Apa investasi yang cocok untuk keluarga muda atau keluarga yang baru menikah? Dalam membentuk keluarga baru, tentunya Anda ingin memiliki pondasi yang baik, termasuk dalam sisi pondasi keuangan yang sehat dalam jangka panjang.

Tak bisa diingkari, seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan dalam rumah tangga tentu akan meningkat. Bila tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik maka ini akan berdampak pada krisis keuangan dalam rumah tangga.

Adapun cara mengelola keuangan tak sebatas sekadar tahu bagaimana cara mengatur alokasi pendapatan dan pengeluaran, melainkan juga tahu bagaimana cara menginvestasikan uang.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

3 Alasan Kenapa Anda Harus Berinvestasi Sekarang Bukan Nanti atau Besok

Usia yang masih muda dan belum memiliki tanggungan anak tentu dapat Anda jadikan sebagai momentum yang tepat untuk menempatkan sejumlah dana ke dalam beberapa instrumen investasi pilihan Anda.

Jika Anda melakukan hal ini sejak awal, maka akan lebih mudah mengatasi berbagai macam masalah keuangan yang mungkin akan melanda keluarga di masa yang akan datang.

Selain itu, berikut ini alasan mengapa kita perlu berinvestasi sekarang dan bukannya nanti.

 

#1 Menabung Tidak Menambah Nilai Uang, Sementara Investasi Bisa Menambah Nilai Uang

Kesadaran untuk mengalokasikan sebagian penghasilan dengan ditabung di bank, selama ini sudah menjadi pemikiran umum bagi pasangan keluarga muda. Hal tersebut memang baik untuk dilakukan, tetapi harus ditingkatkan dari hanya sekedar menabung menjadi berinvestasi.

Berinvestasi memberi peluang penambahan nilai pada uang yang diinvestasikan. Investasi di pasar saham misalnya, dapat memberikan keuntungan tahunan sebesar 30%. Begitupun reksa dana, dengan risiko lebih rendah dari saham, Anda bisa mendapatkan return 18%.

Di sisi lain, menabung akan membuat nilai uang tergerus, baik akibat inflasi maupun potongan biaya administrasi. Bunga tabungan saat ini hanya berkisar 1%-2% saja per tahun sebelum pajak, dengan bunga pajak yang dimiliki saat ini adalah 20%.

Sementara tingkat inflasi tahun ini menurut target Bank Indonesia adalah 4% per tahun, bahkan untuk biaya pendidikan kenaikannya bisa mencapai 10% per tahun. Apabila hanya mengandalkan dari menabung saja, tentunya tidak akan mampu mengejar inflasi yang tingkatannya lebih cepat dari bunga tabungan.

Investasi untuk Anda yang Keluarga Muda atau Baru Menikah 02 - Finansialku

[Baca Juga: Menimbang Keuntungan Dan Risiko Investasi Yang Sesuai Dengan Diri Anda]

 

#2 Berinvestasilah Sekarang Untuk Memperbesar Peluang Bunga Berbunga

Dalam berinvestasi anda tentu ingin sekali memaksimalkan keuntungan investasi Anda. Memulai investasi lebih awal dapat memperbesar kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan.

Efek compounding atau bunga berbunga dapat meningkatkan potensi maksimal dari investasi yang Anda lakukan. Saat Anda menginvestasikan kembali bunga keuntungan yang Anda dapatkan, ini dapat berpotensi bunga tersebut dapat berlipat ganda seturut waktu.

Investasi memberikan kita ruang untuk menyimpan dana yang bisa berkembang dalam jangka panjang atau menambah pendapatan secara pasif.

 

#3 Berinvestasi Dapat Mencapai Tujuan di Masa Mendatang

Sebagai keluarga muda tentu Anda memiliki tujuan keuangan dan kebutuhan di masa akan datang yang harus dipersiapkan sejak saat ini. Tujuan keuangan ini bisa saja dicapai dalam jangka pendek (1-2 tahun), jangka menengah (3-5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun).

Misalnya tujuan keuangan ini untuk kebutuhan pendidikan anak atau dana pensiun saat masa tua tiba (jangka panjang). Kebutuhan ini, tentunya akan semakin besar di masa mendatang karena adanya inflasi. Oleh karena itu, kita harus menyisihkan uang untuk dapat mulai berinvestasi sejak saat ini pada saat Anda masih produktif.

Cara Investasi untuk Freelance agar Dapat Mewujudkan Tujuan Keuangan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Investasi untuk Freelance agar Dapat Mewujudkan Tujuan Keuangan]

 

Kantong Terbatas, Apa Saja Alternatif Pilihan Investasinya?

Pasangan yang baru menikah seringkali ketat dalam pengelolaan uang. Saat ini ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih walaupun dalam dana yang terbatas. Berikut berbagai jenis investasi yang cukup menjanjikan dalam mengelola keuangan, walau dalam kantong terbatas

 

#1 Investasi Saham

Investasi saham saat ini berbeda dengan dulu yang membutuhkan modal cukup besar. Kini hanya bermodalkan Rp1 juta hingga Rp5 juta sudah bisa memulai investasi saham.

Bahkan, beberapa broker atau pialang saat ini menyediakan rekening khusus bagi para investor sehingga bisa membuka modal awal Rp100.000. Dan ini sudah ditetapkan pemerintah mengenai besaran jual beli saham minimum per lot atau 100 lembar.

Seperti saham dengan likuiditas tinggi sejenis Telkom (TLKM) memiliki harga sekitar Rp4.000 per lembar. Dengan kata lain, jika ingin membeli satu lot saham TLKM maka bisa menyiapkan modal sebesar Rp400.000. Dengan begitu bisa disesuaikan dengan ketersediaan dana yang dimiliki.

 

#2 Investasi Obligasi

Terdapat dua jenis obligasi, yaitu obligasi pemerintah dan obligasi perusahan. Obligasi merupakan sertifikat yang menyatakan bahwa pemerintah atau perusahaan memiliki utang kepada investor.

Investasi ini cenderung sangat aman (terutama obligasi pemerintah) dan dirancang sebagai investasi jangka panjang. Banyak dari obligasi pemerintah dijual dengan harga terjangkau.

Contoh pemerintah telah mengeluarkan ORI seri 013 yang memiliki kupon bunga 6,6%, dimana saat ini untuk bunga deposito bank hanya berkisar 3,75-4%.

Ketahui Manfaat dan Risiko Investasi Obligasi untuk Anda Dengan Profil Moderat 01 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui Manfaat dan Risiko Investasi Obligasi untuk Anda Dengan Profil Moderat]

 

#3 Investasi Reksa Dana

Reksa dana merupakan kumpulan dana dari investor untuk kemudian dibelikan berbagai instrumen investasi seperti saham atau obligasi di banyak perusahaan.

Keuntungan memiliki reksa dana adalah uang investor disebar ke banyak perusahaan sehingga menuruti prinsip diversifikasi yang diharapkan mampu menurunkan risiko.

Saat ini bila Anda ingin berinvestasi di reksa dana cukup bermodalkan Rp100.000, reksa dana merupakan instrumen investasi ideal dimana seorang dengan dana terbatas namun bisa melakukan diversifikasi pada banyak perusahaan, bahkan pada lebih dari satu instrumen investasi seperti pada reksa dana campuran.

 

#4 Investasi Forex/Valuta Asing

Forex merupakan perdagangan untuk berbagai jenis mata uang/komoditas. Trading forex atau valas bisa dimulai dengan modal tidak terlalu besar, Rp100 ribu pun sudah bisa memulainya. Banyak broker trading forex yang menawarkan berbagai kemudahan dalam berinvestasi bersama mereka.

Salah satu yang perlu diingat sebelum berinvestasi di forex, bahwa ini salah satu jenis investasi dengan risiko sangat tinggi. Anda bisa kehilangan modal/uang dalam tempo sekejap jika tidak memiliki ilmunya.

Maka, sebelum benar-benar terjun ke dalam investasi forex atau valas, akan jauh lebih baik jika memahami lebih dahulu secara maksimal tentang trading forex.

 

#5 Investasi Peer to Peer Lending

Investasi ini merupakan investasi jenis baru di Indonesia. Berinvestasi peer to peer lending maka artinya Anda akan meminjamkan modal atau uang ke pelaku bisnis atau masyarakat secara umum. Sama seperti obligasi, meminjamkan uang ke pelaku bisnis atau masyarakat umum untuk berbagai keperluan tidak berarti Anda mempunyai kepemilikan atasnya.

Investasi peer to peer akan memiliki keuntungan dalam jangka pendek, sebab tenor pinjaman yang bisa diinvestasikan hanya berkisar 6 bulan, 12 bulan, 18 hingga 24 bulan. Selain itu, keuntungan yang bisa Anda dapatkan berkisar mulai dari 18% per tahun, dan akan lebih tinggi lagi karena adanya compounding effect.

Walaupun dengan kantong terbatas, Anda tetap dapat melakukan investasi. Anda perlu perhatikan risk tolerance yang Anda miliki. 

Perbedaan Modal Bisnis dari Peer to Peer Lending dan Crowdfunding 01 - Finansialku

[Baca Juga: Perbedaan Modal Bisnis dari Peer to Peer Lending dan Crowdfunding]

 

Apa itu Risk Tolerance dalam Investasi?

Dalam berinvestasi kita perlu mempertimbangkan Risk tolerance secara matang. Apa itu Risk Tolerance? Risk tolerance adalah sejauh mana kemampuan dan keberanian Anda untuk kehilangan sebagian atau seluruh uang dalam proses investasi.

Risk tolerance sangat berkaitan dengan sisi emosional. Jika Anda terlalu banyak mengambil risiko, Anda mungkin panik dan menjual pada waktu yang salah. 

Apakah Anda mampu menanggung kerugian sebesar Rp1.000.000 saat Anda ingin agar nominal itu tumbuh hingga sebesar Rp2.000.000? Seringkali ketika Anda mendapatkan rugi Rp1.000.000, secara emosional Anda menginginkan uang itu kembali kepada Anda.

Maka Anda tambahkan lagi investasi Anda sebesar Rp1.000.000 dengan harapan agar bunga dari investasi yang kedua ini mampu mengganti kerugian investasi pertama. Karena faktor emosional itulah, Anda bisa kehilangan uang sebesar Rp2.000.000.

Dengan risk tolerance Anda bisa memutuskan untuk mendiversifikasikan dana investasi Anda. Diversifikasi dapat diartikan sebagai proses mengurangi risiko investasi dengan melakukan investasi pada beberapa instrumen yang berbeda.

 

Untuk lebih jelasnya, Finansialku sudah merangkum mengenai tips membeli rumah untuk pasangan muda. Anda bisa mengambil beberapa tips langsung dari video berikut ini:

 

Investasi Rp100.000 Setiap Hari, Apa Efeknya dalam 10 Tahun?

Bagi sebagian orang, menyisihkan Rp100.000 cukup memberatkan keuangan, karena itu artinya harus menyisihkan Rp3.000.000 setiap bulan. Akan tetapi, dalam 10 tahun ke depan, dana investasi tersebut bisa menembus total Rp1 miliar.

Alasan mengapa dana investasi tersebut bisa menembus angka yang besar adalah karena adanya efek compounding atau bunga berbunga.

Katakanlah bila Anda menginvestasikan Rp100.000 per hari, dalam sebulan Anda mengumpulkan Rp3.000.000 dan dalam setahun adalah Rp36.500.000. Apabila Anda berinvestasi di Koinworks dengan bunga keuntungan 18% per tahun misalnya, itu artinya dalam sebulan Anda mendapatkan bunga 1,5% dari dana yang Anda investasikan.

Maka tingkat pengembalian yang Anda dapatkan setiap bulannya adalah Rp3.589.166 atau Rp43.070.000 dalam tahun selanjutnya. Dan setelah itu, Rp43.070.000, terdapat lagi penambahan sebesar 18% terus bergulung seperti itu. Dalam 10 tahun Anda akan mendapatkan total sekitar Rp1.06 miliar dari investasi Rp100.000 Anda dengan rutin setiap hari.

Kenali-Hal-Hal-Dalam-Kehidupan-Sehari-Hari-Yang-Bisa-Anda-Investasikan-Secara-Rasional

[Baca Juga: Kenali Hal-Hal Dalam Kehidupan Sehari-Hari Yang Bisa Anda Investasikan Secara Rasional]

 

5 Kesalahan Investor yang Harusnya Anda Hindari

Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu. Seorang investor harus banyak belajar mengenai dunia investasi agar dapat menghindari kesalahan umum investor pemula yang sering terjadi. Berikut ini kesalahan investor yang perlu anda hindari.

 

#1 Menyamakan Investasi Seperti Judi

Kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh investor pemula adalah terlalu banyak berspekulasi. Investor yang memilih berinvestasi dengan risiko tinggi dengan harapan mendapatkan hasil lebih besar, namun tidak melakukan riset pasar merupakan tindakan spekulasi.

Spekulasi bukanlah sebuah investasi, melainkan seperti judi. Hal ini bisa mengakibatkan kerugian, sebab ada banyak investor profesional yang menunggu untuk mengambil keuntungan dengan menipu investor pemula yang kurang berpengalaman.

Berinvestasilah berdasarkan pengetahuan dan pemahaman dari segala informasi yang berkaitan yang bisa Anda pelajari.

 

#2 Tidak Menjadikan Riset Sebagai Hal Kunci

Banyak orang yang merugi karena tidak mempertimbangkan hal-hal inti dan menjadikannya sebuah riset. Sebaliknya, sebelum mulai berinvestasi, pastikan Anda sudah melakukan riset terhadap jenis investasi yang diminati.

Umumnya, riset membantu investor untuk memahami instrumen atau produk investasi yang diminati serta segala risiko yang berkaitan dengannya.

Apabila Anda berniat berinvestasi di pasar saham, lakukan riset terhadap data perusahaannya, bagaimana perencanaan bisnisnya, hingga tingkat pasarnya. Dengan begitu, anda bisa memahami seberapa besar risiko yang harus ditanggung untuk mendapatkan keuntungan yang ada. Juga Anda bisa lebih berhati-hati dalam menginvestasikan dana investasi Anda.

Memulai-Berinvestasi-Dari-Diri-Anda

[Baca Juga: Tips Memulai Berinvestasi, Mulailah dari Diri Anda Terlebih Dahulu]

 

#3 Tidak Mempertimbangkan Jangka Waktu

Jenis aset dimana Anda berinvestasi harus dipilih berdasarkan kerangka waktu. Beragam jenis investasi memakan waktu cukup lama agar pokok dana investasi anda kembali sepenuhnya beserta bunganya.

Jika Anda membutuhkan dana dalam waktu singkat (satu atau dua tahun), hindari berinvestasi di pasar saham atau reksa dana berbasis saham. Meskipun jenis investasi ini menawarkan peluang membangun kekayaan dalam jangka panjang, namun saham sering mengalami fluktuasi jangka pendek yang dapat menghapus nilai investasi jika Anda melakukan likuidasi dalam jangka pendek.

 

#4 Tidak Mendiversifikasi Dana Investasi

Seperti kata pepatah jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Diversifikasi sangat penting untuk dilakukan apapun instrumen investasi yang dituju. Selain membagi tingkat risiko yang harus ditanggung oleh dana investasi, diversifikasi juga memperluas peluang untuk mendapatkan keuntungan.

 

#5 Tidak Menyeimbangkan Keuntungan Dengan Risiko

Setiap keuntungan yang diharapkan pasti disertai dengan tingkat risiko. Apabila sebuah jenis investasi menawarkan keuntungan yang menarik, pertimbangkan juga risiko yang ada di baliknya. Tidak ada keuntungan apabila tidak disertai dengan risiko yang harus ditanggung.

3 Jenis Investasi yang Menguntungkan dan Perlu Anda Coba 1 - Finansialku

[Baca Juga: 3 Jenis Investasi yang Menguntungkan dan Perlu Anda Coba]

 

Hindari Kesalahan dan Mulai Berinvestasi

Itulah 5 kesalahan yang sering dilakukan investor. Semoga Anda dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang sama sehingga Anda sebagai investor bisa lebih terarah untuk mendapatkan keuntungan investasi yang lebih maksimal.

 

Apa kesulitan Anda dalam melakukan investasi? Berikan pendapat dan pengalaman Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Walter Pinem. 23 Maret 2017. 3 Alasan Kenapa Investasi Itu Perlu Dilakukan Sekarang Juga. Koinworks.com – https://goo.gl/HyCXWm
  • Ririn Indriyani. 31 Mei 2016. Mengapa Kita Harus Berinvestasi? Suara.com – https://goo.gl/qcTHWi
  • Walter Pinem. 16 Maret 2017. Mengenal Investasi dan Cara Memulai Investasi dengan Rp 1 juta. Koinworks.com – https://goo.gl/C49GgE
  • Walter Pinem. 20 April 2017. Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance. Koinworks.com – https://goo.gl/j8W1f0
  • William Henley. 13 Maret 2015. Begini Cara Jitu Diversifikasi Investasi Anda. Bisnis.com – https://goo.gl/hmsofp
  • Walter Pinem. 3 April 2017. Investasi Rp 100.000 Setiap Hari, Bagaimana Keuntungannya Setelah 10 Tahun? Koinworks.com – https://goo.gl/dSu0tH
  • Walter Pinem. 23 Maret 2017. 5 Kesalahan Investasi yang Sering Dilakukan Investor dan Harus Segera Dihindari. Koinworks.com – https://goo.gl/iLXwYH

 

Sumber Gambar:

  • Keluarga Muda – https://goo.gl/SNn0VO dan https://goo.gl/bNVoif
  • ORI013 – https://goo.gl/Lxj4nn
  • P2P Lending – https://goo.gl/xAGTbY

 

Gratis Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana