Sebagai seorang franchisee tentunya harus tahu bagaimana cara menilai franchisor bukan?

Meski tujuannya adalah bekerja sama secara win-win solution, namun Anda harus cerdas dalam memilih franchisor yang memang ingin meraih kesuksesan bersama Anda.

Penasaran bagaimana cara menilai franchisor? Yuk simak artikel berikut!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn Franchise

 

Bisnis Waralaba: Kerja Sama Franchisor dan Franchisee

Bisnis waralaba yang pertama kali terbentuk pada tahun 1731 di Charleston, South Carolina tentunya sudah tidak asing lagi di telinga Anda.

Mulai saat itu, selama beberapa dekade, bisnis waralaba terus berkembang meski dalam kondisi perekonomian yang kurang baik.

Kini, waralaba dinilai telah mengubah kualitas hidup masyarakat ke arah yang jauh lebih baik. Tahukah Anda kenapa?

Tentunya karena bisnis ini memungkinkan seluruh masyarakat, bahkan di kota-kota kecil untuk merasakan produk atau jasa yang berkembang di kota-kota besar.

7 Website Penyedia Informasi Bisnis Franchise atau Bisnis Waralaba 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kalau Mau Sukses, Lakukan 5 Cara Jitu Ini! Sebelum Mulai Bisnis Waralaba]

 

Walaupun pemiliknya adalah tetangga, kerabat, atau bahkan keluarga sendiri, bisnis waralaba memastikan kualitas produk atau jasa yang diberikan selalu terjamin dan sesuai dengan kualitas pusat.

Semua ini bisa terjadi karena adanya kerja sama yang solid antara pemilik waralaba (franchisor) dan penerimanya (franchisee).

Kerja sama ini terbentuk meski fungsi franchisor dan franchisee berbeda, di mana:

  • Franchisee menjual produk atau jasa sesuai dengan ketentuan franchisor, sedangkan
  • franchisor sibuk mengembangkan bisnis waralabanya agar lebih dikenal secara luas.

 

Franchisor dan franchisee berbagi brand yang sama, namun tidak saling terkait satu sama lain. Tetapi pada dasarnya tujuan keduanya adalah mengembangkan sebuah brand menjadi lebih besar lagi.

Lalu bagaimana menemukan partner bisnis yang cocok agar bisa mendatangkan keuntungan? Kini Finansialku akan menjabarkan beberapa tips dalam menilai franchisor yang benar agar Anda sebagai franchisee bisa memperoleh keuntungan.

Sebelumnya, sudahkah Anda memisahkan keuangan pribadi dan hasil bisnis? Penting untuk Anda ketahui, mencampur uang pribadi dan uang bisnis dapat berdampak buruk untuk perkembangan bisnis Anda! Pelajari langkah-langkahnya di ebook gratis dari Finansialku berikut ini!

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

 

Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba

Apakah Anda menganggap menjalani bisnis waralaba selalu menguntungkan? Memulai bisnis yang newbie friendly ini juga bukan berarti anti gagal, lho!

Nyatanya, bisnis ini mungkin saja gagal, apalagi jika Anda melakukan salah satu dari beberapa hal berikut ini:

 

#1 Memilih Bisnis Waralaba dengan Franchise Fee atau Royalti Tinggi

Franchise fee atau royalty akan menjadi modal awal franchisee dalam memulai bisnis. Jika modal atau investasi awalnya terlalu besar, maka jelas bahwa hal ini akan berdampak pada mundurnya waktu kembali modal franchisee.

Bahkan, beberapa waralaba terkenal terkadang meminta biaya tambahan tertentu. Misalnya saja Burger King meminta tambahan 4,5% jika ongkos waralabanya mencapai Rp450 juta, sama seperti Dunkin’ Donuts yang meminta tambahan 5,9% untuk franchise fee di kisaran Rp360-720 juta bergantung lokasinya.

Pertimbangkan-Cara-Menilai-Franchisor-1-Finansialku

[Baca Juga: Pemasaran Jaringan: Memiliki Bisnis Waralaba Pribadi dengan Biaya Terjangkau]

Jangan lupa, semua itu belum termasuk biaya operasional seperti gaji karyawan, uang makan, dan pajak.

Perlu diingat bahwa Break Even Point (BEP) = Modal awal / keuntungan. Sehingga semakin besar modal awalnya, semakin lama juga titik ini bisa tercapai.

Oleh karena itu, selalu lakukan perhitungan yang baik sebelum membeli sebuah bisns waralaba. Apabila perlu, konsultasikan pada perencana keuangan yang terjamin dan berkualitas. Misalnya perencana keuangan dari Finansialku.

Mengapa harus Finansialku?

Finansialku merupakan perencana keuangan dengan tenaga kerja profesional yang selalu memberikan fakta dan solusi keuangan yang bermanfaat bagi Anda.

Dengan demikian, Anda bisa menghemat waktu dan tenaga untuk membangun bisnis waralaba Anda sendiri.

Manfaatkan jasa perencanaan keuangan Finansialku sekarang juga dengan menghubungi kontak berikut ini:

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membuat janji dengan Perencanaan Keuangan Finansialku di sini, Anda  juga bisa menelepon kantor kami di nomor 022 – 2056 5890 atau mengirim email ke Solusi@Finansialku.com.

 

#2 Memilih Bisnis Waralaba dengan Perjanjian Bahan Baku yang Mahal

Beberapa bisnis waralaba memegang teguh konsep waralaba yakni memungkinkan adanya konsistensi dalam kualitas produk dan jasa bagi konsumen, tidak peduli dari mana mereka membelinya.

Siapa yang memiliki bisnisnya atau siapa pengelolanya bukanlah hal penting bagi konsumen, tetapi produk dan jasanya lah yang berpengaruh bagi customer experience.

Demi menjaga customer experience ini, tak jarang franchisor mengikat franchisee agar selalu membeli bahan baku hanya darinya DAN sayangnya biasanya harganya lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Sebenarnya jika semata-mata untuk menjaga customer experience, hal ini bisa diterima, selama harga yang ditetapkan tidak terlalu tinggi. Sayangnya, beberapa franchisor waralaba makanan cepat saji mematok harga hingga 5-10% lebih tinggi dari harga pasar untuk produk-produk yang sangat umum (seperti sayuran, atau bahan baku mendasar lainnya) dengan tujuan memperoleh laba.

Nah, hal seperti inilah yang perlu Anda pelajari lebih dalam dan hindari saat berminat membeli sebuah bisnis waralaba.

 

#3 Kurangnya Akses dalam Pendanaan yang Baik

Seperti bisnis pada umumnya, Anda perlu mempersiapkan lokasi, peralatan, dan inventory untuk memulai bisnis waralaba. Lalu di manakah perbedaan bisnis sendiri dan bisnis waralaba?

Dalam bisnis waralaba, umumnya Anda juga perlu membayar franchise fee dan royalty and advertising fee sebagai pengganti dari biaya training, prosedur, serta pemasaran yang sudah disiapkan oleh franchisor.

Dengan demikian, dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk memulai sebuah bisnis waralaba. Nah yang perlu dipikirkan adalah bagaimana agar Anda bisa memperoleh akses pendanaan yang baik?

Pertimbangkan-Cara-Menilai-Franchisor-4-Finansialku

[Baca Juga: Cara Cepat Kaya dan Bebas Keuangan: Hancurkan 5 Mental Block Ini!]

 

Beberapa franchisor umumnya membantu franchisee dalam hal pendanaan dengan bekerja sama dengan agen peminjaman uang untuk membantu franchisee memperoleh dana untuk memulai bisnis waralaba.

Tak jarang juga mereka yang menyediakan alternatif pembiayaan, misalnya dengan sistem cicilan.

Carilah bisnis waralaba dengan akses pendanaan yang baik sehingga Anda meminimalisasi kemungkinan gagal.

 

#4 Maksimalisasi Bisnis dengan Banyaknya Lokasi

Para franchisor akan menerima untung lebih banyak saat semakin banyak pula franchisee yang membeli bisnis waralabanya ini.

Hal inilah yang terkadang dibiarkan lepas kontrol, sehingga tak jarang sesama franchisee hanya terpaut jarak yang sangat kecil.

Lokasi yang berdekatan tersebut mengakibatkan omzet seorang franchisee menurun, karena jelas penduduk selalu memilih lokasi terdekat jika menyangkut bisnis waralaba dengan kualitas yang sama di tiap lokasi.

Dengand demikian, penting juga untuk selalu melihat apakah sudah banyak bisnis waralaba yang sama di lokasi bisnis Anda.

Carilah lokasi yang belum dipenuhi pesaing, namun memang ramai pengunjung yang berlalu lalang.

 

 

#5 Pihak Franchisor atau Franchisee Merugikan Pihak Lainnya

Tahukah Anda, tingkat kesuksesan waralaba di indonesia hanya mencapai 60% saja, sedangkan di negeri asalnya, Amerika mencapai 90%.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Salah satunya adalah karena ada salah satu pihak yang merugikan pihak lainnya.

Misalnya saja franchisor yang terkadang memiliki bisnis yang belum terbukti menguntungkan, tapi sudah berani menawarkan konsep waralaba tersebut kepada calon investor.

Dengan demikian, Anda perlu berhati-hati memilih rekan bisnis (baik sebagai franchisor atau franchisee) agar selalu bisa saling menguntungkan.

 

#6 Terbatasnya Kreativitas

Seringkali sebuah bisnis gagal karena produk atau jasa yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masyuarakat.

Dengan kata lain, perusahaan gagal meyakinkan calon konsumennya untuk membeli produk atau jasanya.

Sebagai contoh, bisnis waralaba mewajibkan Anda menjual produk yang memang sudah terdaftar dalam kontraknya, sehingga Anda tidak bisa mengubah atau mengembangkan produk atau jasa yang akan dijual.

Kewajiban keseragaman ini terkadang bisa membuat seorang franchisee frustasi dan gagal mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar lagi.

 

TIPS Menilai Franchisor yang Benar agar Mendatangkan Keuntungan

Baik sebagai franchisor dan franchisee, dibutuhkan komitmen, pengertian, dan kerja sama yang saling menguntungkan sehingga bisnis bisa berjalan dengan lancar.

Namun apa jadinya jika penyebab gagalnya bisnis waralaba nomor 5 terjadi pada Anda?

Bisnis Anda bisa hancur alih-alih membawa keuntungan. Dengan demikian, kami akan menjabarkan beberapa cara menilai franchisor yang benar sebagai berikut:

 

#1 Ketahui Sudah Berapa Lama Franchisor Menekuni Bisnisnya

Coba Anda buka media cetak, bisa dilihat banyak sekali iklan-iklan yang menawarkan konsep kerja sama dalam bentuk “waralaba”.

Tidak sulit menemukan peluang waralaba, namun yang sulit adalah menemukan peluang waralaba yang JELAS dan TERJAMIN.

Oleh karena itu, franchisor yang kita pilih haruslah yang sudah BERPENGALAMAN dalam bisnis waralaba tersebut. Seperti apa franchisor berpengalaman itu? Antara lain haruslah:

  • Sudah menekuni bisnisnya paling tidak selama 2-3 tahun.
  • Apabila bukan pebisnis, sekurang-kurangnya ia pernah bekerja sebagai karyawan di bidang yang sama lebih dari 2 tahun dan mengenal manajemen tempat ia bekerja.
  • Jujur dan terbuka akan bisnisnya
  • Memiliki track record bisnis yang jelas dan brand yang sudah dikenal setidaknya

 

#2 Mintalah Bukti Bukannya Janji

Selain pengalaman, yang perlu Anda minta dari beliau adalah bukti-bukti kesuksesan dari bisnis terkait. Sebagai contoh:

  • Apakah sudah ada sertifikasi BPOM untuk produk atau jasa terkait
  • Apakah ada professional team dalam kantor pusat
  • Berapakah jumlah cabang yang sudah berjalan, dan sebagainya.

 

Bukti-bukti ini tentunya akan memberikan gambaran lebih jelas akan bisnis yang akan Anda beli royaltinya. Jangan mudah terbuai dengan janji selama belum ada bukti yang jelas.

 

#3 Cari yang Produknya Diterima dan Market-nya Bertumbuh

Untuk apa membeli sebuah bisnis yang sudah mau mati? Jika Anda mau beli bisnis waralaba, tentunya pilihlah yang sedang berkembang dan diterima banyak orang.

Sebagai contoh, saat ini yang sedang ramai bisnis kuliner es kepal milo. Anda bisa memilih bidang tersebut dan memanfaatkan pasarnya yang sedang bertumbuh sangat pesat.

Pertimbangkan-Cara-Menilai-Franchisor-2-Es-Kepal-Milo-Finansialku

[Baca Juga: Tidak Semua Bisnis Waralaba Mampu Mencetak Laba Lho, Kalau Mau Beli Bisnis Waralaba Pilih yang Seperti Ini]

 

Tips lain adalah memilih franchisor yang terbukti memenangkan penghargaan dan diliput oleh banyak media. Dengan demikian Anda bisa memperoleh pemasaran lebih luas.

 

#4 Sistemnya Sudah Teruji Dapat Berjalan dengan Baik

Saat membeli sebuah bisnis waralaba, secara tidak langsung Anda telah membeli sebuah sistem bisnis karya sang franchisor.

Artinya, Anda hanya perlu mengikuti sistem tersebut dan secara otomatis bisnis akan berjalan dengan baik.

Sistem yang terbukti telah berjalan dengan baik tentunya juga meminimalisasi kesalahan dan error, sehingga Anda tidak perlu mengalami kerugian yang umumnya dialami para pebisnis pemula.

 

#5 Cari yang Mau Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Banyak franchisor yang pelit pengetahuan karena takut rahasia bisnisnya diketahui dan ditiru oleh franchisee. Padahal, sebenarnya meski berbagi merek yang sama, franchisor dan franchisee memiliki bisnis masing-masing yang independen.

Oleh karena itu, alangkah baiknya Anda mencari seorang franchisor yang tidak ragu berbagi pengetahuan dan pengalamannya demi mendukung bisnis Anda sebagai franchisee.

Dukungan ini memiliki macam-macam jenis, misalnya saja dukungan dari sistem pemasaran di mana beliau akan memberitahu Anda bahkan membantu mendorong sistem pemasaran bisnis tersebut.

 

#6 Cari yang Mempunyai Jiwa dan Orientasi Kewirausahaan

Umumnya semua pebisnis memiliki jiwa dan orientasi kewirausahaan, itu salah satu kunci kesuksesan mereka.

Namun lagi-lagi tak jarang pebisnis abal-abal yang mengaku-ngaku sebagai pebisnis profesional, padahal bisnisnya belum berjalan dengan baik.

Oleh karena itu selalu lihat apakah memang beliau memiliki beberapa sifat kewirausahaan berikut ini:

  • Proaktif
  • Mampu berinovasi, dan
  • Berani mengambil risiko.

 

Menjadi Franchisee Sukses Tidaklah Sulit

Dalam bisnis tentunya ada berbagai masalah dan hambatan, demikian halnya dengan bisnis waralaba. Tidak pernah ada jaminan sukses 100% dalam yang namanya BISNIS.

Tapi semua itu dapat Anda lalui jika ada dukungan kuat di belakangnya. Intinya adalah carilah rekan kerja atau franchisor yang memang tepat dan siap mendukung Anda secara penuh.

Kami yakin Anda juga bisa menjadi pebisnis waralaba sukses jika menemukan rekan franchisor yang tepat!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai cara menilai franchisor yang benar lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Wahdi Fakhrozy. Penyebab Gagalnya Bisnis Franchise. com – https://goo.gl/t4Ugeq
  • Kang Yuda. 22 Mei 2016. Faktor Yang Menyebabkan Kegagalan Usaha Waralaba / Franchise. Ideusahabisnis.com – https://goo.gl/oZK4tA
  • Redaksi. 17 Januari 2012. 6 Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba. Finance.detik.com – https://goo.gl/BdRfPj
  • Admin. Tips Menilai Seorang Franchisor. Waralabaindonesia.net – https://goo.gl/1wnojz
  • Admin. 17 Maret 2008. Pertimbangan Dalam Memilih Franchise/ Waralaba yang Baik dan Menguntungkan. Partisimon.com – https://goo.gl/mg9vpS
  • Admin. 7 Tips Memilih Bisnis Franchise yang Tepat dan Menguntungkan. Peluangusaharumahan.info – https://goo.gl/j6xc7N

 

Sumber Gambar:

  • Dunkin’ Donut – https://goo.gl/K7HCMH
  • Milo Kepal – https://goo.gl/BkzJ73
  • Bisnis – https://goo.gl/FpPPj1
  • Modal – https://goo.gl/Cnt5Wx
Summary
Pertimbangkan Cara Menilai Franchisor yang Benar Agar Mendatangkan Keuntungan
Article Name
Pertimbangkan Cara Menilai Franchisor yang Benar Agar Mendatangkan Keuntungan
Description
Sebagai seorang franchisee tentunya harus tahu bagaimana cara menilai franchisor bukan?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo