakah Kanker Kulit Melanoma Bisa Dicover BPJS Kesehatan?
Article Name
Apakah Kanker Kulit Melanoma Bisa Dicover BPJS Kesehatan?
Description
Apakah kanker kulit melanoma bisa dicover BPJS Kesehatan? Beberapa waktu lalu kabar duka menyelimuti keluarga salah satu politisi Indonesia.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Dendy Agustiyan
Dendy Agustiyan, S.I.Kom. Seorang digital marketer yang terus belajar untuk mengembangkan kemampuannya. Memiliki latar belakang pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia. Dengan pengalaman sebagai online marketing dan tele marketing.

Leave A Comment