Para investor, sudah tahukah Anda 5 tips mengatur portofolio yang baik dan benar? Apa yang bisa Anda lakukan?

Ketahui jawabannya pada artikel ini!

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

Logo Rivan Kurniawan

 

5 Tips Mengatur Portofolio Yang Baik dan Benar

Bagaimana cara mengatur dan mengelola portofolio yang baik dan benar? Penulis sering kali mendapatkan pertanyaan seperti ini. Memang, menyusun portofolio adalah hal yang terlihat mudah, namun sebenarnya agak sulit untuk dilakukan dalam praktiknya.

Sering kali pertanyaan tersebut muncul saat Anda sudah siap untuk berinvestasi saham, sementara Anda masih investor pemula, sehingga wajar saja jika Anda masih bingung cara untuk menyusun portofolio yang baik.

Jadi, bagaimana sih caranya untuk bisa membentuk dan mengatur portofolio yang baik dan benar?

Pada kesempatan kali ini, penulis akan memaparkan langkah-langkahnya dalam mengatur portofolio yang baik. Semoga ini bisa menjadi guidance bagi Anda dalam mencapai portofolio yang sehat, sehingga Anda dapat berinvestasi dengan lebih tenang.

 

#1 Pahami Alokasi Cash dan Portofolio Saat Investasi

Memahami kapan Anda harus menahan dana Anda dalam bentuk cash, dan kapan Anda bisa all out dalam berbelanja saham adalah salah satu kunci penting dalam mengatur dan mengelola portofolio.

Sebagai contoh, ketika IHSG sedang mahal dan melambung tinggi, maka langkah tepat yang dapat Anda lakukan adalah meng-hold dana cash yang Anda miliki. Hold ini bisa dikatakan sebagai langkah antisipasi, jika nantinya IHSG harus terkoreksi.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Seperti halnya di awal tahun 2018, IHSG sempat berada di level tingginya 6600-an, di saat kebanyakan investor berlomba membeli saham saat harga tinggi. Beda halnya dengan penulis, dimana penulis lebih memilih untuk hold cash.

Lho kenapa begitu? Karena saat IHSG sedang tinggi-tingginya, justru banyak harga saham yang valuasinya tidak masuk akal.

Sebaliknya, saat menjelang pertengahan 2018 ini, penulis baru mulai all out di saat IHSG terkoreksi cukup dalam hingga di 5.600 – 5.700-an.

5 Tips Mengatur Portofolio Yang Baik dan Benar 02 - Finansialku

[Baca Juga: Memilih Saham Ketika Market Bearish? Ini Dia Caranya!]

 

Memahami kapan Anda harus hold cash dan memahami kapan Anda harus all out sangat penting untuk dapat melindungi Anda dari kerugian yang diakibatkan oleh ketidakpastian pasar modal.

Atau dengan kata lain, jika terjadi kondisi IHSG sedang murah seperti di pertengahan 2018 kemarin, Anda memiliki sejumlah cash untuk membeli saham-saham di harga yang murah.

 

#2 Investasi Pada Saham Dengan Margin of Safety yang Besar

Langkah selanjutnya adalah mencari saham-saham dengan Margin of Safety yang tinggi, atau dengan kata lain saham yang memiliki margin keamanan (batas aman).

Jika Anda memilih berinvestasi pada saham dengan Margin of Safety yang tinggi, maka risiko Anda untuk merugi akan semakin kecil.

Sebagai contoh pertama: Ada harga saham yang saat ini berada di sekitar Rp900-an, sementara nilai intrinsiknya adalah Rp1.000. Jika Anda membelinya saat ini, maka nilai aman Anda hanya sekitar 10%.

Bandingkan dengan apabila Anda membeli saham yang nilai intrinsiknya di harga Rp3.000, saat ini diperdagangkan pada harga Rp2.000, maka saham tersebut memiliki Margin of Safety hingga 50%.

Tentu saja, saham dengan Margin of Safety 50% akan lebih aman dari pada saham dengan Margin of Safety 10% tadi.

Indeks Saham SMC Liquid 02 - Finansialku

[Baca Juga: Mempelajari Kesuksesan Berinvestasi Dari Pelari Marathon]

 

Jadi bagaimana kalau ternyata harga suatu saham bisa lebih murah lagi? Tentunya Margin of Safety-nya pun akan semakin jauh lebih besar lagi, dan hal ini seharusnya akan membuat Anda lebih merasa tenang secara psikologis.

Sebab Anda tahu bahwa Anda sudah membeli sebuah saham yang bagus, dan Anda pun membeli saham tersebut dengan harga jauh di bawah nilai intrinsiknya. Dan, semakin murah harga wajar sebuah saham maka akan semakin menarik minat para value investor.

Jika saat ini Anda sudah menemukan saham dengan Margin of Safety yang besar, hal yang menguntungkan bagi Anda adalah ke depannya Anda tidak akan direpotkan lagi dengan fluktuasi harga saham harian.

Kelebihan lainnya, jika Anda berinvestasi pada perusahaan yang memiliki Margin of Safety besar, maka akan memperkecil risiko Anda dalam berinvestasi di pasar saham.

Saham dengan Margin of Safety yang besar merupakan investasi “low risk, high return”, karena akan meminimalkan risiko dari kerugian sekaligus memperbesar potensi reward atau profit yang didapat.

 

#3 Minimalisasi Unsur Spekulasi, Spekulasi Bukan Investasi

Jika Anda sudah tahu saham mana saja yang memiliki Margin of Safety yang besar, maka langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah meminimalkan spekulasi dan rumor beredar yang Anda sendiri belum tahu kejelasannya.

Untuk menghindari Anda berspekulasi, alangkah baiknya jika Anda mencari informasi yang menjelaskan kondisi sebenarnya.

Adapun ciri khas dari rumor yang beredar akan terkuak kebenarannya saat market sudah berbalik arah.

Spekulasi dan rumor hampir setiap saat ada di market, baik di setiap perubahan harga saat naik ataupun turun. Baiknya seorang investor yang handal tidak mengandalkan unsur spekulasi, yang hanya memanfaatkan perubahan harga yang bisa jadi hanya sementara.

Saat Terjadi Perubahan Fundamental Saham 02 Analisis - Finansialkua

[Baca Juga: Apa Yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Perubahan Fundamental Saham?]

 

Sebagai contohnya, sebuah perusahaan yang sedang menggoreng harga sahamnya tanpa diiringi upaya perbaikan secara fundamental.

Ataupun rumor beredar mengenai sebuah perusahaan yang akan mengakuisisi sebuah perusahaan lain, yang Anda sendiri masih belum mengetahui kejelasannya dari rencana perusahaan tersebut.

Nah, salah satu contoh rumor yang pernah beredar di tahun 2018 adalah AISA yang disebut-sebut akan dibeli oleh Sinarmas. Saat rumor tersebut gencar dikabarkan, pengaruh yang paling terasa adalah kenaikan harga saham AISA.

Sebelum AISA dikabarkan akan di akuisisi oleh Sinarmas, harga sahamnya masih sideways di Rp500-an. Akan tetapi saat berembus kabar bahwa AISA akan diakuisisi oleh Sinarmas, harga saham AISA langsung naik ke Rp700-an.

Tapi tetap saja hal tersebut adalah rumor, dan dalam waktu singkat saat market sadar maka hal tersebut hanyalah rumor, maka harga saham AISA pun langsung turun.

Dari kasus AISA tersebut, kita sudah bisa belajar bagaimana pengaruh dari spekulasi maupun rumor yang beredar. Tanpa kita belum tahu kejelasannya, kita langsung mempercayainya tentu ini akan merugikan kita.

Jadi, sebaiknya hindari memanfaatkan sebuah spekulasi maupun mempercayai rumor.

 

#4 Investment Is All About Money Management

Setelah Anda berhasil untuk tidak berspekulasi, Anda perlu menerapkan strategi pengelolaan portofolio dengan money management.

Melalui strategi money management Anda akan lebih fokus pada penempatan posisi (position sizing) dan mengelola risiko (risk management).

Strategi ini akurat untuk mengatur dana Anda, agar terhindar dari risiko maupun kerugian yang lainnya. Karena berinvestasi saham memiliki risiko tinggi, namun juga dapat memberikan imbal hasil yang juga tinggi “high risk high return”.

Risk dan Money Management Forex Sebagai Investor Pemula 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pentingnya Money Management: Mengatur Ritme Pernapasan Investasi Saham]

 

Jadi tidak ada salahnya, kalau Anda belajar lagi mengenai money management ini? Saat Anda berkeinginan mempelajari money management, berarti Anda sudah selangkah lebih maju untuk mengatur strategi pengelolaan dana yang tepat dan siap menghadapi gejolak pasar dengan tingkat risiko yang tinggi.

Kalau begitu, apa yang harusnya saya lakukan untuk mengelola modal saya? Membahas money management erat kaitannya dengan risk management, atau dengan kata lain kuncinya ya menetapkan “pembatasan risiko”.

Contoh sederhana yang bisa Anda lakukan misalkan Anda memiliki modal sebesar Rp100.000.000.

Ada baiknya Anda tidak mengeluarkan seluruh modal Anda hanya untuk satu saham saja, melainkan Anda bisa melakukan diversifikasi, katakanlah alokasi sekitar Rp30 juta di saham tersebut. Artinya Anda pun masih memiliki dana tersisa Rp70 juta untuk bisa Anda belikan ke saham yang lain.

Dengan langkah ini Anda sudah meminimalkan kerugian Anda, jika ternyata hipotesis Anda terhadap saham tersebut keliru.

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

#5 Miliki Kesabaran, Di saat Banyak Orang Tidak Memilikinya

Terakhir yang harus Anda bentuk, ialah bersabar.

Anda perlu melatih kembali rasa sabar, saat banyak rumor yang beredar ataupun sekelompok orang yang menawarkan suatu keuntungan dalam waktu singkat saja, ada baiknya Anda tidak mudah tergiur bahkan tergoda.

Sebab apa yang ditawarkan tersebut (memperoleh keuntungan dalam waktu singkat), biasanya tidak sesuai dengan kenyataan.

Demikian pula, ketika Anda sudah memiliki saham yang baik, pada harga yang baik pula. Maka tugas Anda selanjutnya cuma satu: bersabar sampai investasi Anda membuahkan hasil. Anda tidak perlu untuk melakukan bongkar pasang portofolio setiap saat.

Semakin sering Anda bongkar pasang, semakin sulit mendapatkan portofolio ideal yang Anda inginkan.

Tips-Tenang-Pasar-Saham-Bearish

[Baca Juga: 5 Tips Sukses Mencapai Tujuan Investasi Ala RK]

 

Jika Anda melihat pada kesuksesan seorang investor, seperti Warren Buffet dan Lo Kheng Hong, saat ini bukanlah suatu hal mudah dan bahkan dalam waktu singkat mereka miliki. Sebaliknya, mereka membutuhkan waktu yang panjang untuk memperoleh kekayaan.

Mereka tidak sembarangan membeli saham. Namun ketika mereka memutuskan untuk membeli sebuah saham, mereka akan bersabar hingga tahunan untuk merealisasikan keuntungan dari investasi yang dilakukan.

Untuk itu, Anda harus mengubah mindset untuk berinvestasi dalam jangka panjang, dimana Anda tidak mudah terpengaruh dengan kenaikan maupun penurunan harga saham yang terjadi di jangka pendek tanpa memperhitungkan tujuan finansial jangka panjang Anda.

Contohnya: jika saat ini Anda sudah memikirkan bagaimana keadaan finansial Anda di masa pensiun, tentu Anda akan berprioritas pada rencana jangka panjang Anda termasuk dalam portofolio saham Anda.

 

Jadi Tetap Pentingkah Mengatur Portofolio?

Dengan uraian sebelumnya, kita sudah mendapatkan jawaban “Ya, menjaga portofolio saham itu penting”, apalagi jika kita sudah tahu cara membentuk dan mengatur portofolio yang baik.

Untuk bisa menyusun portofolio investasi yang baik, dibutuhkan pemahaman alokasi cash dan portofolio, memilih saham-saham yang mempunyai Margin of Safety yang besar, hindari sikap mudah berspekulasi atau bahkan mudah terpengaruh oleh rumor yang beredar, mempelajari kembali money management.

Dan yang paling terakhir, namun paling penting adalah Anda harus memiliki rasa sabar yang besar di saat kebanyakan orang lain tidak mau bersabar.

Dengan mengatur kembali portofolio Anda, setidaknya Anda sudah memiliki perencanaan yang matang dan terarah dalam berinvestasi saham.

Yuk, mulai saat ini kita bersama-sama belajar mengatur portofolio kita dengan cara yang baik dan benar.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Apakah Anda sudah melakukan 5 tips ini? Apa kesulitan yang Anda alami dalam mengatur portofolio? Silakan bagikan pendapat dan pengalaman Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih!

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

  • Tips Mengatur Portofolio – https://goo.gl/R4T8Md
  • Grafik IHSG – https://goo.gl/4FwSp3