Yakin Ingin Pensiun Dini? Ini yang Harus Diperhatikan!

Banyak yang menginginkan untuk bisa pensiun dini, tapi banyak juga yang tidak ingin cepat-cepat pensiun.

Semua itu tergantung keputusan setiap orang, masalahnya di sini adalah seberapa siap kita untuk pensiun?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Jika Ingin Pensiun Dini

Ketika seseorang mulai bekerja, tidak banyak orang yang memperhatikan detail persiapan mereka akan pensiun. Terlebih jika orang tersebut masih muda dan masih memiliki jalan karier yang panjang.

Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa kejadian pensiun dini bisa terjadi kepada siapa saja. Bisa karena permintaan pribadi, bisa juga karena keadaan perusahaan yang secara sengaja ataupun tidak sengaja harus memberikan pensiun dini kepada karyawannya.

Salah satu contohnya adalah Luna, seorang pensiunan bank swasta.

Luna tak pernah sedikitpun berpikiran untuk pensiun dini ketika bergabung sebagai karyawan di salah satu bank swasta pada 2011 silam.

Setelah empat tahun bekerja sebagai bankir, Luna membulatkan tekad untuk berhenti bekerja dan mencari pengalaman hidup di Australia.

Faktor kuat yang mendukung Luna untuk pensiun adalah pada saat yang sama, bank tempatnya bekerja menawarkan program pensiun dini ke semua karyawan.

Seperti yang dikutip dari Kontan.co.id, Senin (12/3/18), Luna mengaku saat itu laba perusahaan sedang turun:

“Perusahaan menawarkan pensiun dini yang berlaku bagi semua karyawan.”

 

Menurutnya, banyak karyawan yang menerima tawaran tersebut mengingat nilai pesangon yang besar.

Jika dibandingkan dengan uang pesangon saat resign, pesangon dari pensiun dini sangat besar, mencapai 11 kali gaji. Itulah yang membuat Luna yakin untuk mengambil tawaran pensiun dini:

“Tentu saja, saya ambil tawaran pensiun dini. Atasan saya waktu itu juga setuju.”

 

Pensiun dini berlaku bagi orang-orang yang berhenti bekerja sebagai karyawan sebelum usia 55 tahun.

Penyebabnya beragam, bisa keinginan sendiri atau terpaksa mengikuti kebijakan perusahaan seperti yang dialami Luna.

Apapun alasannya, sama seperti tujuan keuangan lainnya, pensiun dini pun harus dipersiapkan dengan matang.

Jangan sampai menyesal tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika sudah tak mendapat penghasilan rutin lagi.

 

Dua Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengambil Keputusan Untuk Pensiun Dini

#1 Lunasi Utang dan Cicilan

Tidak ada usia yang ideal untuk pensiun dini. Selama anggaran untuk kebutuhan hidup bisa terpenuhi, patokan usia ideal untuk pensiun dini menjadi tidak relevan lagi. Walaupun secara rata-rata usia pensiun dini ialah 45 tahun.

Pada umumnya, pensiun dini bisa dilakukan oleh karyawan yang sudah berusia 45 tahun. Di periode inilah sangat penting orang menghitung kebutuhan biaya hidup selama masa pensiun, sekaligus aset yang telah dimiliki.

Menurut Prita H. Gozhie, ada empat pertanyaan yang harus dijawab lebih dulu sebelum memutuskan pensiun dini. Di antaranya adalah:

Apa kegiatan yang akan dilakukan setelah pensiun?

Berapa jumlah kewajiban yang masih harus dibayar?

Berapa jumlah tanggungan yang masih usia sekolah?

Dan berapa biaya hidup sampai masa perkiraan hidup?

 

Beragam pilihan menanti seseorang di masa pensiun. Anda bisa menikmati hidup dengan hanya mengelola keuangan atau berbisnis agar tetap mendapatkan penghasilan.

Sebagian orang tetap bekerja, baik bekerja sebagai karyawan tetap atau paruh waktu, setelah menerima tawaran pensiun dini dari perusahaan.

Di antara pilihan itu, menurut Prita, pengelolaan keuangan yang sudah ada, lebih tepat dipilih lantaran tidak semua karyawan mampu memiliki usaha.

Bahkan tak semua orang bisa mengubah perilaku atau mindset dari karyawan menjadi pengusaha.

Tapi, jika masih bisa produktif, jadi pengusaha lebih baik, imbuhnya.

pekerja part time bisnis di rumah finansialku

[Baca Juga: Pengertian Pensiun Normal dan Pensiun Dipercepat. Mana yang Cocok Untuk Anda?]

 

Apa pun pilihannya, semua orang harus mampu mengelola keuangan dengan investasi.

Ada sejumlah tahapan dalam mengelola keuangan sebelum memutuskan pensiun dini, yakni: evaluasi aset dan kewajiban, membuat prioritas pengeluaran berdasarkan situasi rumah tangga, menghitung kebutuhan biaya hidup, serta menentukan alokasi aset investasi.

Yang harus dicamkan, ada satu prinsip yang tak boleh dilanggar begitu memasuki pensiun, yakni melunasi utang. Haram ketika pensiun tapi masih punya cicilan.

Ketika mengambil tawaran pensiun dini dari kantor, biasanya ada paket pensiun dini yang diberikan perusahaan, dikenal juga dengan golden shakehand.

Nilainya bervariasi, tergantung lama bekerja, jabatan terakhir, dan kebijakan dari perusahaan.

Pensiun dini juga memungkinkan seseorang memperoleh manfaat Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Dengan catatan, manfaat Program JP baru bisa Anda rasakan setelah membayar iuran rutin selama 15 tahun bekerja.

 

#2 Siapkan Dana Cadangan

Tidak banyak orang yang memanfaatkan dan mengelola dana pensiun yang mereka dapat. Padahal, perencanaan dan persiapan pensiun sangat penting agar tetap sejahtera di masa pensiun.

Untuk itu, utamakan penggunaan dana pensiun untuk melunasi seluruh utang. Saat pensiun, pengeluaran seseorang bisa berkurang 30% hingga 50%.

Setelah membayar utang, hitunglah apa sisa paket pensiun cukup untuk kebutuhan sehari-hari sampai akhir usia.

Bila dana pensiun dini yang ditawarkan tak cukup melunasi seluruh utang, sebaiknya Anda menunda pensiun dini.

Soalnya, dengan ada beban utang, Anda tidak bisa menikmati masa pensiun dengan optimal.

Kalau memang dana pensiun dini dari perusahaan masih kurang, Anda bisa berpikir merintis bisnis sehingga tetap mendapat penghasilan setelah pensiun. Untuk memodali bisnis, pertama-tama gunakan sekitar 10% dari paket pensiun.

Pasalnya, setelah bertahun-tahun menjadi karyawan, belum tentu seseorang langsung sukses ketika berbisnis. Maka, jangan habiskan paket pensiun sebagai modal bisnis karena terlalu berisiko.

Mau-Pensiun-Dini-2-Finansialku

[Baca Juga: Kenali 5 Risiko yang Dapat Menghancurkan Rencana Pensiun Anda]

 

Tidak sedikit yang kesejahteraannya berkurang setelah pensiun dini. Sebab, paket pensiun dari perusahaan ludes dalam sekejap. Untuk menghindari hal ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

Pertama, memupuk dana cadangan. Prinsipnya sama seperti orang yang masih bekerja. Untuk keluarga tanpa tanggungan anak, siapkan dana cadangan enam kali dari kebutuhan bulanan rumah tangga.

Sedang untuk keluarga dengan satu anak, simpan dana darurat sebanyak sembilan kali. Jumlah ini naik jadi 12 kali bagi keluarga dengan dua anak.

Kedua, berinvestasi. Setelah punya dana darurat, barulah Anda bisa berpikir untuk menginvestasikan dana yang ada.

Para perencana keuangan menyarankan peserta pendi menempatkan dana di instrumen investasi yang risikonya kecil, meskipun imbal hasilnya relatif kecil. Contoh, deposito, reksadana pasar uang, logam mulia.

Karyawan yang akan pensiun dini harus memaksimalkan aset investasi untuk menambah sumber penghasilan dan kekayaan sebagai modal pensiun.

Anda bisa menempatkan sebagian dana di aset yang memberikan penghasilan pasif. Sisanya bisa Anda taruh di instrumen investasi yang cukup agresif.

Contoh, sebagian dana pensiun Anda belikan properti yang berpotensi memberi penghasilan sewa, seperti rumah atau apartemen.

Sebagian lagi dikelola di produk keuangan semisal reksa dana untuk mengakumulasi potensi keuntungan.

Cermati perkembangan investasi setiap tahun, dan pastikan Anda memiliki dana darurat dalam jumlah ideal.

 

Ketahui Hal di Atas Sebelum Mengambil Pensiun Dini

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, sebelum memutuskan untuk pensiun dini, pastikan Anda sudah melunasi seluruh utang dan tagihan.

Dengan demikian, dana pensiun Anda tidak langsung habis untuk membayar utang-utang Anda.

Jangan gegabah mengambil pensiun dini ketika kondisi finansial masih kritis, ya!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai pensiun dini? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Marantina. 12 Maret 2018. Jangan Gegabah Mengajukan Pensiun Dini Sebelum Melewati Check List Ini. Kontan.co.id – https://goo.gl/hgdPXv

 

Sumber Gambar:

  • Pensiun – https://goo.gl/4qJY76
  • Dana Pensiun – https://goo.gl/JL3oKJ

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

Summary
Yakin Ingin Pensiun Dini? Ini yang Harus Diperhatikan!
Article Name
Yakin Ingin Pensiun Dini? Ini yang Harus Diperhatikan!
Description
Banyak yang menginginkan untuk bisa pensiun dini, tapi banyak juga yang tidak ingin cepat-cepat pensiun.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Dendy Agustiyan
Dendy Agustiyan, S.I.Kom. Seorang digital marketer yang terus belajar untuk mengembangkan kemampuannya. Memiliki latar belakang pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia. Dengan pengalaman sebagai online marketing dan tele marketing.

2 Comments

  1. Roti Enak 13 March 2018 at 12:32 - Reply

    dan sepertinya harus selalu memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi setelah memutuskan pensiun dini. Dan sepertinya harus menyiapkan bisnis atau usaha lainnya sebelum benar-benar yakin untuk pensiun dini juga.

    • Finansialku
      Finansialku 2 April 2018 at 16:47 - Reply

      Hi Pak Roti
      Terima kasih atas sharingnya, sangat bermanfaat.
      Semoga sharing Bapak, dapat menginspirasi pembaca lainnya.

Leave A Comment