Untuk pengusaha bisnis kecil dan menengah apakah perlu meminta jasa akuntan untuk membuat laporan keuangan? Daripada bingung, lebih baik simak artikel ini.

 

Manfaat Menggunakan Akuntan dalam Membuat Laporan Keuangan Bisnis

Seorang akuntan sangat dibutuhkan untuk membantu para pebisnis untuk membuat laporan keuangan. Apa saja sih keuntungan jika Anda menggunakan akuntan?

 

#1 Informasi Untuk Perencanaan

Seorang akuntan pasti sudah banyak pengalaman mengenai perencanaan bisnis perusahaan. Akuntan melihat perencanaan dari hasil laporan keuangan para client mereka.

Jadi, sudah jelas dengan adanya akuntan Anda akan mendapatkan informasi yang tepat untuk merencanakan usaha bisnis Anda.

 

#2 Mengetahui Posisi Keuangan Usaha

Dengan adanya akuntan Anda dapat mengetahui posisi keuangan bisnis Anda. Caranya dengan melihat dari daftar transaksi keuangan dan pembelian bisnis Anda.

Omzet 20 Juta, Apa Perlu Akuntan Untuk Membuat Laporan Keuangan 01 - Finansialku

[Baca Juga: 6 Jenis Budget Dalam Laporan Keuangan Bisnis, Wajib Tahu!]

 

#3 Memberikan Gambaran Neraca Perusahaan

Siklus akuntansi akan memberikan gambaran perhitungan penghasilan, laba rugi bisnis Anda, utang-piutang dan jumlah modal dalam bisnis Anda yang sedang berjalan. Baca juga contoh laporan akuntansi perusahaan.

 

#4 Mempermudah Perhitungan Pajak Usaha

Dengan mengetahui besarnya penghasilan bisnis, Anda akan sangat mudah dalam hal menghitung pajak dan melakukan pelaporan pajak bisnis Anda. Baca juga 8 jenis pajak penghasilan yang wajib dibayarkan perusahaan.

 

#5 Menyediakan Informasi Data Mengenai Perkembangan Bisnis

Pencatatan laporan keuangan yang rapi akan menjadi sebuah informasi data mengenai perkembangan bisnis yang sedang Anda jalani.

 

Pentingnya Membuat Laporan Keuangan Untuk Usaha Kecil, Menengah

Banyak para pengusaha kecil dan menengah yang gagal dalam bisnis mereka, karena tidak membuat laporan keuangan. Padahal di dalam laporan Anda bisa melihat berbagai macam hal dalam bisnis Anda. Baca juga cara membuat laporan keuangan sederhana untuk UMKM.

  • Informasi untuk Kinerja Perusahaan
  • Informasi Perhitungan Pajak
  • Informasi Posisi Dana Perusahaan
  • Informasi Perubahan Modal Pemilik
  • Informasi Penerimaan dan Pengeluaran Kas
  • Informasi Perencanaan Kegiatan
  • Informasi Besaran Biaya
  • Informasi terhadap Masalah dalam Perusahaan
  • Informasi Forecast Analyzing
  • Informasi Kredibilitas Perusahaan

 

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai informasi pentingnya laporan keuangan bisnis Anda, cek artikel berikut ini, ya.

Jangan Dianggap Sepele, Inilah PENTINGnya Laporan Keuangan

 

Omzet Rp 20 Juta Perlukah Menggunakan Akuntan?

Omzet Rp 20 juta merupakan omzet usaha yang kecil jika dibandingkan dengan pengusaha yang sudah besar. Lalu, untuk pengusaha kecil apakah perlu menggunakan jasa akuntan untuk membuat laporan keuangan?

Proses pembukuan dan akuntansi adalah pekerjaan yang teknikal. Tidak semua orang bisa menjalankannya. Untuk bisa, perlu melalui proses pembelajaran khusus (workshop, kursus, atau belajar akuntansi di bangku kuliah).

Mereka yang tidak bisa, terpaksa merekrut-dan-menggaji pegawai pembukuan/accounting. Atau, menggunakan jasa pembukuan/akuntansi dari pihak ketiga (konsultan). Dan itu, bisa jadi beban (biaya) serius bagi para pelaku usaha kecil.

Membayar jasa akuntan sudah jelas akan menggerus hasil profit Anda, akan lebih baik jika biaya untuk jasa akuntan Anda gunakan untuk mengembangkan bisnis Anda.

Misalkan, menambahkan jenis produk baru atau menambah promosi Anda dengan iklan di media sosial dan hal lainnya.

Omzet 20 Juta, Apa Perlu Akuntan Untuk Membuat Laporan Keuangan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Laporan Keuangan untuk Cek Kesehatan Bisnis Kamu]

 

Nah, untuk membuat laporan keuangan dengan omzet kecil Anda bisa kok membuat laporan keuangan sendiri. Caranya dengan membuat catatan keuangan dengan baik, apa saja biaya yang masuk dan keluar.

Apa saja yang dicatat? Untuk pengusaha pemula Anda bisa membuat catatan sebagai berikut.

 

#1 Buku Catatan Pemasukan

Buku catatan pemasukan berisi semua pemasukan yang Anda terima, dari investor, keuntungan penjualan, piutang yang berhasil dibayar dan pemasukan lainnya.

 

#2 Buku Catatan Pengeluaran

Catatan pengeluaran berisi semua pengeluaran dari biaya operasional, pembelian material atau bahan baku, gaji karyawan, biaya internet, biaya karyawan dan lainnya.

 

#3 Buku Kas Utama

Buku kas utama merupakan gabungan dari buku catatan pemasukan dan pengeluaran.

Dengan adanya buku kas utama, Anda tidak akan kebingungan mengetahui berapa untung atau kerugian yang Anda dapat.

 

#4 Buku Stok Barang

Pencatatan stok barang dilakukan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan pegawai dan supplier. Buku stok barang akan membantu Anda untuk menyusun manajemen gudang dengan lebih optimal.

 

#5 Buku Inventaris Barang

Manfaat dari pembukuan inventaris barang adalah untuk mempermudah pengawasan aset dan mencegah barang agar tidak mudah hilang.

Catatan ini juga mempermudah perpindahan barang atau penghapusan barang.

 

#6 Buku Laba Rugi

Pencatatan laba-rugi bermanfaat untuk mencatat pendapatan dan beban perusahaan dalam satu periode tertentu. Dengan begitu, seorang pemilik usaha tahu apakah dia sedang mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.

Manfaat lain buku laba-rugi yakni memberikan informasi berapa jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh si pemilik usaha dan mengevaluasi strategi perusahaan apakah sudah cukup mendatangkan keuntungan.

Membangun sebuah usaha tidak terlepas dari untung dan rugi sehingga dibutuhkan pembukuan sederhana untuk memantau kinerja keuangan sebuah bisnis.

Omzet 20 Juta, Apa Perlu Akuntan Untuk Membuat Laporan Keuangan 03 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui 5 Contoh Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan Lengkap]

 

Setelah membuat catatan buatlah rekapan tiap bulan biaya dari penjualan dikurangi dengan biaya untuk operasional. Sisanya ada berapa, jika hasil penjualan lebih besar daripada profit maka sudah jelas Anda mengalami kerugian.

Jika sebaliknya, maka Anda mengalami keuntungan dalam bisnis Anda.

Untuk bisnis dengan omzet kecil Anda perlu belajar menganalisa apakah bisnis Anda menghasilkan atau tidak.

Jadi, sudah jelas ‘kan sebetulnya untuk usaha dengan omzet kecil Anda bisa sendiri tanpa perlu jasa akuntan untuk membuat laporan keuangan, lho.

Kalau Anda masih bingung cara membuat laporan keuangan, Anda bisa bertanya kepada perencana keuangan di Finansialku melalui aplikasi Finansialku.

 

banner_pebisnis,_ini_cara_mengatur_keuangan_bisnis_yang_benar

 

Bisnis Kecil, Menengah maupun Besar Perlu Membuat Laporan Keuangan!

Untuk Anda pengusaha kecil tidak perlu khawatir, walau omzet masih kecil tapi lama-lama pasti semakin berkembang.

Asal Anda membuat laporan keuangan dengan baik, agar mengetahui apa saja yang perlu Anda perbaiki dalam usaha bisnis Anda.

Jangan menganggap karena usahanya masih kecil, Anda tidak mau membuat laporan keuangan. Jangan sampai usaha bangkrut dulu baru Anda bertanya kepada ahli keuangan, ya.

Jika Anda masih kebingungan dalam melakukan pencatatan keuangan dan membuat laporan keuangan, jangan khawatir dan gak usah bingung. Saya dan rekan-rekan ahli keuangan di Finansialku sangat siap untuk membantu Anda.

 

Apakah artikel ini apakah bermanfaat? Jika bermanfaat bagi Anda, bagikan artikel ini agar dapat bermanfaat bagi banyak orang terutama para pengusaha pemula dan berikan komentar Anda di kolom bawah ini.

 

Sumber Referensi:

  • Dina Lathifa. 22 Agustus 2019. Akuntansi UMKM: 5 Manfaat Pentingnya Penerapan Siklus Ini. Online-pajak.com – https://bit.ly/32crpFH

 

Sumber Gambar:

  • https://bit.ly/3sCi7xt
  • https://bit.ly/3ejTsbF
  • https://bit.ly/3gqccsC