Jangan Lakukan 10 Kebiasaan Buruk Ini Agar Produktivitas Anda Tetap Prima

Apakah Anda tahu apa saja kebiasaan buruk yang mengganggu produktivitas Anda?

Ternyata, mereka yang sibuk bukan berarti produktif lho, karena itu menyangkut beberapa kebiasaan Anda. Apakah Anda juga memiliki salah satu kebiasaan tersebut? Check this article out!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Hidup di Gunung vs Hidup di Kota

Pada tahun 2010, Kilian Jornet menceritakan perbedaan kehidupan di gunung dan di perkotaan.

Kilian mengungkapkan bahwa sebagian besar hidupnya dihabiskan di pegunungan, Beliau telah melakukan pendakian ke Kilimanjaro, Aconcagua, Montblanc, dan Cervino.

Beliau berujar bahwa di gunung dia mengetahui tujuannya, namun sering ragu dengan rute yang harus diambil. Selain itu, dirinya sangat memperhatikan sekitar, misalnya perubahan cuaca, kondisi bebatuan, dan sebagainya.

Kilian juga menjelaskan bahwa di sela-sela pendakiannya beliau tinggal dalam campervan di Barcelona.

Kilian kerap melihat orang-orang berjalan di sepanjang jalan dengan penuh percaya diri. Artinya, mereka tahu pasti akan langkahnya, namun tidak mengetahui tujuan akhirnya.

Kebiasaan Buruk Ini Saat Anda Agar Produktivitas Anda Tetap Prima 02 Killian Jornet Pendakian Gunung - Finansialku

[Baca Juga: Hal yang Harus Diperhatikan Pebisnis Properti Sebelum Berinvestasi]

 

Hal ini merupakan perumpamaan dari orang sibuk dan orang produktif, dimana yang sibuk hanya terus berjalan tanpa tahu apa tujuannya. Sebaliknya, yang produktif akan menetapkan tujuannya dengan jelas, kemudian baru mencari jalan untuk mencapai tujuan tersebut.

Nah, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda hidup di gunung atau di kota?

Jika Anda masih hidup di kota (alias sibuk namun tidak produktif), ayo ketahui beberapa kebiasaan buruk yang sebaiknya Anda hindari agar produktivitas tetap prima:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Checklist: Ciri Orang Produktif

Idealnya, setiap perusahaan berusaha mencari karyawan yang lebih produktif. Hal ini bertujuan semata-mata untuk keuntungan perusahaan.

Namun nyatanya, produktivitas ini juga dapat mempengaruhi diri Anda sendiri. Misalnya saja, sebagai orang yang produktif, Anda memiliki nilai lebih di mata perusahaan sehingga besar kemungkinan karier Anda akan lebih berprospek.

Selain itu, Anda akan memberikan kesan yang baik pada atasan atau rekan kerja sehingga tampak profesional dan bisa diandalkan. Hal ini berpengaruh pada perilaku mereka terhadap Anda nantinya.

Lakukan 10 Cara Ini agar Produktivitas Kerja Anda Meningkat 01 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Fungsi Manajemen Keuangan Bisnis UMKM yang Harus Anda Ketahui, agar Bisnis Anda Sukses. Apakah Sudah Anda Terapkan?]

 

Produktivitas ini juga tentunya membantu Anda untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan lebih efektif, sehingga Anda tidak mudah merasa jenuh dan lelah di tempat kerja.

Nah, sebelum mengetahui beberapa kebiasaan buruk yang sebaiknya Anda hindari agar tetap produktif setiap saat, mari mengisi checklist berikut terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Anda termasuk orang yang produktif atau tidak:

KarakteristikYaTidak
  1. Anda memiliki misi hidup yang jelas.
  2. Anda memegang teguh prinsip pareto, dimana 80% pencapaian dan hasil yang Anda peroleh adalah hasil dari 20% aktivitas Anda.
  3. Anda berusaha menciptakan sistem yang lebih efektif.
  4. Anda bisa mengatakan tidak pada hal-hal tertentu yang memang tidak menambah nilai bagi Anda.
  5. Anda memiliki nilai-nilai yang dipegang teguh dan jelas.
  6. Anda fokus pada kejelasan sebelum beraksi.
  7. Anda tahu jelas apa 20% aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai 80% pencapaian.
  8. Anda mencatat dan memiliki sistem yang jelas dalam bekerja.
  9. Anda belajar dari pengalaman dan tidak akan mengulang kesalahan yang sama dua kali.
  10. Anda tidak memiliki terlalu banyak opsi dalam mencapai tujuan.
  11. Anda membiarkan hasil yang berbicara.
  12. Anda menjelaskan apa yang diraih alih-alih menjelaskan apa yang dilakukan.
  13. Anda tidak peduli seberapa sedikitnya waktu, karena Anda akan selalu memanfaatkannya secara penuh untuk melakukan apa yang dirasa penting.
  14. Anda tidak suka membuat alasan saat menghadapi kegagalan.
  15. Anda tidak multitasking, namun fokus pada satu pekerjaan terlebih dahulu.
  16. Anda tidak mudah teralihkan perhatiannya.
  17. Anda akan mengalokasikan waktu untuk membalas email atau chat ketimbang mencuri waktu di tengah pekerjaan dan membalasnya secara cepat.
  18. Anda memiliki manajemen email yang baik, berdasarkan tingkat kepentingannya.
  19. Anda mengharapkan orang lain untuk efektif, bukan sibuk.
  20. Anda mengukur output ketimbang waktu.
  21. Anda merasa tidak apa-apa bekerja dengan perlahan dan menikmatinya selama hasilnya sepadan.
  22. Anda lebih ingin dinilai dari hasilnya daripada dari usahanya.
  23. Anda berorientasi kepada hasil bukan kepada proses.
  24. Anda sibuk membuat perubahan ketimbang mengungkapkan bagaimana Anda akan berubah kedepannya.
  25. Anda banyak bekerja, sedikit bicara.
  

 

Bagaimana hasil checklist Anda? Jika jawaban “Ya” Anda:

  • Kurang dari 15, maka Anda masih kurang produktif.
  • 15 ≤ namun <20, maka bisa dibilang Anda sudah cukup produktif.
  • Lebih dari 20, maka bisa dibilang Anda sudah produktif.

 

Jika Anda belum produktif, jangan khawatir. Finansialku akan menjabarkan beberapa kebiasaan buruk yang bisa Anda hindari untuk meningkatkan produktivitas Anda.

Pekerja Freelance Ikuti 8 Cara Meningkatkan Produktivitas dan Tips Kerja 01 - Finansialku

[Baca Juga: Rangkuman: Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Bisnis Waralaba]

 

Sebagai contohnya adalah aplikasi Finansialku, yang dengan senantiasa memberikan fitur-fitur praktis yang tentunya akan memaksimalkan produktivitas Anda.

Say No to ribet, dan mulai nikmati kemudahan merencanakan dan mengelola keuangan dengan aplikasi Finansialku. Takut mahal? Tenang, aplikasi Finansialku tersedia GRATIS bagi Anda.

Yuk download aplikasi Finansialku sekarang dari Google Play Store atau dengan klik tautan berikut ini:

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Setelah men-download aplikasi Finansialku, mari melihat 10 kebiasaan buruk yang dapat Anda hindari untuk menjaga produktivitas tetap prima berikut ini:

 

#1 Tidak Memiliki Jadwal dan Manajemen Waktu yang Baik

Pernahkah Anda kebingungan mau mulai bekerja dari mana di pagi hari?

Jika iya, artinya Anda masih belum produktif dari segi manajemen waktu. Anda umumnya berakhir dengan menghabiskan waktu memikirkan apa saja pekerjaan yang harus dilakukan dan harus memulai dari mana.

Kabar buruknya, hal ini biasanya malah akan mengakibatkan Anda kehilangan momentum untuk bekerja lebih produktif dan merasa lelah meski masih di pagi hari.

Perbedaan Orang Sibuk dan Orang Produktif Melihat Waktu Finansialku

[Baca Juga: Infografis #7 Jangan Telat! Persiapkan Dana Hari Tua Sejak Usia Produktif]

 

Jadwal merupakan salah satu cara yang tepat untuk membuat perencanaan berbasis waktu, dan sangat disarankan Anda membuat jadwal sehari atau seminggu sebelumnya.

Dengan kerangka waktu ini, Anda akan lebih mudah mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu tanpa ada yang terlewat.

Selain itu, Anda meminimalisasi waktu yang dibutuhkan untuk menentukan prioritas, karena jadwal sudah menentukan prioritas Anda dengan jelas.

Namun, lagi-lagi diingatkan untuk mentaati jadwal tersebut ya! Karena percuma membuat jadwal jika tidak ditaati dengan baik.

 

#2 Banyak Bicara

“Banyak bicara, sedikit bekerja” adalah hal yang berbahaya di tempat kerja, terutama jika yang dibicarakan adalah hal yang kurang penting dan tidak terkait dengan pekerjaan.

Saling berkomunikasi untuk bersosialisasi dengan rekan kerja atau atasan memang sah-sah saja, namun Anda harus bisa membagi waktu agar kegiatan ini tidak mengganggu pekerjaan Anda.

Tips tambahan adalah hindari beberapa topik yang bahkan bisa menyinggung atasan atau rekan kerjamu.

Selain membuang waktu, hal ini bisa menyebabkan hubungan relasi kerja yang semakin renggang dan bermasalah. Beberapa contoh topik berbahaya tersebut adalah sebagai berikut:

  • Topik candaan yang berhubungan dengan pekerjaan atau atasan.
  • Lelucon yang berpotensi untuk terkesan melecehkan.
  • Lelucon mengenai rekan kerja atau isu yang sensitif di tempat kerja.

 

#3 Menyalahgunakan Kebijakan Perusahaan

Beberapa perusahaan menerapkan kebijakan sehingga karyawannya menjadi nyaman untuk bekerja dan tidak terlalu terikat. Namun sering kali pula hal ini disalahgunakan oleh karyawannya.

Misalnya saja saat ada kebijakan untuk bekerja secara remote (atau jarak jauh), namun karyawan tersebut malah bersantai di rumah dan tidak menyelesaikan pekerjaan sebagaimana mestinya.

Disinilah pentingnya untuk menyadarkan diri agar produktivitas tetap terjaga.

Saat Anda diberi sebuah kepercayaan, lakukan yang terbaik dan manfaatkan kepercayaan ini dengan maksimal. Sebaliknya jika tidak mampu, lebih baik tolak kebijakan tersebut dan lakukan secara konvensional.

 

#4 Teralihkan Perhatiannya

Dewasa ini, sangat mudah untuk teralihkan perhatiannya dari pekerjaan. Hal inilah yang sangat mematikan produktivitas. Mengapa demikian?

Sebuah studi mengungkapkan bahwa saat Anda menyeling sebuah pekerjaan dengan aktivitas lain, akan lebih sulit untuk kembali melanjutkan pekerjaan tersebut kemudian.

Hal ini disebabkan pikiran Anda sudah teralihkan dan membutuhkan waktu untuk kembali fokus pada pekerjaan.

Kenali Manajemen Yang Buruk Dalam Kepemimpinan Anda! 01 - Finansialku

[Baca Juga: 8 Cara Meningkatkan Produktivitas untuk Entrepreneur]

 

Oleh karena itu, cobalah untuk meminimalisasi hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian Anda.

Sebagai contohnya adalah menonaktifkan atau mematikan notifikasi smartphone Anda. Dengan demikian Anda tidak akan sedikit-sedikit mengecek smartphone.

Sebaliknya, Anda bukan berarti dilarang mengecek smartphone selama bekerja. Namun alokasikan waktu khusus untuk mengeceknya.

Sebagai contoh alokasikan 15 menit setiap selesai mengerjakan 1 pekerjaan, agar Anda tidak kehilangan fokus.

 

#5 Emosi di Tempat Kerja

Cobalah Anda melihat video berikut ini:

 

Pria tersebut menghancurkan layar komputernya karena frustasi. Entah karena masalah pada perangkatnya atau karena ada masalah lain yang tidak dijelaskan dalam video.

Yang jelas adalah pria tersebut melampiaskan emosinya di tempat kerja dengan cara yang ekstrim, dan cara ini juga merupakan kebiasaan buruk.

Setelah kejadian ini, saya yakin pria tersebut sudah tidak bisa bekerja dengan tenang dan tidak mampu berkonsentrasi lagi.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Saat bekerja, sebaiknya hindari emosi berlebih, baik kepada pekerjaan, perangkat, atau terhadap rekan kerja dan atasan. Selain untuk tetap menjaga produktivitas, hal ini juga akan menghindari konflik.

Dengan demikian Anda dapat terus bekerja secara profesional di mata rekan kerja Anda.

 

#6 Mencari Alasan dan Menyalahkan Orang Lain

Hal keenam yang paling umum terjadi dalam perusahaan adalah keributan atau saling menyalahkan akibat sebuah kegagalan. Padahal kegagalan dalam bekerja sudah biasa. Apabila setiap gagal Anda mencari alasan atau menyalahkan orang lain, ini bisa mengganggu fokus Anda dalam bekerja.

Sebaiknya hadapi kegagalan dan ambil tanggung jawab penuh jika memang Anda yang mengerjakannya. Kemudian bicarakan dengan rekan kerja atau atasan untuk mencari solusinya bersama-sama.

Dengan demikian, masalah atau kegagalan dapat diperbaiki tanpa ada konflik yang bisa mengurangi produktivitas Anda.

 

#7 Mencampuradukan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan

Kami mengerti Anda memiliki kehidupan di luar pekerjaan. Tapi membawa masalah rumah ke kantor atau sebaliknya hanya akan membuang-buang tenaga dan waktu Anda.

Bayangkan saat Anda membawa masalah di rumah ke kantor, Anda akan terus merasa kesal dan akhirnya tidak produktif dalam bekerja. Pikiran Anda akan berkelana kemana-mana sehingga tidak mampu fokus pada pekerjaan.

Orang Sukses Menang a08 Stress - Finansialku

[Baca Juga: Para Calon Pebisnis, Inilah Syarat Pendirian CV – Comanditaire Venootschap yang Harus Anda Lengkapi]

 

Contoh lainnya saat Anda pulang sambil membawa pekerjaan dan masalah dari kantor. Padahal anak-anak pasti ingin bermain dengan Anda.

Alhasil, pekerjaan tidak selesai, Anda malah merasa lelah dan tidak bisa beristirahat atau main dengan anak secara maksimal.

Artinya, jangan mencampuradukkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan demikian, Anda bisa memperbaikinya satu per satu dengan baik tanpa mengganggu aktivitas lainnya.

 

#8 Multitasking

Tahukah Anda bahwa multitasking merupakan productivity killer? Memang tidak salah menjadi multitasking, namun mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus menyebabkan otak Anda bekerja lebih lama, karena butuh waktu untuk mengatur pikiran akan apa yang sedang dikerjakan.

Oleh karena itulah, multitasking berefek pada menurunnya produktivitas di tempat kerja. Bukannya membuat pekerjaan lebih cepat selesai, akhirnya malah menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga.

Saran kami adalah, sebaiknya Anda mengikuti prioritas pekerjaan yang telah tercantum di jadwal, kemudian ikutilah seperti jadwal.

Kami jamin pekerjaan bisa lebih cepat selesai dengan hasil yang lebih baik pula.

 

#9 Berfokus pada Proses

Beberapa orang tertentu senang terlihat sibuk, misalnya bolak balik meeting, mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, hingga lembur berkepanjangan.

Tetapi apakah mereka pasti produktif? Belum tentu. Sibuk tidak sama dengan produktif.

Sekarang coba lihat perbandingan berikut:

A dan B memiliki pekerjaan yang sama dengan deadline yang sama, yaitu 2 hari lagi.

  • A bekerja dengan sangat sibuk, bolak balik mencari data dan melakukan riset ke berbagai departemen. A juga lembur selama 2 hari itu agar bisa menepati tenggat waktu. Alhasil pekerjaan A selesai tepat waktu.
  • B bekerja dengan tenang, mengirim email berisi pertanyaan dan survei untuk memperoleh data dan hasil riset dari berbagai departemen. Tanpa lembur, B memperoleh hasilnya di pagi hari kedua setelah mengirimkan email reminder pada setiap departemen. Alhasil pekerjaan B selesai lebih cepat.

12-Cara-Fokus-Kerja-1-Finansialku

[Baca Juga: Nyaris Terlambat, Seorang Karyawan Baru Menyiapkan Dana Pensiun di Usia 40 an. Jangan Khawatir Ini Strategi yang Dapat Anda Lakukan!]

 

Mana yang menjadi pilihan Anda? Meski A terlihat lebih sibuk bekerja namun hasilnya sama saja. Malah B yang lebih tenang menghasilkan pekerjaan lebih cepat dengan hasil yang sama.

Disinilah pentingnya untuk mengutamakan hasil. Proses memang penting, tapi Anda harus cerdas agar tujuan yang jelas bisa dicapai dengan proses yang seefektif dan seefisien mungkin.

Work smart, not hard.

 

#10 Tidak Bisa Berkata Tidak

Orang yang tidak produktif juga biasanya mengatakan “iya” pada setiap kesempatan. Sebagai contoh, saat ada sebuah alternatif yang tidak efektif, dirinya tetap berkata “iya”.

Padahal, tidak ada salahnya mengatakan tidak lho. Sebagai contoh, jika Anda memang merasa masukan atau pekerjaan tersebut tidak akan memberikan hasil yang baik, Anda berhak menolaknya.

Namun berikan data atau penjelasan yang logis saat berkata tidak, sehingga tidak menyebabkan pihak lain kesal atau marah kepada Anda. Dengan demikian, mereka juga dapat memproses masukan dari Anda dengan akal sehatnya.

 

Sukses dengan Menjadi Orang Produktif

Apakah Anda merupakan orang yang produktif? Bagaimana hasil checklist Anda tadi?

Jangan khawatir, di tahun yang baru ini Anda masih bisa merubah diri dan menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Bahkan Anda bisa membuang seluruh kebiasaan buruk Anda dan menjadi lebih produktif.

Bagaimana caranya? Mudah sekali, tinggal mengeliminasi 10 kebiasaan buruk yang bisa mengganggu produktivitas Anda tadi.

Selamat mencoba! Jika ada kebiasaan buruk lain yang terlintas di kepala Anda, silahkan sampaikan di kolom komentar di bawah ya!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai 10 kebiasaan buruk yang harus dihindari agar produktivitas tetap prima lainnya?

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Conor Neill. 17 Desember 2016. 11 Differences Between Busy People And Productive People. Linkedin.com – https://goo.gl/nnG8Bk
  • John Patrick Manuwu. 11 Juni 2018. Beberapa Kebiasaan Buruk Berikut Ini Akan Mengganggu Produktivitasmu di Kantor. Techinasia.com – https://goo.gl/zvwQSe

 

Sumber Gambar:

  • Kebiasaan Buruk – https://goo.gl/XaGUZx
  • Pendakian Pegunungan, Kilian Jornet – https://goo.gl/eAMoQc
Summary
Jangan Lakukan 10 Kebiasaan Buruk Ini Agar Produktivitas Anda Tetap Prima
Article Name
Jangan Lakukan 10 Kebiasaan Buruk Ini Agar Produktivitas Anda Tetap Prima
Description
Apakah Anda tahu apa saja kebiasaan buruk yang mengganggu produktivitas Anda? Ternyata, mereka yang sibuk bukan berarti produktif lho.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo
By |2018-08-13T16:33:47+00:00July 26th, 2018|Categories: Karir, Lifestyle|Tags: , , , , , , , |0 Comments

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment