Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih partner bisnis? Bagaimana cara menghindari kehancuran bisnis jika memilih partner yang salah? Bacalah artikel dibawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Salah Memilih Partner Bisnis Bisa Bikin Hancur Bisnis Anda dan Bagaimana Solusinya?

Merintis sebuah bisnis adalah langkah awal untuk sesuatu yang besar dalam hidup. Tidak jarang, seseorang akan melibatkan pihak lain dalam upaya memaksimalkan pencapaian bisnisnya agar dapat meniti tangga kesuksesan lebih cepat dan efisien tanpa banyak membutuhkan modal biaya. Hal ini sangat penting terutama jika bisnis tersebut membutuhkan banyak pemikiran dari orang-orang yang profesional dibidangnya.

Lihat Biaya Membuat Bisnis Startup dan Kota Terbaik Membuka Startup

[Baca Juga: 5 Kota Di Dunia Yang Menjalankan Bisnis Startup Terbaik]

 

Contoh jenis bisnis yang membutuhkan beberapa orang adalah sebuah mall. Karena isinya yang kompleks, tentu saja pemikiran satu orang tidak cukup. Co-founder atau partner bisnis harus dipilih secara selektif sebelum memutuskan kerjasama. Jika salah memilih partner bisnis, risiko kebangkrutan hingga menjadi penipuan dapat saja terjadi. Oleh karena itu, terdapat 8 tips yang akan membantu dalam memilih partner bisnis agar terhindar dari risiko-risiko terburuk.

 

#1. Pengetahuan Terkait Penjualan

Pengetahuan terkait penjualan yang diistilahkan sebagai market knowledge adalah hal terpenting yang harus dimiliki calon partner bisnis yang baik. Dengan mengetahui pangsa pasar, bisnis yang dijalani akan menjadi lebih luas karena jaringan, pelanggan, dan investor. Selain itu, partner bisnis yang memiliki market knowledge akan mampu memahami kompetisi antar bisnis sejenis dan merencanakan untuk membuat ciri khas bisnis yang lebih unik sebagai pembeda dan senjata dalam melakukan kompetisi secara sehat.

Jangan Asal Ikut Bisnis Franchise, Supporting Business - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Membuat Rencana Bisnis atau Business Plan]

 

Partner bisnis yang tepat akan membantu pada setiap tahapan bisnis. Sebagai referensi, pilihlah seseorang dengan prestasi terbaik di perkuliahan atau pada pekerjaan sebelumnya. Seseorang yang dilabeli “terbaik” pasti memiliki nilai plus, berbeda dengan orang lain. Contoh hal yang tidak bisa dibeli dan dipelajari saat berkuliah adalah intuisi bisnis dan kecakapan. Meskipun bisa dilatih, orang-orang berbakat akan selalu menonjol dalam ide maupun implikasi kinerja. Partner bisnis yang mengetahui untuk apa dan bagaimana sebuah bisnis dikembangkan dapat dijadikan pilihan terbaik yang kemungkinan gagalnya lebih kecil.

 

#2. Mempelajari Skala Bisnis

Skala bisnis perlu diketahui untuk memastikan kebutuhan dan kemampuan bisnis untuk berkembang semakin tinggi. Bagaimana bisnis akan dikembangkan berdasarkan skala tertentu akan menjadikan kerjasama tim semakin optimal. Beberapa skala yang perlu diketahui oleh partner bisnis adalah skala income, skala jaringan, dan sebagainya. Contohnya untuk memahami skala income, sebuah bisnis harus dapat memproyeksikan cashflow dengan baik sehingga dapat mempertimbangkan modal, proses dan keuntungan yang akan diraih. Bisnis yang baik adalah bisnis yang memiliki keuntungan setiap hari. Tetapi akan lebih sempurna lagi jika jumlah keuntungan terus meningkat. Untuk memetakan hal-hal tersebut, sangat dibutuhkan segala skill pada bidangnya.

Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha untuk Investor - Partner - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha untuk Investor]

 

Begitu pula dengan skala jaringan. Bagaimana sebuah bisnis dapat membangun jaringan dengan bisnis lain? Link dan kecakapan sangat diperlukan untuk memaksimalkan jaringan. Selain itu, jenis bisnis dan modal juga sangat berpengaruh untuk memperluas jaringan bisnis. Hal terpenting untuk menjalankan jaringan adalah terus melakukan komunikasi secara kontinyu dengan pihak yang bekerjasama secara baik. Selain itu aspek pelayanan terbaik dan peningkatan SOP juga perlu diperhatikan.

 

#3. Leadership Team

Tim leader yang baik akan meningkatkan kinerja bisnis menjadi lebih tinggi. Tim leader sebaiknya menyusun berbagai hal terkait bisnis seperti perekrutan, produk, dan pemasaran. Jika setiap lini diatur dengan strategi yang mumpuni, dapat dipastikan bisnis akan menjadi aman dari risiko kebangkrutan.

 

#4. Menyamakan Visi dan Misi

Partner bisnis dengan visi dan misi yang sama belum tentu dapat bertahan pada bidang bisnis yang sama. Namun, orang yang memiliki perasaan saling memiliki pada suatu bisnis akan bertanggung jawab terhadap keadaan dan kondisi bisnis tersebut. Jika memiliki partner bisnis dengan visi dan misi sama, semua pihak akan saling berpikir apa yang bisa dikontribusikan di dalam bisnis tersebut. Lebih utama lagi jika masing-masing founder bisnis memiliki chemistry. Dengan chemistry yang sama, sebuah bisnis akan menjadi semakin maju karena partner bisnis yang peka terhadap perkembangan dan kondisi bisnis.

10-tips-tony-robbins-untuk-menjadi-wirausahawan-sukses-1-finansialku

[Baca Juga: 10 Tips Tony Robbins untuk Menjadi Wirausahawan Sukses (#1)]

 

#5. Karakter

Karakter yang baik untuk seorang partner bisnis yang baik adalah jujur, pekerja keras dan tanggung jawab. Seseorang yang jujur akan dapat membangun atmosfer nyaman saat berbisnis. Dengan kerja keras dan tanggung jawab, bisnis menjadi semakin berkembang karena pekerja keras tidak akan menyerah jika gagal menghadapi sesuatu. Cara lain akan ditempuh meskipun tidak mudah sehingga pada satu titik bisnis dapat menjadi sukses.

 

#6. Pendekatan

Sebaiknya, hindari pendekatan yang terlalu formal antar partner bisnis. Tidak perlu berlebihan, pendekatan semi formal yang berbobot akan dapat meningkatkan atmosfer bisnis yang kuat.

5-tips-penting-untuk-anda-yang-akan-memulai-bisnis-saat-pensiun-finansialku

[Baca Juga: 5 Tips Penting untuk Anda yang Akan Memulai Bisnis Saat Pensiun]

 

#7. Waktu

Waktu atau timing adalah hal yang sangat penting dalam memilih partner bisnis. Waktu yang tepat bagi para calon partner bisnis adalah saat tidak sedang berada dalam kesibukan yang padat. Jika calon partner bisnis sedang berada dalam proyek besar, sebaiknya jangan melakukan pendekatan terlebih dahulu. Jangan lupa gunakan pula peraturan tertulis untuk memastikan waktu terbaik dan jangka yang bisa dipertimbangkan dalam proyeksi bisnis.

 

Ceritakan pengalaman Anda untuk menghadapi masalah tersebut! Silahkan share jawaban Anda di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Mike Tuchen. 17 Februari 2016. How Choosing the Wrong Cofounder Can Destroy Your Business. https://goo.gl/3cZoqh
  • Rantso. 03 Juni 2013. 3 Biggest Mistakes When Choosing a Cofounder. https://goo.gl/oVmr1P
  • Tutut Wibowo. 24 Juni 2015. 10 Tips Sakti Menemukan Partner Bisnis Sejati. https://goo.gl/vfxmGn

 

Sumber Gambar : 

  • Partner Bisnis – https://goo.gl/ca5nOK

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang