Lagi dan lagi, badai PHK landa perusahaan-perusahaan startup. Kira-kira perusahaan mana yang mengalami kondisi demikian serta apa penyebab badai PHK ini terjadi?

Yuk, simak informasi selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut ini!

 

10 Startup Alami Badai PHK, Ribuan Karyawan Terdampak

Akhir pekan ini, kita dikejutkan dengan informasi mengenai badai PHK yang melanda banyak sekali perusahaan startup.

Bahkan perusahaan-perusahaan tersebut sudah memiliki nama besar dengan jumlah karyawan yang tidak sedikit.

Mulai dari PT Gojek Tokopedia GoTo, hingga perusahaan penyedia platform belanja online Ruangguru.

Permasalahan pun semakin mengkhawatirkan mengingat jumlah tenaga kerja yang mereka layoff relatif cukup banyak, bahkan jumlahnya mencapai ribuan orang.

Kali ini Finansialku telah merangkum daftar perusahaan startup yang melakukan PHK dalam jumlah besar pada tahun 2022 ini. Berikut ini pembahasan selengkapnya.

 

#1 Glints

Pada 7 Desember 2022 lalu, perusahaan startup pencarian kerja, Glints mengumumkan bahwa pihaknya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK. Setidaknya mereka akan melakukan PHK terhadap 18 % karyawannya. 

Pihak perusahaan startup yang berbasis di Singapura ini menyatakan bahwa langkah PHK terpaksa mereka ambil untuk beradaptasi dengan pasar serta memperkuat ketahanan binis.

#2 Sayurbox

Kemudian startup yang kedua adalah Sayurbox. Startup e-grocery ini memutuskan untuk melakukan PHK terhadap 5 persen karyawannya. Pihak perusahaan melalui Co-Founder sekaligus CEO, Amanda Susanti mengungkapkan langkah ini mereka ambil untuk mandiri secara finansial serta tumbuh secara sustianable.

“Keputusan sulit ini tidak dapat dihindari supaya perusahaan lebih agile dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan, sehingga terus memberikan dampak positif bagi para konsumen,” terang Amanda melansir Cnnindonesia.com (07/12).

#3 Gojek Tokopedia GoTo

Baru-baru ini, PT Gojek Tokopedia Tbk. harus mem-PHK karyawannya. Tak main-main, jumlah karyawan yang harus terdampak dari PHK tersebut yakni sebanyak 1.300 orang.

Jumlah tersebut setara 12% dari seluruh karyawan GoTo group. Perusahaan menyatakan bahwa PHK menjadi keputusan yang terpaksa mereka ambil demi menjaga tingkat pertumbuhan perusahaan.

“Keputusan sulit ini tidak dapat dihindari supaya perusahaan lebih agile dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan sehingga terus memberikan dampak positif bagi jutaan konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang,” tulis perusahaan.

 

#4 Ruangguru

Perusahaan kedua yang memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja kepada ratusan karyawannya adalah platform belajar online Ruangguru. 

Berdasarkan keterangan dari CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara menyatakan bahwa salah satu penyebab PHK yang pihaknya lakukan karena masifnya perekrutan karyawan selama 2 tahun terakhir serta kondisi ekonomi global.

“Terlihat dari tingginya angka inflasi dan kenaikan suku bunga yang membuat iklim investasi dunia memburuk secara signifikan.

Hal ini berdampak luas kepada komunitas startup teknologi global, termasuk kami di Ruangguru,” terang Belva, melansir Jawapos (20/11).

 

#5 Shopee

Salah satu platform belanja online raksasa yakni Shopee juga harus melakukan keputusan yang sulit.

Pada 19 September 2022, banyak sekali karyawan yang akhirnya harus menginjakkan kantor untuk terakhir kalinya.

Akan tetapi, pihak Shopee Indonesia selaku perusahaan tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada karyawan yang terdampak dengan memberikan pesangon sebanyak satu kali gaji.

[Baca Juga: Investment Outlook: Badai PHK dan Sentimen Global, Bagaimana IHSG Minggu Ini?]

 

#6 Zenius

Perusahaan startup selanjutnya yakni Zenius. Sama halnya dengan Ruangguru, Zenius merupakan salah satu startup yang menyediakan platform belajar online.

Kabarnya, startup edutech ini mem-PHK karyawannya hingga kurang lebih 800 karyawan pada bulan Mei hingga Agustus 2022. 

 

#7 Pahamify

PT Pahami Cipta Edukasi (edutech) atau Pahamify juga harus melakukan perampingan kepada karyawannya pada Bulan Juni 2022 lalu. 

Salah satu alasan yang melatarbelakangi perusahaan melakukan PHK terhadap karyawannya adalah melakukan optimalisasi bisnis.

 

#8 TaniHub

Salah satu startup yang bergerak dalam bidang pertanian dan pangan TaniHub (agritech) atau PT Tani Hub Indonesia juga harus melakukan PHK terhadap karyawan.

Hal tersebut sebagai implikasi dari keputusan mereka yang menutup dua gudangnya di Bandung dan Bali. Mereka juga menutup layanan B2C dan berfokus terhadap layanan B2B.

 

#9 Mamikos

Perusahaan startup yang menyediakan layanan sewa hunian Mamikos juga tak ketinggalan harus mengambil keputusan yang amat berat ini.

Setidaknya mereka harus melakukan PHK terhadap 100 orang karyawannya.

 

#10 GrabKitchen

Grab juga harus mengambil keputusan terberat, karena mereka akan melakukan penutupan layanan GrabKitchen. Penutupan tersebut akan terealisasi pada 19 Desember 2022.

Otomatis, keputusan ini juga berdampak terhadap karyawan yang bekerja pada layanan ini. Nantinya para karyawan akan diberikan opsi pilihan yakni PHK atau pindah ke divisi lain.

Berdasarkan keterangan dari Chief Communications Officer Grab Indonesia, Mayang Schreiber menjelaskan selama 4 tahun perusahaan beroperasi, terlihat pertumbuhan yang tidak konsisten, serta adanya peralihan menjadi model bisnis aset-ringan.

[Baca Juga: Startup Bubble Burst! Karyawan Kena PHK, Siap Penyesuaian Gaji?]

 

Apa Penyebab Perusahaan Startup Melakukan PHK Massal?

Tentu kita semua bertanya-tanya, mengapa perusahaan startup raksasa tersebut ramai-ramai melakukan PHK terhadap karyawan.

Padahal mereka berstatus sebagai perusahaan raksasa dengan prospek dan visi yang cukup baik.

Berdasarkan pendapat Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS,) Bhima Yudhistira, mayoritas perusahaan startup yang mengalami badai PHK merupakan perusahaan yang meraup kenaikan Gross Merchandise Value (GMV) selama puncak pandemi 2020-2021. 

Dengan valuasinya yang sangat tinggi, perusahaan-perusahaan tersebut dipersepsikan akan lebih mudah untuk memperoleh pendanaan baru.

Kemudian ia menambahkan kegiatan rekrutmen yang terlalu masif membuat biaya operasional dari perusahaan turut membengkak. 

Selain itu, adanya promosi juga turut mengundang masalah baru bagi perusahaan yang mengadakannya.

Alhasil, para konsumen pun akhirnya terlanjur tergoda dengan adanya promosi tersebut.

Padahal, dengan terus menerus melakukan promo justru menjadi sebuah misi bunuh diri.

Pada saat pendanaan berkurang tetapi mengejar valuasi saja, maka promo dan diskon justru berubah menjadi jebakan keuangan.

 

Our View

CEO dan Founder Finansialku.com, Melvin Mumpuni juga tak ketinggalan menyuarakan pendapatnya terkait badai PHK yang dialami perusahaan-perusahaan startup.

Ia berpendapat bahwa overstaffing menjadi salah satu permasalahan utama yang menyebabkan gelombang PHK ini terjadi.

Sehingga, perekrutan tenaga kerja menjadi tidak efektif dan hanya membuat biaya operasional membengkak.

Di samping itu, Melvin memberikan saran kepada seluruh tenaga kerja menyikapi permasalahan PHK yang akhir-akhir ini terjadi.

Ia mengajak untuk selalu memilih spesialisasi terhadap keahlian tertentu dan senantiasa upgrade diri. 

Caranya pun sederhana, kita bisa memulainya dengan hanya membaca buku selama 5 menit dalam sehari. “Just 5 minutes!” tegasnya. 

Dalam waktu 5 menit tersebut, kita bisa memperoleh ilmu dan informasi baru yang bisa kita aplikasikan dalam pekerjaan.

Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga dapat menumbuhkan ide-ide dan gagasan kita selaku karyawan demi kemajuan perusahaan.

[Baca Juga: Pasca Ultimatum Elon Musk, Karyawan Twitter Resign Massal!]

 

Persiapkan Diri Sebelum Terjadi

Risiko PHK dapat menimpa semua karyawan, tanpa terkecuali. Tentu saja keputusan ini adalah yang terberat dan terpaksa perusahaan ambil demi menjaga stabilitas dan perkembangan bisnis mereka ke depan.

Sudah sepatutnya kita selaku karyawan harus mempersiapkan hal yang bisa kita persiapkan. Selain upgrade diri dan skill, kamu juga harus memperhatikan segi keuangan.

Salah satunya adalah dengan menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi jika kamu belum memperoleh pekerjaan pada jangka waktu tertentu. Lantas apa kabar dana daruratmu?

Tenang, jika belum siap tidak ada kata terlambat. Kamu bisa cari tahu bagaimana cara menyiapkannya dalam ebook Finansialku Cara Selamatkan Keuangan dari Pengeluaran Dadakan.

Di dalam ebook ini terdapat informasi seputar cara menyiapkan uang untuk pengeluaran yang tak terduga. Yuk, langsung saja download ebook-nya dan segera siapkan dana daruratmu!

Banner Iklan Ebook Cara Selamatkan Keuangan dari Pengeluaran Dadakan - PC
Banner Iklan Ebook Cara Selamatkan Keuangan dari Pengeluaran Dadakan - HP

 

Jika kamu memiliki pertanyaan ataupun membutuhkan saran-saran seputar keuangan lainnya, kamu bisa diskusi dengan Perencana Keuangan Finansialku melalui aplikasi Finansialku atau via WhatsApp melalui nomor 0813-1646-8488.

 

Itulah informasi perusahaan startup yang alami badai PHK. Lantas apa tanggapanmu mengenai informasi ini? Jangan segan untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

 

Editor: Ratna Sri H.

Sumber Referensi:

  • Achmad Dwi Afriyadi. 18 November 2022. Daftar 18 Perusahaan RI yang Diterjang Badai PHK. Detik.com – http://bit.ly/3V8p4EW
  • Siti Ayu Rachma. 16 November 2022. Membongkar Penyebab Gelombang PHK di Perusahaan Teknologi, Termasuk GoTo. Merdeka.com – http://bit.ly/3TUPGbF
  • R. Nurul Fitriana Putri. 20 November 2022. Belva Ungkap Persoalan di Balik PHK Massal di Ruang Guru. Jawapos.com – http://bit.ly/3u4U8dv