Bagaimana sih cara mudah memprediksi kenaikan atau penurunan harga Bitcoin?

Tentunya Anda para investor juga pernah mempertanyakan hal ini bukan? Mudahnya sih ditebak saja, namun apakah Anda yakin tebakan ini bisa membawa keuntungan bagi Anda?

Jika tidak yakin, sebaiknya lakukan analisis berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

6 Jenis Trading Bitcoin

Terdapat 6 jenis trading yang umum digunakan dalam Bitcoin. Nah, para investor, yuk kenali agar Anda bisa tahu bedanya:

 

#1 Spot Market

Spot market merupakan suatu proses jual atau beli Bitcoin dengan harga yang Anda tentukan sendiri dan Anda berpartisipasi dalam menentukan harga tersebut.

Spot market sebenarnya mirip dengan perdagangan barang pada umumnya, dimana Anda membeli barang kemudian menjualnya kembali agar memperoleh keuntungan dengan harga sendiri.

Pesanan akan terjadi apabila ada pembeli yang menerima harga tersebut.

Jangan Asal Tebak! Lakukan Analisis Fundamental untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 02 - Finansialku

[Baca Juga: Dibalik Alasan Mengapa Hacker Ransomware WannaCry Meminta Bitcoin, Mana yang Lebih Mahal: Bitcoin atau Emas?]

 

#2 Margin Trading

Sederhananya, margin trading adalah sebuah bentuk perdagangan dimana Anda ingin trading melebihi modal yang Anda miliki.

Dengan kata lain, Anda melakukan trading dengan dana pinjaman dari liquidity provider (pengguna Bitcoin yang menyediakan pinjaman dana secara peer to peer).

Kemudian modal yang dimiliki akan dijadikan jaminan untuk membayar bunga pinjaman dan sebagai agunan apabila terjadi kerugian dalam aktivitas trading.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Umumnya diberikan margin dalam margin trading.

Misalnya 1:10, artinya Anda bisa melakukan trading dengan perbandingan 1:10. Jika Anda memiliki 1 Bitcoin, Anda bisa meminjam hingga 10 Bitcoin dengan jaminan sebanyak 1 Bitcoin (dana yang dimiliki).

 

#3 Future Trading

Yang ketiga adalah future trading, yaitu perdagangan berjangka Bitcoin yang dilakukan untuk menjaga dan mengunci harga di masa yang akan datang.

Future trading menjadi platform perdagangan Bitcoin, dimana trader meminimalisasi risiko dari trading Bitcoin.

Anda bisa melakukannya di beberapa situs Bitcoin Exchange.

Disini, Anda bisa memutus perdagangan kapan saja pada laporan laba rugi sebelum tanggal selesai. Jika tidak ditutup maka secara otomatis akan tertutup pada jatuh tempo kontraknya.

Quiz-Cryptocurrency-Bitcoin-2-Finansialku.com

[Baca Juga: Konsultasi: 3 Investasi yang Cocok untuk Pemula Tahun 2018, Apakah Bitcoin, Etherum dan Cryptocurrency Lainnya Termasuk?]

 

#4 Binary Trading

Binary trading merupakan trading Bitcoin yang dilakukan dengan mengandalkan sistem ketepatan analisis tinggi untuk memprediksi perubahan harga pada waktu yang telah ditetapkan.

Umumnya binary trading dilakukan selama 24 jam setiap harinya tanpa henti, dan Anda bisa menentukan batas waktu untuk mengunci perubahan harga yang diprediksi.

Dalam kasus ini, Anda perlu mengontrol trend perubahan harga. Anda bisa memperoleh keuntungan besar saat berani menjual atau membeli dengan hasil analisis yang tepat.

Dalam binary trading ini, biasanya Anda memasukan sejumlah saldo sebagai jaminan. Apabila kenaikan atau penurunan harga sesuai dengan prediksi Anda, maka Anda bisa memperoleh bonus hingga 85% dari jumlah yang dipertaruhkan.

Namun jika prediksi salah, maka semua jumlah yang dijaminkan bisa hangus. Artinya Anda harus berhati-hati saat memasang posisi.

 

#5 Arbitrasi Trading

Arbitrasi trading merupakan suatu perdagangan Bitcoin dimana Anda membelinya di pasar A, kemudian menjualnya di pasar B pada waktu yang hampir bersamaan.

Ini bisa dibilang seperti pasar pada umumnya, dimana Anda akan membeli di pasar yang menawarkan harga murah, kemudian menjualnya di pasar dengan harga lebih mahal.

Anda bahkan bisa melakukan jual beli internasional, misalnya dengan membeli di pasar Jepang untuk kemudian dijual di pasar Indonesia.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

#6 Bot Trading

Bot trading adalah cara trading dengan memanfaatkan program yang berjalan otomatis layaknya robot yang telah diprogram. Disini, Anda bukan lagi pengeksekusi kapan dilakukannya jual beli, tapi robot tersebut.

Jangan khawatir, robot sudah diprogram dengan algoritma trading sehingga tidak akan asal jual beli.

Anda bisa memprogram robot dengan Application Programming Interface (API), yaitu protokol untuk membangun aplikasi di atas sistem tertentu, misalnya untuk membangun BOT di atas Bitcoin Exchange.

PPATK Waspadai Potensi Modus Pencucian Uang Menggunakan Bitcoin 01 - Finansialku

[Baca Juga: Haramkan Penggunaan Bitcoin, BI Akan Buat Mata Uang Pesaing]

 

Setelah mengetahui jenis tradingnya, kini Anda perlu mempelajari teknik analisis untuk memprediksi perubahan harga Bitcoinnya. Secara umum terdapat 2 analisis, yakni analisis fundamental dan analisis teknikal.

Namun kali ini, Finansialku akan menekankan pada analisis fundamental yang akan dibahas berikut ini.

 

Analisis Fundamental

Teknik analisis fundamental merupakan teknik analisis dimana Anda akan memprediksi pergerakan harga berdasarkan suatu peristiwa yang dapat mempengaruhi naik atau turunnya harga Bitcoin.

Analisis fundamental sendiri terdiri dari beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:

 

#1 Faktor Kebijakan Pemerintah

Saat ini (per tahun 2017), mayoritas sirkulasi Bitcoin berada di Jepang. Mengapa demikian? Salah satu faktor utama yang mempengaruhi persebaran Bitcoin adalah kebijakan pemerintah.

Jepang bisa menjadi yang terdepan dalam sirkulasi Bitcoin dikarenakan pemerintah Jepang yang melegalkan dan mengeluarkan regulasi akan Bitcoin. DAN umumnya, Anda bisa mengandalkan berita-berita seputar Bitcoin dari Jepang untuk memprediksi pergerakan harga.

Kebijakan lainnya yang bisa mempengaruhi perdagangan Bitcoin misalnya saat pemerintah Jepang mengeluarkan undang-undang yang melegalkan Bitcoin sebagai metode pembayaran yang sah pada 1 April 2016.

Tidak hanya itu, juga ditetapkan ketentuan dan regulasi tentang persyaratan modal, cyber security, pelatihan karyawan, serta audit tahunan untuk mata uang digital tersebut.

Karena dominasi perdagangan Bitcoin/Yen inilah, dapat dibilang bahwa pemberitaan seputar Bitcoin dari pemerintahan Jepang dapat mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin.

Public Key dan Private Key, Kunci Mengamankan Bitcoin Anda 01 - Finansialku

 [Baca Juga: Infografis: Penggunaan Bitcoin di Indonesia serta Prediksi Harga Bitcoin pada Akhir Tahun 2017]

 

Umumnya jika berita yang beredar baik, maka harga akan cenderung meningkat. Berlaku sebaliknya.

Namun jika berita berasal dari negara yang tidak memegang porsi besar dalam sirkulasi Bitcoin, maka tidak akan ada pengaruh atau efek apapun.

 

#2 Faktor Krisis Ekonomi

Faktor kedua merupakan sebuah kondisi dimana suatu negara mengalami krisis ekonomi dan mempengaruhi perubahan harga Bitcoin. Hal ini dapat terjadi karena saat ini Bitcoin telah terklasifikasi menjadi salah satu safe haven asset (aset yang bersifat aman).

Salah satu contohnya terjadi pada saat negara Cyprus mengalami krisis ekonomi pada tahun 2013, dimana banyak bank yang melakukan pembekuan ATM di negara tersebut.

Akibatnya masyarakat tidak dapat mengambil uang dan hilang kepercayaan akan mata uang negaranya sendiri. Alhasil, mereka mulai beralih dan membelanjakan uangnya dengan Bitcoin.

Mau Jual Beli Bitcoin Kenali 6 Jenis Harga yang Harus Diketahui Investor Bitcoin 01 - Finansialku

[Baca Juga: Infografis: Penggunaan Bitcoin di Indonesia serta Prediksi Harga Bitcoin pada Akhir Tahun 2017]

 

Meskipun awalnya masyarakat Cyprus tidak mendominasi Bitcoin, akan terjadi pengaruh besar jika mayoritas masyarakatnya membeli Bitcoin dalam jumlah besar di jangka waktu singkat.

Negara ini bisa dibilang memulai pergerakan harga, dan akan diikuti negara lain sehingga efeknya yaitu harga Bitcoin yang meningkat tajam.

Namun hati-hatilah pada faktor krisis ekonomi ini, karena begitu krisis selesai harga Bitcoin akan mengalami penyesuaian. Hal ini disebabkan masyarakat yang sudah tenang dan aman negaranya mungkin menjual kembali Bitcoin yang mereka miliki.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#3 Faktor Ekonomi

Faktor kestabilan ekonomi di suatu negara juga bisa mempengaruhi perubahan harga Bitcoin lho! Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu harga Bitcoin bergerak naik akibat aktivitas ekonomi di Amerika.

Aktivitas yang dimaksud adalah pemilihan presiden Amerika Serikat yang dimenangkan oleh Donald Trump.

Masyarakat yang ragu akan kebijakan-kebijakan presiden barunya kemudian mencari komoditas yang tidak terhubung dengan pasar finansialnya, salah satunya ya Bitcoin.

Harga-Bitcoin-Turun-SEC-2-Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: 3 Investasi yang Cocok untuk Pemula Tahun 2018, Apakah Bitcoin, Etherum dan Cryptocurrency Lainnya Termasuk?]

 

Dengan kata lain, bisa dibilang ketidakstabilan ekonomi di suatu negara mampu mempengaruhi naik turunnya harga Bitcoin.

Contoh lainnya adalah kecenderungan harga Bitcoin yang akan turun pada hari Sabtu dan Minggu serta kenaikan kembali pada hari Senin.

Hal ini terjadi akibat banyaknya Bitcoin Exchange di seluruh dunia yang tidak melayani deposit pada hari Sabtu dan Minggu, sehingga menyebabkan rendahnya tingkat pembelian.

 

#4 Faktor Sosial Budaya

Faktor terakhir merupakan faktor sosial budaya, dimana isu sosial budaya pun bisa mempengaruhi naik turunnya harga Bitcoin.

Sebagai contohnya, saat perayaan hari Tahun Baru Imlek, harga Bitcoin cenderung menurun. Kok bisa?

Hal ini terjadi akibat kebutuhan dana serta perhentian aktivitas di mayoritas negara di Asia Timur. Dengan kebutuhan dana tersebut, umumnya sebagian besar pemilik di Asia Timur terpaksa menjual Bitcoinnya.

Penyebab kedua adalah liburnya aktivitas perbankan di negara-negara Asia Timur ini sehingga menyulitkan pembelian Bitcoin pada saat itu.

Kasus kedua adalah isu yang terjadi dalam komunitas Bitcoin itu sendiri. Misalnya saat terjadi perbedaan visi yang terjadi tahun 2014. Perusahaan bitfinex.com mengalami kerugian besar karena terjadi pencurian senilai 119.756 Bitcoin atau sekitar Rp950 miliar.

Pemilik Bitcoin yang mengetahui hal ini panik dan ketakutan akan jatuhnya harga Bitcoin. Akhirnya mayoritas dari mereka menjual Bitcoinnya dalam jumlah besar, dan mengakibatkan harga Bitcoin jatuh pesat.

Harganya Semakin Meningkat, Bank Indonesia Larang Penggunaan Bitcoin 01 - Finansialku

 [Baca Juga: Bitcoin? Apa Manfaat dan Kegunaannya? Ketahui Informasi Selengkapnya!]

 

Bagaimana? Apakah Anda sudah siap melakukan trading Bitcoin dengan teknik analisis fundamental? Jika dirasa belum, simak pembahasan analisis teknikal pada artikel selanjutnya!

 

Trading Bitcoin Bukanlah Judi!

Bagi mereka yang menganggap permainan saham atau trading Bitcoin adalah judi, maka saatnya mengubah pola pikir tersebut.

Trading apapun tidak bisa dibilang sebagai judi, namun bagaimana cara Anda memainkannyalah yang bisa menentukan apakah itu judi atau tidak.

Saat Anda melakukan trading berdasarkan perkiraan tanpa analisis data yang jelas, maka Anda disini berjudi. Dengan kata lain, Anda hanya menebak-nebak.

Namun saat Anda menjalaninya dengan teknik yang tepat dengan analisis yang baik pula, maka Anda disini berinvestasi dan bukan berjudi.

Maka manfaatkanlah beberapa teknik di atas, sehingga Anda menjadi seorang INVESTOR alih-alih menjadi PENJUDI.

Jadi, sudah siapkah Anda berjual beli Bitcoin?

Selamat mencoba!

 

2 Teknik Analisis untuk Memprediksi Perubahan Harga Bitcoin

Anda perlu mengetahui teknik analisis untuk memprediksi perubahan harga sebelum melakukan trading Bitcoin. Secara umum terdapat 2 analisis, yakni analisis fundamental dan analisis teknikal.

Jika analisis fundamental memprediksi pergerakan harga berdasarkan suatu peristiwa yang dapat mempengaruhi naik atau turunnya harga Bitcoin, analisis teknikal umumnya tidak terlepas dari pembacaan grafik.

Penasaran?

Tanpa perlu panjang lebar lagi, kali ini Finansialku akan menjabarkan analisis teknikal untuk memprediksi kenaikan atau penurunan harga Bitcoin sebagai berikut:

 

Analisis Teknikal

Analisis teknikal merupakan sebuah teknik analisis di mana Anda akan memprediksi pergerakan harga berdasarkan pembacaan grafik.

Grafiknya sendiri bermacam-macam, antara lain sebagai berikut:

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 02 - Finansialku

[Baca Juga: Dibalik Alasan Mengapa Hacker Ransomware WannaCry Meminta Bitcoin, Mana yang Lebih Mahal: Bitcoin atau Emas?]

 

#1 Candlestick

Grafik dengan bentuk menyerupai lilin yang mudah dibaca. Grafik ini umum dijadikan alat untuk mengindikasikan pergerakan harga secara global. Dengan candlestick biasanya Anda bisa mengetahui apakah harga akan naik atau turun.

 

#2 Bollinger Bands

Sebuah indikator yang digunakan untuk membaca pergerakan harga yang digunakan untuk mengukur volatilitas suatu pasar.

Umumnya gambaran yang akan diperoleh merupakan pengetahuan apakah pasar sedang ramai atau tenang.

 

#3 Simple Moving Average

Sebuah indikator yang akan membantu untuk menentukan tren pergerakan harga yang akan terjadi.

Umumnya simple moving average memperhalus pergerakan harga dalam rentang waktu tertentu sehingga Anda akan lebih mudah mengenali tren atau arah pergerakan harga secara umum.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Untuk dapat melakukan analisisnya, mari mengenal ketiga indikator tersebut. Dengan demikian akan dibahas lebih dalam mengenai ketiga indikator tersebut di bawah ini:

 

Indikator dalam Analisis Teknikal

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, di sini akan dibahas 3 indikator yang sangat umum digunakan oleh para trader Bitcoin untuk memprediksi perubahan harga.

728x90 hitung sekarang Investasi Saham
300x250 - Hitung Sekarang Investasi Saham

 

#1 Candlestick

Sesuai dengan namanya, grafik berbentuk menyerupai lilin ini digunakan untuk mengindikasikan pergerakan harga secara global. Bentuknya sendiri meliputi badan (body) dan ekor (shadow) seperti tergambarkan berikut ini:

Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick - Finansialku

 

Bagian badan (body) disebut sebagai selisih antara harga open dan harga close, sedangkan ekor (shadow) sebagai selisih harga high/low dan open/close.

Ukuran panjang body dan shadow dalam analisis teknikal memiliki peranan sangat penting.

Semakin panjang body artinya semakin jelas arah pergerakan harga pasar yang terlihat melalui batang candlestick. Sementara jika shadow yang lebih panjang berarti semakin besar tekanan balik yang diberikan pasar atau tren yang sedang terbentuk.

Infografis-Pola-CandleStick-2

[Baca Juga: Konsultasi: 3 Investasi yang Cocok untuk Pemula Tahun 2018, Apakah Bitcoin, Etherum dan Cryptocurrency Lainnya Termasuk?]

 

Selain bentuknya, ada juga warna yang digunakan untuk mempermudah pembacaan. Warna hijau menunjukkan tren buy (beli), sedangkan warna merah menunjukkan tren sell (jual).

*Warna tersebut tidak baku, ada juga yang menggunakan warna hitam sebagai indikator sell dan putih sebagai indikator buy.

 

Bingung dengan berbagai istilah di atas? Mari kami bantu dengan merangkumnya:

No Istilah Arti
1 Open Harga pembukaan dalam 1 batang candle
2 Close Harga penutupan dalam 1 batang candle
3 High Harga tertinggi dalam 1 batang candle (upper shadow)
4 Low Harga terendah dalam 1 batang candle (lower shadow)
5 Warna putih/hijau Harga sedang bergerak naik saat itu
6 Warna hitam/merah Harga sedang bergerak turun saat itu

 

Lalu apa bedanya ukuran body yang panjang dan pendek?

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 03 Candlestick - Finansialku

 

Sesuai gambar di atas kita bisa menjabarkan bahwa:

  • Long body menunjukkan pasar yang sedang ramai, artinya ada minat kuat untuk membeli atau menjual. Semakin panjang ukuran body semakin kuat juga minat atau aktivitas transaksinya.
  • Short body menunjukkan pasar yang sedang sepi, sehingga sedikit pula aktivitas transaksi untuk membeli atau menjual. Semakin pendek ukuran body, semakin lemah juga minat transaksinya.

 

Selanjutnya, ada juga yang disebut long upper shadow dan long lower shadow. Apa bedanya?

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 04 Candlestick - Finansialku

Sesuai gambar di atas kita bisa menjabarkan bahwa:

  • Long upper shadow adalah sinyal bearish, artinya harga pembukaan lebih tinggi dan di akhir perdagangan harga bergerak mencapai titik terendahnya. Dengan kata lain, harga penutupan lebih rendah dibandingkan harga pembukaan. Semakin jauh shadow maka sinyalnya semakin kuat.
  • Long lower shadow adalah sinyal bullish, di mana harga pembukaan lebih rendah dan di akhir perdagangan harga bergerak mencapai titik tertingginya. Dengan kata lain, harga penutupan lebih tinggi dibandingkan harga pembukaan. Semakin jauh shadow maka sinyalnya semakin kuat.

6 Risiko Investasi Bitcoin yang Perlu Investor Pahami Supaya Tidak Buntung 01 Finansialku

[Baca Juga: Haramkan Penggunaan Bitcoin, BI Akan Buat Mata Uang Pesaing]

 

5 Tanda Perubahan Harga dengan Analisis Teknikal Candlestick

  1. Tren harga naik dideteksi dengan munculnya candle bullish penerusan berbadan panjang setelah grafik membentuk posisi yang meninggi.

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 05 Candlestick - Finansialku

 

  1. Tren harga turun dideteksi dengan munculnya candle bearish penerusan berbadan panjang setelah grafik membentuk posisi tinggi yang merendah.

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 06 Candlestick - Finansialku

 

  1. Untuk prediksi harga dari tren turun menjadi tren naik dapat melihat kemunculan candle hammer atau inverted hammer serta reversal (pergantian tren) di area oversold atau konvergen.

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 07 Candlestick - Finansialku

 

  1. Untuk prediksi harga dari tren naik menjadi tren turun dapat melihat kemunculan candle shooting star, hanging man, dan candle jenis reversal lainnya di area overbought atau konvergen.

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 08 Candlestick - Finansialku

 

  1. Salah satu yang paling berpotensi melanjutkan tren adalah ketika harga baru saja balik arah (dari tren naik menjadi tren turun, atau sebaliknya), dan tren baru dimulai kerena jika tren telah terbentuk maka potensi selanjutnya adalah pelemahan. Untuk memprediksi pergerakan selanjutnya bisa menggunakan candle berciri tren baru saja balik arah atau baru dimulai, yang bentuknya sebagai berikut:

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 09 Candlestick - Finansialku

 

#2 Bollinger Bands

Indikator kedua merupakan Bollinger Bands, yakni indikator yang digunakan untuk membaca pergerakan harga yang digunakan untuk mengukur volatilitas suatu pasar dan memperkirakan rentang pergerakan harganya.

Iklan Banner Perencanaan Dana Membeli Rumah - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Umumnya gambaran yang akan diperoleh merupakan pengetahuan apakah pasar sedang ramai atau tenang.

Bentuknya sendiri terdiri atas tiga garis yang bergerak mengikuti pergerakan harga, yang umum disebut upper band, middle band, dan lower band.

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 10 Bollinger Bands - Finansialku

 

Jarak ketiga band tersebut pada dasarnya dipengaruhi oleh volatilitas yang sedang terjadi. Semakin besar volatilitas maka semakin lebar jarak antara ketiga band tersebut, sementara semakin kecil volatilitas maka semakin kecil jaraknya.

Sederhananya, dapat dikatakan Bollinger Bands menunjukkan pasar sedang ramai saat melebar, dan pasar sedang sepi saat bands menyempit dan cenderung bergerak datar.

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 11 Bollinger Bands - Finansialku

 

Kondisi pasar ini akan membantu Anda menentukan strategi apa yang sebaiknya dilakukan.

Bollinger Bands juga berfungsi sebagai support dan resistance dinamis sehingga setiap pergerakan harga menyentuh garis band atas atau band bawah maka harga cenderung kembali ke tengah. Fungsi middle band adalah sebagai target.

Trading Bitcoin 01 Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: 3 Investasi yang Cocok untuk Pemula Tahun 2018, Apakah Bitcoin, Etherum dan Cryptocurrency Lainnya Termasuk?]

 

Bingung dengan berbagai istilah di atas? Mari kami bantu dengan merangkumnya:

No Istilah Arti
1 Band melebar Volatilitas tinggi, pasar ramai
2 Band menyempit dan cenderung bergerak mendatar Volatilitas rendah, pasar sepi
3 Support Tingkat harga dimana biasanya terjadi tekanan jual yang diimbangi pembelian sehingga harga menjadi balik arah ke atas
4 Resistance Tingkat harga dimana biasanya terjadi tekanan beli yang diimbangi kenaikan penjualan sehingga kenaikan harga dapat tertahan bahkan menjadi balik arah ke bawah

 

2 Strategi Menentukan Buy atau Sell dengan Analisis Teknikal Bollinger Bands

Berikut ini 2 strategi menentukan buy atau sell dengan analisis teknikal Bollinger Bands

 

#1 Strategi Membeli atau Menjual di Ujung Tren dimana Harga akan Balik Arah

Strategi ini memanfaatkan pencarian level buy di area lower band atau mencari level sell di area upper band. Targetnya adalah area middle band.

Saat Anda ingin menjual dan harga telah sampai di upper band, akan sulit menentukan harga akan tetap atau justru menembus ke atas. Sebaiknya tunggu konfirmasi pantulan berbentuk candlestick atau bar chart yang ditutup di bawah upper band.

Saat Anda ingin membeli, sebenarnya caranya sama saja seperti tadi, namun pergerakan yang diharapkan adalah telah sampai di lower band. Untuk menentukan stop loss, Anda perlu mencari support atau resistance terdekat.

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 12 Bollinger Bands - Finansialku

 

#2 Strategi Mengenal Peluang Breakout

Dalam strategi breakout trading, umumnya diikuti oleh Bollinger Bands yang bergerak melebar secara pesat hingga menembus upper atau lower band.

Kondisi ini akan menjadi pertanda untuk memutuskan membeli/menjual. Jika upper band yang ditembus, strateginya adalah buy, sebaliknya gunakan strategi sell jika menembus lower band.

Lakukan Analisis Teknikal untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 13 Bollinger Bands - Finansialku

 

#3 Simple Moving Average

Simple moving average akan membantu untuk menentukan tren pergerakan harga yang akan terjadi dengan menggambarkan pergerakan harga rata-rata dalam periode tertentu.

Sebagai contoh:

  • SMA 5 artinya Anda memantau pergerakan harga rata-rata dalam kurun waktu 5 hari
  • SMA 25 artinya Anda memantau pergerakan harga rata-rata dalam kurun waktu 25 hari

 

Iklan Banner Perencanaan Dana Membeli Mobil - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Semakin besar periode yang digunakan, maka semakin halus garis pergerakan harganya. Standar harga yang biasa digunakan adalah harga penutupan.

Umumnya simple moving average memperhalus pergerakan harga dalam rentang waktu tertentu sehingga Anda akan lebih mudah mengenali tren atau arah pergerakan harga secara umum.

Prinsipnya, jika harga secara umum bergerak di atas MA maka tren yang berlangsung adalah uptrend (gunakan sebagai area referensi untuk buy), sedangkan jika harga secara umum bergerak di bawah MA maka tren yang berlangsung adalah downtrend (gunakan sebagai area referensi untuk sell).

Jika harga menembus MA (menjadi breakout), maka kemungkinan besar mengindikasikan bahwa tren akan berubah arah.

Kesimpulannya, Anda bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual dengan menggunakan aturan baku analisis teknikal Simple Moving Average sebagai berikut:

  1. Beli ketika tren sedang naik
  2. Jangan beli ketika tren sedang turun

 

* Beli ketika posisi chart terdapat indikator golden cross.

 

Bagaimana? Apakah Anda sudah siap melakukan trading Bitcoin dengan teknik analisis teknikal?

Jangan Asal Tebak! Lakukan Analisis Fundamental untuk Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 01 - Finansialku

[Baca Juga: Bitcoin? Apa Manfaat dan Kegunaannya? Ketahui Informasi Selengkapnya!]

 

Trading Bitcoin bukanlah Judi

Bagi mereka yang menganggap permainan saham atau trading Bitcoin adalah judi, maka saatnya mengubah pola pikir tersebut.

Trading apapun tidak bisa dibilang sebagai judi, namun bagaimana cara Anda memainkan yang bisa menentukan apakah itu judi atau tidak.

Saat Anda melakukan trading berdasarkan perkiraan tanpa analisis data yang jelas, maka Anda disini berjudi.

Dengan kata lain Anda hanya menebak-nebak. Namun saat Anda menjalaninya dengan teknik yang tepat dengan analisis yang baik pula, maka Anda disini berinvestasi dan bukan berjudi.

Maka manfaatkanlah beberapa teknik di atas, sehingga Anda menjadi seorang INVESTOR alih-alih menjadi PENJUDI.

Jadi sudah siapkah Anda berjual beli Bitcoin?

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai beberapa teknik analisis untuk memprediksi kenaikan atau penurunan harga Bitcoin lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

 

Sumber Referensi:

  • Oscar Darmawan dan Sintha Rosse. 2017. Bitcoin, Trading for Z Generation.

 

Sumber Gambar:

  • Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 01 – https://goo.gl/KPBtF2
  • Memprediksi Kenaikan atau Penurunan Harga Bitcoin 02 – https://goo.gl/4HmBLr