Ketahui indikator sehat keuangan Anda jika ingin mendapatkan financial freedom! Apa saja indikatornya?

Simak artikel berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Apa Itu Sehat Keuangan Menurut Anda?

Kebanyakan orang menganggap bahwa sehat keuangan artinya pemasukan tidak lebih kecil dari pengeluaran dan beban utang. Definisi ini tentu saja tidak salah. Bahkan bisa dibilang adalah cara paling sederhana untuk mengetahui apakah keuangan Anda berada dalam kondisi sehat atau tidak.

Akan tetapi, jika Anda membutuhkan informasi kesehatan keuangan yang lebih pasti, ada beberapa indikator sehat keuangan yang perlu Anda ketahui.

Seberapa Sehat Keuangan Anda_ Cek Dengan Indikator Sehat Keuangan Berikut 02

[Baca Juga: Kompetisi: Gaji Cuma Numpang Lewat? Cek Kesehatan Finansialmu Dulu, Yuk!]

 

Dengan menggunakan indikator-indikator ini, Anda bukan hanya bisa mengetahui kondisi keuangan Anda saat ini saja. Tapi juga kondisi keuangan Anda dalam jangka panjang.

Namun, jika Anda ingin mengetahui apakah kondisi keuangan Anda sehat atau tidak secara langsung, Anda bisa cek kesehatan keuangan Anda di sini atau menggunakan fitur Financial Health Check Up di aplikasi Finansialku.

 

Indikator Sehat Keuangan

Nah, untuk mengetahui seberapa sehat keuangan Anda, ada 5 indikator sehat keuangan yang perlu Anda ketahui dan bisa Anda gunakan untuk mengetahui kondisi keuangan Anda. Berikut ini adalah 5 indikator tersebut:

 

#1 Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Indikator yang pertama adalah rasio likuiditas. Likuiditas adalah kemampuan suatu aset yang Anda miliki untuk bisa diubah menjadi uang tunai. Rasio likuiditas ini penting untuk diketahui.

Karena dengan begitu akan lebih mudah bagi Anda untuk mengetahui seberapa mudah Anda mendapatkan uang cash saat ada kejadian tidak terduga.

Rasio likuiditas biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan darurat Anda, pengeluaran tidak terduga yang tidak bisa ditanggung asuransi, dan apabila Anda menghadapi PHK.

Nilai rasio likuiditas bisa Anda ketahui dengan membagi jumlah aset berupa kas atau setara kas dibagi dengan jumlah pengeluaran per bulan.

Seberapa Sehat Keuangan Anda_ Cek Dengan Indikator Sehat Keuangan Berikut 03

[Baca Juga: Kondisi Dompet Sahabat Sehat? Lihat melalui Aplikasi Cek Kesehatan Keuangan!]

 

Hasil perhitungannya memiliki satuan bulan. Dana tunai kas atau setara kas bisa berupa tabungan, deposito, emas, dan lain-lain.

Sebagai contoh, misalkan Anda memiliki dana tunai kas atau setara kas sebesar Rp40 juta. Kemudian Anda memiliki pengeluaran rutin bulanan sebesar Rp5 juta. Maka rasio likuiditas Anda adalah Rp40 juta dibagi Rp5 juta atau kurang lebih 8 bulan.

Artinya, aset likuid yang Anda punya saat ini hanya bisa digunakan untuk membantu kehidupan Anda selama 8 bulan saja. Khususnya jika selama 8 bulan tersebut Anda tidak memiliki pendapatan sama sekali.

Secara umum, suatu keuangan dikatakan sehat apabila rasio likuiditasnya minimal sekitar 3-6 kali pengeluaran bulanan.

 

#2 Rasio Tabungan (Saving Ratio)

Menabung adalah salah satu upaya paling dasar untuk menyiapkan kebutuhan di masa depan. Hal ini merupakan kebiasaan dasar yang umumnya sudah dipupuk sejak kecil.

Nah, untuk mengetahui apakah tabungan Anda sudah ideal atau belum, Anda bisa menggunakan rasio tabungan. Caranya adalah dengan membagi nilai tabungan tahunan dengan jumlah pendapatan tahunan.

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Cek Kesehatan Keuangan 03 Kesehatan Keuangan - Finansialku

[Baca Juga: Cara Mengecek Kesehatan Keuangan Dengan Mudah dan Sederhana]

 

Misalnya, Anda memiliki nilai tabungan sekitar Rp40 juta dalam bentuk tabungan dan deposito bank. Sedangkan total pendapatan tahunan Anda adalah sekitar Rp180 juta per tahun.

Dengan kata lain, rasio tabungan Anda adalah Rp40 juta dibagi Rp180 juta. Atau sekitar 22,2 persen. Yang artinya sudah cukup bagus.

Rasio ini dapat membantu Anda menetapkan persentase ideal tabungan yang perlu Anda siapkan setiap bulannya.

Secara umum, nilai rasio tabungan yang sehat adalah sebesar 10 persen. Jika Anda mampu menabung lebih banyak, maka hal itu akan lebih baik.

 

#3 Rasio Kemampuan Pelunasan Utang (Debt Service Ratio)

Rasio ini sangat penting untuk membantu Anda mengetahui berapa kemampuan Anda dalam membayar cicilan utang.

Nilai rasio kemampuan pelunasan utang bisa Anda dapatkan dengan membagi beban cicilan utang per tahun atau per bulan dengan nilai pendapatan per tahun atau per bulan.

Misalkan saja, Anda memiliki cicilan utang sebesar Rp4 juta setiap bulan. Sedangkan gaji Anda berkisar Rp7 juta setiap bulannya.

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Cek Kesehatan Keuangan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Untuk Cek Kesehatan Keuangan?]

 

Dari sini, Anda bisa mendapatkan nilai rasio kemampuan pelunasan uang dengan membagi Rp4 juta dengan Rp7 juta. Yaitu sekitar 58 persen.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa rasio kemampuan pelunasan utang yang Anda miliki tidak ideal. Sehingga Anda memiliki risiko yang lebih besar untung mengalami kebebasan keuangan.

Angka ideal untuk rasio kemampuan pelunasan utang maksimal adalah sebesar 35%. Jika lebih dari nilai tersebut, ada indikasi bahwa keuangan Anda berada dalam kondisi yang tidak sehat.

Untuk meminimalisasi masalah keuangan karena utang, Anda bisa mengambil langkah dengan menurunkan beban utang. Misalnya dengan menjual aset, melakukan refinancing utang, atau menambah penghasilan yang Anda dapatkan.

 

#4 Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)

Rasio solvabilitas berguna untuk mengukur risiko kebangkrutan yang mungkin Anda alami. Anda bisa mendapatkan nilai ini dengan membagi nilai total kekayaan bersih dibagi dengan total aset.

Sebagai contoh, Anda memiliki nilai kekayaan bersih senilai Rp1,62 miliar. Sedangkan nilai aset Anda mencapai Rp2,2 miliar. Dari sini, rasio solvabilitas Anda adalah sekitar 73,5 persen.

Nilai tersebut menunjukkan bahwa jika Anda mengalami kebangkrutan, Anda masih bisa bertahan meskipun nilai aset Anda jatuh hingga 73,5 persen. Angka ideal rasio solvabilitas adalah sebesar 50 persen.

 

#5 Pertumbuhan Pendapatan

Banyak orang menganggap bahwa kenaikan gaji sama dengan peningkatan pendapatan. Padahal hal ini belum tentu. Anda perlu mengetahui dengan lebih tepat apakah pendapatan Anda benar-benar bertumbuh atau tidak.

Cara untuk mengetahui pertumbuhan pendapatan adalah dengan menghitung nilai pendapatan tahun ini dikurangi dengan pendapatan tahun lalu.

Selanjutnya, bagi nilai tersebut dengan nilai pendapatan tahun lalu dan hasilnya kurangi dengan laju inflasi.

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Cek Kesehatan Keuangan 02 Keputusan Keuangan - Finansialku

[Baca Juga: Begini Cara Mudah dan Sederhana Cek Kesehatan Keuangan Freelance]

 

Misalnya, pendapatan Anda tahun lalu adalah Rp7,5 juta. Dan tahun ini, Anda memiliki pendapatan sebesar Rp17 juta. Dengan tingkat inflasi sekitar 6 persen.

Dengan kata lain, nilai pertumbuhan pendapatan Anda adalah = ([Rp17 juta – Rp7,5 juta] / Rp7,5 juta) – 6 persen = 119 persen.

Artinya, Anda mengalami pertumbuhan pendapatan sekitar 119 persen.

Nah, itulah beberapa indikator sehat keuangan yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui apakah kondisi keuangan Anda sehat atau tidak.

Perhitungan tersebut sebenarnya cukup sederhana. Namun, jika Anda masih cukup bingung atau tidak memiliki cukup waktu, Anda bisa memanfaatkan aplikasi Finansialku untuk membantu Anda.

Aplikasi Finansialku bisa membantu Anda mendapatkan perhitungan dan hasil yang lebih jelas mengenai kondisi kesehatan finansial Anda.

Anda tinggal memasukkan nominal yang diperlukan dan melihat hasilnya. Apakah kondisi kesehatan Anda berada dalam kondisi baik atau tidak.

Aplikasi Finansialku ini bisa dengan mudah Anda unduh di Google Play Store. Selain membantu Anda melakukan pengecekan kondisi kesehatan finansial, aplikasi Finansialku juga bisa membantu berbagai masalah keuangan Anda.

Anda bahkan bisa melakukan chat dan berkonsultasi langsung dengan perencana keuangan dari Finansialku.

 

Anda sekarang tahu bukan apa saja indikator sehat keuangan yang menjadi tolak ukur mengecek kesehatan finansial Anda? Berikan tanggapan Anda mengenai artikel ini.

Mungkin di luar sana masih banyak yang tidak mengetahui indikator sehat keuangan ini, atau bahkan tidak mengetahui bahwa keuangan mereka pun bisa sakit.

Yuk jadi rekan yang informatif dengan membagikan artikel ini pada teman-teman Anda.

 

Sumber Referensi:

  • Aprilia Ika. 5 Oktober 2017. 5 Indikator Mudah untuk Mengukur Kesehatan Kantong. Ekonomi.kompas.com – http://bit.ly/2NaYcE9

 

Sumber Gambar:

  • Indikator Sehat Keuangan 01 – http://bit.ly/34pDQge
  • Indikator Sehat Keuangan 02 – http://bit.ly/32eKYL1
  • Indikator Sehat Keuangan 03 – http://bit.ly/33c5Un2