Menyangkut derivatif, ada istilah kontrak berjangka dan kontrak fisik? Apa bedanya?  

Yuk cari tahu lebih dalam soal bedanya kontrak berjangka vs kontrak fisik dalam derivatif di artikel Finansialku satu ini.

 

Sponsored Article

ICDX Group PNG

 

Kontrak Berjangka vs Kontrak Fisik

Dalam artikel sebelumnya, Pahami Cara Kerja Derivatif Investasi Berbasis Kontrak, kita membahas soal derivatif sebagai suatu instrumen finansial yang nilainya berasal dan bergantung pada nilai dari aset (komoditi) yang mendasarinya.

Derivatif dipandang sebagai sebuah produk turunan dari komoditi yang menjadi acuan pokoknya.

Sebagai contoh, Anda pernah membeli logam mulia berupa emas. Nah, bisa saja Anda ditawarkan produk turunan dari emas, yaitu “kontrak perdagangan emas.”

Sederhananya, derivatif disini merupakan investasi yang berbasis kontrak perdagangan.

Expired Kontrak Berjangka 02 - Finansialku

[Baca Juga: 9 Tempat Terbaik Untuk Investasi Properti Di Dunia. Apakah Indonesia Termasuk?]

 

Dalam derivatif, umumnya terjadi jual beli dalam bentuk kontrak berjangka. Kontrak inilah yang mewajibkan terjadinya pertukaran uang, aset atau suatu nilai di masa tertentu yang akan datang antara pihak penjual dan pembeli.

Sementara itu, dalam komoditi pada umumnya dikenal yang disebut kontrak fisik.

Yang menjadi pertanyaan adalah apa bedanya kontrak berjangka dan kontrak fisik ini? Untuk bisa menjawabnya, yuk kita lihat definisi kedua kontrak tersebut:

  • Kontrak Fisik adalah sebuah kontrak terstandarisasi yang memberikan hak sekaligus kewajiban untuk membeli dan melakukan penyerahan sejumlah komoditi tertentu.
  • Kontrak Berjangka merupakan kontrak standar untuk membeli atau menjual komoditi dengan penyelesaian di waktu yang akan datang, sebagaimana ditetapkan di dalam kontrak yang diperdagangkan di Bursa Berjangka. Selama belum memasuki masa jatuh tempo, Kontrak Berjangka dapat dipindahtangankan atau ditransaksikan berulang kali diantara pelaku pasar. Hal ini membuat kontrak berjangka memiliki potensi likuiditas yang tinggi.

 

Jadi kesimpulannya, kontrak fisik adalah kontrak yang tidak dapat dipindahtangankan atau ditransaksikan dan memiliki potensi likuiditas yang rendah, sedangkan kontrak berjangka adalah kontrak yang dapat dipindahtangankan atau ditransaksikan (memiliki jangka waktu tertentu) dan memiliki potensi likuiditas yang tinggi.

Nah, sekarang Finansialku ingin membahas lebih dalam soal kontrak berjangka yang umum digunakan dalam derivatif. Yuk kita simak ulasan selanjutnya:

 

Kontrak Berjangka dan Jenisnya

Melihat definisi tersebut, kontrak berjangka, sebagai salah satu bentuk dari produk derivatif, memiliki penyelesaian jual beli di masa yang akan datang.

Selama belum memasuki masa jatuh tempo, kontrak berjangka dapat dipindahtangankan (ditransaksikan) berulang kali diantara para pelaku pasar.

Hal inilah yang membuat kontrak berjangka memiliki potensi likuiditas yang tinggi.

Mengenal Seluk Beluk Kontrak Serah Komoditas (Forward Contract) 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kenali Awal Mula dan Perkembangan Pasar Komoditi Di Indonesia]

 

Kontrak berjangka pun memiliki beberapa jenis berdasarkan penyelesaian transaksinya, yaitu sebagai berikut:

 

#1 Futures

Kontrak futures adalah kontrak yang memiliki waktu jatuh tempo kontrak dan biasanya penyelesaiannya dapat dilakukan dengan melakukan penyerahan fisik komoditi yang menjadi subyek kontrak.

 

#2 Kontrak Gulir

Kontrak gulir tidak memiliki waktu jatuh tempo.

Kontrak dapat diperdagangkan secara terus menerus menggunakan mekanisme roll-over, dimana posisi investor (pemilik kontrak) akan terus terbuka sampai ia mengambil posisi yang berkebalikkan.

Metode penyelesaian kontrak jenis ini biasanya dilakukan secara penyelesaian tunai.

 

#3 Kontrak Berkala

Kontrak berkala merupakan kontrak hybrid yang memberikan pilihan bagi pemegang kontrak untuk melakukan serah terima fisik pada saat jatuh tempo ataupun tetap menggulir kontrak.

Disamping kontrak berjangka, terdapat beberapa jenis kontrak derivatif lainnya yang dapat ditransaksikan, seperti:

 

1. Kontrak Forward

Suatu persetujuan antara dua belah pihak untuk menjual atau membeli suatu aset di suatu waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

2. Option

Kontrak yang memberikan hak untuk membeli atau menjual komoditi pada harga tertentu untuk kurun waktu yang ditentukan di masa depan.

 

3. Swap

Suatu persetujuan antara dua pihak untuk mempertukarkan “cash-flow” atas kepemilikan aset komoditi dalam kurun waktu tertentu.

 

Demikian pengertian mengenai kontrak berjangka dan kontrak fisik serta perbedaan yang mendasari keduanya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang mempelajari topik yang satu ini.

Apabila artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk share artikel ini kepada mereka yang juga membutuhkan informasi serupa. Terima kasih!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai kontrak berjangka vs kontrak fisik lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI EMAS BATANGAN/PERHIASAN Untuk PEMULA

6 Panduan Berinvestasi Emas Batangan/Perhiasan Untuk Pemula

 

Sumber Referensi:

  • ICDX Group. Perdagangan Komoditi di Bursa Berjangka I (Pemula)
  • Parta Ibeng. 16 Agustus 2020. Pengertian Derivatif, Transaksi, Alasan, Pelaku, Manfaat, dan Jenis. Pendidikan.co.id – https://bit.ly/307Ripx
  • Aulia Akbar. 30 Maret 2020. Apa Itu Derivatif dan Seperti Apa Cara Kerja Investasi Ini? Lifepal.co – https://bit.ly/2FVx8aH
  • Faisal Amir. 12 April 2020. Apa Itu Derivatif dan Seperti Apa Cara Kerja Investasi Ini? Rancah.com – https://bit.ly/3ksSvPK