Safe haven banyak dibicarakan dan diminati para investor akhir-akhir ini. Lantas, sudahkah Anda tahu apa itu investasi safe haven?

Simak ulasan selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Investasi Safe Haven (Investasi Resesi)

Safe haven merupakan instrumen investasi yang diharapkan bisa menjaga nilai, bahkan menambah nilai aset, meski kondisi ekonomi sedang tertekan.

Seperti akhir-akhir ini saat perekonomian dunia sedang galau yang disebabkan tarik ulur konflik perang dagang AS Tiongkok, Brexit, dan resesi dunia.

Investasi resesi yang baik haruslah bersifat liquid, alias mudah diuangkan, seperti logam mulia yang berpengalaman menjadi master safe haven. Namun kini tidak hanya emas.

Mata uang asing beberapa negara maju juga bisa menjadi safe haven yang efektif.

Ini Sejarah dan Asal Muasal Nama 8 Mata Uang Dunia Populer 02 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Diskonto Adalah]

 

Nilai aset yang Anda miliki dapat dikonversikan dengan cara membuka rekening bank dalam mata uang asing dengan memerhatikan selisih kurs dan biaya admin bank.

Anda juga bisa membeli mata uang fisik di money changer untuk disimpan dan dijual kembali. Pastikan kualitas uang kertas agar mendapatkan harga bagus saat menjualnya kembali.

 

Mata Uang Safe Haven

Dari beragam mata uang asing, berikut ini tiga mata uang yang berpotensi sebagai pilihan investasi resesi, yakni:

 

#1 Swiss Franc (CHF)

Mata uang yang jarang terdengar ini termasuk safe haven karena nilainya yang stabil, bahkan dalam kondisi turbulensi ekonomi.

Kestabilan ini disebabkan pemerintahan dan sistem keuangan Swiss yang stabil, sehingga membuat investor sangat mempercayai kredibilitas bank Sentral Swiss.

Berdasarkan data Deutche Bank, sejak Maret 1986 hingga September 2012 nilai CHF cenderung menguat, termasuk saat bursa saham global anjlok dan terjadi tekanan perekonomian dunia.

Selain itu, sejarah harga CHF terhadap Rupiah pun stabil cenderung meningkat nilainya sejak tahun 2008 hingga 2019 meski sempat melemah di tahun 2010.

Gambar 1 (Grafik Harga CHFIDR 2008-2019) - Finansialku

Gambar 1 Grafik harga CHFIDR dari 2008 hingga 2019. Sumber: Tradingview.com

 

#2 Yen Jepang (JPY)

Yen merupakan satu-satunya mata uang negara Asia yang memenuhi syarat sebagai safe haven dengan kinerja paling optimal dan signifikan.

Ketika perekonomian global bergejolak, JPY justru menguat.

Seperti di tahun 2015-2016 ketika krisis ekonomi berkepanjangan di Yunani, penghentian kebijakan quantitative easing, dan menjelang pemilu AS, JPY/IDR naik hingga 20% dalam waktu 1 tahunan.

Saat krisis ekonomi benar-benar terjadi, JPY menguat dengan signifikan seperti yang terjadi pada tahun 2008 (saat itu JPY/IDR menguat lebih dari 50% dalam waktu kurang dari 1 tahun).

Hal ini dikarenakan Jepang merupakan negara kreditur terbesar di dunia selama 28 tahun terakhir dan termasuk negara eksportir di dunia.

Ketika terjadi gejolak ekonomi global, investor Jepang akan menarik dananya dari luar negeri untuk kembali ke negaranya, sehingga JPY menguat.

Gambar 2 (Grafik Harga JPYIDR (2008-2019) - Finansialku

Gambar 2 Grafik harga JPYIDR dari 2008 hingga 2019. Sumber: Tradingview.com.

 

#3 US Dollar (USD)

Ketika perekonomian suatu negara terguncang maka mata uangnya akan melemah. Nampaknya inilah yang sedang terjadi terhadap USD saat ini.

Perang dagang yang tidak kunjung mencapai kesepakatan, memberi banyak ketidakpastian ekonomi negaranya.

Jika dibandingkan dengan awal tahun 2019, USD melemah 1 persen terhadap Rupiah.

Namun, pada krisis global tahun 2008, USD justru menguat dan mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah.

Sejak tahun 2007 hingga tahun 2016, USD konsisten menjadi safe haven yang efektif.

Sayangnya, konsistensi USD mulai bervariasi dalam 3 tahun terakhir ini, sehingga performa USD sebagai pilihan investasi resesi tidak sekuat dan merata seperti dahulu.

Gambar 3 (Grafik Harga USDIDR (2008-2019) - Finansialku

Gambar 3 Grafik harga USDIDR dari 2008 hinga 2019. Sumber: Tradingview.com.

 

Dari beberapa mata uang yang berpotensi menjadi safe haven, terlihat JPY yang memberikan profit paling signifikan dan cenderung menguat dari waktu ke waktu.

Sedangkan CHF merupakan investasi resesi yang berpotensi menghasilkan profit paling kecil.

Meski misterius, USD senantiasa menjadi investasi resesi paling diminati investor setelah logam mulia.

 

Dinamisme Pergerakan Safe Haven

Walaupun berbagai sudah teruji puluhan tahun, namun bukan berarti di masa depan ketiga safe heaven akan bekerja dengan signifikan.

Karakternya bisa berubah dari waktu ke waktu tergantung kondisi spesifik dan kejadian ekonomi yang terjadi di negaranya.

Untuk itu, jangan lupa untuk selalu melakukan perencanaan keuangan dengan baik agar kondisi ekonomi Anda tetap stabil.

Manfaatkan Aplikasi Finansialku yang bisa diunduh melalui Google Play Store agar lebih praktis dan mudah. Yuk lakukan sekarang juga!

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Apa safe haven favorit Anda? Tulis pendapat Anda di kolom bawah ini. Bagikan artikel ini kepada rekan yang belum mengetahuinya. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Megan Doyle. 2018. The Odd Case of Safe Haven Currencies in the Great Recession. Americanexpress.com – https://amex.co/2qWeND4

 

Sumber Gambar:

  • Safe Haven – http://bit.ly/2r6GPfL