Apa Itu Penyakit Diabetes Melitus Tipe I dan Tipe II? Apakah Dicover BPJS Kesehatan?

Cari tahu mengenai penyakit diabetes melitus yuk! Apa bedanya diabetes melitus tipe I dan tipe II? Apakah penyakit diabetes melitus dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan?

Simak pembahasan selanjutnya pada rubrik berikut ini! 

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Apa itu Penyakit Diabetes Melitus?

Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang atau bisa disebut juga penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang sangat tinggi jauh dari batas normal.

Glukosa memiliki peran penting untuk kesehatan karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot dan jaringan pada tubuh.

Terdapat 2 jenis utama dalam penyakit diabetes melitus ini, yaitu diabetes tipe I dan diabetes tipe II yang akan dibahas pada poin berikutnya.

Tahukah Anda, penderita diabetes melitus di Indonesia ternyata banyak sekali lho! Bahkan pada tahun 2017, Indonesia berada di peringkat ke-7 sebagai negara terbanyak penderita diabetes melitus.

Penyakit Diabetes Melitus Tipe I dan Tipe II 02 - Finansialku

[Baca Juga: Jangan Pernah Lupa Akan 4 Hal Penting BPJS Kesehatan]

 

Pada tahun 2017, penderita penyakit diabetes melitus di Indonesia mencapai 10 juta orang. Dari 10 juta penderita tersebut, yaitu:

  • Sebanyak 1,67 juta berusia 20 – 39 tahun,
  • 4,65 juta berusia 40 – 59 tahun, dan
  • Sisanya sebanyak 3,68 juta berusia 60 – 79 tahun.

 

Terlihat dari data tersebut bahwa penderita diabetes paling banyak diderita pada usia 40 – 59 tahun. Menurut salah satu dokter yaitu dr. Wismandari, penderita diabetes di Indonesia semakin muda.

Beliau juga mengatakan bahwa dulu sebelum berumur 40 tahun, dokter akan langsung menghapus diabetes dari diagnosis pasien. Tetapi, saat ini diabetes telah menjadi ancaman kesehatan bagi semua rentang usia.

Diabetes juga sering disebut sebagai penyebab utama dari berbagai penyakit. Karena, dari penyakit diabetes melitus bisa menyebabkan berbagai komplikasi penyakit seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit pada mata, penyakit pada kaki, penyakit saraf, stroke dan masih banyak yang lainnya.

 

Gejala Diabetes Melitus adalah

Tahukah Anda, bahwa sebanyak 2/3 dari penderita diabetes melitus di Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki penyakit diabetes melitus.

Salah satu penyebabnya adalah masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak mengetahui gejala-gejala dari penyakit diabetes melitus ini.

Di bawah ini terdapat beberapa gejala dari diabetes melitus, diantaranya adalah:

  1. Sering merasa haus.
  2. Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  3. Rasa lapar yang luar biasa.
  4. Turunnya berat badan secara tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas.
  5. Berkurangnya massa otot.
  6. Terdapat keton dalam air seni. Keton adalah produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi ketika produksi insulin tidak cukup.
  7. Mudah merasa kelelahan.
  8. Pandangan yang kabur.
  9. Luka membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh.
  10. Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

 

Apabila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, segera periksa diri Anda ke dokter. Pendeteksian sedini mungkin akan mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes.

Penyakit Diabetes Melitus Tipe I dan Tipe II 03 - Finansialku

[Baca Juga: Setiap Peserta BPJS Kesehatan Perlu Mengetahui Sistem Rujukan BPJS Kesehatan]

 

Pada poin ke-6 terdapat kata insulin, mungkin Anda sering bertanya-tanya apa itu insulin dan apa pengaruh insulin dengan penyakit diabetes melitus?

Sebelumnya kita sudah membahas, bahwa seluruh sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Kadar glukosa tersebut biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas.

Akan tetapi untuk penderita diabetes melitus, organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Tanpa adanya insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Oleh karena itu, penderita diabetes melitus harus menambahkan hormon insulin ke tubuhnya agar kebutuhan insulinnya dapat terpenuhi.

 

Diabetes Melitus Tipe I

Diabetes melitus tipe I merupakan jenis diabetes dengan produksi insulin yang rendah. Disebut juga sebagai diabetes ketergantungan insulin atau istilah lainnya adalah autoimun diabetes.

Yang dimaksud dengan autoimun diabetes adalah sistem kekebalan tubuh telah keliru menyerang sel-sel dalam pankreas sehingga produksi insulin pun berhenti. Ini karena kekebalan tubuh mengira sel-sel pankreas tersebut membahayakan tubuh.

Ketika tubuh kekurangan insulin, kadar glukosa akan meningkat drastis akibat adanya penumpukan, kondisi tersebut dinamakan hiperglikemia. Inilah yang terjadi saat seseorang menderita diabetes melitus tipe 1.

Penyebab rendahnya produksi insulin oleh pankreas pada penderita diabetes melitus tipe I belum diketahui sampai saat ini, tetapi terdapat dugaan bahwa gen ikut berpengaruh terhadap munculnya penyakit ini.

Risiko seseorang terkena diabetes melitus tipe I akan lebih besar jika pada keluarga inti (orangtua dan saudara kandung) yang mengidap penyakit ini.

Selain itu, lingkungan juga dipercaya dapat memperbesar risiko seseorang mengidap diabetes melitus tipe I.

Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh adalah virus (seperti enterovirus, virus Epstein-Barr, virus rubella, rotavirus, virus gondongan), obat-obatan dan senyawa kimia, serta salah satu protein dalam gluten.

Penyakit Diabetes Melitus Tipe I dan Tipe II 04 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah BPJS Kesehatan Cover Biaya Cek Darah dan Pemeriksaan Laboratorium Lainnya?]

 

Untuk pengobatan, sebenarnya diabetes melitus tidak dapat disembuhkan tetapi pengobatan dilakukan untuk menjaga keseimbangan glukosa dan mencegah komplikasi.

Langkah pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan insulin ke tubuhnya yang dapat dilakukan dengan cara suntikan atau pompa insulin. Ada beberapa jenis insulin yang bisa digunakan, diantaranya adalah:

  • Insulin kerja cepat yang efeknya tidak bertahan lama, tapi bereaksi cepat.
  • Insulin kerja singkat yang efeknya dapat bertahan maksimal delapan jam.
  • Insulin kerja panjang yang efeknya dapat bertahan maksimal sehari.

 

Diabetes Melitus Tipe II

Diabetes melitus tipe II merupakan diabetes yang disebabkan tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin dibandingkan dengan besarnya kadar glukosa dalam tubuh.

Pada diabetes melitus tipe II ini terdapat beberapa faktor penyebabnya, diantaranya adalah:

  • Usia, risiko diabetes tipe 2 akan makin tinggi seiring bertambahnya usia karena dipicu oleh berat badan yang cenderung bertambah dan frekuensi olahraga yang berkurang saat kita makin tua.
  • Keturunan, sama halnya dengan diabetes melitus tipe I, jika pada keluarga inti ada yang mengidap penyakit ini risiko Anda memiliki penyakit diabetes melitus tipe II akan semakin besar.
  • Berat Badan, risiko diabetes tipe 2 lebih tinggi pada orang yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.
  • Pra diabetes, yaitu kondisi kadar gula darah yang selalu melebihi normal, tapi belum mencapai tahap diabetes. Jika Anda mengalami kondisi ini, maka risiko berkembang menjadi diabetes juga semakin meningkat.

 

Untuk diabetes melitus tipe II terdapat beberapa cara untuk mempertahankan keseimbangan glukosa dan meminimalisasi risiko komplikasi salah satu cara sederhananya adalah dengan melakukan gaya hidup yang sehat.

Penyakit Diabetes Melitus Tipe I dan Tipe II 05 - Finansialku

[Baca Juga: Kini Cek Premi dan Pendaftaran Peserta BPJS Lebih Mudah Dengan Aplikasi BPJS Kesehatan]

 

Akan tetapi, keseimbangan glukosa pada penderita diabetes melitus tipe II tidak hanya melalui penerapan pola makan sehat dan olahraga teratur.

Oleh karena itu, terdapat beberapa macam obat-obatan yang dapat digunakan untuk diabetes melitus tipe II, yaitu:

  • Metformin untuk mengurangi kadar gula darah.
  • Sulfonilurea untuk meningkatkan produksi insulin dalam pankreas.
  • Pioglitazone sebagai pemicu produksi insulin (tidak dianjurkan jika pernah mengalami gagal jantung atau mengalami patah tulang).
  • Gliptin sebagai pencegah pemecahan hormon GLP-1 yang merupakan hormon yang berperan dalam produksi insulin saat kadar gula darah tinggi, sehingga gliptin membantu menaikkan tingkat insulin saat kadar gula naik.
  • Agonis GLP-1 sebagai pemicu insulin tanpa risiko hipoglikemia
  • Acarbose untuk memperlambat pencernaan karbohidrat menjadi gula. Obat ini mencegah peningkatan kadar gula darah yang terlalu cepat setelah penderita diabetes makan.
  • Nateglinide dan repaglinide untuk melepas insulin ke aliran darah.

 

Pencegahan Diabetes Melitus

Jika kita lihat pada poin gejala-gejala diabetes melitus, terlihat bahwa seperti tidak berbahaya sama sekali. Sehingga seringkali gejala-gejala yang dirasakan tersebut diremehkan dan dianggap tidak berbahaya dan pada akhirnya diabetes tidak dapat dicegah.

Sampai saat ini belum ada pengobatan atau langkah untuk menyembuhkan penyakit diabetes melitus, tetapi penyakit ini bisa dicegah sejak awal jika sudah disadari oleh penderita.

Penyakit Diabetes Melitus Tipe I dan Tipe II 06 - Finansialku

[Baca Juga: 3 Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan]

 

Di bawah ini terdapat 5 tips penting untuk mencegah diabetes, diantaranya adalah:

  1. Berhenti merokok dan minum alkohol, kandungan nikotin pada rokok akan merusak sistem insulin pada pankreas sehingga risiko terkena diabetes melitus akan meningkat. Lalu, alkohol merupakan salah satu pemicu berbagai macam penyakit salah satunya penyakit jantung dan penyakit jantung dapat merusak kemampuan pankreas dalam menghasilkan insulin.
  2. Ganti sumber karbohidrat dengan biji-bijian, karena dengan mengkonsumsi biji-bijian proses membentuk glukosa akan menjadi lebih lama sehingga pankreas akan memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan.
  3. Hindari terlalu sering konsumsi makanan/minuman manis, minuman manis yang mengandung gula dan bahan pemanis lain telah meningkatkan risiko diabetes. Selain minuman manis maka minuman yang mengandung soda dan berbagai bahan pengawet juga harus dihindari.
  4. Batasi konsumsi daging merah, karena daging merah yang berasal dari sapi, domba, dan babi tidak mudah diterima tubuh termasuk dalam proses metabolisme yang nantinya akan meningkatkan risiko diabetes melitus. Anda sebaiknya ganti daging merah dengan daging unggas.
  5. Batasi makanan olahan, karena makanan olahan belum tentu sehat untuk tubuh dan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Makanan olahan juga mengandung berbagai jenis bahan makanan tambahan yang bisa mengacaukan sistem metabolisme dalam tubuh.

 

Apakah Biaya Dapat Ditanggung BPJS Kesehatan?

Mungkin Anda bertanya apakah biaya pengobatan diabetes melitus dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan?

Tenang, bagi Anda yang mengidap penyakit diabetes melitus dapat mendatangi fasilitas kesehatan yang dirujuk untuk mendapatkan pengobatan dan pengobatan tersebut akan dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Semua langkah medis hingga pengobatan dari diabetes melitus aka dijamin oleh BPJS Kesehatan, termasuk obat-obatan, biaya insulin, dan biaya rawat inap akan ditanggung oleh BPJS.

Jangan Salah! Ini Dia Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Studi Kasus: Cara Menghitung Besarnya Iuran BPJS Kesehatan]

 

Jika Anda sudah didiagnosa memiliki diabetes melitus, disarankan untuk berobat terlebih dahulu di fasilitas kesehatan 1 yaitu Puskesmas atau Klinik.

Jika fasilitas kesehatan 1 mampu menangani pengobatan, maka Anda tidak perlu berobat ke Rumah sakit. Namun jika fasilitas kesehatan 1 tidak mampu untuk mengobati Anda, maka Anda akan dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

Agar biaya dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, pastikan Anda tidak mempunyai tunggakan iuran BPJS Kesehatan tiap bulannya dan selalu mengikuti prosedur berobat yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan.

 

Semoga informasi mengenai penyakit diabetes melitus  diatas dapat membantu Anda. Jika terdapat pertanyaan atau komentar Anda dapat meninggalkannya pada kolom di bawah ini!

Jika informasi ini dirasa berguna, Anda dapat juga menyebarkan ke teman dan keluarga Anda.

 

Sumber Refrensi:

  • Marianti. Pengertian Diabetes. Alodokter.com – https://goo.gl/5fQm63
  • Marianti. Pengertian Diabetes Tipe 1. Alodokter.com – https://goo.gl/rEX9vP
  • Marianti. Pengertian Diabetes Tipe 2. Alodokter.com – https://goo.gl/iGFJJK
  • Ana. 15 Cara Mencegah Diabetes Melitus. Halosehat.com – https://goo.gl/Brvh47
  • Admin. 24 September 2016. Apakah Pengobatan Diabetes Melitus Dapat Ditanggung BPJS Kesehatan?. Bantuanbpjs.com – https://goo.gl/T43YNx
  • Shierine Waangsa Wibawa. 11 November 2017. Miris, Indonesia Peringkat 7 Pasien Diabetes Terbanyak di Dunia. Sain.kompas.com – https://goo.gl/HjTTeW

 

Sumber Gambar:

  • Penyakit Diabetes Melitus 01 – https://goo.gl/2LKbNA
  • Penyakit Diabetes Melitus 02 – https://goo.gl/MTHVwM
  • Gejala Penyakit Diabetes Melitus – https://goo.gl/mk1UrQ
  • Penyakit Diabetes Melitus 03 – https://goo.gl/qSZR6R
  • Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus – https://goo.gl/Kf87bf
  • Penyakit Diabetes Melitus 04 – https://goo.gl/UKr9Lp

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

Summary
Apa Itu Penyakit Diabetes Melitus Tipe I dan Tipe II? Apakah Dicover BPJS Kesehatan?
Article Name
Apa Itu Penyakit Diabetes Melitus Tipe I dan Tipe II? Apakah Dicover BPJS Kesehatan?
Description
Cari tahu mengenai penyakit diabetes melitus yuk! Apa bedanya diabetes melitus tipe I dan tipe II? Apakah penyakit diabetes melitus
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

R. Ajeng Ratna Mustika, S.E.
R. Ajeng Ratna Mustika, S.E. merupakan lulusan S1 di Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan pada bidang ekonomi industri dan perdagangan.

2 Comments

  1. jejen 28 March 2018 at 13:51 - Reply

    Mengenai penyakit diabetes melitus ini sering saya dengar dari penderita ataupun dari keterangan dokter dalam acara TV, Tapi sejauh ini informasi yang disampaikan diatas memang sesuai dengan pengalaman penderita diabetes yang saya kenal. Menurut seorang teman terlalu banyak makan nasi putih panas juga bisa mempengaruhi diabetes ? apakah betul ?

    • Finansialku
      Finansialku 2 April 2018 at 15:35 - Reply

      Hi Pak Jejen,
      Terima kasih atas sharingnya. Mohon maaf kami hanya mengulas penyakit Diabetes dari segi keuangannya Pak.
      Terkait pertanyaan Bapak, alangkah lebih baiknya jika ditanyakan ke Dokter yang lebih paham Pak.
      Terima Kasih

Leave A Comment