Mendengar kata Fintech, apa yang kamu pikirkan? Apakah Justru kamu bertanya, apa itu Fintech? Bila demikian kamu perlu membaca artikel ini. 

Finansialku akan menjawab pertanyaan yang sering muncul mengenai fintech, berikut ulasannya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Bentuk Perkembangan Ekonomi Digital

Saat ini teknologi merupakan solusi, karena menawarkan kemudahan dalam berbagai hal, salah satunya di bidang ekonomi. Tak heran jika banyak penggiat startup melirik fintech sebagai ide bisnis yang menggiurkan.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa nilai pasar ekonomi digital Indonesia diproyeksikan sebesar US$100 miliar pada 2025. Perkembangan fintech juga turut naik pesat, seiring dengan kebutuhan pasar yang meningkat, akan kemudahan bertransaksi.

 

Fintech dan Penjelasannya

Fintech dinilai memiliki potensi untuk menjadi transaksi keuangan modern yang wajib digunakan di masa depan.

Fintech 1

[Baca Juga: 7 Fintech yang Berpotensi Meningkatkan Perekonomian Indonesia]

 

Untuk memahaminya, berikut penjelasan dari 10 pertanyaan yang paling sering muncul tentang teknologi digital yang satu ini.

 

#1 Apakah yang Dimaksud dengan Fintech?

National Digital Research Centre atau NDRC mendefinisikannya sebagai istilah yang digunakan untuk sebuah inovasi dalam bidang jasa keuangan atau finansial.

Sementara itu, Bank Indonesia mendefinisikan, sebagai hasil gabungan antara teknologi dan jasa keuangan yang mengubah model bisnis dari konvensional menjadi modern.

Fintech atau financial technology ini mampu memaksimalkan berbagai aspek pelayanan keuangan dengan cepat dan inovatif. Mulai dari metode pembayaran, transfer dana, pengumpulan dana, pinjaman dana, bahkan sampai pada pengelolaan aset.

Dengan ini, gaya hidup dalam bertransaksi dan solusi dalam menyelesaikan permasalahan finansial menjadi serba mudah.

 

#2 Adakah Kriteria Khusus dari Sebuah Bisnis untuk Dapat Dikategorikan Sebagai Fintech?

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI), kriterianya sebagai berikut:

  1. Bersifat inovatif;
  2. Dapat berdampak pada produk, layanan, teknologi, dan/atau model bisnis finansial yang telah eksis;
  3. Dapat memberikan manfaat bagi masyarakat;
  4. Dapat digunakan secara luas;
  5. dan kriteria lain yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

 

#3 Apa Manfaat yang Bisa Saya Peroleh?

Sebagai teknologi di bidang jasa keuangan, fintech menawarkan banyak manfaat, baik untuk para konsumen, pelaku bisnis, maupun untuk pertumbuhan ekonomi. Berikut beberapa manfaat tersebut:

  1. Mempermudah Layanan Finansial dengan Digitalisasi

Kalau dulu kamu harus datang ke mesin ATM atau mengantre di teller bank hanya untuk transfer uang, sekarang dipermudah, transaksi hanya melalui smartphone.

Fintech 2

[Baca Juga: Waw! OJK Blokir 123 Fintech Ilegal, Total Sudah 946 Entitas Ditangani]

 

Tak hanya transfer uang, kemajuan teknologi ini membantu kamu untuk menyetorkan berbagai tagihan seperti tagihan telepon, listrik, air, bahkan BPJS tanpa perlu keluar rumah. Kamu tidak perlu repot lagi ketika semuanya sudah serba digital.

  1. Mengurangi Jumlah Pinjaman Berbunga Tinggi

Masyarakat sudah jenuh dengan pihak-pihak yang ingin menolong namun memberikan prosedur yang rumit dan beban bunga yang tinggi dari setiap pinjaman.

Produk teknologi ini dianggap sebagai jawaban akan permintaan sistem peminjaman uang yang transparan dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan sistem pinjam uang lainnya.

 

#4 Lalu, Adakah Risiko Jika Saya Ingin Meminjam Dana dari Fintech?

Untuk menggunakan produk teknologi yang satu ini, ada risiko yang masyarakat perlu perhatikan yaitu,

  1. Waspada Penipuan

Oleh karena itu masyarakat harus mengetahui pentingnya bekerjasama dengan fintech legal. Pastikan yang kamu pilih terdaftar dan diawasi oleh lembaga keuangan yang berwenang.

Fintech 3

[Baca Juga: 10 Robot Termahal Di Dunia, Harganya Tembus Rp35 Miliar!]

 

  1. Memiliki Potensi Rentan Bangkrut

Masyarakat juga harus memastikan track record yang baik dan sudah terbukti. Karena saat fintech yang kamu pilih bangkrut, kamu pun turut merasakan kerugiannya.

 

#5 Apa Saja sih Jenis Fintech Itu?

Bank Indonesia membagi klasifikasinya ke dalam empat jenis, sebagai berikut:

  1. Peer-to-peer (P2P) Lending dan Crowdfunding

Platform yang satu ini dapat mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang bersedia memberikan dananya untuk berinvestasi. Prosesnya dapat dilakukan dalam satu online platform, sehingga cenderung lebih praktis. Modalku adalah contoh penyedia layanan P2P lending. 

  1. Payment, Clearing, dan Settlement

Terdapat beberapa fintech yang menyediakan payment gateway atau e-wallet. Kedua produk tersebut masuk dalam kategori payment, clearing, dan settlement. Baik yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, seperti Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) ataupun oleh startup finansial seperti Xendit, Kartuku, dan Doku.


  1. Manajemen Risiko Investasi

Membantu kamu dalam memantau kondisi keuangan sekaligus melakukan perencanaan keuangan dengan praktis.

  1. Market Aggregator

Market aggregator merupakan portal yang mengumpulkan beragam informasi seputar keuangan untuk disajikan pada pengguna. Seperti tips keuangan, investasi, hingga kartu kredit.

Market aggregator bertujuan supaya kamu bisa mendapatkan informasi sejelas-jelasnya terkait keuangan.

 

Solusi Praktis dari Setiap Kebutuhan Finansialmu

Saatnya kamu mempertimbangkan untuk mulai menggunakannya, sebagai solusi finansialmu. Bila ada kemudahan mengapa harus memilih yang sulit?

Penasaran, pertanyaan-pertanyaan apalagi yang sering muncul seputar fintech? Temukan kelanjutannya pada part 2.

 

Apakah artikel ini menjawab pertanyaanmu mengenai fintech? Semoga bermanfaat, khususnya yang sedang mencari solusi atas kebutuhan finansial.

Tulis tanggapan kamu di kolom komentar dan jangan lupa untuk bagikan artikel ini ya.

 

Sumber Referensi:

  • Bank Indonesia. Teknologi Finansial. Website Bank Indonesia – http://bit.ly/37KezhV
  • Cindy Mutia Annur. 4 September 2019. Menteri Darmin: Fintech di Indonesia Hadapi Empat Tantangan. Katadata – http://bit.ly/2vPDm7g
  • Daniel Suyatno. 14 Mei 2019. Begini perbedaan antara bank, fintech, dan multifinance. Brilio – http://bit.ly/2vV7qhy
  • Jusman Dalle. 29 November 2018. Fintech dalam Sorotan. DetikNews – http://bit.ly/2VbmOBh
  • Winaring Suryo Satuti. 28 Agustus 2019. Pengertian Fintech, Manfaat, Jenis, dan Regulasi di Indonesia. Jojonomic – http://bit.ly/2V9i6E0
  • Zulfi Suhendra. 21 Agustus 2019. Fintech Disebut Jadi Saingan Bank Konvensional, Benarkah? DetikFinance – http://bit.ly/38Z2qaF

 

Sumber Gambar:

  • 10 Pertanyaan 1 – https://bit.ly/3acguxU
  • 10 Pertanyaan 2 – https://bit.ly/2QFT4Jq
  • 10 Pertanyaan 3 – https://bit.ly/2Ud11Ii