Beberapa hari lalu, warga Twitter dibuat ricuh dengan cuitan dari CEO Bukalapak hingga memunculkan tagar #UninstallBukalapak di seluruh media sosial.

Lalu, bagaimana kelanjutan dari berita ini? Mari kita simak ulasan selengkapnya melalui artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Cuitan yang Berujung Tagar Baru

Baru-baru ini, hampir seluruh media sosial memiliki tagar baru yang muncul akibat cuitan dari salah satu tokoh ternama di Indonesia.

Tagar tersebut berbunyi #UninstallBukalapak, yang merujuk pada salah satu cuitan dari akun @achmadzaky, yang tidak lain merupakan pendiri sekaligus CEO e-commerce besar Indonesia, Bukalapak.

Cuitan berisi komentar “Budget R&D Bidang IT” Indonesia menuju era Revolusi 4.0, nyatanya mengundang ribuan makna yang tanpa sengaja telah menyinggung beberapa pihak akibat penulisan kata “presiden baru” di dalamnya.

Cuitan tersebut ia unggah pada 13 Februari 2019 yang kemudian ia hapus tidak lama setelah munculnya ribuan komentar dari warga Twitter.

Cuitan tersebut direspons oleh sebagian warga Twitter dengan menilai bahwa Zaky telah memojokkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menilai sosok Zaky seolah mendukung Prabowo Subianto.

Setelah itu, warga Twitter pun ramai-ramai mengampanyekan tagar #UninstallBukalapak yang tentu saja menjadi trending topic hingga saat ini.

Dilansir dari Tirto.id, data Drone Emprit, mesin analisis media sosial, hingga Jumat, 15 Februari, pukul 10.10 WIB, tersiar 52.471 kicauan bertagar #UninstallBukalapak.

Menyadari hal ini, Zaky pun segera memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui cuitan baru melalui media sosial Twitter miliknya.

#UninstallBukalapak 02 - Finansialku

[Baca Juga: Begini 10 Resolusi Kepemimpinan Tahun 2019! Kamu???]

 

Dalam siaran pers yang diterima Tirto.id, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut secara tersirat hanya berharap adanya peningkatan dana riset guna mendorong kemajuan Indonesia. 

“Menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.”

 

Zaky pun mengungkapkan bahwa ia tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu.

Zaky berpendapat bahwa cuitan tersebut merupakan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

Ia berharap agar investasi dalam bidang riset dan sumber daya manusia (SDM) yang tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Sejumlah Tanggapan Akan Cuitan Sang CEO Bukalapak

Melihat traffic tagar #UninstallBukalapak yang sangatlah tinggi, tentu saja menimbulkan sejumlah tanggapan dari beberapa tokoh.

Seperti yang dilansir dari Tribunnews.com, Jumat (15/2/2019) Ketua Divisi Hukum, Advokasi, dan Migrant Care, yang juga menjadi Relawan Jokowi (ReJo), Kastorius Sinaga, mengungkapkan bahwa dirinya menyayangkan cuitan pendiri sekaligus CEO Bukalapak tersebut.

“Memang harus diakui, cuitan Zaky tersebut sangat provokatif dan kurang pas di tahun politik Pilpres yang memanas seperti saat ini.”

 

Ia menilai, memang tidak relevan menuduh minimnya Dana R&D Bidang IT sebagai wujud inkonsistensi pemerintah RI menuju era Revolusi 4.0.

Penilaian Zaky di dalam cuitannya agak emosional tanpa mempertimbangkan konteks dan reaksi publik atas penilaian tergesa-gesa tersebut.”

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Penilaian ini diungkapkan dengan melihat latar belakang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kabinetnya yang sudah sangat berkomitmen dan gencar mendukung usaha rintisan berbasis online yang saat ini marak diminati kalangan pengusaha milenial.

Bahkan, Revolusi Industri 4.0 yang didominasi industri teknologi informasi telah menjadi salah satu arah navigasi utama Pemerintahan Jokowi saat ini dan ke depan.

Kastorius Sinaga menjelaskan:

“Saya melihat, Zaky hanyalah salah kata mengungkapkan kekecewaannya di saat yang bersangkutan membaca perbandingan data dana R&D menyolok antara negara-negara termasuk Indonesia yang berasa di nomor buntut. Dia tidak melihat permasalahan ini secara komprehensif termasuk keterbatasan anggaran pemerintah berikut tingkat cakupan dan kemajuan sektor bisnis online di dalam sektor perekonomian Indonesia secara keseluruhan di saat ini.”

 

Selain itu, dilansir dari Republika.co.id, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf juga memberikan tanggapan akan cuitan tersebut.

Mereka ikut menyayangkan cuitan dari CEO Bukalapak yang menyebut Revolusi Industri 4.0 omong kosong dan mengindikasikan pengharapan adanya presiden baru melalui akun Twitter-nya.

TKN menyebut Zaky lupa pada jasa Presiden RI sekaligus Capres nomor urut 01, Joko Widodo.

Ace Hasan Syadzily, Juru Bicara TKN, pada Jumat (15/2/2019) mengucapkan:

“Sudah didukung dan di-support, tapi kok menilai Pak Jokowi perlu ada presiden baru.”


#UninstallBukalapak 03 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Contoh Surat Kuasa yang Baik dan Benar Untuk Berbagai Keperluan]

 

Menurut Ace Hasan, dari tahun ke tahun, anggaran riset dan pengembangan industri digital sudah lebih meningkat. Hal ini menunjukkan perhatian Jokowi pada revolusi industri 4.0 dan industri yang berbasis kepada digital.

Bahkan, Ace mengklaim, Bukalapak merupakan salah satu perusahaan digital yang sangat mendapatkan perhatian dari Jokowi. Saat Bukalapak ulang tahun, Jokowi hadir ke Bukalapak.

“Ketika Pak Ahmad Zaky mendapatkan semoga presiden baru, nah, itu menurut saya sesuatu yang dalam tanda kutip melupakan dorongan dan support yang dilakukan Pak Jokowi.”

 

Meski demikian, menurut Ace, Jokowi tidak akan tersinggung dengan apa yang disampaikan oleh Achmad Zaky dan meminta para pendukung untuk ikut memaafkan Ahmad Zaky.

 

Sudahi Aksi “Boikot” Bukalapak dan juga Tagar #UninstallBukalapak

Akibat kesalahpahaman yang muncul, banyak pihak yang ingin menyudahi tagar dan aksi “boikot” Bukalapak.

Terlebih lagi, Achmad Zaky sudah meminta maaf secara terbuka atas salah kata dalam cuitannya.

Kastorius Sinaga meminta masyarakat dan pendukung Jokowi, pada khususnya, untuk menghentikan serangan dan berbalik ke posisi semula.

“Harus dipahami, politik itu memang keras namun juga harus tepat sasaran dan terukur di dalam mereaksi sikap yang muncul di masyarakat sehingga dapat meminimalisasi “collateral damage” yang dapat ditimbulkannya.”

 

Selain itu, anak-anak Presiden Jokowi pun ikut meminta aksi “boikot” tersebut disudahi.

Dikutip dari akun Twitter pribadi Gibran Rakabumi yang tidak lain merupakan anak sulung Presiden Jokowi, dengan nama akun @Chili_Pari, tepat hari ini ia mengatakan bahwa #UninstallBukalapak itu terlalu berlebihan dan terkesan sangat norak.

Ia pun menilai, selama ini dengan adanya Bukalapak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti miliknya sangat terbantu.

Bahkan, ia juga mengungkapkan bahwa kalau tidak karena bantuan Achmad Zaky, brand jas hujannya tidak akan seperti sekarang.

Gibran mengakui semua platform e-commerce asli Indonesia tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Ini bukan masalah anak presiden atau anak siapa pun juga. Tapi memang realitanya @bukalapak @tokopedia @shopeeID sudah banyak membantu pelaku UMKM.”

 

#UninstallBukalapak 04 - Finansialku

[Baca Juga: Orang Kaya TIDAK Melakukan 6 Kesalahan Berikut Ini!]

 

Kaesang Pangarep, sebagai anak bungsu Presiden Jokowi pun ikut memberikan saran untuk menyudahi hal ini.

Lewat akun Twitter-nya @kaesangp, ia pun mengaku akan tetap selalu mendukung aplikasi karya anak bangsa seperti Bukalapak, Tokopedia, Traveloka, hingga Gojek.

Menurutnya, selama ada e-commerce adal Indonesia, dirinya bisa berbelanja online dengan mudah.

 

Apa tanggapanmu mengenai tagar #UninstallBukalapak? Berikan komentar dan pendapat Anda melalui kolom di bawah ini. Jangan lupa untuk membagikan berita ini kepada rekan atau saudara yang belum mengetahuinya. Terima Kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 14 Februari 2019. Netizen Riuh #uninstallbukalapak, Ada Apa?. Inet.detik.com – https://goo.gl/NqmBq9
  • Ahmad Zaenudin. 15 Februari 2019. #UninstallBukalapak & Blunder CEO Bukalapak, Lalu Selanjutnya Apa?. Tirto.id – https://goo.gl/xCCi83
  • Febrianto Adi Saputro, Arif Satrio Nugroho, Antara. 16 Februari 2019. Reaksi Politik Setelah Cicitan CEO Bukalapak. Republika.co.id – https://goo.gl/339Kks
  • Srihandriatmo Malau. 15 Februari 2019. Rejo: Sudah Minta Maaf, Pendukung Jokowi Hentikan Boikot Bukalapak. Tribunnews.com – https://goo.gl/3RW5gE

 

Sumber Gambar:

  • #UninstallBukalapak 1 – https://goo.gl/a8AHQS
  • #UninstallBukalapak 2 – https://goo.gl/xWD1p3
  • #UninstallBukalapak 3 – https://goo.gl/irhSfm
  • #UninstallBukalapak 4 – https://goo.gl/QXcBWZ