Pernah mendengar istilah diskonto? Bagaimana dengan politik diskonto dan kebijakan diskonto yang berlaku?

Yuk, cari tahu jawabannya dalam artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Definisi Diskonto

Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) definisi diskonto adalah potongan atau bunga yang harus dibayar oleh orang yang menjual wesel atau surat dagang yang diuangkan sebelum waktunya.

Istilah diskonto memiliki hubungan yang erat dengan kebijakan diskonto juga politik diskonto.

Kebijakan diskonto merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter.

Sedangkan politik diskonto merupakan sebuah kebijakan untuk menambah dan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan atau menurunkan suku bunga bank yang dilakukan oleh Bank Sentral.

Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI).

Tujuan dari politik diskonto adalah untuk memperlancar likuiditas. Politik diskonto berfungsi untuk mengontrol kegiatan ekonomi di masyarakat sehingga tercipta pemerataan dalam bidang ekonomi.

Jika Bank Sentral mau mengurangi jumlah uang yang beredar, dampak yang terjadi ialah adanya kenaikan suku bunga.

Dengan meningkatnya suku bunga, maka masyarakat diharapkan akan menyimpan uangnya di bank.

Jika demikian, maka jumlah uang yang beredar akan berkurang.

Diskonto 2 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Siklus Akuntansi Adalah]

 

Kebijakan untuk menaikkan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Sentral digunakan untuk menekan terjadinya inflasi.

Jika Bank Sentral mau menambah jumlah uang yang beredar, maka Bank Sentral akan menurunkan suku bunga.

Dengan menurunnya suku bunga atau suku bunga bank yang rendah, maka masyarakat diharapkan untuk tidak senang atau kurang puas jika menyimpan uang di bank.

Dengan demikian, maka jumlah uang yang beredar di masyarakat akan bertambah.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Bank Sentral akan melakukan penurunan suku bunga jika perekonomian mengalami resesi. Namun, bisa juga terjadi saat perekonomian mengalami deflasi.

Pada awalnya, yang menjadi dasar pada politik diskonto ialah pertimbangan-pertimbangan yang bersifat kepentingan ekonomi serta teknik perbankan.

Namun, belakangan ini muncul pertimbangan lain yang bersifat sosial ekonomi.

Pertimbangan tersebut digunakan sebagai alat untuk memengaruhi konjungtur dalam negeri.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

 

3 Contoh Politik Diskonto

Terdapat beberapa contoh politik diskonto yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mencapai suatu keseimbangan ekonomi.

Berikut 3 contoh politik diskonto yang dilakukan oleh Bank Indonesia, di antaranya:

 

#1 Jual Beli Surat Berharga

Salah satu tugas dari Bank Indonesia ialah untuk mengawasi kegiatan yang terjadi di bank-bank umum.

Salah satu cara dari Bank Indonesia untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat yang berhubungan dengan sistem perbankan adalah dengan memberikan kepastian bahwa bank umum dapat membayar semua cek baik yang diajukan atau yang dikeluarkan oleh nasabah.

Simak Cara dan Panduan Membuat Surat Jual Beli Tanah 02 Surat Jual Beli Tanah 2 - Finansialku

[Baca Juga: 40 Kata-kata Bijak untuk Startup dan Entrepreneur yang Memotivasi dan Penuh Inspirasi]

 

Bank Indonesia dapat memberikan pinjaman kepada bank-bank umum yang tersebar di seluruh Indonesia untuk kelancaran.

Selain itu, Bank Indonesia juga dapat membeli surat berharga tertentu yang dimiliki oleh bank umum jika suatu saat nanti bank umum tersebut memiliki masalah yang berhubungan dengan cadangan kas keuangan.

Jika bank umum menjual surat berharganya ke Bank Indonesia, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai contoh dari politik diskonto.

Pembelian surat berharga yang dilakukan oleh Bank Indonesia merupakan untuk surat berharga yang likuid (mudah dicairkan).

Salah satu contohnya adalah surat sertifikat dari Bank Indonesia.

Penjualan surat berharga kepada Bank Indonesia bermakna bahwa Bank Indonesia telah menjalankan salah satu fungsinya berdasarkan UUD (Undang-Undang Dasar) 1945, yaitu untuk menetapkan suku bunga diskonto pada bank umum tersebut.

Penetapan suku bunga tersebut tentunya memiliki tujuan.

Tujuan penetapan suku bunga tersebut adalah untuk mengendalikan jumlah penawaran uang dan kegiatan ekonomi masyarakat.

 

#2 Kebijakan Bank Indonesia Menaikkan Suku Bunga

Terdapat beberapa pengaruh jika Bank Indonesia menaikkan suku bunga.

Tentunya politik diskonto tidak dilakukan tanpa alasan. Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga.

Salah satu contoh keadaannya adalah jika tingkat konsumen sangat tinggi, maka Bank Indonesia akan menahan kegiatan di sektor ekonomi dengan cara menaikkan suku bunga.

Hal ini berarti Bank Indonesia menaikkan suku bunga pinjaman kepada seluruh bank umum yang dipinjamkan kepada masyarakat.

Sukuk Tabungan, Mulai Ditawarkan pada Agustus 2016 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Definisi Underwriting Adalah]

 

Dengan meningkatnya suku bunga, tentunya terdapat pengaruh terhadap kegiatan ekonomi lainnya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Uang di Bank Meningkat

Dengan adanya kenaikan suku bunga, uang yang terdapat di bank umum akan meningkat karena masyarakat akan cenderung menaruh uangnya di bank.

Ini juga merupakan salah satu contoh dari partisipasi masyarakat dalam sektor ekonomi untuk membantu menurunkan inflasi.

Dengan begitu, maka tentunya, jumlah uang yang beredar di masyarakat juga akan menurun.

 

  • Harga Barang Menurun

Dengan meningkatnya suku bunga di bank, maka dapat memberikan dampak positif terhadap perdagangan di Indonesia.

Hal itu karena dapat membuat harga barang menjadi lebih turun, sehingga dapat membantu tercapainya tujuan pembangunan nasional.

Ini merupakan salah satu cara untuk pemerataan kebutuhan masyarakat agar tetap bisa menjangkau masyarakat di kelas bawah.

 

  • Nilai Uang Meningkat

Salah satu efek dari suku bunga yang tinggi juga berpengaruh cukup tinggi terhadap kekuatan mata uang suatu negara.

Dengan kenaikan suku bunga tersebut, maka secara tidak langsung dapat membuat nilai tukar rupiah menjadi lebih kuat.

 

  • Inflasi Menurun

Dengan menaikkan suku bunga maka dapat mengurangi dampak dari inflasi. Dengan menurunnya inflasi tentunya dapat memberikan dampak positif di berbagai sektor.

 

#3 Kebijakan Bank Indonesia Menurunkan Suku Bunga

Contoh kebijakan diskonto lainnya adalah menurunkan suku bunga.

Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan Bank Indonesia melakukan penurunan suku bunga.

Salah satunya adalah jika tingkat konsumtivitas masyarakat rendah, sehingga Bank Indonesia akan memberikan penawaran yang menarik dengan cara menurunkan suku bunga.

Dalam hal ini dapat dimaksudkan bahwa Bank Indonesia menurunkan suku bunga pinjaman di bank umum.

Dengan adanya penurunan suku bunga juga dapat mendorong sebagian masyarakat menjadi melakukan pinjaman untuk dijadikan modal dalam membangun usaha atau untuk kepentingan lainnya.

Menghitung Bunga Deposito Untuk Mahasiswa 02 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Sistem Informasi Akuntansi Adalah]

 

Tentunya, dengan menurunkan suku bunga akan mempengaruhi faktor-faktor ekonomi lainnya.

Berikut pengaruh dari penurunan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia, yaitu:

 

  • Uang di Bank Menurun

Menurunnya suku bunga dapat membuat masyarakat menjadi kurang berminat atau enggan untuk menaruh uangnya di bank.

Sehingga, masyarakat cenderung untuk mengambil uang tersebut dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, juga memungkinkan masyarakat untuk menggunakan uang tersebut untuk aktivitas lainnya seperti traveling.

Dengan begitu, maka tentunya jumlah uang yang beredar di masyarakat akan meningkat.

 

  • Harga Barang Meningkat

Dikarenakan uang yang beredar di masyarakat meningkat dan menjadi banyak sehingga akan membuat beberapa harga pokok mengalami kenaikan.

Kondisi seperti ini terkadang membuat para pelaku di bidang industri mengalami penurunan pendapatan karena harganya yang tinggi.

Selain itu, pada pedagang pasar juga merasa cukup dirugikan jika panennya banyak namun harga jualnya menjadi sangat tinggi.

 

  • Nilai Uang Menurun

Penurunan suku bunga juga memengaruhi kekuatan pada mata uang negara kita.

Jika suku bunga di bank umum semakin turun maka mata uang kita juga akan semakin lemah jika ditukar dengan beberapa mata uang lain. Misalnya dengan mata uang Dollar Amerika Serikat.

 

  • Inflasi Meningkat

Dikarenakan uang beredar di masyarakat menjadi banyak, sementara tingkat konsumtivitas masyarakat tidak sebanding dengan peredaran uang maka dapat menyebabkan inflasi menjadi meningkat atau menjadi tinggi. 

Dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mengontrol perekonomian di Indonesia, setidaknya terdapat dua cara yang paling efektif.

Dua cara yang paling efektif dan lebih sering dilakukan adalah dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga.

Pilihan untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang sedang terjadi.

Setiap tindakan baik menaikkan atau menurunkan suku bunga tentunya memiliki dampak yang berbeda.

 

Nah itulah yang dimaksud dengan diskonto. Jika masih ada pertanyaan, sila tinggalkan pada kolom komentar di bawah ini dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada orang lain, terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Definisi ‘Diskonto’. Apaarti.com – http://bit.ly/2D60vCY
  • Admin. 3 Oktober 2018. Politik Diskonto. Wikipedia.org – http://bit.ly/2uUK08g
  • Admin. 9 Maret 2019. Maksud dan Arti Kata Diskonto Berdasarkan KBBI dan Berbagai Sumber. Apaarti.com – http://bit.ly/2D1kMK8
  • Aulia. 2017. 3 Contoh Politik Diskonto Terlengkap yang Mudah Untuk Dipelajari. Gruplln.com – http://bit.ly/2I6hOIk

 

Sumber Gambar:

  • Diskonto 1 – http://bit.ly/2IlsFgX
  • Diskonto 2 – http://bit.ly/2G1rd0c