Negara mana sajakah yang merupakan negara produksi kopi? Bagaimana prospek kopi sebagai investasi di tahun 2019?

Kopi pertama kali ditemukan pada abad ke-15 di Arab dan saat ini menjadi salah satu komoditas dengan volume transaksi terbesar di seluruh dunia.

Penggunaan kopi sebagai bahan pangan dan industri flavor membuatnya semakin “eksis” di berbagai lapisan masyarakat.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Negara Penghasil Kopi

Kopi tergolong dalam kelompok komoditas lunak atau “soft commodities”. Ciri utama komoditas lunak adalah memiliki musim dan memerlukan proses panen.

Kopi tidak terpisahkan dari kehidupan manusia mulai dari kalangan remaja hingga usia senior. Bagi mereka pecinta kopi hampir setiap hari mengkonsumsi kopi.

Rasanya yang nikmat bahkan bisa membuat seseorang tidak bisa hidup sehari tanpa melewatkan segelas kopi.

Bahkan saking banyak penggemarnya, kopi dinobatkan sebagai minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia kedua setelah teh.

Produksi Kopi dan Prospeknya 03 Kopi 3 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui Strategi-strategi Dasar Trading Komoditas]

 

Selain rasanya yang nikmat, kopi juga cukup mudah diolah menjadi berbagai produk. Bahkan diketahui juga mengkonsumsi kopi dapat menenangkan pikiran dan membuat mood menjadi baik untuk bekerja.

Dibalik kenikmatan kopi, pernahkah Anda terpikir mengenai darimana asalnya kopi yang dikonsumsi?

Pohon kopi hanya tumbuh di berbagai belahan dunia saja. Supaya tanaman kopi dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan kualitas kopi yang baik, dibutuhkan jenis tanah yang tepat, cuaca yang sesuai dan tentunya perawatan khusus.

Jutaan orang di seluruh dunia bekerja pagi dan malam lho untuk menghasilkan kopi yang nikmat untuk kita santap.

Berikut ini adalah daftar 10 negara penghasil kopi terbesar di dunia pada tahun 2018.

Produksi Kopi dan Prospeknya 06 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Mengendalikan Risiko Trading Komoditas?]

 

#1 Brazil

Kopi memiliki peran inti dalam menyokong perekonomian negara Brazil. Tanaman kopi pertama kali dibawa ke Brazil pada awal abad ke-18 oleh warga Perancis.

Selanjutnya sejak tahun 1840 hingga hari artikel ini dibuat Brazil menjadi produsen kopi terbesar di dunia.

Berdasarkan data Departemen Pertanian Negara Amerika Serikat, Brazil menghasilkan 3 juta metric ton kopi di periode panen 2017-2018. Data ini menunjukkan bahwa Brazil menghasilkan lebih dari 30% produksi kopi dunia.

 

Besarnya volume produksi kopi didukung oleh lahan perkebunan kopi yang sangat luas, diperkirakan mencapai 27.000 kilometer persegi yang sebagian besar di daerah Minas Gerais, Sao Paulo dan Parana.

Selain didukung lahan yang luas, kualitas kopi yang dihasilkan juga didukung oleh cuaca dan suhu yang ideal di negara Brazil.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

#2 Vietnam

Tentunya banyak dari kita yang sudah tidak asing dengan minuman “Kopi Vietnam”. Penyajian yang khas antara kopi yang sebagian terpisah dicampur dengan susu manis terkondensasi yang menambah kenikmatannya.

Vietnam merupakan negara penghasil kopi terbesar ke dua di dunia. Ia mengalami perkembangan pesat dalam produksi kopi. Berdasarkan hasil panen tahun 2017-2018 jumlah produksinya mencapai 2 juta metric ton.

Padahal pada tahun 1975 jumlah produksinya baru mencapai 6000 ton saja. Dalam produksinya, Vietnam fokus pada pasar internasional dengan khusus memproduksi biji kopi Robusta yang lebih murah.

Kandungan kafein pada kopi Robusta diketahui mencapai 2x dari kopi jenis Arabika. Vietnam saat ini menjadi negara penghasil kopi Robusta terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 40% kopi Robusta dunia.

Produksi Kopi dan Prospeknya 04 Kopi 4 - Finansialku

[Baca Juga: Jangan Ketinggalan Timing! Ayo Kenali Arah Trend Komoditas]

 

#3 Kolombia

Meski berhadapan dengan perubahan cuaca, Kolombia tetap menjadi negara nomor 3 produsen kopi terbesar di dunia. Menurut data hasil panen tahun 2017-2018 Kolombia menghasilkan 864.000 metric ton kopi.

Vietnam menggeser posisi Kolombia yang awalnya dikenal sebagai negara produsen kopi terbesar nomor 2 di dunia.

 

#4 Indonesia

Indonesia dikenal dunia sebagai produsen kopi Robusta, kopi Arabika, dan kopi Luwak. Kopi Luwak merupakan ciri khas Indonesia yang telah melewati proses unik yaitu dihasilkan melalui pencernaan hewan Luwak.

Setelah difermentasi pada pencernaan Luwak, kopi ini memiliki rasa dan aroma unik dan nikmat, sehingga kopi Luwak menjadi kopi termahal nomor 1 di dunia.

Meskipun memproduksi kopi dalam jumlah besar, namun kopi Indonesia lebih banyak dikonsumsi di dalam negeri. Menurut data hasil panen tahun 2017-2018, Negara Indonesia menghasilkan kopi sebanyak 636.000 metric ton.

Kopi Termahal 05 Kopi Luwak - Finansialku

[Baca Juga: Investor WAJIB Menelusuri 3 Prospek Komoditas di 2019]

 

#5 Honduras

Pada panen tahun 2017-2018 Honduras menyalip posisi ranking 5 negara produsen kopi terbesar dunia dari Ethiopia.

Tahun ini Honduras berhasil memproduksi 450.000 metric ton kopi dan merupakan negara terbesar ke 3 di Amerika Latin sebagai produsen kopi.

 

Bursa Berjangka Kopi di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, kopi juga ditransaksikan di bursa berjangka Indonesia. Berikut ini adalah 2 jenis kopi hasil Indonesia yang ditransaksikan pada bursa berjangka Jakarta:

 

#1 Kopi Robusta

Kopi adalah minuman rakyat dari berbagai kalangan. Saking digemarinya, bahkan menjadi komoditas nomor 2 yang paling banyak diperdagangkan secara legal dalam sejarah manusia.

Indonesia merupakan salah satu produsen utama kopi Robusta dunia sebelum Brazil. Dari total produksi kopi di Indonesia, sebanyak 80% merupakan kopi Robusta.

 

Kopi Robusta memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya dan umum digunakan untuk racikan kopi bubuk.

Kontrak Berjangka Kopi Robusta bertujuan untuk melindungi nilainya sehingga stabil dengan jangka waktu 1 tahun per kontrak.

Setelah kontrak selesai pembeli bisa memilih untuk melakukan serah terima fisik kopi Robusta sesuai ketentuan yang berlaku pada gudang-gudang terdaftar yang berlokasi dekat sentra produksi kopi Robusta.

Selain transaksi berjangka, kopi Robusta juga dilakukan transaksi pasar fisik secara online.

Produksi Kopi dan Prospeknya 05 Kopi 5 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Bentuk Trading Plan untuk Komoditas? Cek Infonya di sini]

 

#2 Kopi Arabica

Kopi Arabica merupakan spesies kopi yang pertama ditemukan dan dibudidayakan manusia hingga saat ini. Produksi kopi Arabika sebesar 20% dari total produksi kopi di Indonesia.

Dengan rasa dan aroma yang lebih disukai membuat kopi Arabika bernilai sangat tinggi dan dijuluki sebagai “kopi spesial”.

Kontrak Berjangka Kopi Arabika bertujuan untuk melindungi nilai sehingga dicapai harga yang stabil. Fluktuasi harganya bisa dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk memanfaatkan peluang mendapatkan keuntungan.

 

Kontrak Berjangka Kopi Arabika memiliki periode perdagangan satu tahun per kontrak yang diperdagangkan.

Setelah kontrak selesai pembeli bisa memilih untuk melakukan serah terima fisik kopi Arabika sesuai ketentuan yang berlaku pada gudang-gudang terdaftar yang berlokasi dekat sentra produksi kopi Arabika.

Selain transaksi berjangka, kopi Arabika juga dilakukan transaksi pasar fisik secara online.

 

Prospek Harga Komoditas Kopi di 2019

Tahun 2018 ini merupakan tahun yang berat bagi para petani dengan penurunan mencapai 8% (yoy) dan merupakan penurunan terbesar sejak tahun 2015.

Dengan penurunan ini diperkirakan petani akan memproduksi kopi dalam jumlah yang lebih sedikit di tahun 2019. Penurunan harga kopi disebabkan oleh lonjakan supply akibat investasi besar-besaran di lahan kopi di Amerika Selatan.

Investasi ini juga didukung oleh pupuk dan teknik pertanian yang baik dan juga cuaca optimal untuk pertumbuhan kopi.

Selain itu penguatan US Dollar juga menurunkan nilai mata uang negara berkembang penghasil kopi, akibatnya petani menjual kopi dengan harga lebih rendah.

Meski demikian, diperkirakan pada tahun 2019 ini harga kopi dunia akan mengalami reversal setelah penurunan dalam 3 tahun berturut-turut.

Analis Bloomberg memprediksi kenaikan rata-rata kopi menjadi US$1,24 per pon di tahun 2019 naik dari US$1,15 per pon di tahun 2018.

 

Apakah kopi favorit Anda masuk di dalam list portofolio Anda? Semoga pahitnya kopi dapat dinikmati dengan manisnya kenaikan harga komoditas kopi di tahun 2019.

Tuliskan pertanyaan Anda pada kolom di bawah, dan bagikan artikel ini kepada orang lain di sekitar Anda ya, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 20 Maret 2018. Top Coffee Producing Countries. Worldatlas.com – https://goo.gl/SxJaoD

 

Sumber Gambar:

  • Kopi 1 – https://goo.gl/uXr2ke
  • Kopi 2 – https://goo.gl/xUNtnm
  • Kopi 3 – https://goo.gl/mwCCGk
  • Kopi 4 – https://goo.gl/AVxog3
  • Kopi 5 – https://goo.gl/RMe295