Cegah Stres di Tempat Kerja! Ketahui Penyebab Stres Kerja

Aduh, stres banget sih kerja kaya begini! Lebih baik resign saja deh! Pernahkah Anda merasakan hal tersebut? Apa saja penyebab stres kerja?

Nyatanya stres kerja dapat terjadi kepada siapa saja, termasuk Anda. Untuk itu, segera hindari beberapa penyebabnya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

SHARING: Pengalaman Stres Kerja

Belum lama ini, saya baru saja resign dari sebuah pekerjaan. Saat keluarga saya menanyakan alasannya, saya menjawabnya dengan sederhana “stres kerja”.

Pekerjaan saya saat itu memang sangat melelahkan, namun jika hanya lelah saya masih bisa mengatasinya. Alasan utama pengunduran diri saya tak lain adalah karena stres kerja yang tidak bisa dihindari lagi.

Setiap bangun tidur di pagi hari, saya hanya berpikir malas pergi bekerja. Setiap pulang kerja pun badan rasanya sangat lelah dan pikiran juga demikian.

Saat bercerita dengan keluarga, semuanya mengatakan bahwa “tidak ada pekerjaan yang tidak stres”. Tapi saya bertanya lagi, “Apa betul begitu?”.

Saya kemudian mencoba bercerita dengan teman-teman saya. Ternyata banyak yang merasakan stres kerja seperti saya.

Cegah Stres di Tempat Kerja 02 Stres 2 - Finansialku

[Baca Juga: Ini Dia Hak Karyawan Berdasarkan UU Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui]

 

Sebagian bertahan karena memang itu adalah sumber pemasukan satu-satunya, tapi tak jarang juga mereka resign dan mencari pekerjaan lain.

Saya semakin penasaran, apa betul semua pekerjaan itu membuat stres? Apa betul tidak ada pekerjaan yang menyenangkan dan bisa dinikmati?

Saat mencari jawaban tersebut, saya mulai membaca-baca Artikel Finansialku mengenai stres kerja.

Saya menemukan bahwa stres kerja memang ada, dan merupakan suatu kondisi dimana tekanan, beban, konflik, keletihan, panik, kecemasan, kemurungan dan hilangnya daya seorang karyawan.

 

Stres kerja dapat menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang akan mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi dari karyawan tersebut.

Adapun beberapa definisi dari stres kerja menurut para ahli adalah sebagai berikut:

SumberDefinisi
Triatna (2015:139)“Stres adalah suatu keadaan seseorang, di mana kondisi fisik dan/atau psikisnya terkena gangguan dari dalam atau luar dirinya sehingga mengakibatkan ketegangan dan menyebabkan munculnya perilaku tidak biasa (yang dikategorikan menyimpang) baik fisik, sosial, maupun psikis.”

Husien (2010:44)

“Stres sebagai suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seorang pekerja.”
Veithzal (2014:724)“Stres adalah suatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidak seimbangan fisik dan psikis, yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seorang karyawan.”
Ivancevich, et. al (2007:295)“Stres adalah suatu respon adaptif, dimoderasi oleh perbedaan individu yang merupakan konsekuensi dari setiap tindakan, situasi, atau peristiwa yang menempatkan tuntutan khusus terhadap seseorang”

 

David W. Ballard, PsyD, MBA, Asisten Direktur Eksekutif dari Organizational Excellence di American Psychological Association (APA) mengungkapkan jika performa kerja karyawan yang menurun dan lebih sering suntuk atau jenuh di kantor, bisa jadi karena mereka stres.

 

Dari definisi tadi dapat disimpulkan bahwa stres kerja bukanlah sesuatu yang sederhana, hal ini bahkan mempengaruhi fisik dan psikis yang akan memengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi Anda.

Oleh karena itu, saya mencoba mencari tahu penyebab stres ini agar saya bisa menghindarinya di pekerjaan saya selanjutnya. Saya menemukan beberapa penyebabnya berikut ini.

Cegah Stres di Tempat Kerja 03 Stres 3 - Finansialku
[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]

 

Penyebab Stres Kerja

Tahukah Anda, terjadinya stres pada seseorang disebabkan oleh beberapa hal, dimana faktor-faktor penyebab stres ini disebut juga stressor.

Gibson dalam Mohyi (2013:158) berpendapat bahwa sumber stres kerja yang berasal dari tempat kerja terbagi dalam 4 kategori yaitu sebagai berikut:

  1. Lingkungan fisik, meliputi cahaya, suara, suhu, ventilasi.
  2. Individu, yang meliputi konflik peran, peran ganda, beban kerja yang berlebihan, tidak ada kontrol, tanggung jawab dan kondisi kerja.
  3. Kelompok yaitu hubungan yang kurang baik dengan lawan, bawahan, dan atasan.
  4. Organisasional yang meliputi desain struktur organisasi yang kurang bagus, tidak ada kebijaksanaan khusus.

 

Dari empat kategori tersebut, maka beberapa penyebab stres kerja ini adalah sebagai berikut:

 

#1 Pekerjaan Menumpuk

Mayoritas pekerja atau karyawan stres dalam bekerja karena beban kerjanya yang berat. Beban kerja yang melebihi kapasitas karyawan tentunya mengakibatkan tumpukan pekerjaan yang tidak ada habisnya.

Alhasil, setiap harinya karyawan sudah membayangkan tumpukan pekerjaan yang menunggu di kantor.

Umumnya hal ini disebabkan kurangnya komunikasi antara atasan dan bawahan, sehingga atasan tidak tahu apa yang sedang mereka kerjakan dan terus saja memberikan tugas-tugas baru.

 

Ballard juga menjelaskan bahwa untuk mengatasinya diperlukan pemantauan kerja karyawan yang dilakukan oleh atasan.

Karyawan juga berhak menolak secara halus apabila atasan terus memberikan pekerjaan yang sudah tidak mampu ditangani.

Dengan jumlah pekerjaan yang tepat, ketika Anda memberikan tugas baru, karyawan akan siap mengerjakan dengan otak lebih fresh dan bersemangat.

Cegah Stres di Tempat Kerja 04 Stres 4- Finansialku

[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]

 

#2 Tidak Bisa Menyuarakan Pendapatnya

Memang betul ada sebuah hierarki dalam organisasi atau perusahaan dimana atasan memiliki wewenang atas anak buahnya, termasuk dalam penetapan pekerjaan dan delegasi kepada karyawan.

Namun satu hal yang penting diperhatikan adalah bahwa bawahan atau karyawan bukanlah mesin atau robot, mereka juga manusia yang berhak diberi kesempatan untuk menyuarakan pendapat mereka.

Apakah masih ada tugas yang belum selesai dikerjakan, atau apakah menurut mereka tugas tersebut mampu dikerjakan. Mereka berhak menolak pekerjaan jika memang hal itu mustahil diselesaikan sesuai permintaan Anda.

 

Artinya, disini pekerjaan harus dilakukan secara dua arah agar karyawan merasa diperlakukan sebagaimana mestinya dan tidak berpikir bahwa Anda tidak fleksibel untuk kebutuhan pribadi mereka.

Ballard mengatakan bahwa:

“Kuncinya adalah memahami kapasitas karyawan dan mencoba mencocokkan kebutuhan dan kemampuan mereka.”

 

#3 Tidak Memperoleh Umpan Balik

Karyawan bekerja dengan sebuah harapan akan masa depan yang lebih baik. Mereka mengharapkan peluang baik demi pekerjaannya.

Namun, seringkali banyak atasan yang jarang memberikan umpan balik itu untuk karyawannya.

Hal seperti ini juga menjadi penyebab karyawan Anda stres dan khawatir memikirkan peluang bahwa Anda tidak memberikan penilaian yang bagus dari hasil pekerjaan mereka.

Untuk mengatasinya, sebagai atasan cobalah untuk memberi dukungan dengan mencoba memperhatikan kesulitan karyawan.

Sebagai karyawan pun jangan pernah ragu untuk mengajukan pertanyaan dan meminta umpan balik dari atasan.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

#4 Kerap Memperoleh Instruksi yang Tidak Jelas

Salah satu penyebab stres kerja lainnya adalah saat kita bingung terhadap tugas yang diperintahkan. Saat terjadi hal seperti itu, otak terus berpikir akan apa yang harus dilakukan sehingga mencapai titik stres kerja.

Disini Anda sebagai karyawan tidak yakin dengan apa yang diharapkannya, maka cenderung mereka akan menjadi stres. Artinya, selagi proses delegasi pekerjaan, dibutuhkan komunikasi dua arah kembali.

Sebagai atasan, ada baiknya untuk menyeimbangkan dan konsisten dengan keinginan yang sudah ditetapkan dari awal.

Sedangkan sebagai karyawan, berikan pertanyaan hingga Anda dan atasan sepakat akan apa yang didelegasikan. Jangan biarkan tugas tidak jelas dan hasilnya menjadi tidak sesuai dengan harapan atasan.

Para Karyawan, Ayo Mengelola Stres Kerja Supaya Bahagia Terus! 02 - Finansialku

[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]

 

#5 Kurangnya Perhitungan Kemampuan & Ketertarikan Karyawan

Poin kelima yang menjadi penyebab stres kerja adalah kurangnya perhitungan kemampuan dan ketertarikan karyawan.

Hal ini lebih mengarah kepada atasan, dimana atasan memberikan tugas yang tidak menantang atau bahkan tidak menarik bagi karyawan terkait.

Ballard menjelaskan sebagai berikut:

“Pastikan orang memiliki tugas yang menantang mereka dan mereka tertarik untuk mengerjakannya.”

 

#6 Kurangnya Respect Akan Tempat Kerja Atau Atasan

Jika poin kelima mengarah pada atasan, maka poin ini mengarah pada diri Anda. Penyebab stres kerja tidak melulu berasal dari luar namun juga bisa berasal dari individu itu sendiri.

Artinya disini Anda perlu menikmati pekerjaan Anda, menghormati atasan dan rekan kerja anda.

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Jika Anda gagal dan kerap meremehkan tempat kerja beserta isinya, maka Anda akan kehilangan kepuasan kerja. Ujung-ujungnya Anda akan mulai merasa stres dalam bekerja.

Ballard juga mengatakan seperti berikut:

“Pastikan lingkungan fisik yang sehat dan positif, sehingga Anda tidak menambah ketegangan di kantor.”

 

#7 Lingkungan Kantor yang Buruk

Menurut survei yang diadakan CareerBuilder, sekitar 35 persen karyawan telah melaporkan merasa diintimidasi di tempat kerja oleh atasan mereka. Misalnya kekerasan di tempat kerja hingga bullying.

Jangan sampai hal ini terjadi pada Anda. Luangkan waktu untuk merenungkan apakah perilaku Anda baik atau tidak terhadap karyawan.

Ballard menyarankan agar berkomitmen untuk anti-bullying, dan buat kebijakan atau peraturan untuk menaati hal tersebut.

Konflik dan Stress Kerja 01 Finansialku

[Baca Juga: Sudahkah Anda Tahu: Tunjangan dan Kompensasi Kerja? Dan Bagaimana Cara Memanfaatkan dengan Benar?]

 

#8 Tidak Bisa Menahan Emosi

Penyebab terakhir masih berhubungan dengan poin ke-6 tadi. Anda yang tidak puas bekerja akan membuat sebuah perisai yang melindungi diri Anda dari lingkungan tidak nyaman.

Namun jangan sampai perisai itu menjadi senjata makan tuan bagi Anda. Jangan mudah terpancing emosi dan menunjukkan ketidakpuasan Anda dengan tidak baik.

Ballard mengatakan, jika Anda tidak bisa menstabilkan emosi dengan baik, itu tanda bahwa Anda sedang stres.

Anda perlu mendengarkan musik, browsing situs yang bisa membuat tertawa, dan lakukan stretching sebentar. Cara tersebut akan ampuh mengurangi rasa stres.

Solusi Menghadapi Stres Dan Tekanan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Jurus Jitu dan Ampuh Menghadapi Stres di Tempat Kerja]

 

Cara Mengelola Stres Kerja

Bagaimana? Apakah Anda mengalami stres kerja? Jika iya, jangan khawatir.

Stres kerja pun dapat diatasi dan umumnya perusahaan akan membuat program untuk mengatasi hal ini.

Program tersebut disebut manajemen stres, dimana dua program yang umum digunakan di dalamnya adalah program klinis dan program keorganisasian. Adapun pengertian dari kedua program tersebut adalah sebagai berikut:

  • Program Klinis: Program yang penanggulangannya didasarkan atas pendekatan medis tradisional. Beberapa unsur utamanya antara lain adalah diagnosis, pengobatan, penyaringan, dan pencegahan.
  • Program Keorganisasian: Program ini merupakan perluasan program klinis, dimana biasanya dilakukan karena adanya masalah yang ditemukan dalam sebuah perusahaan atau organisasi.

 

Kesimpulan: Jangan Biarkan Stres Kerja Menimpa Anda

Konflik dan stress kerja merupakan suatu permasalahan yang tidak dapat dihindari. Selain itu, ternyata konflik dan stres kerja juga berpengaruh pada motivasi dan kinerja karyawan.

Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah proses penanganan dan pengelolaan konflik dan stres kerja. Penanganan tersebut disebut Manajemen Stres Kerja.

Manajemen ini perlu dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, mengingat konflik dan stres kerja selalu muncul dan berubah-ubah setiap saat.

Dengan demikian, kami sangat menyarankan Anda untuk menyadari apabila Anda merasakan adanya stres kerja pada diri atau perusahaan tempat Anda bekerja.

Segeralah minta perusahaan untuk turut membantu mengatasinya sebelum permasalahan tersebut berlarut lebih lanjut. Hal ini jauh lebih baik daripada memilih untuk resign dan melakukan kesalahan yang sama di tempat kerja lain.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai penyebab stres kerja lainnya? Silahkan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini, Perencana Keuangan kami siap membantu Anda.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada rekan kerja dan orang lain di sekitar Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 3 Febuari 2013. 8 Sikap yang Membuat Anda Jadi Penyebab Karyawan Stres di Kantor. Wolipop.detik.com – https://goo.gl/rmCRQ1
  • Jimmy L. Gaol. 2014. A to Z Human Capital Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia.
  • Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi Edisi ke-12. Jakarta: Salemba Empat.
  • Cepi Triatna. 2015. Perilaku Organisasi dalam Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
  • Rivai Veithzal. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Edisi ke-3. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Husien Umar. 2010. Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan. Jakarta: RajawaliPers.
  • Veithzal Rivai dan Deddy M. 2013. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  • John M. Ivancevich, Robert Konopaske, dan Michael T. Matteson. Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: Erlangga.
  • Malayu S. P. Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
  • Ach. 2013. Teori dan Perilaku Organisasi. Malang: UMM Press

 

Sumber Gambar:

  • Stres 1 – https://goo.gl/YhrXqU
  • Stres 2 – https://goo.gl/krJBcA
  • Stres 3 – https://goo.gl/oV3b5y
  • Stres 4 – https://goo.gl/6u3xkm
By |2018-12-10T09:23:49+07:00December 9th, 2018|Categories: HR, Karir|Tags: , , , , , , |0 Comments

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment