Penasaran bagaimana tips investasi untuk wanita millenial yang sukses? Bagaimana cara ampuh berinvestasi?

Simak penjelasan selanjutnya dalam rubrik Finansialku ini! Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Wanita Millenial dan Tips Investasi

Hi saya Eunike Oktavia Tejosusilo S.E, M.Ak, Ak, CA. Saya sudah lama berkecimpung dalam bidang akuntansi.

Sebagai seorang akuntan dan ibu rumah tangga yang baru memiliki anak usia 4 tahun, saya memahami betul pentingnya sebuah investasi.

Hal mendasar yang perlu Anda ketahui kenapa kita perlu investasi karena adanya inflasi atau penurunan nilai mata uang. Selama ada kenaikan harga, nilai mata uang akan terus merosot. Bahkan orang kaya sekalipun wajib berinvestasi untuk melindungi asetnya dari inflasi.

Di Finansialku.com, saya membantu klien-klien pada bidang pembukuan dan saya juga menulis beberapa artikel. Sebagai bagian dari tim Finansialku, saya mendapat kesempatan untuk belajar investasi.

Pada kesempatan ini, izinkan saya membagikan beberapa tips investasi untuk wanita millenial.

 

5 Tips Investasi untuk Wanita Millenial

Ada anggapan bahwa menabung di bank sekarang kurang menguntungkan karena bunganya kecil, pajaknya besar, biaya administrasinya juga tinggi. Semua itu tidak seimbang dengan tingkat inflasi yang ada.

Dalam jangka waktu yang lama, menabung di bank bukannya membuat kita makin beruntung, tapi malah buntung, karena tingkat inflasi yang lebih besar dari bunga bersih yang didapatkan.

Oleh sebab itu, tidak heran, kalau dalam beberapa tahun terakhir, ada anggapan lebih baik berinvestasi, karena dianggap lebih menguntungkan daripada menabung.

Benarkah begitu?

Sebenarnya menabung agak berbeda dengan investasi. Kalau menabung, faktor yang diutamakan adalah faktor keamanan, faktor kenyamanan, dan faktor likuiditas. Jadi, faktor utama menabung bukanlah untuk mendapat hasil tabungan (saving yield) setinggi-tingginya.

Ketika menabung, fokus utamanya adalah supaya uang kita aman, gampang ditabung, dan gampang ditarik kalau dibutuhkan.

Tapi kalau bicara masalah investasi, faktor utama yang jadi perhatian kita adalah faktor hasil investasi (investment yield).

Sebenarnya investasi juga adalah bentuk lain dari tabungan. Hanya saja, investasi punya risiko yang lebih tinggi dari tabungan. Risiko yang paling umum adalah risiko kerugian atau risiko turun nilai (depresiasi).

Dalam investasi, kemungkinan uang kita hilang bisa terjadi kapan saja tanpa diduga (unexpected loss) karena sifat investasi yang tidak pasti. Selain itu, investasi lebih susah diambil atau dicairkan dibanding tabungan yang bisa diambil kapan saja.

Contohnya kita punya investasi dalam bentuk properti (sebidang tanah atau rumah). Ketika membutuhkan uang, kita tidak bisa begitu saja mencairkan investasi dan menarik uangnya, kan?

5 Tips Investasi untuk Wanita Millenial yang Sukses 02 - Finansialku

[Baca Juga: Infografis: Tahukah Anda Perbedaan Investasi Dan Menabung??]

 

Jadi, mana yang harus dipilih? Menabung atau berinvestasi?

Lebih baik punya kedua-duanya karena kedua instrumen keuangan ini punya kelebihan yang berbeda.

Dengan mempunyai keduanya, kita tidak akan mengalami kerugian terlalu besar, misalnya ketika dunia investasi sedang terpuruk (down market), seperti krisis ekonomi tahun 1997-1998.

Saat itu, walaupun dunia investasi terpuruk, bunga tabungan malahan naik begitu besar karena pemerintah berusaha mempertahankan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika.

Namun, saat ini dengan perkembangan teknologi dan kondisi ekonomi negara kita yang cukup baik maka kalau kita menabung di Bank, maka pengembalian saving kita menjadi tidak besar.

Oleh sebab itu, wanita millenial perlu pandai lagi dalam memutar uang yang saat ini Anda miliki agar uang itu bisa menghasilkan keuntungan yang lebih dalam jangka waktu yang panjang.

Nah berikut ini tipsnya!

 

#1: Mulai Dari Jumlah yang Kecil

Kita tahu bahwa saat ini banyak sekali produk investasi yang bisa digunakan. Mulai dari yang bisa memberikan keuntungan besar sampai yang kecil.

Namun, sekali lagi jika Anda baru pertama kali berinvestasi cobalah untuk berinvestasi dari modal yang kecil.

Saat ini, di Indonesia sudah banyak investasi yang dimulai dengan nilai yang kecil. Seperti Anda mau berinvestasi di Reksa Dana yang bisa dilakukan meskipun Anda hanya memiliki modal Rp100.000 saja. Reksa dana juga mudah dilakukan, bahkan Anda tidak perlu ribet saat proses investasinya.

Selain itu, Anda juga berinvestasi pada Peer to Peer Lending yang saat ini sedang marak ada di Indonesia.

Ada beberapa platform yang menyediakan investasi dengan nilai yang kecil sehingga Anda bisa melihat peluang dan risiko yang dimiliki saat berinvestasi di Peer To Peer Lending.

5-Alasan-Investasi-P2P-Lending-1-Finansialku

[Baca Juga: Ingin Jadi Lender Atau Pemberi Pinjaman di P2P Lending? Ini Cara dan Syaratnya!]

 

Selain itu, investasi emas kini juga semakin mudah karena sudah banyak lembaga yang memberikan layanan investasi emas, salah satunya Pegadaian.

Investasi emas di Pegadaian dibagi menjadi beberapa produk, di antaranya produk mulia dan tabungan emas pegadaian.

Untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam berinvestasi emas, Pegadaian tidak hanya menyediakan layanan pembelian emas secara tunai, tapi juga secara angsuran yang bisa dilakukan baik perorangan maupun secara kelompok. 

Selain itu, Pegadaian juga memiliki tabungan emas, dimana Anda bisa menabung emas dengan uang Rp5.000an. Nantinya uang yang Anda setorkan akan dikonversikan ke dalam bentuk gram emas.

Jika Anda memulainya dengan Rp5.000an, maka setara dengan 0,01 gram saat dikonversikan.

Jika sudah mulai paham, Anda bisa memulai investasi dengan jumlah kecil terlebih dahulu di saham secara langsung. Saham sebaiknya dibeli secara bertahap.

Saat ini telah banyak online trading dengan nilai investasi awal cukup rendah, yaitu mulai Rp500 ribu. Namun, tetap pertahankan reksa dana untuk investasi jangka panjang.

Kemudahan teknologi juga membuat kita bisa berinvestasi dengan menggunakan smartphone kita.

Seperti saat ini, Finansialku bekerja sama dengan Tanamduit, dimana Anda bisa berinvestasi di reksa dana dengan awal investasi Rp100.000.

Anda juga bisa menanyakan kepada para perencana keuangan dari Finansialku, produk apa yang tepat untuk Anda dan bagaimana cara mengelolanya.

Gunakan Fitur Tanya Jawab pada Aplikasi Finansialku, seperti pada gambar berikut ini:

 

#2: Belajar Dulu, Baru Tambah Investasi

Idealnya sebagai investor pemula, kita harus memahami performa atau kinerja reksa dana saham yang ingin kita beli. Salah satu cara memantaunya adalah dengan memperhatikan grafik kinerja produk tersebut selama 3-5 tahun.

Kemudian kita lihat tren, apakah kecenderungannya meningkat atau menurun. Oleh karena itu, kita jangan terbawa emosi atau terburu-buru dalam berinvestasi.

Para miliarder ketika memutuskan untuk investasi atau tidak, mereka akan berkonsultasi dengan orang-orang kepercayaan dan mempertimbangkan segalanya dengan sebaik mungkin terlebih dahulu berdasarkan informasi dan data yang mereka miliki.

Bagi Anda wanita millenial, Anda bisa ikutan workshop-workshop yang dapat meningkatkan kemampuan investasi kita sebagai ibu rumah tangga. Supaya kita tidak salah langkah dalam menentukan investasi kita.

Atau, Anda juga bisa membaca ebook panduan praktis investasi dari Finansialku. Jika Anda tertarik untuk membacanya, silakan download ebook pada link tulisan berikut ini:

 

Ibu Rumah Tangga, Investasi Obligasi Bisa Bawa Keberkahan! Begini Caranya 01 - Finansialku

[Baca Juga: KETUPAT: Investasi Syariah, Ada Apa Aja Sih Produk Investasi Syariah?]

 

Tentu saja semua orang tak bisa langsung mendapatkan jalan untuk membangun sebuah mimpi yang spesifik dan masuk akal.

Alan Corey, penulis buku A Million Bucks by 30 juga sempat kebingungan dengan cara yang harus ditempuh untuk menjadi kaya raya. Corey membaca biografi dan autobiografi miliarder sebanyak yang dia bisa.

Tujuannya, demi mencari karakteristik yang sama antara satu miliarder dengan miliarder lainnya. Karakteristik itulah yang diyakini Corey bisa mengantarkannya ke puncak keberhasilan.

“Apa yang saya temukan adalah mereka (miliarder) sangat percaya diri bahwa mereka akan sukses secara finansial.”

 

Kumpulkan informasi dan panduan sebanyak mungkin.

Calon investor harus mencari tahu dan berusaha memahami informasi, seperti bagaimana ritme pergerakan saham, laporan keuangan emiten, kegiatan bisnis yang dilakukan emiten, dan aksi korporasi lainnya.

 

#3: Jangan Kebawa Emosi

Terkadang melihat harga saham naik turun membuat kita emosi. Warren Buffett, seperti mengatakan bahwa untuk berhasil dalam investasi selama seumur hidup tidak memerlukan IQ tinggi, wawasan bisnis yang tidak biasa, atau informasi orang dalam.

Apa yang dibutuhkan adalah kerangka kerja intelektual yang kuat dalam membuat keputusan dan kemampuan menjaga emosi dari kerangka itu. Anda harus memiliki disiplin emosional.

Jika investor pemula hendak berinvestasi untuk jangka panjang, dia harus memastikan bahwa emosinya sudah terlatih. Artinya, dia cukup stabil untuk tidak terpengaruh dengan fluktuasi harga hariannya. Investor pemula sebaiknya sudah sanggup menerima risiko jika terjadi penurunan.

Para miliarder meskipun sudah tahu bahwa investasi akan menghasilkan keuntungan, tetap saja mereka selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka akan memperhitungkan dengan cermat berbagai risiko, juga mempertimbangkannya dengan matang.

Mahasiswa Wajib Investasi Demi Masa Depan Gemilang 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Berinvestasi? Yuk Lakukan Tips Investasi Ini Sebelum Kamu Memulainya]

 

Bernand Arnault, seorang konglomerat berkebangsaan Prancis, pemegang hak merek Louis Vuitton, Dior dan Fendi, pernah mengatakan:

“Dalam berbisnis kita harus belajar sabar. Hal paling penting adalah kita harus sabar menunggu sesuatu dan mendapatkannya tepat pada waktunya.”

 

#4: Punya Rencana Keuangan

Dari buku 99 perbedaan kebiasaan miliarder vs orang biasa dibahas bahwa para miliarder selalu memiliki tujuan dalam hidup mereka.

Ternyata, selain memiliki tujuan, para miliarder itu juga memiliki daftar keinginan atau daftar hal-hal yang ingin dan perlu dilakukan. Dengan adanya daftar tersebut, mereka bisa mengawasi atau mengevaluasi semua yang telah dikerjakan dan yang belum dikerjakan.

Dari daftar tersebut pula, para miliarder itu akan menyusun rencana dan strategi yang berguna bagi pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan.

Dengan cara ini, mereka menjadi lebih mudah untuk melakukan evaluasi bila ada kesalahan dalam perencanaan maupun dalam strategi yang dilakukan.

Tentu saja dengan perencanaan dan strategi yang tepat, mereka menjadi percaya diri dalam bertindak dan mengambil keputusan, bahkan tidak lagi takut akan kehilangan sesuatu, termasuk uang.

Perancang situs Millionaire Mommy Next Door, Jen Smith, mengatakan bahwa banyak orang memiliki target terlalu umum dan tak masuk akal, misalnya “saya ingin kaya raya”.

Di mata Jen, target tersebut terlalu kabur, dia pun menyarankan semua orang agar mulai memikirkan target spesifik dan masuk akal.

Sekarang Saatnya Untuk Evaluasi Rencana Keuangan 2018 03 Evaluasi Keuangan 3 - Finansialku

[Baca Juga: Kenali Keuangan di Usia 40 an! Ini Rencana Keuangan Usia 40 an!]

 

Jen memberi contoh

“Saya ingin punya investasi US$2 juta sehingga bisa hidup hanya dari imbal hasilnya. Setelah itu, saya akan keluar kerja dan melakukan banyak hal, seperti jadi sukarelawan, bepergian, belajar tenis, dan melukis, juga piknik di pantai bersama keluarga.”

 

Bahkan, target tersebut sudah bisa diraih Jen, sebelumnya ia punya keluarga. Ia sengaja memajang foto tujuan wisata di tempat yang bisa dilihat setiap hari untuk menjadi motivasi.

Punya rencana keuangan, seperti rencana pendidikan anak adalah cara yang paling enak dalam meng-guide investasi kita.

 

Tips Investasi untuk Wanita Millenial #5: Menikmati Untung Pertama

As a Women, tidak ada salahnya kita menikmati keuntungan investasi pertama kita.

Anda perlu ingat bahwa investasi ini ada yang jangka pendek (dibawah 1 tahun), jangka menengah (1 hingga 5 tahun), dan jangka panjang (diatas 5 tahun).

Dari perbedaan waktu investasi yang dilakukan, maka berbeda pula tingkat keuntungan yang bisa didapat.

Investasi jangka pendek memiliki peluang keuntungan yang paling kecil dibanding dua investasi lainnya, namun jumlahnya tetap lebih banyak dibanding hanya mengandalkan tabungan biasa.

Sedangkan investasi jangka menengah memungkinkan Anda mendapatkan pendapatan pasif yang cukup aman dalam kurun waktu tersebut. Dan bagi Anda yang ingin mendapatkan diversifikasi penghasilan yang lebih besar maka investasi jangka panjang yang dapat memberikan hal itu.

 

Yuk Mulai dari Sekarang Saja

Tunggu apa lagi? Kencangkan ikat pinggang Anda dan bersiaplah untuk berinvestasi sekarang.

Jangan sampai Anda menyesal karena waktu terus berjalan!

Jika Anda memiliki kendala dan kebingungan saat berinvestasi, jangan lupa hubungi Perencana Keuangan profesional Finansialku ya. Atau Anda bisa langsung download Aplikasi Finansialku dengan menggunakan kode voucher POTONG50RIBU untuk mendapat potongan harga Rp50.000 menjadi akun premium.

Dengan akun premium, Anda bisa menggunakan aplikasi Finansialku tanpa ada batasan. Berbeda dengan yang gratisan. Hehehe…

 

Saya yakin Anda mendapatkan pandangan baru bukan? Yuk, bagikan informasi yang ada pada artikel ini kepada saudara atau teman terkasih Anda!

 

Sumber Referensi:

  • Budi Safa’at. 2015. 99 Perbedaan Cara Mengelola Uang Miliarder vs Orang Biasa. Jakarta: Grasindo.
  • Parsaoran Sirait. 2015. 99 Perbedaan Kebiasaan Miliarder vs Orang Biasa. Jakarta: Grasindo.
  • Ryan Filber. 2016. Passive Income Strategy The Secret of Financial Freedom. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
  • Safir Senduk. 2000. Seri Perencanaan Keuangan Keluarga Mengelola Keuangan Keluarga. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

 

Sumber Gambar:

  • https://bit.ly/2y9nRVB
  • https://bit.ly/2Yo37El