Seiring dengan bergesernya gaya hidup di Indonesia, peluang bisnis penginapan homestay pun semakin potensial.

Tentunya bisnis ini dapat dimanfaatkan demi peningkatan produktivitas aset properti Anda.

Jika Anda berminat, langsung tengok analisis bisnisnya di artikel berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Pilih Traveling Ketimbang Belanja

Jika dahulu berbelanja merupakan gaya hidup masyarakat Indonesia, ternyata kini sudah terjadi pergeseran gaya hidup. Ketua Umum Asosiasi Ritel Modern (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengungkapkan bahwa kini pola hidup konsumen telah berubah.

Roy menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi bukan karena konsumen kelas menengah kehilangan daya beli, namun karena adanya penahanan daya beli dengan cara pengangguhan belanja.

Hal itu disebabkan karena situasi belum kondusif, sentimen negatif, isu politik, isu korupsi, bahkan isu pemilu.

Akibatnya, baik masyarakat kelas menengah ke bawah hingga kelas menengah atas sekalipun kini lebih memilih untuk traveling dibandingkan untuk belanja di ritel modern.

Saat ditanya mengenai adanya bonus demografi usia produktif pada 2020 mendatang yang sudah mulai terasa efeknya pada saat ini, Roy menjelaskan:

“Adanya percepatan bonus demografi yang diprediksi tahun 2020 sekarang sudah terjadi, mall boleh ramai, parkir boleh susah, tapi yang belanja hanya sedikit, cuma makan untuk lapar dan haus.”

 

Dengan pergeseran gaya hidup ini, diperkirakan bisnis penginapan dan transportasi akan meningkat. Hedonisme ke arah traveling tentunya sejalan dengan kedua bisnis tersebut.

Anda bisa memanfaatkan keadaan ini dengan menjalankan usaha penginapan homestay, yakni penyewaan properti dalam jangka waktu tertentu mulai dari harian hingga bulanan.

Tengok-Analisis-Bisnis-Penginapan-Homestay-2-Finansialku
[Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Uang dari Mobil Pribadi? 9 Start Up Indonesia Tawarkan Uang untuk Pasang Iklan di Mobil]

 

Penginapan homestay memang banyak dicari oleh para traveler karena harganya lebih terjangkau ketimbang hotel. Tidak heran bisnis ini semakin menjamur belakangan ini.

Nah, jika Anda juga pebisnis yang sedang mempertimbangkan untuk memulai bisnis penginapan homestay, simak analisis bisnisnya berikut ini:

Sebelumnya, sudahkah Anda memisahkan keuangan pribadi dan hasil bisnis? Penting untuk Anda ketahui, mencampur uang pribadi dan uang bisnis dapat berdampak buruk untuk perkembangan bisnis Anda! Pelajari langkah-langkahnya di ebook gratis dari Finansialku berikut ini!

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Analisis Bisnis Penginapan Homestay

Memulai bisnis penginapan homestay saat ini memang bisa membawa keuntungan besar. Namun sayangnya masih banyak pebisnis yang ragu menjalankan bisnis ini.

Jika Anda juga masih ragu, mari kita lihat step by step bagaimana analisis bisnis penginapan homestay ini yuk:

 

#1 Peluang Bisnis Penginapan Homestay

Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya, bisnis penginapan homestay memang sedang digandrungi para traveler. Selain karena menjadi alternatif penginapan yang terjangkau, juga dengan pergeseran gaya hidup hedonisme ke arah traveling.

Semakin diminatinya penginapan jenis homestay justru bisa menjadi peluang bisnis untuk mendatangkan uang tambahan bagi Anda yang memiliki ruang lebih di rumah atau properti lain.

Lebih Baik Mana Beli Rumah atau Sewa Rumah 3 - Finansialku

[Baca Juga: Para Calon Pebisnis, Inilah Syarat Pendirian CV – Comanditaire Venootschap yang Harus Anda Lengkapi]

 

Bisnis ini juga akan dilirik berbagai kalangan, mulai dari tua muda hingga anak-anaknya. Pangsa pasar yang tinggi membuat risiko semakin minim dan bisnis ini semakin menarik.

Peluang dalam bisnis penginapan homestay ini bisa dibilang masih terbuka sangat lebar mengingat tingginya jumlah traveler dewasa ini.

Umumnya penginapan homestay memang lebih kecil daripada hotel, namun selama pelayanannya tetap diutamakan, kekeluargaan ditunjukkan, dan harganya terjangkau Anda tidak perlu takut kalah bersaing.

 

#2 Cara Memulai Bisnis Penginapan Homestay

Beberapa langkah mudah dalam memulai bisnis penginapan homestay adalah sebagai berikut:

 

  • Menentukan Lokasi

Dalam bisnis, lokasi menjadi salah satu faktor utama yang akan mempengaruhi perkembangan bisnis Anda. Mengapa?

Karena lokasi yang jelas terlihat, mudah diakses, dan memiliki tingkat lalu lalang pengunjung tinggi akan mempengaruhi tingkat kesuksesan bisnis Anda.

Selain itu, penginapan yang strategis dan dekat dengan pusat perbelanjaan, daerah kuliner, serta lokasi wisata tentunya menjadi nilai tambah.

 

  • Mengurus Perizinan

Tahapan ini adalah yang paling sulit, dan yang paling memakan waktu. Namun kabar buruknya tahap kedua ini wajib dilakukan.

Umumnya Anda membutuhkan izin dari warga setempat untuk menjalankan usaha (pastikan lokasi merupakan lokasi yang legal untuk membuka usaha).

Kemudian dilanjutkan dengan perizinan dari dinas perizinan dan dinas pariwisata setempat.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa langsung menghubungi dinas perizinan terdekat.

 

  • Menentukan Konsep atau Tema

Pada tahun 2018, diprediksi pemilik bisnis akan terus memanfaatkan keunikan masing-maisng dalam bisnisnya untuk bisa bersaing. Dengan mengidentifikasi minat masyarakat akan pelayanan baru dan memberikan pelayanan yang presisi, Anda bisa memanfaatkan strategi ini dalam berbisnis.

Sebagai contohnya, kini tak jarang hotel mengusung tema tertentu dan disebut sebagai boutique hotel. Anda pun bisa mengikutinya.

Sebagai contoh, buatlah kamar dengan tema yang unik: misalnya bertema klasik dengan interior serba kayu dipadu dengan brass, atau kamar dengan tema laut dengan interior layaknya kapal dengan kayu bercorak.

Jika masih bingung, jangan ragu untuk melakukan riset sederhana untuk mengetahui apakah ide Anda memiliki potensi untuk sukses. Anda bisa melakukan riset, focus group discussion (FGD), serta trial and error.

 

  • Menentukan Strategi Pemasaran

Pemasaran juga menjadi faktor penentu keberhasilan bisnis penginapan homestay Anda, karena sebagus atau senyaman apapun penginapannya, akan sia-sia jika masyarakat gagal mengenal atau mengetahuinya.

Oleh karena itu jangan lupakan faktor pemasaran atau promosi. Tenang saja, kini Anda bisa menjalankan strategi pemasaran sederhana dengan kecanggihan teknologi, misalnya saja dengan memanfaatkan media sosial.

Jangan lupa juga menjalankan strategi pemasaran konvensional seperti memasang spanduk unik dengan disertai gambar di depan lokasi usaha, membagikan brosur, serta membuat program promosi yang menarik.

Contohnya adalah promo harga promo pada weekdays atau off season.

 

  • Menyiapkan Modal

Memulai bisnis penginapan homestay memang tidak membutuhkan modal sebesar hotel, tetapi tentu tetap membutuhkan modal awal dan kemampuan untuk mengatasi biaya operasionalnya sebelum Anda bisa memperoleh keuntungan.

Cobalah buat perencanaan keuangan sederhana yang mengestimasikan biaya-biaya awal yang Anda butuhkan. Biaya ini kemudian dilanjutkan dengan biaya operasional.

Inilah Tips Penting Cermati Catatan Kaki Laporan Keuangan Perusahaan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Temukan Cara Hebat untuk Menjadi Entrepreneur Kreatif dalam Mencapai Kesuksesan]

 

Setelah Anda memiliki angka kasarnya, ada beberapa cara untuk memperoleh pendanaan bagi bisnis kecil-kecilan ini, termasuk:

  • Financing
  • Small business loans
  • Small business grants
  • Angel investors
  • Crowdfunding

 

Jika Anda kesulitan dalam merencanakan keuangan bisnis penginapan homestay ini, jangan takut. Perencana keuangan Finansialku siap membantu Anda.

Langsung saja hubungi perencana keuangan berlisensi CFP® aktif yang bekerja sesuai dengan kode etik profesi perencana keuangan yang telah ditetapkan oleh Financial Planning Standards Board Indonesia melalui telepon (022-2056 5890) atau email (solusi@finansialku.com).

 

#2 Analisis Biaya Bisnis Penginapan Homestay

Dalam memulai bisnis, tentunya Anda perlu tahu analisis biayanya dilihat dari proyeksi keuntungan terhadap seluruh pengeluaran Anda.

Anda bisa membuat sebuah analisis biaya sederhana setelah melakukan survei terhadap seluruh kebutuhan bisnis ayam geprek ini. Sebagai contohnya:

 

Modal Awal (5 kamar):

Renovasi rumah dan dekorasi: Rp50.000.000

Pengadaan perabot: Rp35.000.000

Biaya alat elektronik dan perlengkapan: Rp23.000.000

Biaya lain-lain: Rp5.000.000

Total: Rp120.000.000

 

Biaya Operasional (5 kamar per bulan):

Sewa lokasi (jika perlu): Rp15.000.000

Peralatan dan amenities kamar: Rp400.000

Kebersihan: Rp250.000

Bahan baku breakfast: Rp3.000.000

Gaji pegawai 3 x R 2.500.000: Rp7.500.000

Listrik dan air: Rp1.250.000

Total: Rp27.400.000

 

Estimasi Omzet:

Total sewa weekdays (5 kamar x 20 hari x Rp 250.000): Rp25.000.000

Total sewa weekends    (5 kamar x 6 hari x Rp 300.000): Rp9.000.000

Penjualan makanan: Rp5.000.000

Total: Rp39.000.000

 

*asumsi: kamar laku selama 20 hari dari 22 weekdays dan 6 hari dari 8 hari weekends

 

Laba Bersih:

Omzet – biaya operasional: Rp39.000.000 – Rp27.400.000 = Rp11.600.000

 

Break Even Point (BEP):

Modal awal / keuntungan: Rp120.000.000/ Rp11.600.000 = 10.4 bulan

 

Kesimpulan: Anda akan mencapai BEP hanya dalam 10.4 bulan (± 312 hari). Bisnis ini tampak menggiurkan bukan?

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

TIPS Memulai Bisnis Penginapan Homestay

Bisnis penginapan homestay ini memang tergolong baru, namun bukan berarti belum ada pengalaman dari para pebisnis terdahulu.

Alangkah baiknya Anda belajar dari beberapa pengalaman mereka dan mengikuti beberapa tips untuk sukses di bidang bisnis penginapan homestay ini:

 

#1 Mencari Lokasi yang Sesuai dengan Target Pasar

Sebelum membangun penginapan, Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu terhadap target market yang ingin dituju. Sebagai contoh, Anda bisa menyasar pekerja kantoran, mahasiswa, atau traveler.

Kemudian tentukan lokasi yang sesuai dengan target market Anda, misalnya jika Anda menyasar traveler, pastikan bahwa lokasi yang dimiliki berada dekat dengan lokasi wisata yang ramai dikunjungi pelancong.

 

#2 Beli atau Sewa Properti Sesuai Kemampuan Finansial

Jika Anda belum memiliki properti yang akan digunakan sebagai penginapan homestay ini, Anda bisa membeli atau menyewanya. Namun satu hal yang paling penting adalah jangan memaksakan diri.

Belilah atau sewalah selalu sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Lokasi strategis memang penting, tapi bukan berarti Anda terburu-buru dan membiarkan utang menumpuk.

Dampak-Positif-Utang-2

[Baca Juga: 40 Kata-kata Bijak untuk Startup dan Entrepreneur yang Memotivasi dan Penuh Inspirasi]

 

Cek kemampuan finansial Anda terlebih dahulu, kemudian tentukan waktu dan harga properti yang sebaiknya Anda pilih.

Anda juga bisa menggunakan aplikasi perencana keuangan seperti Finansialku untuk mengecek kesehatan keuangan Anda. Dengan fitur yang praktis dan lengkap, aplikasi Finansialku siap menunjukkan seberapa sehat keuangan Anda sebelum memulai bisnis penginapan homestay ini.

 

Jika Anda pengguna baru, Anda bisa men-download aplikasi Finansialku di Google Play Store atau buka aplikasi versi desktop di sini.

 

Iklan Banner Perencanaan Dana Membeli Rumah - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

#3 Tunjukkan Kelebihan Penginapan Anda

Penting untuk memberikan sesuatu yang unik atau lebih daripada pesaing dewasa ini. Jika Anda tidak memiliki kelebihan, tentunya Anda akan kalah saing.

Dengan demikian, carilah dan tunjukkan kelebihan penginapan homestay Anda. Sebagai contohnya adalah:

  • Harga yang lebih terjangkau,
  • Tema atau konsep yang beda dari yang lain,
  • Pelayanan yang memuaskan dan homy,
  • Interior yang unik dan nyaman, dan sebagainya.

 

#4 Menjamin Kebersihan dan Pelayanan yang Baik

Meski penginapan Anda unik dan murah, konsumen akan kabur juka tidak puas. Kepuasan konsumen adalah yang utama, dan kepuasan ini biasanya muncul dari pengalaman tinggal di apartemen Anda.

Artinya, faktor-faktor yang secara langsung mempengaruhi konsumen dalam pengalaman menginapnya, yaitu kebersihan dan pelayanan.

Tengok-Analisis-Bisnis-Penginapan-Homestay-3-Finansialku

[Baca Juga: 7 Pelajaran Cara Berbisnis Walt Disney yang Perlu Diikuti Semua Wirausaha Sukses]

 

Pastikan penginapan homestay Anda selalu bersih, mulai dari ranjang, sprei, kulkas, gorden, hingga kamar mandinya. Tidak pernah ada konsumen yang mau tinggal di tempat yang kotor dan jorok.

Kedua adalah pastikan karyawan Anda selalu memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga pengalaman menginap semakin nyaman dan berkesan. Ini yang akan membuat konsumen ingin kembali tinggal di penginapan Anda.

 

#5 Menjalin Kerja Sama dengan Komunitas dan Endorser

Komunitas kini menjadi salah satu target market yang sangat potensial. Semakin besar komunitas, semakin besar pula target market yang dituju. Anda bisa memperoleh banyak keuntungan jika komunitas tersebut dengan senang hati tinggal dan menyebarkan kabar manis dari mulut ke mulut.

Kedua, Anda bisa memperoleh review dan promosi yang efektif jika bekerja sama dengan endorser (blogger, selebgram, vlogger, dan masih banyak lagi).

Inilah Cara Mendapatkan Viewer YouTube yang Cocok pada Vlog Kamu 01 - Finansialku

[Baca Juga: Jalankan 6 Cara Mengembangkan Usaha Sampingan Anda]

 

Jika mereka memberikan review baik, maka secara tidak langsung mereka mempromosikan penginapan Anda ke follower-nya. Alhasil, Anda akan memperoleh lebih banyak konsumen.

Umumnya, Anda bisa memberikan gratis menginap atau harga promo kepada komunitas dan endorser ini. Sebagai balas jasanya, mereka akan dengan senang hati membagikan pengalaman bagusnya kepada teman-teman dan follower-nya.

 

#6 Memilih Nama Penginapan yang Mudah Diingat dan Dilafalkan

Nama dalam sebuah bisnis adalah hal yang perlu diperhatikan. Mengapa demikian?

Nama adalah identitas, dan jika ingin bisnis sukses tentunya nama tersebut haruslah mudah diingat dan dilafalkan. Jika sulit diingat, orang akan kesulitan saat mencari penginapan Anda untuk tinggal kembali di sana.

Promosi dari mulut ke mulut pun akan lebih sulit jika nama penginapannya sulit dilafalkan. Jadi, jangan buat nama yang susah dan terlalu panjang ya!

 

Analisis Bisnisnya dan Raih Bisnis Penginapan Homestay yang Sukses

Setelah melihat beberapa tips di atas, apakah Anda sudah membayangkan bagaimana memulai bisnis penginapan homestay milik Anda?

Yang terutama adalah lakukan perencanaan yang baik dan menyeluruh agar bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar.

Selain itu Anda dapat juga terlebih dahulu melakukan riset pasar dan melakukan analisis kelayakan usaha sehingga rencana Anda terpampang jelas ke depan.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai analisis bisnis penginapan homestay yang menguntungkan lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

Sumber Referensi:

  • Boby Chandro Oktavianus. 13 April 2017. Tips Sukses dalam Menjalankan Usaha Penginapan. https://goo.gl/7VUEuj
  • Kantri Maharani. 9 Agustus 2016. Tips Agar Bisnis Penginapan Anda Untung. Liputan6.com – https://goo.gl/zv6dcz
  • Admin. Bisnis Penginapan Homestay yang Kini Menguntungkan. Infopeluangusaha.org – https://goo.gl/6Fimzm
  • Heri Kusdianto. Peluang Bisnis Homestay Lengkap dengan Analisis Usaha. Pojokbisnis.com – https://goo.gl/HJ3Bbi
  • Pramdia Arhando Julianto. Gaya Hidup Bergeser, Orang Lebih Pilih Travelling Ketimbang Belanja Ekonomi.kompas.com – https://goo.gl/xMTfq8

 

Sumber Gambar:

  • Homestay – https://goo.gl/vPknqf
  • Homestay 2 – https://goo.gl/bRJiKK