Menjadi salah satu emiten penghuni LQ45, begini kinerja dan prospek dari PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) setelah pandemi.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Analisis Fundamental

Emiten konsumer penghuni LQ45, Mayora Indah Tbk. ini merupakan salah satu emiten fast moving consumer goods (FMCG) yang mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih di tengah pandemi Covid-19.

Dibanding emiten consumer lain yang mengalami tekanan pada pos laba rugi. Misal, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Kino Indonesia Tbk. Kedua emiten itu mencatat penurunan laba bersih masing-masing 2,1 % dan 67,52% secara tahunan.

Mayora telah melebarkan pangsa pasarnya ke negara negara di Asia. Saat ini produk Perseroan telah tersebar di 5 benua di dunia. Bahkan pada tahun 2017 kembang gula Kopiko telah dibawa oleh awak stasiun luar angkasa internasional saat mengorbit sbumi.

Sebagai salah satu Fast Moving Consumer Goods Companies, PT. Mayora Indah Tbk. telah membuktikan dirinya sebagai salah satu produsen makanan berkualitas tinggi dan telah mendapatkan banyak penghargaan, diantaranya adalah

  • Top Five Best Managed Companies in Indonesia dari Asia Money,
  • Top 100 Exporter Companies in Indonesia dari majalah SWA,
  • Top 100 public listed companies dari majalah Investor Indonesia,
  • Best Manufacturer of Halal Products dari Majelis Ulama Indonesia,
  • Best Listed Company dari Berita Satu,
  • Indonesia’s Corporate Secretary Award, Top 5 Good Corporate Governance Issues in Consumer Goods Sector, dari Warta Ekonomi
  • dan banyak lagi penghargaan lainnya.

 

Risiko yang muncul pada tahun 2020 ini akan dinamis, kemungkinan turunnya daya beli masyarakat dan hambatan ekspor dapat memberikan dampak negatif pada nilai Penjualan Mayora.

Namun emiten ini selalu melakukan serangkaian inovasi dalam berbagai lini bisnisnya, dengan produk produk yang akan selalu relevan bagi konsumen.

Tingkat konsumsi yang sempat turun, tercermin dari tren penjualan perseroan. Namun, titik terendah sudah dilewati pada Mei 2020 lalu dan sebulan kemudian sudah terjadi pemulihan.

Pada 2020 Mayora juga melangsungkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan II Mayora Indah Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebesar Rp 500 miliar.

Emisi ini merupakan bagian dari PUB II dengan target dana yang dihimpun senilai total Rp 2 triliun.

Turun Hingga 30%, Layakkah Saham MYOR Dikoleksi_ 03

[Baca Juga: Apa Yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Perubahan Fundamental Saham?]

 

Adapun seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada anak usaha MYOR, yaitu PT Torabika Eka Semesta untuk pembiayaan modal kerja.

Dalam hal ini, modal kerja akan digunakan untuk kegiatan operasional anak usaha seperti biaya produksi yang meliputi pembelian bahan baku, bahan pembungkus, dan pembayaran biaya operasional lain yang dapat timbul.

Pembelian minimum obligasi ini telah ditetapkan sebesar Rp 5 juta. Sedangkan pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Kinerja Keuangan PT Mayora Indah Tbk.

Dari Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan, aset MYOR selama 9 tahun terakhir, di 2020 MYOR mencatatkan pertumbuhan aset yang berasal dari Penambahan Investasi Jangka Pendek, pajak dibayar dimuka hingga Aset Lancar lainnya.

Aset MYOR

MYOR Data: Rivan Kurniawan

 

Aset bersih mata uang asing dan pemulihan volume penjualan ekspor pada semester II/2020 akan terus membantu Mayora mengendalikan fluktuasi mata uang asing.

Untuk kondisi Liabilitas, MYOR turun 10,26 % menjadi Rp8,19 triliun dibandingkan dengan posisi Desember 2019 yang terdiri dari utang jangka pendek senilai Rp 3,1 triliun dan jangka panjang Rp 5 triliun pada kuartal III-2020, peningkatan berasal dari Beban Akrual, Utang Pajak, pinjaman bank jangka panjang.

Adapun pos ekuitas yang naik 9,11 % menjadi Rp10,81 triliun. Kombinasi itu membuat aset perseroan turun tipis 0,19 % menjadi Rp19 triliun.

Liabilities MYOR

MYOR Data: Rivan Kurniawan

 

MYOR berhasil menekan utang bank jangka pendek hingga 50% menjadi Rp 50 miliar dan pinjaman bank jangka panjang hingga 25,29% menjadi Rp 2,12 triliun.

Beban bunga tersebut diakibatkan oleh pembayaran utang bank yang dilakukan MYOR sebesar Rp 950 miliar.

Hal tersebut dapat dilihat dari liabilitas jangka pendek yang tahun lalu sebesar Rp 1 triliun, sementara saat ini sebesar Rp 50 miliar.

Beban pokok penjualan perseroan ikut mengalami penurunan 8,74 % secara year on year (yoy) menjadi Rp 7,70 triliun pada semester I/2020.

Laba bruto tercatat menyusut 6,58 % ke posisi Rp 3,37 triliun per 30 Juni 2020. beban usaha yang dikeluarkan perseroan turun 3,25 % secara tahunan menjadi Rp 2,16 triliun pada semester I/2020.

Dengan demikian, perseroan membukukan laba usaha Rp 1,21 triliun.

MYOR juga melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan II Mayora Indah Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok Rp 500 miliar yang merupakan bagian dari PUB II dengan target dana yang dihimpun seluruhnya senilai Rp 2 triliun.

Obligasi yang diterbitkan oleh MYOR juga memiliki rasio likuiditas yang sehat. Dana dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada entitas anak PT Torabika Eka Semesta (TES).

Pertumbuhan nilai yang signifikan atas revenue dan net profitnya atas saham ini tidak begitu terpengaruh oleh pandemi, kinerja emiten konsumer PT Mayora Indah Tbk. mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan kendati perolehan pendapatan sedikit melambat hingga periode September 2020.

Revenue MYOR

MYOR Data: Rivan Kurniawan

 

Dilansir dari bisnis.com, Analis Sucor Sekuritas, Jennifer Widjaja berpendapat bahwa meskipun pendapatan domestik pada kuartal kedua tidak tumbuh signifikan namun penjualan sudah mulai pulih pada bulan Juli sejalan dengan pemulihan aktivitas bisnis pada masa transisi PSBB.

MYOR mencatatkan penurunan penjualan sebesar 8,1% secara tahunan menjadi Rp 11,08 triliun. Namun, perseroan mampu membukukan laba bersih naik 42,02 % menjadi Rp 1,589 triliun.

Pada kuartal ketiga tahun ini perseroan bisa menggenjot penjualan ekspor yang ditandai oleh pemulihan ekonomi di beberapa negara. Ekspor tujuan utama MYOR justru ke China. Ekonomi (China) suka buka dan sedang dalam masa recovering.

Secara khusus emiten bersandi saham MYOR itu mendapat keuntungan dari selisih kurs mata uang asing sebesar Rp 303,94 miliar. Posisi tersebut berbalik dari Rp 143,89 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mayora juga telah mempertahankan kas mata uang asing, sebagian besar dalam dolar AS dengan fasilitas lindung nilai dari pendapatannya.

Perseroan, diketahui, menghasilkan lebih dari 40% dari total pendapatan tahunan dari penjualan ekspor, yang menutup sekitar 30% dari impor bahan baku dengan mata uang dolar AS.

Bahan baku adalah komponen terbesar dari biaya Mayora, yang merupakan 53% dari pendapatan pada tahun 2019. Mayora memiliki kas US$ 163 juta (sekitar 74% dari total kas) pada 31 Maret 2020.

Dilansir dari bisnis.com, Fitch menyatakan percaya aset bersih mata uang asing dan pemulihan volume penjualan ekspor pada semester II/2020 akan terus membantu Mayora mengendalikan fluktuasi mata uang asing.

Adapun, pendapatan MYOR tersebut turun tipis 2,11% menjadi Rp 17,58 triliun. Jumlah tersebut berasal dari penjualan domestik Rp 10,46 triliun dan penjualan ekspor sebesar Rp 7,13 triliun.

Perseroan mencatatkan kenaikan kas dan setara kas akhir tahun yang meningkat 57,55% per tahun menjadi Rp 3,31 triliun hingga periode September 2020.

Arus kas naik signifikan seiring peningkatan arus kas dari aktivitas operasi sebesar 67% menjadi Rp 2,95 triliun.

Untuk menilai apakah saham ini tergolong mahal/murah, kita bisa melihat valuasi Price Book Value (PBV) nya yang ada di 4,9x, yang tergolong masih dalam harga premium, jadi jika ingin mengoleksi saham ini di masa pandemi adalah waktu yang tepat mengoleksinya, karena ada koreksi harga.

Untuk Price Earning Ratio MYOR ada di 27,9x yang menandakan MYOR berada di harga premium untuk di sektornya.

PBV n PER MYOR

MYOR Data: Rivan Kurniawan

 

Untuk Return on Equity MYOR pada 2020 ada di 18%, turun dari 2019, yang artinya di tahun ini MYOR tidak se-efisien daripada tahun lalu dalam mengelola asset dan liabilities nya untuk mendapatkan profit ditengah kondisi pandemi saat ini.

ROE MYOR

MYOR Data: Rivan Kurniawan

 

Pada 3 tahun terakhir, dividen tunai yang dibagikan Mayora adalah sbb:

Dividen MYOR

 

Analisis Teknikal PT Mayora Indah Tbk.

Hingga penutupan market Sesi I-26 November 2020, MYOR diperdagangkan pada 2440/lembar mengalami pelemahan minus 1,21%. MYOR terlihat mengalami Uptrend dari April 2020 setelah downtrend sejak pertengahan 2019.

Untuk analisa teknikal jangka panjang terhadap emiten ini, dalam grafik kerangka waktu weekly. MYOR yang dalam 3 bulan terakhir dalam terlihat membentuk pola Double Bottom.

Pada perdagangan kemarin, saham berkode MYOR juga melemah 0,40%. Dalam enam bulan terakhir saham MYOR sudah naik 26,26%.

Sementara itu, bila dibandingkan sejak awal tahun, saham MYOR masih memberikan imbal hasil negatif (5,18%).

Indikator MACD, berada di atas garis nol dengan sinyal buy yang cukup baik, ada kemungkinan akan terbentuk harga bullish di 2021 seiring normalnya konsumsi masyarakat.

Indikator Stochastic menggunakan kerangka waktu Weekly terlihat sinyal buy. Untuk menentukan Open position indikator EMA (20), EMA (50) dan EMA (100) masih membentuk pola bullish.

Akan menjadi semakin menarik jika asing melakukan beli nantinya, jika anda memilih untuk melakukan buy-sell and buyback untuk saham ini, jika bisa menembus garis resistance nya di 2440 ini akan menarik hingga 2580-2600.

Untuk cut loss disarankan jika sudah berbalik arah mencapai support-nya di rentang harga 2346.

Namun jika anda memutuskan ingin berinvestasi jangka menengah atau panjang karena percaya pada emiten ini, Anda bisa melakukan entry position saat pergerakan harga sedang turun (pertimbangan investor pada MYOR dengan akumulasi beli pada area level Rp 2400-2600/lembar).

Teknikal MYOR

 

Outlook PT Mayora Indah Tbk.

Perseroan yang terkenal dengan berbagai merek snack dan camilan nya hingga terkenal hingga mancanegara ini menyiapkan sejumlah strategi untuk merealisasikan optimisme di industri makanan dan minuman dalam menyambut 2021 karena sektor tersebut diperkirakan mampu tumbuh 7-8%.

Global Marketing Director Mayora Ricky Afrianto mengatakan bahwa terdapat tiga strategi utama yang disiapkan perusahaan.

Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia mulai dari proses perekrutan.

Kedua, meningkatkan kekuatan produk yang dinilai memberi implikasi signifikan bagi perusahaan dalam bersaing dengan kompetitor, baik dalam hal pemasaran, distribusi, dan rantai pasok global.

Sektor mamin sudah mulai bergerak naik (bottom up) pada Agustus 2020 dan tren tersebut diharapkan dapat berlangsung sampai dengan 2021.

Ketiga, memberi nilai kepada konsumen lewat produk-produk dengan harga terjangkau sebagai upaya menjaga pasar yang dikatakan perlu dilakukan di dalam kondisi pandemi.

Upaya tersebut diyakini mampu memancing semangat konsumen untuk membeli.

Turun Hingga 30%, Layakkah Saham MYOR Dikoleksi_ 02

[Baca Juga: Prospek Emiten Bluechip, PT Indofood CBP Tbk. (ICBP)]

 

Adapun, data Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi) menunjukkan bahwa ada penurunan konsumsi rumah tangga untuk produk mamin dari 5,01 % pada kuartal I/2020 menjadi 0,71% pada kuartal II/2020.

Faktor Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang secara bertahap telah menunjukkan indikasi peningkatan.

Hal tersebut juga menjadi sentimen yang baik untuk MYOR hingga porsi ekspor cukup besar di MYOR adalah China akan menguntungkan MYOR atau akan ada pemulihan yang signifikan dari sisi ekspor setelah ekonomi China dibuka kembali.

Walaupun penurunan penjualan ekspor terjadi namun dapat diimbangi dengan penjualan domestik yang lebih tinggi karena produk Mayora yang terdiversifikasi dengan baik, merek yang kuat, dan dapat memimpin pasar.

Prospek penjualan dari minuman olahan dalam kemasan untuk produk Torabika memang bertumbuh.

Penjualan produksi consumer yang biasanya bakal terus bertumbuh di kuartal III hingga kuartal IV, manajemen tren penjualan kini sudah mulai pulih dan menunjukkan tren peningkatan.

 

Kesimpulan

Sektor consumer digolongkan sebagai sektor yang defensif. Turunnya daya beli masyarakat membuat banyak sektor mengalami penurunan kinerja, namun MYOR cukup baik pada masa pandemi Covid-19 karena masih bisa mencetak Laba Bersih.

Prospek emiten produsen biskuit Roma hingga Beng-Beng ini cukup cerah kendati kondisi ekonomi memang belum bertumbuh secara signifikan ditambah dengan kompetisi yang semakin ketat.

Kendati pendapatan turun, MYOR mampu mencetak pertumbuhan laba signifikan berkat efisiensi dan pendapatan lain-lain.

Emiten memiliki prospek yang bagus. Kerja sama dan strategi pemasaran yang diterapkan senantiasa ditinjau secara berkala hingga evaluasi dilakukan untuk melihat tingkat efektivitas keberlanjutan kinerja MYOR.

Turun Hingga 30%, Layakkah Saham MYOR Dikoleksi_ 01

[Baca Juga: Prospek Bisnis ROTI di New Normal: PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.]

 

Semoga ke depannya hal tersebut dapat membuat MYOR tetap menunjukkan kinerja yang melejit lagi setelah New Normal dan menunjukkan kinerja yang positif,

Seiring pola konsumsi rutin masyarakat membaik, sektor industri konsumsi adalah salah satu sektor yang cukup tahan dari resesi, namun tidak semua emiten di sektor ini memiliki fundamental dan kinerja yang cemerlang, yang pantas untuk di masukkan ke dalam long-term Investment.

Maka dari itu analisa lebih lanjut sangat diperlukan, peluang bisnis di industri MYOR bisa jadi akan semakin menarik di tahun depan jika MYOR selalu berinovasi sesuai dengan permintaan market global dan nasional.

 

Disclaimer on: Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis berdasarkan laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah analisa saham MYOR dan prospeknya ke depan yang bisa membantu pertimbangan investasi Anda. Punya pertanyaan? Anda bisa tanyakan dalam kolom komentar.

Anda juga bisa bergabung dalam grup komunitas belajar saham Finansialku untuk info terbaru dan diskusi mengenai saham dengan praktisi dan pakarnya.

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Sept 2020 (www.idx.co.id)
  • Bisnis.com
  • CNBC Indonesia
  • mayoraindah.co.id

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Consolidated Financial Statements PT Mayora Indah Tbk, Sept 2020
  • mayoraindah.co.id