Setiap kali Anda mengajukan pinjaman, akan selalu muncul risiko terjerat utang. Jadi, ada beberapa poin penting yang perlu Anda perhatikan sebelum meminjam uang.

Jika Anda tidak melakukan perhitungan dan analisa yang tepat, maka sangatlah mudah untuk terjerumus dalam tumpukan utang.

Jika Anda tidak ingin menjadi salah satu korban tumpukan utang, yuk cek apa saja poin penting tersebut.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Meminjam Uang Boleh, Asal Bertanggung Jawab

Terjerat dalam tumpukan utang sudah menjadi hal yang umum dewasa ini. Semakin banyaknya produk perbankan berupa pinjaman membuat masyarakat kerap kali mengandalkan utang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Mulai dari kredit rumah, mobil, hingga smartphone terbaru. Kini meminjam uang memang menjadi hal yang umum dan sudah tidak tabu lagi. Jenis pinjaman juga sudah siap mengatasi setiap kebutuhan Anda.

Namun satu hal yang sering dilupakan para debitur saat meminjam uang, terdapat risiko yang besar saat Anda memutuskan untuk meminjam uang. Salah satunya yaitu terjerat utang yang tiada habisnya.

Lalu bagaimanakah solusinya? Caranya mudah, Anda harus lebih bertanggung jawab akan pinjaman yang Anda ajukan. Artinya, dengan meminjam uang, maka harus ada komitmen untuk mengembalikannya.

Anda juga harus mencatat dan mengelola utang Anda dengan benar. Untungnya, kini sudah banyak aplikasi keuangan yang siap membantu Anda mengelola utang piutang Anda. Saya sendiri pun menggunakannya lho!

Sebelum Meminjam Uang 02 Hutang 2 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Anda Mengajukan Hutang Untuk 4 Pengeluaran Ini? Celaka Kalau Anda Pakai Hutang untuk Alasan Nomor 3]

 

Saya baru saja menikah 3 tahun yang lalu, dan dulunya saya tidak pernah mengatur keuangan saya sendiri. Bisa dibilang saya anak manja yang semuanya diurus oleh orang tua, termasuk dalam keuangan.

Oleh karena itu pada awal pernikahan saya kewalahan, harus mulai dari mana nih mengatur keuangan keluarga. Hingga akhirnya saya mengobrol dengan teman saya yang bekerja di Finansialku.

Saya bertanya kepadanya tentang sulitnya belajar mengatur keuangan keluarga, terutama karena saya belum pernah melakukannya sebelumnya.

Lantas dia segera memperkenalkan saya dengan Aplikasi Finansialku, aplikasi keuangan serba bisa yang sangat lengkap fiturnya. Salah satu fiturnya yang sangat saya rasakan manfaatnya yaitu fitur Rekeningku.

Dalam fitur Rekeningku, Anda bisa melakukan pencatatan utang piutang, mulai dari cicilan rumah hingga kartu kredit. Anda juga bisa mengubahnya kapan saja dan menghapusnya jika ada perubahan.

Dengan pembagian yang jelas Anda dapat melihat saldo di masing-masing akun. Saya juga jadi tahu mana yang akan menambah dan mengurangi saldo saya dengan jelas.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Dari sinilah saya merasa pengaturan keuangan menjadi jauh lebih mudah dan praktis. Anda juga mau merasakan manfaatnya? Langsung download Aplikasi Finansialku sekarang juga!

Takut mahal? Tenang, Aplikasi Finansialku tersedia gratis bagi Anda. Yuk download Aplikasi Finansialku sekarang di Google Play Store.

Nah, setelah mampu mengelola utang dengan praktis dan cepat, Anda perlu memperhatikan beberapa poin penting sebelum mengajukan pinjaman. Apa saja poin penting tersebut? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

#1 Mencari Informasi Mengenai Kreditur

Sebelum meminjam uang, Anda harus mencari berbagai informasi sejelas-jelasnya. Pertama adalah Anda harus tahu kemana Anda akan meminjam uang.

Hal ini penting karena kini sudah banyak platform yang menyediakan pinjaman uang selain bank, misalnya saja peer to peer lending atau pinjaman online.

Nah, pada tahap pertama Anda perlu mengumpulkan informasi lengkap dari kreditur Anda. Sebagai contoh jika Anda ingin mengajukan kredit ke bank, maka carilah informasi mengenai bank tersebut. Misalnya:

  • Program kredit atau pinjaman apa saja yang dimilikinya, yang cocok untuk Anda. 
  • Bagaimana kredibilitas bank tersebut?
  • Sudah berapa lama bank tersebut berdiri dan bagaimana sejarah kreditnya selama ini?

Sebelum Meminjam Uang 03 Hutang 3 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Melunasi Hutang Numpuk Setelah Lebaran? Simak Agar Anda Tetap Sejahtera]

 

Hal ini perlu dilakukan karena Anda perlu tahu dengan siapa Anda akan berurusan dalam jangka waktu kredit yang cukup panjang ini. Anda perlu merasa aman dan nyaman untuk terus berinteraksi dengannya kemudian hari.

Selain itu, dengan mengetahui informasi bank sejak awal, Anda bisa menghindari kemungkinan berprasangka buruk terhadap bank tersebut karena hal utama yang harus Anda tanamkan pada diri adalah kepercayaan pada bank itu.

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

#2 Mencari Informasi Mengenai Pinjamannya

Hal penting kedua yakni mengetahui jenis pinjaman yang akan Anda ambil, Perlu Anda ketahui, sangat banyak jenis kredit yang tersedia saat ini.

Misalnya saja Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Multi Guna (KMG), Pinjaman Online, dan masih banyak lagi.

Nah, pada tahap kedua ini Anda perlu mencari referensi mengenai jenis pinjaman yang Anda incar, mulai dari:

  1. Bagaimana syarat dan ketentuan pinjamannya (apakah menggunakan jaminan atau tidak, apakah plafon pinjamannya sesuai atau tidak, dan sebagainya).
  2. Bagaimana suku bunganya (apakah sesuai dengan rencana pinjaman dan pengembalian Anda).
  3. Bagaimana jangka waktu pinjamannya (apakah jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang). Perlu Anda ketahui bahwa semakin panjang jatuh tempo, maka semakin besar biaya yang harus Anda bayarkan.
  4. Bagaimana prosedur pencairan dananya (apakah berbelit-belit atau tidak).
  5. Apa saja biaya tambahan yang mungkin muncul (apakah banyak atau tidak).
  6. Bagaimana prosedur jika ingin melunasi lebih cepat (apakah ada denda pelunasan dipercepat atau tidak, jika ada berapa besarnya), dan sebagainya.

 

Nah, setelah Anda menjawab semua pertanyaan di dalam kepala Anda ini, barulah Anda bisa memutuskan apakah ini jenis pinjaman yang tepat bagi Anda atau bukan.

Jangan biarkan keraguan ini malah membuat Anda pusing belakangan, cari tahulah segera di awal untuk mengantisipasinya.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

 

#3 Meminjam Sesuai Kemampuan Finansial Anda

Persepsi yang salah akan kredit atau pinjaman adalah bahwa uang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan tanpa harus dikembalikan.

Sebagai contoh kartu kredit, memang kartu yang satu ini dapat digunakan walaupun Anda tidak memiliki uang. Rekening Anda kosong, tidak masalah, kartu kredit siap untuk digunakan kapan saja.

Namun saat Anda menggunakan kartu kredit bukan berarti transaksi Anda dibayar oleh pihak bank lho.

 

Pihak bank hanya memberikan pinjaman jangka pendek yang harus Anda lunasi kemudian.

Sayangnya, kesalahan fatal bagi mayoritas pengguna kartu kredit adalah tidak memikirkan kemampuan membayar tagihan saat menggunakan kartu kredit. Akibatnya ya terjerat utang berkepanjangan.

Padahal, saat Anda menerapkan sistem pinjam hanya sesuai kemampuan finansial, maka secara tidak langsung Anda belajar untuk menjadi debitur yang bertanggung jawab.

Selain itu, Anda juga akan meminimalisasi risiko utang yang semakin menumpuk. Ingatlah tidak peduli sebanyak apapun pinjaman yang bisa Anda peroleh, pinjamlah hanya jika Anda yakin bisa membayarnya.

Sebelum Meminjam Uang 04 Hutang 4 - Finansialku

[Baca Juga: Gila! Utang Uang Sekolah atau Student Loan di Amerika Mencapai US$1,3 Triliun. Kenapa Sekolah Aja Ngutang?]

 

#4 Tidak Memaksimalkan Penggunaan Kredit

Dalam penggunaan kartu kredit terdapat istilah credit to debt ratio. Credit to debt ratio pada dasarnya adalah rasio perbandingan antara utang kartu kredit dengan jumlah maksimal yang boleh dipinjam.

Jika Anda memaksimalkan atau bahkan melebihi credit to debt ratio yang telah disepakati, maka pemberi pinjaman akan menganggap Anda kurang bertanggung jawab atas kemampuan pembayaran Anda.

Pada dasarnya, penggunaan kartu kredit yang disarankan adalah maksimal 30% dari limit maksimal kartu. Penggunaan lebih dari 50% dapat memberi dampak tidak baik terhadap credit score Anda.

Selain mempengaruhi credit score, Anda juga bisa terjerat utang dengan cara ini. Mengapa demikian?

Karena limit utang atau kartu kredit nyatanya bisa lebih besar dari kemampuan finansial Anda. Sehingga membelanjakan penuh sesuai limit tanpa mengecek kemampuan merupakan kesalahan besar.

 

#5 Selain Tepat Jumlah, Bayarlah Tagihan Tepat Waktu

Kesalahan yang paling utama dalam kredit atau pinjaman adalah terlambat atau lupa bayar. Hal ini bukan hanya mempengaruhi jumlah utang Anda, namun juga mempengaruhi riwayat kredit (credit score) Anda.

Misalkan jika Anda terlambat melunasi tagihan kartu kredit, maka Anda akan menanggung beberapa konsekuensi berikut:

  • Semakin menumpuknya utang atau kredit.
  • Munculnya biaya tambahan berupa denda atau bunga yang membesar akibat telat bayar.
  • Mempengaruhi riwayat kredit dalam jangka panjang yang akan mempersulit Anda saat membutuhkan kredit di masa depan.

 

Dengan demikian, selalu catatlah batas pembayaran utang dan lunasi tepat waktu. Anda bisa menghemat banyak dan menghindari jeratan utang dengan cara sederhana ini.

Sebelum Meminjam Uang 05 Hutang 5 - Finansialku

[Baca Juga: Dana Darurat: Tips Agar Anda Tidak Perlu Menambah Hutang Baru dan Cepat Melunasi Hutang Lama]

 

BONUS: Tutorial Mengelola Utang dengan Aplikasi Finansialku

Setelah download Aplikasi Finansialku, yuk lihat bagaimana cara menggunakan fitur Rekeningku ini. Fitur ini dapat dibuka langsung melalui Aplikasi Finansialku di smartphone Anda.

Caranya masuk ke Aplikasi Finansialku, pilih fitur Rekeningku. Nah, setelah itu Anda bisa melakukan beragam aktivitas mulai dari menambah akun, menyesuaikan akun, dan menghapus akun.

Akunnya bisa akun pinjaman, akun bank, akun piutang, akun kartu kredit, dan sebagainya.

Setiap bagiannya akan dijelaskan langkah demi langkah sebagai berikut:

 

#1 Akun bank

Menambah Akun Bank

  1. Buka menu pada Aplikasi Finansialku, kemudian pilih menu Rekeningku.
  2. Klik tombol tambah rekening (tanda + pada kanan bawah).
  3. Pilih “Akun Bank”.
  4. Masukan data yang diperlukan:
    • Nama Akun: Berisi nama akun bank yang Anda inginkan.
    • Pilih Bank: Berisi Nama Bank dari Akun Bank Anda.
    • Saldo Awal: Berisi nilai awal dari Akun Bank Anda.
    • Saldo Mengendap: Berisi Saldo mengendap dari Akun Bank Anda.
    • Keterangan: Berisi keterangan Akun Bank yang diperlukan.
  5. Untuk menyimpan klik tombol “Simpan” atau klik tombol “Batal” untuk membatalkan.

 

Menyesuaikan Akun Bank

Menu ini berguna untuk menyesuaikan saldo Akun Bank Anda.

Menu ini juga bertujuan untuk mengakomodasi perbedaan saldo akhir Akun pada Aplikasi Finansialku dengan saldo akhir sebenarnya karena adanya potongan pajak dan bunga.

  1. Buka menu Aplikasi Finansialku, kemudian pilih menu “Rekeningku”.
  2. Klik simbol option pada bagian kanan rekening yang akan sesuaikan.
  3. Pilih menu Sesuaikan pada sisi akun rekening yang akan diubah.
  4. Isi saldo sesuai dengan penyesuaian Anda.
  5. Untuk menyimpan klik tombol “Proses” atau klik tombol “Batal” untuk membatalkan.

 

Menghapus Akun Bank

  1. Buka menu aplikasi, kemudian pilih menu “Rekeningku”.
  2. Klik simbol option pada bagian kanan rekening yang akan dihapus.
  3. Pilih menu Hapus, dan tekan “Ok” untuk mengkonfirmasi.

 

Masalah Keuangan 1 Finansialku

[Baca Juga: Nyaris Terlambat, Seorang Karyawan Baru Menyiapkan Dana Pensiun di Usia 40 an. Jangan Khawatir Ini Strategi yang Dapat Anda Lakukan!]

 

 #2 Akun Kas/Dompet

Menambah Akun Kas/Dompet

  1. Buka menu pada aplikasi, kemudian pilih menu Rekeningku.
  2. Klik tombol tambah rekening (tanda + pada kanan bawah).
  3. Pilih “Akun Kas”.
  4. Masukan data yang diperlukan:
    • Nama Akun: Berisi nama akun Kas/Dompet yang Anda inginkan.
    • Saldo Awal: Berisi nilai awal dari Akun Kas/Dompet Anda.
    • Keterangan: Berisi keterangan Kas/Dompet yang diperlukan.
  5. Untuk menyimpan klik tombol “Simpan” atau klik tombol “Batal” untuk membatalkan.

 

Menyesuaikan Akun Kas/Dompet

Menu ini berguna untuk menyesuaikan saldo Akun Kas Anda. Menu ini diperlukan untuk mengakomodir perbedaan saldo akhir Akun pada Aplikasi Finansialku dengan saldo akhir sebenarnya.

  1. Buka menu aplikasi, kemudian pilih menu “Rekeningku”.
  2. Klik simbol option pada bagian kanan rekening yang akan sesuaikan.
  3. Pilih menu Sesuaikan pada sisi akun rekening yang akan diubah.
  4. Isi saldo sesuai dengan penyesuaian Anda.
  5. Untuk menyimpan klik tombol “Proses” atau klik tombol “Batal” untuk membatalkan.

 

Menghapus Akun Kas/Dompet

  1. Buka menu aplikasi, kemudian pilih menu “Rekeningku”.
  2. Klik simbol option pada bagian kanan rekening yang akan dihapus.
  3. Pilih menu Hapus, dan tekan “Ok” untuk mengkonfirmasi.

 

#3 Akun Pinjaman

Menambah Akun Pinjaman

  1. Buka menu pada Aplikasi Finansialku, kemudian pilih menu Rekeningku.
  2. Klik tombol tambah rekening (tanda + pada kanan bawah).
  3. Pilih “Akun Pinjaman”.
  4. Masukan data yang diperlukan:
    • Tanggal: Berisi tanggal Anda membuat pinjaman.
    • Nama Akun: Berisi nama akun Pinjaman yang Anda inginkan.
    • Jumlah Pinjaman: Berisi nilai besaran Pinjaman Anda.
    • Kategori: Berisi kategori Pinjaman Anda.
    • Keterangan: Berisi keterangan Pinjaman yang diperlukan.
  5. Untuk menyimpan klik tombol “Simpan” atau klik tombol “Batal” untuk membatalkan.

 

Menyesuaikan Akun Pinjaman

Menu ini berguna untuk menyesuaikan saldo Akun Pinjaman Anda.

Menu ini diperlukan untuk mengakomodasi perbedaan sisa pinjaman pada Aplikasi Finansialku dengan sisa pinjaman sebenarnya karena adanya potongan atau bunga.

  1. Buka menu Aplikasi Finansialku, kemudian pilih menu “Rekeningku”.
  2. Klik simbol option pada bagian kanan rekening yang akan sesuaikan.
  3. Pilih menu Sesuaikan pada sisi akun rekening yang akan diubah.
  4. Isi sisa pinjaman sesuai dengan penyesuaian Anda.
  5. Untuk menyimpan klik tombol “Proses” atau klik tombol “Batal” untuk membatalkan.

 

Menghapus Akun Pinjaman

  1. Buka menu aplikasi, kemudian pilih menu “Rekeningku”.
  2. Klik simbol option pada bagian kanan rekening yang akan dihapus.
  3. Pilih menu Hapus, dan tekan “Ok” untuk mengkonfirmasi.

 

#4 Akun Kartu Kredit

Menambah Akun Kartu Kredit

  1. Buka menu pada aplikasi, kemudian pilih menu Rekeningku.
  2. Klik tombol tambah rekening (tanda + pada kanan bawah).
  3. Pilih “Akun Kartu Kredit”
  4. Masukan data yang diperlukan:
    • Nama Akun: Berisi nama akun Kartu Kredit yang Anda inginkan.
    • Nama Bank: Berisi bank dimana Anda membuat Kartu Kredit.
    • Limit: Berisi limit dari Kartu Kredit yang Anda masukan.
    • Keterangan: Berisi keterangan Kartu Kredit yang diperlukan.
  5. Untuk menyimpan klik tombol “Simpan” atau klik tombol “Batal” untuk membatalkan.

Ada hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum berutang, yakni mengetahui apakah kondisi keuangan Anda sanggup mengambil utang lain. Yuk kenali cara mengatur utang lainnya! Kebutuhan dan keinginan dalam hidup terus bertambah seiring berjalannya waktu. Tak jarang kita temui orang yang mengambil utang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Apakah Anda juga suka mengambil utang demi memenuhi kebutuhan dan keinginan Anda? Jika iya, mari kenali cara mengatur utang ala Finansialku! Rubrik Finansialku Pernah Mengalami Hal yang Sama? KOMIK Apakah Anda pernah mengalami kondisi seperti Budi di atas? Di mana Anda terpaksa lembur dan mengambil kerjaan tambahan untuk melunasi utang-utang Anda? Memang mengambil utang tidak haram, jika secara finansial Anda mampu untuk melunasinya. Tapi, apakah perencana keuangan profesional akan menyarankan Anda untuk mengambil utang? Meskipun banyak orang awam yang sangat tidak menganjurkan untuk berutang, tetapi di satu sisi utang dapat menjadi solusi terbaik untuk Anda. Sebelumnya, Anda harus memahami dulu bahwa utang terdiri dari dua jenis, yakni utang konsumtif dan utang produktif. <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-8067508406429587" data-ad-slot="6363419649" data-ad-format="auto"></ins><script>(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});</script> Utang konsumtif adalah utang yang dipakai untuk pemenuhan kebutuhan pribadi tanpa ada hasil yang produktif. Utang konsumtif biasa digunakan untuk membeli aset yang akan mengalami depresiasi atau penyusutan nilai. Aset apa saja yang dapat mengalami depresiasi? Aset yang mengalami depresiasi adalah seperti motor, mobil, handphone, laptop dan barang elektronik atau barang konsumtif lainnya. Utang konsumtif ini digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi bukan untuk kebutuhan, sehingga peminjam secara impulsif menggunakan kartu kreditnya atau mengajukan KTA demi memenuhi keinginannya tersebut. [Baca Juga: Polling: Menurut Anda, Apa Tujuan Berutang?] Lalu, bagaimana dengan utang produktif? Utang produktif ini sendiri kebalikan dari utang konsumtif, berarti utang produktif ini merupakan utang yang digunakan untuk membeli sebuah aset yang bisa menghasilkan pemasukan. Jika utang konsumtif untuk membeli keinginan, maka utang produktif digunakan untuk membeli kebutuhan. Selain itu, utang produktif ini juga bisa menghasilkan penghasilan tambahan untuk Anda. Contoh kasus utang konsumtif adalah seperti ini: Sony memiliki arus kas bersih sebesar Rp90.000.000 per tahun, dan memiliki utang beli mobil sebesar Rp20.000.000 per tahunnya. Maka, Sony mendapatkan arus kas bersih tahunan sebesar Rp70.000.000 per tahun. Dari contoh di atas, mari kita tinjau neraca keuangan Sony: Aset konsumsi Sony bertambah, arus kas bersih Sony berkurang, dan rasio utang Sony bertambah. Karena masih berada di batas aman, Sony masih bisa bernapas lega. Tapi bagaimana jika rasio utangnya melewati ambang batas aman? Apakah Sony siap untuk menerima risikonya? Nah, sekarang saya akan berikan contoh utang produktif. Jika Anda mengambil utang produktif, maka Anda dapat menambahkan aset tidak lancar, yang kemudian meskipun Anda memiliki utang, Anda memiliki tambahan penghasilan. Contoh kasus utang produktif: Total arus kas bersih Anda Rp90.000.000 per tahun, kemudian Anda membeli sebuah ruko dengan cicilan Rp30.000.000 per tahun. Lalu ruko tersebut Anda sewakan dengan uang sewa Rp20.000.000 per tahunnya. Dengan demikian, total arus kas bersih Anda (setelah ditambah penghasilan dari sewa dan dikurangi dengan utang membeli ruko) adalah sebesar Rp80.000.000. Lebih menguntungkan bukan? Apalagi setelah Anda selesai membayar cicilan, total arus kas bersih Anda menjadi Rp110.000.000 per tahun. BANNER So, apakah kita tidak boleh memiliki utang konsumtif? Jawabannya adalah boleh, tetapi Anda harus memperhitungkan apakah Anda bisa membayarnya atau kesulitan dalam membayar. Jika Anda tidak ingin kesulitan dalam membayar utang, berikut ini saya berikan tips-tips mengenai hal apa saja yang harus Anda lakukan sebelum mengajukan utang konsumtif. Oh iya, sebelum mengambil utang, ada baiknya Anda cek kesehatan keuangan Anda terlebih dahulu. Anda bisa cek kesehatan keuangan Anda melalui tautan di bawah ini. Nantinya Finansialku akan memberi tahu bagaimana rasio keuangan Anda. Yuk segera cek kesehatan keuangan Anda! BANNER CEK KESEHATAN Tips Sebelum Mengajukan Pinjaman/Utang Anda ingin membeli barang yang Anda idamkan, tetapi belum mempunyai cukup uang untuk membeli barang tersebut. Lalu, Anda bertanya-tanya: “Apa yang harus saya lakukan? Bolehkah saya berutang?” Untuk menjawab kebingungan Anda, berikut saya berikan tips yang dapat Anda lakukan sebelum mengajukan utang! #1 Cek Kesehatan Keuangan Saat akan mengambil utang, ada baiknya Anda cek kesehatan keuangan Anda terlebih dahulu. Sebelumnya, saya sudah berikan tautan bagi Anda untuk mengecek kesehatan keuangan di website Finansialku. Nah selain itu, Anda dapat mengecek kesehatan keuangan Anda lewat Aplikasi Finansialku juga lho!  [Baca Juga: Anda Harus Paham! Apakah Utang Selalu Buruk?] Bagi Anda pengguna Android, bisa download aplikasinya sekarang juga di Google Play Store. Setelah sign up dan mengisi data-data yang diperlukan, Anda akan mendapatkan hasilnya. jika rasio kemampuan kelunasan utang yang Anda miliki kurang dari 35%, maka Anda masih memiliki proporsi utang yang ideal. #2 Meminjam Sesuai Tingkat Idealitas Rasio Kemampuan Kelunasan Utang Setelah mengetahui besaran utang yang bisa Anda ambil, maka Anda dapat mengambil utang yang sesuai dengan keuangan Anda. Jangan sampai Anda mengambil utang yang tidak mampu Anda sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Anda harus ingat, utang merupakan uang pinjaman yang harus Anda kembalikan tepat waktu. <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-8067508406429587" data-ad-slot="6363419649" data-ad-format="auto"></ins><script>(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});</script> Jika Anda terbiasa mengambil utang sesuai dengan kemampuan Anda, secara tidak langsung Anda belajar juga menjadi debitur yang bertanggung jawab. Anda bisa saja mengambil pinjaman sekaligus untuk beberapa barang. Tapi, ingatlah untuk terus menahan diri Anda. Jangan membeli barang karena keimpulsifan semata. #3 Bayarlah Utang Anda Secara Tepat Jumlah dan Waktu Setelah akhirnya mengambil pinjaman, berarti Anda memiliki utang yang harus dibayarkan selama periode tertentu. Apa yang akan terjadi jika Anda membayar tagihan tidak tepat waktu atau bahkan tidak tepat jumlah? Hal itu akan memperngaruhi riwayat kredit Anda. Anda akan menanggung beberapa akibat seperti berikut ini: Utang semakin menumpuk Munculnya denda atau bunga yang besar karena telat membayar Mempengaruhi riwayat kredit Anda, di mana akan mempersulit diri Anda sendiri saat akan mengajukan kredit yang baru di masa depan Pastikan Anda memiliki pengingat untuk membayar utang Anda. Jangan sampai melupakan tenggat waktunya! Kenali Kondisi Keuangan Anda Sebelum Berutang Anda perlu mengenali kondisi keuangan Anda sendiri sebelum mengajukan utang konsumtif ataupun utang produktif. Jangan sampai Anda mengajukan pinjaman tanpa melakukan perhitungan terlebih dahulu. Jika Anda masih kebingungan bagaimana sebaiknya Anda memperlakukan utang Anda, baca selengkapnya di seri ebook perencanaan keuangan dari Finansialku. Finansialku memiliki dua ebook perencanaan keuangan, untuk usia 20-an serta usia 30-an. Pilihlah yang sesuai dengan usia Anda. Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an <div class="fusion-button-wrapper fusion-align"center""><a class="fusion-button button-"" button-"" button-"default" button-2 fusion-button-span-"default" fusion-no-small-visibility fusion-no-large-visibility fusion-animated """ data-animationType="""In"left"" data-animationDuration=""0.3"" data-animationOffset="""" target=""_blank"" title=""Download" href="#" data-toggle="modal" data-target=".fusion-modal.""" id=""""><span class="fusion-button-text">Download Ebook Sekarang</span><i class=" fa fa-"" button-icon-"left""></i></a></div> Semoga dengan artikel ini, Anda tahu jelas apa yang harus Anda lakukan sebelum mengambil pinjaman dan tahu bagaimana cara menghadapi utang tanpa harus menyiksa hidup Anda! Setelah membaca artikel ini, saya yakin Anda telah mengetahui bahwa melakukan perencanaan sebelum berutang sangat penting untuk kondisi keuangan Anda. Bagikan informasi ini kepada teman atau saudara Anda yang belum mengetahui bagaimana caranya merencanakan utang untuk masa depan Anda. Sumber Gambar: Mengatur utang - https://goo.gl/DLxhVu

[Baca Juga: Praktikkan Sekarang Juga! 29 Cara Melunasi Hutang Seperti Saran Dave Ramsey]

 

Menyesuaikan Akun Kartu Kredit

Menu ini berguna untuk menyesuaikan Pemakaian Kartu Kredit Anda.

Menu ini diperlukan untuk mengakomodasi perbedaan jumlah pemakaian pada Aplikasi Finansialku dengan jumlah pemakaian sebenarnya karena adanya potongan atau bunga.

  1. Buka menu aplikasi, kemudian pilih menu “Rekeningku”.
  2. Klik simbol option pada bagian kanan rekening yang akan sesuaikan.
  3. Pilih menu Sesuaikan pada sisi akun rekening yang akan diubah.
  4. Isi jumlah pemakaian sesuai dengan penyesuaian Anda.
  5. Untuk menyimpan klik tombol “Proses” atau klik tombol “Batal” untuk membatalkan.

 

Menghapus Akun Kartu Kredit

  1. Buka menu aplikasi, kemudian pilih menu “Rekeningku”.
  2. Klik simbol option pada bagian kanan rekening yang akan dihapus.
  3. Pilih menu Hapus, dan tekan “Ok” untuk mengkonfirmasi.

 

#5 Akun Piutang

Menambah Akun Piutang

  1. Buka menu pada aplikasi, kemudian pilih menu Rekeningku.
  2. Klik tombol tambah rekening (tanda + pada kanan bawah).
  3. Pilih “Akun Piutang”
  4. Masukan data yang diperlukan:
    • Tanggal: Berisi tanggal Anda membuat piutang.
    • Nama Akun: Berisi nama akun Piutang yang Anda inginkan.
    • Jumlah Pinjaman: Berisi nilai besaran Piutang Anda.
    • Dana Dari: Berisi sumber dana piutang Anda.
    • Keterangan: Berisi keterangan Piutang yang diperlukan.
  5. Untuk menyimpan klik tombol “Simpan” atau klik tombol “Batal” untuk membatalkan.

 

Menghapus Akun Piutang

  1. Buka menu aplikasi, kemudian pilih menu “Rekeningku”.
  2. Klik simbol option pada bagian kanan rekening yang akan dihapus.
  3. Pilih menu Hapus, dan tekan “Ok” untuk mengkonfirmasi.

Mengecek Kesehatan Finansial 04 Utang - Finansialku

[Baca Juga: Mahasiswa, Jangan Alasan Umur Lagi. Yuk Kita Mulai Belajar Investasi Sekarang]

 

Kelola Utang Anda dengan Baik!

Bagaimana? Ternyata mudah bukan menghindari jeratan utang? Daripada terus meratapi nasib jika sudah telanjur terjerat utang, lebih baik Anda langsung aplikasikan 5 cara mudah tersebut.

Sebenarnya intinya sederhana, yaitu hindari mengajukan utang lebih dari kemampuan finansial Anda.

Jika Anda sudah terlanjur memiliki utang, aturlah utang dalam batas aman dan lunasi secepatnya. Kelolalah dengan baik utang Anda.

Mungkin Anda berpikir bahwa teori lebih mudah daripada praktiknya. Namun cobalah untuk mengaplikasikannya dari sekarang, dan Anda dapat merasakan adanya perubahan ke arah yang positif.

 

Bagikan artikel ini kepada teman dan orang lain di lingkungan sekitar Anda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda dan orang lain ya.

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai 5 poin penting sebelum meminjam uang lainnya?

Tuliskan pertanyaan dan pendapat Anda pada kolom yang sudah disediakan di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Latoya Irby. 11 July 2017. Credit & Debt: 7 Smart Ways to Build Good Credit. Thebalance.com – https://goo.gl/9eHuhZ

 

Sumber Gambar:

  • Utang 1 – https://goo.gl/2McrmF
  • Utang 2 – https://goo.gl/CV2Q4A
  • Utang 3 – https://goo.gl/rWD8zg
  • Utang 4 – https://goo.gl/6iZeyn
  • Utang 5 – https://goo.gl/WJ5bG3