Setiap aset akan mengalami penyusutan atau penurunan nilai setiap tahunnya. Sudahkah Anda tahu cara menghitung penyusutan aset?

Simak ulasan selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Nilai Aset

Aset merupakan suatu hal yang memiliki nilai ekonomi (economic value), nilai komersial (commercial value), ataupun nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau pun individu.

Aset sebagai seluruh kekayaan suatu perusahaan yang merupakan sumber daya, baik berupa benda maupun hak kuasa di mana hal tersebut diperoleh dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa lalu dan diharapkan memberikan manfaat di masa yang akan datang.

Aset dapat bermanfaat secara langsung ataupun tidak langsung, seperti membantu mengurangi pengeluaran kas, menghasilkan kas atau setara dengan kas, penghasil barang atau jasa yang dapat ditukar dengan aset lain untuk melunasi suatu kewajiban (utang).

Cara Sederhana Menghitung Penyusutan Aset Beserta Contohnya 02 Penyusutan Aset - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Diskonto Adalah]

 

Jenis

Aset dibagi ke dalam 3 golongan jenis, yakni:

 

#1 Aset Lancar (Current Assets)

Aset lancar merupakan aset yang digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang cukup singkat, biasanya tidak lebih dari satu tahun buku. Aset lancar bisa dikonversikan dalam bentuk uang kas kurang dari 1 tahun.

Dikarenakan siklus yang cenderung cepat, maka aset lancar yang sebelumnya akan habis secara otomatis dan akan tergantikan dengan aset lainnya.

Contoh: uang tunai, investasi jangka pendek (temporary investment), piutang dagang (accounts receivable), wesel tagih (notes receivable), persediaan (inventory), pendapatan yang masih akan diterima (accrued receivable), beban dibayar dimuka (prepaid expense), dan lainnya.

 

#2 Aset Tetap (Fixed Assets)

Aset tetap adalah sumber daya atau kekayaan harga yang dimiliki oleh suatu entitas bisnis yang bersifat permanen dan dapat diukur dengan jelas.

Aset ini digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang relatif lama, biasanya lebih dari satu tahun buku atau lebih dari 1 tahun.

Tujuannya adalah untuk digunakan sendiri, bukan untuk dijual. Namun, bukan berarti aset tetap tidak bisa dijual, ya.

Contoh: bangunan, tanah, peralatan kantor, mesin, kendaraan, investasi jangka panjang, dan lainnya.

Cara Sederhana Menghitung Penyusutan Aset Beserta Contohnya 03 Akuntansi - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Invoice Adalah]

 

#3 Aset Tidak Berwujud (Intangible Assets)

Aset tidak berwujud ini tidak terlihat, tidak bisa dipegang, tidak bisa disimpan, tapi bisa dirasakan manfaatnya.

Aset ini dapat merupakan hak-hak perusahaan yang kepemilikannya diatur serta dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

Contoh: hak paten, hak guna bangunan, hak sewa, hak kontrak, franchise, trademark, goodwill, dan lainnya.

 

Faktor Penyusutan

Setiap tahunnya, nilai aset yang kita miliki akan mengalami penyusutan. Kecuali beberapa aset tetap, seperti tanah.

Beberapa faktornya ialah:

 

#1 Harga Perolehan (Acquisition Cost)

Harga perolehan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap biaya (expense) penyusutan yang akan menjadi dasar perhitungan berapa besar penyusutan yang harus dikeluarkan dalam satu periode akuntansi.

 

#2 Nilai Residu (Salvage Value)

Nilai residu dari suatu aset merupakan nilai yang diperkirakan akan masuk arus kas jika dijual pada saat penarikan atau penghentian aset.

Namun, tidak semua aset memiliki nilai residu atau nilai sisa.

Definisi Aset Adalah 01 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Aset Adalah]

 

#3 Umur Ekonomis Aset (Economical Life Time)

Umumnya, umur aset dibagi menjadi dua, yaitu umur fisik (berhubungan dengan kondisi fisik aset) dan umur fungsional (berhubungan dengan kontribusi aset tersebut dalam penggunaannya).

 

Cara Menghitung Penyusutan Aset

Terdapat 2 metode sederhana, yakni:

 

#1 Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Method)

Metode ini merupakan metode penyusutan aset tetap yang beban penyusutan (depreciation expense) asetnya tetap sama per tahunnya.

Metode ini digunakan jika nilai ekonomis aset tetap terus sama setiap periode akuntansi.

Rumusnya:

  • Menggunakan Nilai Residu:

Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) : Umur Ekonomis

 

Contoh:

18 Mei 2016, PT Mekar Wangi membeli sebuah mesin untuk produksi seharga Rp 600.000.000.

Mesin tersebut diperkirakan memiliki umur ekonomis selama 10 tahun dengan nilai residu Rp20.000.000. Maka penyusutan per tahunnya ialah:

Penyusutan = (Rp 600.000.000 – Rp 20.000.000) : 10 tahun = Rp 29.000.000 per tahun.

 

  • Tanpa Nilai Residu:

Penyusutan = Harga Perolehan : Umur Ekonomis

 

Contoh:

30 September 2019 PT Jaya Abadi membeli sebuah mesin percetakan untuk produksi seharga Rp 500.000.000.

Mesin tersebut diperkirakan memiliki umur ekonomis selama 20 tahun tanpa nilai residu. Maka penyusutan per tahunnya ialah:

Penyusutan = Rp 500.000.000 : 20 tahun = Rp 25.000.000 per tahun.

 

Aset dan Dana Pensiun 1 Finansialku

[Baca Juga: Definisi Koperasi Adalah]

 

#2 Metode Penyusutan Saldo Menurun (Double Declining Balance Method)

Metode ini merupakan metode penyusutan aset tetap yang ditentukan berdasarkan persentase tertentu dari harga buku (book value) pada periode tertentu.

Rumusnya Penyusutan:

Penyusutan = [(100% : Umur Ekonomis) x 2] x Harga Beli atau Nilai Buku

 

Contoh:

19 Agustus 2017, PT Megah Sari membeli mesin seharga Rp200.000.000. Mesin tersebut diperkirakan memiliki umur ekonomis selama 10 tahun.

Maka rumus penyusutan per tahunnya ialah:

Tahun ke-1= [(100% : 10) x 2] x Rp 200.000.000 = Rp 40.000.000.

Tahun ke-2 = [(100% : 10) x 2] x Rp 140.000.000 = Rp 28.000.000.

Tahun ke-3 = [(100% : 10) x 2] x Rp 112.000.000 = Rp 22.400.000.

Tahun ke-4 = [(100% : 10) x 2] x Rp 89.600.000 = Rp 17.960.000.

Tahun ke-5 = [(100% : 10) x 2] x Rp 71.640.000 = Rp 14.328.000.

 

Taktik Berbisnis yang Sukses

Setelah mengetahui cara menghitung nilai penyusutan aset, ada baiknya Anda senantiasa melakukan pencatatan keuangan bisnis Anda.

Pencatatan ini penting agar arus kas keuangan bisnis Anda terdata jelas.

Agar lebih mudah dan praktis, yuk gunakan Aplikasi Finansialku yang bisa dinduh melalui Google Play Store dan Apple Apps Store.

Mnafaatkan fitur lainnya dengan mendaftarkan diri sebagai member Premium, salah satunya berkonsultasi dengan perencana keuangan Finansialku soal bisnis Anda.

Gunakan kode promo: POTONG50RIBU untuk harga berlangganan yang lebih hemat, ya!

Selain itu, Finansialku hadirkan tips dan taktik yang bisa Anda lakukan untuk melakukan bisnis yang cerdas dengan pentingnya mengelola keuangan yang benar dalam sebuah e-book.

Anda bisa mendapatkannya secara gratis, dengan menekan tombol yang tersedia di bawah ini! Jangan sampai dilewatkan, ya!

 

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Metode mana yang akan Anda gunakan? Tulis komentar dan pendapat Anda pada kolom bawah ini. Bagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan-rekan atau kenalan Anda. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 2019. Pengertian Aset, Jenis-Jenis, Karakteristik & Menurut Para Ahli. Artikelsiana.com – https://bit.ly/2V9rvrn
  • Artika Nesa. 12 Juni 2018. 3 Cara Menghitung Biaya Penyusutan Serta Penjelasan Lengkap. Dosenekonomi.com – https://goo.gl/7c6M1W
  • Ricky Purnama Setiawan. 1 Januari 2017. Apakah yang Dimaksud Dengan Aktiva Atau Aset (Assets) Di Dalam Akuntansi?. Dictio.id – https://bit.ly/2VQEYsO
  • Venny Jasmine. 19 Febuari 2018. 2 Metode Perhitungan Penyusutan Aktiva dan Contohnya. Beeaccounting.com – https://goo.gl/jaU4BR

 

Sumber Gambar:

  • Menghitung Aset – https://goo.gl/pQzgSY
  • Penyusutan Aset – https://goo.gl/JTMocR
  • Akuntansi – https://goo.gl/wYKgcG