Mau Melamar Kerja? Hati-Hati dengan Budaya Kerja yang Buruk! Begini Cara Mengenalinya

Mungkin Anda pernah mengalaminya, Anda tidak dijanjikan bahwa tempat kerja atau perusahaan memiliki lingkungan kerja dan budaya kerja yang buruk (budaya kerja yang baik).

Sampai Anda melamar dan bekerja di lingkungan kerja tersebut, Anda baru merasakan bagaimana budaya kerjanya yang sebenarnya. Lalu bagaimana kita dapat mengenali budaya kerja yang buruk tanpa kita harus terjun terlebih dahulu?

Mari kita simak rubrik berikut.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Tawaran Kerja Yang Menggiurkan

Berdasarkan pengalaman, ada banyak para fresh graduate yang akan menerima tawaran kerja dengan gaji yang minimum untuk dapat bekerja di perusahaan yang mereka rasa mempunyai nilai-nilai, budaya, dan kepemimpinan yang baik.

Oleh karena hal demikian, banyak sekali perusahaan yang berusaha untuk merekrut para karyawan dengan menawarkan dan menampilkan budaya kerja dan nilai-nilai perusahaan yang baik kepada para karyawan baru yang ingin bekerja disana.

Mau Melamar Kerja Hati-Hati dengan Budaya Kerja yang Buruk! Begini Cara Mengenalinya 02 - Finansialku

[Baca Juga: Meningkatkan Produktivitas Kerja Ala Jim Rohn, Bagaimana Caranya?]

 

Pada masa sekarang ini, cukup sulit untuk membedakan perusahaan yang mana yang benar-benar menghidupi nilai-nilai yang mereka pegang dan perusahaan yang hanya memberikan janji saja.

Oleh karena itu, Anda sebagai pelamar kerja baru yang harus dapat menganalisis dan mengenali budaya kerja suatu perusahaan pada saat Anda ingin melamar sebuah pekerjaan.

 

Cara Mengenali Budaya Kerja Yang Buruk

Dibawah ini ada beberapa cara untuk mengenali budaya kerja yang buruk yang mungkin dapat membantu Anda.

 

#1 Jangan Menilai Sesuatu Dari Apa Yang Kelihatan

Salah satu hal yang mungkin dapat membuat banyak orang menjadi percaya dan ‘terjebak’ akan budaya kerja yang mungkin bukan sebenarnya adalah karena adanya hal-hal yang terlihat baik dari luarnya.

Seperti kantor yang memiliki ruang istirahat atau mungkin arena bermain dan tersedianya makanan gratis.

Banyak orang yang menganggap bahwa apa yang kelihatan, seperti fasilitas kantor, sebagai penentu budaya kerja. Padahal pada kenyataannya, fasilitas hanyalah alat bantu.

Bagus dan menariknya fasilitas dan barang-barang yang ada di kantor bukan penentu baik buruknya budaya kerja atau kepemimpinan dari suatu perusahaan. Untuk dapat mengenali budaya kerja yang buruk, jangan menilai dari apa yang kelihatan saja.

 

#2 Lihat Lingkungan Kantor Pada Saat Interview

Sebagai karyawan baru, justru kita harus benar-benar ‘melihat’ pada saat kita pertama kali datang ke kantor tersebut atau pada saat interview untuk dapat mengenali budaya kerja yang buruk.

Hal yang pertama harus dilihat adalah perihal penataan kantor, ada beberapa orang yang lebih nyaman untuk bekerja di ruangan terbuka dengan meja yang terbuka, tetapi ada yang lebih nyaman untuk bekerja di sebuah kubikal atau tempat kerja yang lebih tertutup.

Kita yang harus menentukan, kantor seperti apa yang menjadi pilihan kita.

10 Tips Sukses Wawancara Kerja atau Interview Kerja untuk Para Fresh Graduate 01 - Finansialku

[Baca Juga: Wasapada! Jangan Lakukan Hal ini Ketika Wawancara Kerja!]

 

Kita juga harus melihat bagaimana sesama karyawan berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, apakah terasa kaku dan formal atau terasa sangat bersahabat, nyaman dan menyenangkan.

Tetapi bukan hanya yang terlihat saja yang harus diperhatikan, kita juga harus menggunakan indera selain mata, seperti perasaan dan pendengaran.

Bagaimana perasaan Anda pada saat berada di kantor tersebut? Terdengar seperti apakah nada suara para karyawan yang bekerja disana, apakah terdengar rasa takut, terbeban atau malah kebahagiaan karena dapat bekerja disana?

Memang hal tersebut terasa sangat tidak nyata, tetapi hal tersebut dapat menjadi indikasi apakah memang kantor tersebut melakukan budaya kerja yang baik atau buruk, apakah perusahaan tersebut melakukan nilai-nilai yang dipercayanya.

 

Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

#3 Perhatikan Kamar Mandi atau Toilet Perusahaan

Seringkali sebuah restoran atau rumah makan dinilai dari kondisi kamar mandinya sebagai indikasi apakah restoran tersebut adalah restoran yang menjaga kualitas kebersihannya atau tidak.

Oleh karena itu, tempat lainnya yang mungkin dapat menjadi pertimbangan agar Anda dapat mengenali budaya kerja yang buruk adalah kamar mandi atau toilet perusahaan tersebut.

Meskipun terdengar ekstrim bagi Anda, tetapi kamar mandi atau toilet adalah tempat dimana karyawan akan menjadi dirinya sendiri dan menampilkan kebiasaan dan karakternya sehari-hari.

Para Karyawan, Waspada Tentang 6 Hal ini Agar Tetap Semangat Kerja Di Perusahaan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Bro, Sis! Ini 5 Cara Tingkatkan Kredibilitas Meskipun Pengalaman Kerja Masih Minim!]

 

Jika rekan kerja Anda yang bekerja bersama-sama setiap harinya tidak peduli bagaimana menjaga kebersihan kamar mandi atau toilet, bagaimana bisa dia peduli kepada kita ketika bekerja bersama-sama.

Menjaga kebersihan toilet sama halnya seperti bertanggung jawab atas kepentingan orang lain. Oleh karena itu, kebersihan toilet dapat menjadi suatu indikasi bagaimana karyawan di perusahaan tersebut bekerja.

 

#4 Amati Kecepatan Perusahaan Dalam Merekrut Karyawan

Sebuah perusahaan yang sedang berkembang biasanya akan membutuhkan banyak karyawan, terutama perusahaan-perusahaan startup belakangan ini.

Ada beberapa perusahaan yang benar-benar mengambil waktu dan tenaga untuk berhati-hati dalam merekrut setiap kandidat karyawan barunya, dan beberapa lainnya mungkin hanya menggunakan janji akan nilai-nilai perusahaan yang mereka percayai dan lakukan hanya untuk dapat merekrut orang secara cepat.

Jika sebuah perusahaan terlalu cepat dalam merekrut Anda, Anda harus mulai waspada bahwa mereka hanya ingin ada seseorang yang dapat dipekerjakan tanpa mempedulikan kesejahteraannya.

12 Alasan Resign Kerja yang Sering Diucapkan Karyawan. Apakah Anda Pernah Melakukannya Juga 02 - Finansialku

[Baca Juga: Para HRD, Selain Bonus Berikut Ini Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan yang Efektif]

 

Anda tidak akan berkembang kemanapun jika Anda bekerja di sebuah perusahaan yang hanya membutuhkan karyawan untuk dapat mengisi kekosongan tempat di perusahaan mereka.

Walaupun sebuah proses perekrutan yang sangat cepat menandakan adanya kejanggalan dalam perusahaan tersebut, perekrutan yang sangat lambat pun merupakan hal yang kurang baik.

Jika perusahaan terlalu lambat dalam memutuskan sedangkan Anda diminta untuk menghabiskan waktu untuk datang kesana dan melakukan interview berkali-kali tanpa ada keputusan yang jelas, itu sama saja dengan membuang-buang waktu Anda.

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Perekrutan dengan sistem yang jelas dan waktu yang pasti tanpa terlalu banyak penundaan ataupun terlalu cepat, merupakan salah satu tanda bahwa perusahaan tersebut memiliki nilai yang dijalankan.

 

#5 Tanyakan Pertanyaan-Pertanyaan Sulit

Jika Anda ingin mengetahui apakah benar perusahaan tersebut menghidupi nilai-nilai yang dipegangnya setiap hari, tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sulit.

Beberapa pertanyaan sulit antara lain:

  • Apakah perusahaan memperhatikan tingkat stres dari karyawan?
  • Apa yang perusahaan lakukan terhadap karyawan yang bekerja terlalu lama atau terlalu banyak?
  • Apa saja yang membutuhkan persetujuan atasan dan apa saja yang dapat saya jalankan sendiri tanpa harus mendapatkan persetujuan?

 

Biasanya pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang detail, bukan pertanyaan umum yang biasa ditanyakan oleh setiap orang yang ingin melamar di sebuah perusahaan.

Anda sebagai pelamar juga harus bertanya pertanyaan spesifik tentang bagaimana perusahaan bekerja dan apakah masih terdapat ruang untuk berinovasi dan bereksperimen.

Ini akan membuat Anda dapat berkembang atau perusahaan tersebut terikat dengan regulasi-regulasi yang sulit sehingga membuat Anda sulit untuk berkembang.

 

Download Ebook Panduan Investasi Emas untuk Pemula

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook Sekarang

 

#6 Berikan Pertanyaan Sesuai Dengan Skala Perusahaan

Berdasarkan pengamatan, ada banyak karyawan yang berhasil oleh karena alasan-alasan yang berbeda berdasarkan seberapa besar perusahaan tersebut.

Suasana yang ramah dan bersahabat sangat penting untuk perusahaan yang lebih kecil.

Ketika perusahaan tersebut bertambah besar seiring berjalannya waktu, keramahan tetap merupakan suatu hal yang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah kemampuan setiap individunya untuk membuat perubahan.

Oleh karena itu, jika Anda bekerja di perusahaan dengan skala yang lebih kecil, akan jauh lebih baik jika Anda bertanya lebih spesifik tentang suasana lingkungan kerja dan keramahtamahan di kantor.

Untuk perusahaan yang lebih besar, Anda harus bertanya tentang besarnya kesempatan dan peluang-peluang yang diberikan kepada setiap karyawan untuk membuat inovasi yang baru dan membantu perusahaan untuk berkembang.

Hal tersebut dapat menjadi indikasi apakah memang perusahaan tersebut memiliki budaya kerja yang baik atau buruk.

 

Kenali Budaya Kerja Perusahaan Sebelum Anda Masuk Ke Dalamnya

Anda harus benar-benar mengenali budaya kerja perusahaan tersebut pada saat Anda ingin masuk dan bekerja di perusahaan tersebut.

Meskipun tidak dapat 100% tahu, setidaknya Anda sudah memiliki gambaran pada saat Anda datang dan melakukan interview, sehingga Anda tidak akan merasa ‘terjebak’ didalamnya pada saat Anda sudah bekerja disana.

Dengan begitu, Anda dapat berkembang dengan baik di perusahaan pilihan Anda. Selamat bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.

 

Terima kasih karena Anda sudah membaca rubrik ini sampai selesai.

Apakah rubrik ini membantu Anda untuk dapat mengenali budaya yang buruk pada saat Anda ingin melamar pekerjaan?

Apakah informasi di dalam rubrik bermanfaat untuk Anda? Bagikan rubrik ini agar bermanfaat juga untuk orang-orang yang ingin melamar pekerjaan.

 

Sumber Referensi:

  • Jared Lindzon. 10 Oktober 2017. How To Identify A Toxic Culture Before Accepting A Job Offer. Fastcompany.com – https://goo.gl/bQKCFH

 

Sumber Gambar:

  • Budaya Kerja Yang Buruk 1 – https://goo.gl/3ps1D5
  • Budaya Kerja Yang Buruk 2 – https://goo.gl/nZqXT4

 

Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

By | 2017-11-15T13:48:45+00:00 November 15th, 2017|Categories: Karir, Lifestyle|Tags: , , , , , |0 Comments

About the Author:

Ricky Susanto Joeng CFP®
Ricky Susanto Joeng S.Si. S.Kom. CFP® adalah seorang perencana keuangan independen bersertifikasi (FPSB ID: 1300 0406). Memiliki background pendidikan S1 di jurusan Matematika dan Ilmu Komputer, Universitas Bina Nusantara. Memiliki pengalaman di bidang personal finance dan manajemen risiko, personal cashflow, asuransi unitlink dan investasi.

Leave A Comment

Gratis Download E-book, Hanya untuk Anda!

Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula

Investasi Tepat, Untung Mendekat

Bagaimana cara berinvestasi reksa dana untuk investor pemula? Apa saja tips berinvestasi reksa dana agar untung lebih maksimal?

 

7.392 orang

sudah download