Praktikkan Sekarang Juga! 9 Cara Mudah Orangtua Mengajarkan Anak tentang Uang

Apakah Anda sudah mengetahui pentingnya mengajarkan anak tentang uang?

Jika Anda berpikir uang hanyalah urusan orang dewasa, Anda salah. Nyatanya, menjadi kaya membutuhkan sebuah kebiasaan, dan kebiasaan tersebut sebaiknya dibiasakan sejak dini.

Moms, mari kita lihat bagaimana cara mudah orangtua untuk mengajarkan anak tentang uang ala Dave Ramsey.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Siapakah Dave Ramsey?

Siapakah Dave Ramsey? Mengapa Anda perlu mempraktikkan tips mencapai kebebasan dari Beliau?

David L. Ramsey III merupakan pria kelahiran 3 September 1960 yang sudah menjalani berbagai profesi seperti pebisnis, pembawa acara radio, penulis, dan motivator ternama.

25+ Kata-kata Motivasi Dave Ramsey, Seorang Ahli Perencana Keuangan Pribadi 03 - Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: Cara Terbaik Menyelesaikan Utang Kartu Kredit]

 

Bidang yang digelutinya adalah pendekatan terhadap keuangan pribadi dan rumah tangga termasuk manajemen utang.

Program radio Dave, The Dave Ramsey Show sudah disiarkan di lebih dari 500 stasiun radio di Amerika dan Kanada.

Selain menjadi pembawa acara, Dave juga mendirikan beberapa perusahaan. Berikut adalah perusahaan yang didirikannya:

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1992 ini kini telah berubah nama menjadi Ramsey Solutions.

Awalnya, perusahaan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam mengatur keuangan.

Kini perusahaan ini telah berkembang hingga memiliki 500 karyawan. 

Financial Peace University merupakan sebuah sarana bagi aktivitas dalam grup kecil seperti video teaching dan diskusi bersama berbasis kitab suci, sesuai dengan kepercayaan Ramsey.

Sesuai dengan namanya, EntreLeadership merupakan tanggung jawab pemilik bisnis sebagai wirausaha (entrepreneur) dan sebagai pemimpin (leader).

EntreLeadership adalah bisnis konferensi kecil yang merepresentasikan kunci utama Ramsey dalam mendirikan perusahaan tanpa utang.

Ramsey juga menerbitkan buku dengan judul yang sama (EntreLeadership) pada 2011 dan dinobatkan sebagai salah satu buku bestseller oleh New York Times hanya dalam semalam.

Merupakan perusahaan yang didirikan sebagai lanjutan dari Financial Peace University.

Aktivitas dalam The Legacy Journey berpusat pada pelatihan atas apa yang harus dilakukan setelah terbebas dari hutang dalam 7 minggu.

Layaknya Financial Peace University, The Legacy Journey juga menjadi sarana aktivitas dalam grup kecil seperti video teaching dan diskusi bersama berbasis kitab suci.

EveryDollar adalah aplikasi perencanaan keuangan yang diciptakan oleh Ramsey Solutions. Aplikasi ini tersedia bagi seluruh pengguna iOS dan Android.

 

Nah, penasaran dengan cara mengajarkan anak tentang uang ala Dave Ramsey?

Finansialku telah merangkumnya sebagai berikut ini.

 

Taman Kanak-kanak atau Sekolah Dasar

Setelah mengenal Dave Ramsey lebih jauh, kini saatnya Anda mempelajari cara mudah mengajarkan anak tentang uang.

Pendidikan keuangan ini bisa dimulai dari tahap pertama, yakni saat si buah hati berada di taman kanak-kanak atau sekolah dasar.

Tanpa panjang lebar lagi, berikut beberapa cara mengajarkan anak TK dan SD mengenai uang dari Dave Ramsey:

 

#1 Belajar Menabung di Celengan Transparan

Anak kecil umumnya tidak tahu bahwa dengan menabung uangnya akan menjadi berlipat ganda.

Biasanya, anak kecil menabung dengan tujuan tertentu, yaitu membeli barang yang diinginkannya.

Tapi bagaimana cara mendorong mereka agar terus menabung tanpa terus membelanjakannya?

Moms, Punya Anak Usia 10 Tahun Berikut 12 Cara Mendidik Anak tentang Uang yang Dapat Anda Praktikkan 02 - Finansialku

Baca Juga: Gila! Utang Uang Sekolah atau Student Loan di Amerika Mencapai US$1,3 Triliun. Kenapa Sekolah Aja Ngutang?]

 

Salah satu cara yang dapat Anda ajarkan adalah dengan memberi celengan yang memungkinkan mereka merasakan pencapaiannya secara visual.

Misalnya, dengan celengan transparan yang akan dengan jelas menunjukkan seberapa banyak uang yang telah ditabung.

Mereka akan melihat bagaimana uangnya tumbuh sehingga tidak akan mudah tergoda untuk membelanjakannya.

Anda juga bisa memberinya insentif atau reward seperti layaknya bunga bank.

Anda dapat memberi insentif berupa tambahan uang setiap kali ia menabung dengan jumlah tertentu.

Berikan insentif sesuai dengan uang yang ia tabung, sehingga ia akan lebih semangat untuk menabung dalam jumlah yang banyak.

 

#2 Jadilah Panutan yang Baik

Buah hati Anda merupakan sosok peniru, ia akan mencontoh sebagian besar perilaku Anda.

Dengan demikian, penting untuk memberikan contoh yang baik dalam mengelola uang.

Sebagai contoh, jika Anda menolak untuk membelikan barang yang diinginkannya karena sedang kekurangan uang, maka korbankan juga satu keinginan Anda.

Buah hati Anda akan lebih memahami bahwa memang tidak seluruh keinginan orang tuanya dapat terpenuhi, begitu juga dengan keinginannya.

Dengan begitu mereka juga akan terbiasa mencontoh perilaku baik dalam keuangan seperti yang orang tuanya lakukan dan menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruknya.

Praktikkan Sekarang Juga! 9 Cara Mudah Orangtua Mengajarkan Anak tentang Uang 02 - Finansialku

[Baca Juga: Berapa Biaya Pendidikan di International School dan Kuliah Luar Negeri? Ini Ilustrasi dan Contoh Perencanaan Keuangan]

 

#3 Mengajarkan Bahwa Setiap Benda Memiliki Nilai

Anak biasanya mengasumsikan bahwa benda atau barang yang dibutuhkannya dapat diperoleh secara gratis, karena setiap ia membutuhkannya, pastilah orang tua sudah menyediakannya.

Namun sebaiknya Anda memberi pengertian kepada buah hati Anda bahwa setiap benda memiliki nilai tertentu dan berapa nilainya.

Dengan demikian buah hati akan mengenal konsep nilai dan uang.

Sebagai contoh, ajaklah anak untuk membeli mainan dan beritahukan harga mainan tersebut.

Kemudian ajak si kecil untuk bersama-sama melakukan pembayaran ke kasir sesuai nilai mainan tersebut.

Sederhana sekali bukan? Hanya dalam beberapa menit saja sang buah hati belajar anak nilai sebuah barang.

 

Sekolah Menengah

Saat menginjak sekolah menengah, baik SMP dan SMA, anak tidak bisa dibilang anak kecil namun belum juga menjadi remaja.

Di sini pendidikan keuangan juga berbeda dengan saat TK dan SD.

Mereka sudah mulai mengerti mengenai konsep uang dan bagaimana manajemen keuangan namun belum begitu dalam.

Lalu bagaimana sebaiknya Anda mengajarkan anak tentang uang di masa tersebut? Yuk kita simak bersama pembahasannya:

 

#4 Mengajarkan Opportunity Cost

Menginjak masa transisi dari anak-anak ke remaja merupakan masa yang tepat untuk mengajarkan opportunity cost.

Dengan kata lain, mereka harus belajar menimbang dan mengambil keputusan antara dua atau lebih pilihan.

Di sini mereka juga belajar mengenai konsekuensi. Di mana satu aksi akan mengakibatkan sebuah konsekuensi lain.

Inilah Cara Memilih Asuransi Pendidikan Anak yang Tepat! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pelajaran Beharga! 6 Kesalahan Saat Meluasi Utang yang Dilakukan Kakek Fico]

 

Sebagai contoh, setiap buah hati Anda menginginkan banyak mainan, mintalah dirinya untuk memilih satu mainan saja.

Ucapkan hal berikut apabila dia memaksa, “Jika kamu membeli mainan A, maka tidak ada uang lagi untuk membeli mainan B. Demikian sebaliknya. Jadi pilihlah satu mainan yang benar-benar kamu inginkan.”

Dengan begitu, dirinya akan paham bahwa untuk memperoleh satu hal yang diinginkannya, dibutuhkan pengorbanan di sisi lain.

Dia juga belajar bahwa tidak semua keinginannya bisa terpenuhi dengan mudahnya seperti saat dirinya masih kecil.

 

#5 Berikan Insentif atau Reward, bukan Uang Saku

Anak remaja biasanya memiliki banyak keinginan, sehingga ia sulit membedakan kebutuhan dan keinginan.

Ini bisa menjadi kebiasaan buruk apabila Anda selalu memberi uang saku sebanyak yang dibutuhkannya.

Lama kelamaan anak bisa menjadi boros dan tidak tahu kapan harus berhenti menghabiskan uang.

Di sinilah peran Anda sebagai orang tua diuji, di mana Anda perlu membatasi memanjakannya agar dirinya bisa belajar akan konsep ini.

Bagaimana dengan Asuransi Pendidikan untuk Dana Pendidikan Jika Anak Meninggal 02 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Pendidikan Keuangan yang Harus Diajarkan Seorang Ibu Kepada Anaknya]

 

Contoh aplikasinya adalah dengan berhenti memberi uang saku secara cuma-cuma.

Ganti sistem dengan memberi uang atau insentif apabila mereka melakukan sesuatu sebagai gantinya, misalnya membersihkan rumah, atau apabila mereka bisa merapikan mainannya sendiri.

Dengan cara ini, mereka akan memahami bahwa uang tidak datang dengan sendirinya, namun harus ada usaha untuk memperolehnya.

Ini juga memperkenalkan konsep bekerja pada usia muda sebelum dirinya melangkah ke dunia kerja.

 

#6 Belajar Memberi

Saat mereka sudah mengerti akan konsep uang dan bagaimana mendapatkannya, maka kini saatnya Anda mengajarkan pentingnya donasi atau “memberi”.

Ajak mereka melihat betapa beruntungnya mereka dibandingkan anak-anak yang kurang mampu, dan ajarkan mereka untuk berbagi.

Mereka akan belajar bagaimana “memberi” bukan hanya mempengaruhi yang diberi, namun juga akan memberikan kebahagiaan berlimpah bagi mereka yang memberi.

Penting! Mengajarkan Keuangan dan Mengatur Keuangan Anak Remaja 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pendidikan Keuangan Sama Pentingnya dengan Pendidikan Formal]

 

Sebagai contoh, saat ia merengek untuk minta dibelikan sepatu baru, berilah penjelasan bahwa ia sudah memiliki banyak sepatu yang kondisinya masih bagus.

Jelaskan juga bahwa banyak anak-anak di luar sana yang tidak memiliki sepatu sama sekali.

Alih-alih membeli barang untuk diri sendiri, minta ia untuk menabung sejumlah uang di dalam celengan untuk kemudian didonasikan pada yang membutuhkan.

 

Remaja

Setelah melewati masa transisi, kini mereka telah memasuki masa remajanya.

Lagi-lagi pendidikan keuangan yang diberikan akan jauh berbeda, yaitu:

 

#7 Belajar Bertanggung Jawab dengan Membuka Tabungan Sendiri

Jika Anda sudah mengajarkan konsep menabung dan anak sudah memahami dan mengaplikasikannya dengan baik, maka Anda dapat mencoba hal baru yaitu membukakan tabungan miliknya sendiri.

Hal ini akan mengajarkannya untuk belajar bertanggung jawab atas uang yang dimilikinya, bagaimana cara menggunakannya secara bijak dan mengatur keuangannya.

Metode ini akan mempersiapkannya untuk memasuki masa dewasa dimana mereka bertanggung jawab akan dirinya sendiri.

 

#8 Mencari Kerja

Anak kecil mendapatkan uang dari ayah ibunya, sehingga seringkali mereka tidak paham bahwa untuk menghasilkan uang dibutuhkan pekerjaan atau usaha.

Mereka mungkin tidak tahu jika ayah ibunya juga bekerja atau berbisnis untuk menghasilkan uang.

Ajarkanlah bahwa uang tidak jatuh dari langit, dan ajak anak Anda untuk mencari kerja untuk memahami konsep ini.

Dengan bekerja, mereka akan tahu bahwa kerja merupakan cara yang baik untuk menghasilkan uang.

 

#9 Beritahu Bahayanya Kartu Kredit

Begitu menginjak usia 17 tahun, akan banyak tawaran kartu kredit yang mengejar-ngejar buah hati Anda.

Jika Anda tidak ingin dirinya terlilit dalam utang, ini saat yang baik untuk mengajarkan bahayanya utang dan kredit apabila tidak dikelola dengan baik.

Pelajaran ini akan sangat berperan penting dengan bagaimana kondisi keuangannya saat ia dewasa nanti.

Dengan memahami konsep kredit, bunga, dan penalty, anak akan belajar mengelola kartu kreditnya dengan baik agar terhindar dari utang.

Mitos Kartu Kredit Bagi Ibu Rumah Tangga, Ketahuilah! - Finansialku

[Baca Juga: 10 Kesalahan Perencanaan Dana Pendidikan yang Dilakukan Oleh Orangtua]

 

Pentingnya Pendidikan Keuangan Dini

Jangan pernah beranggapan bahwa uang adalah urusan orang dewasa saja.

Penting bagi para orang tua untuk mempersiapkan masa dewasa dan masa depan anak dengan mengajarkannya konsep-konsep dasar keuangan.

Pendidikan ini akan sangat bermanfaat di saat ia mulai menginjak dunia bisnis atau pekerjaan setelah lulus kuliah nanti.

Didik dan biasakanlah dari sekarang agar membentuk kebiasaan keuangan yang baik.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai cara mudah orang tua mengajarkan anak tentang uang lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Dave Ramsey. BUDGET: 9 Ways to Teach Your Kids About Money. Daveramsey.com – https://goo.gl/jM7VDN

 

Sumber Gambar:

  • Mengajarkan Anak Tentang Uang – https://goo.gl/SLpPNa
  • Mengajarkan Uang – https://goo.gl/etVkUo

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

By | 2017-12-15T23:39:00+00:00 December 16th, 2017|Categories: Keluarga, Keuangan|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment