Dari tahun ke tahun nilai dana kelolaan reksa dana di Indonesia terus meningkat. Pada 2009, nilai dana kelolaan reksa dana mencapai Rp72 triliun. Hanya dalam tempo 5 tahun, nilainya melonjak menjadi Rp272 triliun pada 2015. Lonjakan tersebut menunjukkan minat masyarakat yang besar terhadap reksa dana. Pada penutupan akhir tahun 2016, total dana kelolaan reksa dana di Indonesia mencapai Rp325 triliun. Ada peningkatan sebesar 19,48%. Bagi Anda yang berminat berinvestasi di reksa dana, hal-hal di bawah ini wajib diperhatikan sebelum berinvestasi reksa dana.

 

Rubrik Finansialku

Learn And Invest

 

Informasi Umum mengenai Reksa Dana

Terdapat beberapa informasi umum yang perlu Anda ketahui sebagai investor reksa dana sebelum Anda berinvestasi pada reksa dana.

 

#1 Apa itu Reksa Dana

Reksa dana diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 27 yang menyatakan bahwa:

“Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.”

 

Dalam mengelola dana yang berasal dari nasabah, manajer investasi akan menempatkan dana yang terkumpul dari nasabah ke dalam portofolio efek, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi, dan saham. Manajer investasi adalah pihak yang bertugas untuk mengelola keseluruhan dana investasi yang ditempatkan dalam reksa dana. Mereka ini akan melakukan berbagai transaksi terkait dengan reksa dana. Sementara bank kustodian akan bertugas untuk menyimpan dan menyelesaikan transaksi administrasi reksa dana tersebut.

Wajib Diketahui Sebelum Anda Berinvestasi Reksa Dana

[Baca Juga: Ini Cara Merencanakan Keuangan dengan Menggunakan Reksa Dana]

 

#2 Jenis-jenis Reksa Dana

Reksa dana dibagi dalam 4 (empat) jenis, yakni:

  • Reksa dana pasar uang
  • Reksa dana pendapatan tetap
  • Reksa dana campuran
  • Reksa dana saham

 

#3 Risiko Investasi Reksa Dana

Beberapa risiko yang terkandung dalam reksa dana, di antaranya:

  • Tidak adanya jaminan keuntungan.
  • Risiko umum yang terjadi di dalam pasar modal.
  • Risiko efek yang mungkin saja terjadi akibat kinerja perusahaan atau hal lainnya.
  • Risiko likuiditas yang mungkin menurunkan nilai investasi.
  • Risiko terhadap terjadinya inflasi.

Mengenal Asumsi Return yang Wajar untuk Investasi Reksa Dana Campuran

[Baca Juga: Mengenal Asumsi Return yang Wajar untuk Investasi Reksa Dana Campuran]

 

#4 Reksa Dana Masuk Di Bawah Pengawasan OJK

Sesuai dengan undang-undang yang berlaku, seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan transaksi jual beli reksa dana harus mendapatkan izin dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Badan inilah yang juga berwenang untuk melakukan kegiatan pengawasan terhadap investasi tersebut.

OJK dapat dihubungi melalui call center di layanan telepon (Kode Area) 1500 655. Bila ingin berkomunikasi secara online, dapat dilakukan lewat email ke konsumen@ojk.go.id atau melalui sikapiuangmu.ojk.go.id. Bisa juga melalui fax (021) 386 6032. Selain melalui beberapa cara tersebut, keluhan juga dapat dikirimkan melalui surat ke alamat Menara Radius Prawiro Lantai 2 Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin No. 2 Jakarta, yang ditujukan kepada Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

 

#5 NAB Menjadi Tolak Ukur Reksa Dana

Hasil investasi reksa dana akan dinilai berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB). NAB per unit merupakan harga portofolio yang telah dikurangi biaya operasional dan dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang dimiliki investor saat itu.

Ingin Keuntungan Maksimal dari Reksa Dana? Kenali Reksa Dana Trillion Club

[Baca Juga: Ingin Keuntungan Maksimal dari Reksa Dana? Kenali Reksa Dana Trillion Club]

 

Contoh: Anda membeli reksa dana “A” dengan harga NAB Rp1.200. Untuk membeli 1.000 UP, akan dibutuhkan dana sebesar Rp1.200.000 (ditambah komisi/fee).

Jika akhir tahun Anda ingin mencairkan reksa dana tersebut dengan NAB seharga Rp1.600, keuntungan Anda adalah Rp400.000 (dikurangi komisi/fee).

Jika ternyata NAB adalah Rp1.100, kerugian Anda adalah Rp100.000 (ditambah komisi/fee).

 

Cara Memilih Reksa Dana untuk pemula

#1 Menetapkan Jangka Waktu Investasi

  • Jangka Pendek (1-2 tahun)
  • Jangka Menengah (3-7 tahun)
  • Jangka Panjang (Diatas 7 tahun)

Misalnya kalau Anda ingin berinvestasi untuk biaya anak yang akan masuk kuliah 3 tahun lagi, maka itu termasuk investasi jangka menengah. Sementara bila ingin mengumpulkan dana untuk membeli rumah 8 tahun mendatang, maka tujuan Anda dapat disebut tujuan investasi jangka panjang.

Mana yang Lebih Baik antara Buy and Hold atau Chasing Return Reksa Dana

[Baca Juga: Mana yang Lebih Baik antara Buy and Hold atau Chasing Return Reksa Dana?]

 

#2 Mengenali Profil Risiko Anda

Yang harus dilakukan berikutnya adalah mengenali profil risiko Anda. Apakah Anda tipe orang yang terlalu hati-hati (konservatif) ataukah tipe pemberani mengambil risiko (agresif). Cara paling sederhana untuk mengukurnya kurang lebih seperti ini: Jika nilai investasi turun Rp100 ribu, Anda langsung pusing tujuh keliling, panik, dan lain sebagainya, maka Anda termasuk orang yang tak berani mengambil risiko. Akan tetapi, bila nilai investasi turun Rp1 juta dan Anda bisa santai saja karena tahu bahwa investasi berpotensi naik lebih tinggi lagi, maka Anda termasuk orang yang berani mengambil risiko.

Lalu apa kaitannya dengan investasi reksa dana? Dalam dunia investasi apapun berlaku rumus: High risk, high expected return, yang dapat diterjemahkan menjadi: Dalam investasi berisiko tinggi ada potensi keuntungan yang tinggi. Sebaliknya investasi yang berisiko rendah biasanya juga tidak memberi hasil yang memadai.

 

Berdasarkan potensi risiko dan return reksa dana secara umum dikategorikan sebagai berikut:

  • Reksa dana berisiko rendah, potensi return rendah: reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap.
  • Reksa dana berisiko sedang, potensi return sedang: reksa dana campuran.
  • Reksa dana berisiko tinggi, potensi return tinggi: reksa dana saham.

Memahami Mekanisme Naik Turunnya Harga Reksa Dana

[Baca Juga: Memahami Mekanisme Naik Turunnya Harga Reksa Dana]

 

#3 Mencari Informasi Tentang Reksa Dana Tertentu

Sebagai pemula, kita bisa saja tidak tahu apa-apa tentang reksa dana, dari mana mulai memilihnya. Tetapi kita bisa melihat dulu semua produk reksa dana yang ada di Indonesia saat ini. Info ini bisa ditemukan di media massa (contohnya: harian Bisnis Indonesia) atau online misalnya di bareksa.com atau website lainnya. 

Nah, setelah tertarik dengan suatu produk reksa dana, kita cari informasinya lebih lanjut. Tempat yang paling tepat untuk itu adalah di website manajer investasi penerbit reksa dana tersebut sendiri. Untuk mencari website perusahaan penerbit reksa dana tersebut, kita bisa google dengan memasukkan nama produk reksa dananya. Lalu baca prospektus (informasi lengkap) terkait produk reksa dana yang Anda minati.

Benarkah Ada Reksa Dana yang Tidak Pernah Rugi

[Baca Juga: Benarkah Ada Reksa Dana yang Tidak Pernah Rugi?]

 

Mulai Berinvestasi Reksa Dana

Sampai di tingkat ini, sebetulnya Anda sudah siap berinvestasi reksa dana. Pertimbangan dan pengetahuan sudah cukup memadai untuk mengambil keputusan. Saran kami, jangan tumpuk semua investasi di satu produk reksa dana. Namun jika Anda punya dana yang memang terbatas, membuka satu rekening dan mengisinya secara disiplin dan teratur sudah merupakan langkah besar untuk mempersiapkan masa depan sejahtera. Selamat berinvestasi!

 

Apakah Anda ingin memulai berinvestasi reksa dana dan masih ada keraguan atau pertanyaan? Kirimkan pertanyaan Anda pada kolom yang tersedia, perencana keuangan Finansialku.com akan membantu Anda.

 

Sumber Referensi:

  • Boby Chandro Oktavianus. 13 Februari 2017. 20 Hal Ini Wajib Diperhatikan Sebelum Berinvestasi Reksa Dana. Cermati.com – https://goo.gl/PQI1QU
  • How Money Indonesia. 14 Juni 2013. Cara Mudah Investasi Reksa Dana untuk Pemula. Howmoneyindonesia.com – https://goo.gl/F1Fvrv

 

Sumber Gambar:

  • Freelancer – https://goo.gl/xB3xSh
  • Man with Laptop – https://goo.gl/7D2s5m

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com