Ini Dia Cara Efektif untuk Menentukan Proporsi Pengeluaran Bulanan #Part 2

Bagaimana cara menentukan proporsi keuangan bulanan? Hampir semua orang mengalami kesulitan dalam mengatur pengeluaran bulanan. Kali ini Finansialku akan membahas prinsip 50/30/20 untuk menentukan proporsi pengeluaran bulanan Anda.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Membuat Proporsi yang Seimbang

Proporsi pengeluaran harus diatur sedemikian rupa agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi. Salah satu prinsip yang dapat digunakan untuk menentukan proporsi pengeluaran adalah prinsip 50/20/30 yang sering digunakan oleh Alexa von Tobel. Prinsip tersebut mengharuskan Anda membagi pengeluaran ke dalam 3 kategori besar yaitu kebutuhan sehari-hari, kebutuhan masa depan serta gaya hidup.

Dalam artikel sebelumnya kami telah membahas mengenai proporsi pertama yaitu kebutuhan sehari-hari sebesar 50% dari seluruh pendapatan Anda. Kali ini mari kita lanjutkan pembahasan prinsip 50/20/30 dalam menentukan proporsi pengeluaran tersebut.

Ini Dia Cara Efektif untuk Menentukan Proporsi Pengeluaran Bulanan #Part 1 - Finansialku

[Baca Juga: Ini Dia Cara Efektif untuk Menentukan Proporsi Pengeluaran Bulanan #Part 1]

 

#2 20% Kebutuhan Masa Depan

Proporsi yang disarankan untuk menyiapkan kebutuhan masa depan adalah sebesar 20% dari seluruh pendapatan Anda. Ada cukup banyak hal yang termasuk ke dalam kebutuhan masa depan. Ketika merencanakan keuangan pribadi, Anda pasti telah menentukan tujuan-tujuan keuangan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Tujuan-tujuan keuangan tersebut yang nantinya akan dipenuhi dalam kategori kebutuhan masa depan tersebut. Tujuan-tujuan keuangan tersebut dapat melunasi utang, membeli mobil, membeli rumah, menyiapkan dana pensiun dan hal-hal lainnya.

Misalnya saja Anda berencana untuk menikah dalam beberapa tahun ke depan, biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit sehingga harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Biaya yang disimpan untuk kebutuhan pernikahan tersebut akan dimasukkan ke dalam kategori kebutuhan masa depan. Selain biaya pernikahan masih banyak lagi biaya lain yang dimasukkan ke dalam kategori kebutuhan masa depan.

5-perubahan-kecil-untuk-masa-depan-keuangan-yang-lebih-baik-finansialku

[Baca Juga: 5 Perubahan Kecil untuk Masa Depan Keuangan yang Lebih Baik]

 

Salah satu poin utama yang terpenting adalah dana darurat. Dana darurat dapat dimasukkan ke dalam kategori ini karena merupakan kebutuhan yang dapat digunakan terus-menerus. Jika dana tersebut terpakai, maka Anda harus memenuhinya kembali. Dana ini adalah prioritas utama yang harus dipenuhi dalam perencanaan keuangan. Dalam hal ini dana darurat harus diprioritaskan dalam kategori kebutuhan masa depan. Jika Anda belum memiliki dana darurat yang memadai, sebaiknya jangan berfokus pada dana-dana lain terlebih dahulu.

Anda bisa saja sekaligus merencanakan dana pensiun, dana pernikahan anak, dana membeli rumah, dan dana lainnya. Namun sebelumnya pastikan Anda memfokuskan proporsi 20% dari pendapatan Anda pada dana darurat. Pada artikel sebelumnya telah dibahas bahwa dana yang dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari sengaja dibuat cukup besar agar anggaran Anda menjadi lebih fleksibel. Dengan begitu proteksi keuangan Anda dari risiko kehidupan semakin besar. Hanya saja kelebihan dana tersebut bukanlah perlindungan utama Anda. Perlindungan utama dari segala risiko kehidupan yang Anda hadapi setiap hari adalah dana darurat.

Perencanaan Dana Darurat - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Perencanaan Dana Darurat Keluarga]

 

Lalu bagaimana jika dana yang dialokasikan untuk biaya kehidupan sehari-hari ternyata berlebih? Pertanyaan ini pasti muncul dalam benak setiap orang pada umumnya. Apakah dana tersebut harus digunakan untuk melunasi utang jangka pendek, digunakan untuk gaya hidup atau untuk keperluan lainnya?

Dana yang berlebih dari biaya kehidupan maupun biaya gaya hidup yang akan dibahas selanjutnya sebaiknya dimasukkan ke dalam kategori biaya masa depan. Ketika menyiapkan dana untuk masa depan, sebenarnya Anda sedang membangun sebuah benteng pertahanan yang akan melindungi Anda secara finansial di masa depan. Semakin besar dana yang dapat Anda siapkan maka semakin kokoh benteng yang Anda bangun. Ketika memiliki perlindungan yang semakin aman, Anda tidak perlu merasa khawatir ketika menghadapi masa depan nanti. Terutama menghadapi masa pensiun dimana Anda tidak lagi memiliki penghasilan aktif.

Bagaimana Cara Bebas Keuangan Dengan Mengandalkan Investasi - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Bebas Keuangan Dengan Mengandalkan Investasi?]

 

Mengapa 20% dari pendapatan? Jika dibandingkan dengan besarnya proporsi untuk biaya kehidupan sehari-hari, 20% memang terlihat kecil. Tetapi pada kenyataannya angka 20% bukanlah angka yang kecil. Coba bayangkan, jika sebelumnya dibahas dengan gaji Rp7 juta per bulan Anda harus mengalokasikan Rp3,5 juta untuk biaya kehidupan sehari-hari maka besarnya biaya masa depan yang disarankan adalah:

0,2% x Rp7.000.000 = Rp1.200.000

 

Sekarang coba perhitungkan pendapatan bulanan Anda sendiri. Berapa besar dana yang harus Anda simpan untuk biaya masa depan? Ya, angka yang Anda hitung tersebut memang terlihat sepele jika hanya dituliskan. Tetapi coba bayangkan bagaimana pada prakteknya. Misalnya dengan gaji Rp7 juta per bulan Anda harus menyimpan dana sebesar Rp1,2 juta untuk kebutuhan masa depan seperti menyiapkan dana pensiun, dana pernikahan dan dana lainnya. Asumsikanlah dana tersebut akan diinvestasikan pada sebuah reksa dana. Kami yakin bahwa ketika akan membeli reksa dana banyak di antara Anda yang akan berpikir:

“Daripada digunakan untuk membeli reksa dana, lebih baik saya gunakan untuk berbelanja’

 

Mana yang Paling Penting Dana Darurat, Asuransi atau Investasi - Finansialku

[Baca Juga: Mana yang Paling Penting: Dana Darurat, Asuransi atau Investasi?]

 

Namun proporsi 20% ini hanyalah angka minimal. Jika Anda sanggup menyimpan dana lebih besar maka akan lebih baik. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, menyiapkan biaya masa depan sama saja dengan membangun sebuah benteng pertahanan keuangan Anda di masa depan. Karena itu dana ini tidak bisa disepelekan dan sebaiknya tidak dilanggar.

 

Siapkan Benteng Pertahanan Keuangan Anda

Menyiapkan biaya masa depan memang seringkali terlihat seperti hal yang menjengkelkan. Uang seolah-olah ‘hilang’ karena tidak dibelikan dengan barang-barang konsumtif. Akan tetapi biaya ini memiliki peran penting untuk menjamin kehidupan Anda di masa depan serta membantu Anda memenuhi mimpi-mimpi keuangan yang ingin dicapai. Kami akan membahas proporsi selanjutnya yaitu biaya gaya hidup pada artikel selanjutnya: Ini Dia Cara Efektif untuk Menentukan Proporsi Pengeluaran Bulanan #Part 3

 

Menurut Anda, mana yang lebih penting untuk mempersiapkan masa depan?  Dana darurat? Asuransi? Investasi? Dana pendidikan? Atau dana liburan? Berikan tanggapan dan alasan Anda terkait pertanyaan tersebut pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Alexa Von Tobel. 2013. Financial Fearless. United States: Crown Business.

 

Sumber Gambar:

  • Happy Asian people – https://goo.gl/KrTr0X

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

Leave A Comment

Gratis Download E-book, Hanya untuk Anda!

Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula

Investasi Tepat, Untung Mendekat

Bagaimana cara berinvestasi reksa dana untuk investor pemula? Apa saja tips berinvestasi reksa dana agar untung lebih maksimal?

 

7.392 orang

sudah download