X

Waspada! 11 Tanda-tanda Seseorang akan Jatuh Miskin dan Bangkrut

Jatuh miskin dan bangkrut sesungguhnya bukanlah suatu masalah, asalkan Anda menyiapkan rencana untuk memperbaikinya. Jatuh miskin bagaikan sebuah kegagalan yang dapat menjadi pembelajaran untuk meraih kesuksesan. Namun tentunya Anda harus selalu waspada akan kebangkrutan. Mari kita lihat 11 tanda-tanda seseorang akan jatuh miskin dan bangkrut.

 

Rubrik Finansialku

 

Semua Orang Pernah Jatuh Miskin dan Bangkrut

Menjadi kaya bukanlah tanda bahwa Anda sudah memperoleh kebebasan finansial, begitu pula halnya dengan kebangkrutan bukanlah akhir dari kehidupan finansial. Sebagai contoh, sebuah keluarga sederhana yang hanya memiliki uang 50 ribu rupiah untuk bertahan hidup setiap harinya tidak dapat dikatakan bangkrut. Mengapa demikian? Karena nilai diri Anda bukan ditentukan dari isi dompet Anda.

Jika Anda dapat mengatur pengeluaran, pendapatan yang sedikit bukanlah masalah, dan bukanlah tanda-tanda jatuh miskin dan bangkrut. Melalui artikel ini, Finansialku akan mengajak Anda untuk waspada terhadap 11 tanda-tanda seseorang akan jatuh miskin dan bangkrut.

[Baca Juga: Ingin Hidup Bahagia dan Sejahtera di Usia 30an? Cek Keuangan Pribadi Sekarang!]

 

#1 Tidak Memiliki Tabungan

Apabila Anda hidup setiap harinya dengan mengandalkan pendapatan tanpa mampu menabung sedikitpun, maka bisa dikatakan Anda akan bangkrut. Mayoritas keluarga menganut gaya hidup seperti ini, dengan anggapan penghasilan cukup untuk membayar kebutuhan hidup dan utang yang menumpuk. Namun nyatanya jika setelah beberapa lama Anda terus hidup seperti ini tanpa adanya kemajuan, maka Anda sudah di ambang kebangkrutan.

 

#2 Memiliki Utang Kartu Kredit

Tujuan diciptakannya kartu kredit adalah sebagai sebuah produk yang akan mempermudah transaksi nasabah sehingga tidak perlu membawa dana tunai kemana-mana. Namun banyak yang salah kaprah dan menggunakan kartu kredit untuk membeli sesuatu di luar kemampuannya.

Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan tumpukan utang dan menjadi pertanda awal seseorang akan jatuh miskin. Percayalah, tidak ada utang yang menguntungkan Anda, utang hanya akan mempersulit Anda dan menguntungkan pihak pemberi pinjaman.

 

#3 Memiliki Utang Biaya Pendidikan (Student Loan)

Salah satu utang yang juga kini menjadi salah satu jenis utang tertinggi setelah utang kepemilikan rumah adalah utang biaya pendidikan atau student loan.

[Baca Juga: Gila! Utang Uang Sekolah atau Student Loan di Amerika Mencapai US$1,3 Triliun. Kenapa Sekolah Aja Ngutang?]

 

Sulitnya memperoleh penghasilan yang memadai memaksa orangtua dan pelajar menempuh pendidikannya dengan cara berutang. Bahayanya utang biaya pendidikan adalah kemampuan Anda untuk menghasilkan uang akan dijadikan jaminannya, sehingga tidak ada sistem sita yang otomatis mengakhiri utang tersebut.

Selama Anda mampu menghasilkan uang (walaupun sedikit), maka Anda tetap harus mencicil utang tersebut. Dengan demikian, tanpa perencanaan keuangan yang baik, utang biaya pendidikan malah akan menjadi sebuah keputusan menuju kemiskinan.

 

#4 Memiliki Cicilan Kendaraan Bermotor

Yang namanya sebuah cicilan adalah sebuah kewajiban yang harus dibayar setiap bulannya, dan jika Anda mengingkarinya maka kendaraan tersebut akan menjadi jaminannya. Seperti yang Anda ketahui, kendaraan bermotor baru dikatakan sebagai aset jika kendaraan tersebut menghasilkan arus kas yang positif. Jika sebaliknya, maka kendaraan bermotor tersebut hanyalah menjadi liabilitas. Jika Anda tidak pandai-pandai memanfaatkan kendaraan bermotor yang belum lunas tersebut, bisa saja langkah awal berinvestasi ini malah menjadi sebuah jalan menuju kebangkrutan.

 

#5 Gaya Hidup Anda Ditentukan oleh Penghasilan Anda

Pada tahap inilah Anda akan menyadari bahwa apa yang Anda inginkan belum tentu apa yang Anda butuhkan. Anda mencari uang untuk membiayai hidup Anda, bukan sebaliknya. Jika hidup Anda berubah sesuai penghasilan, maka penghasilan Anda tidak akan pernah cukup dan hanya akan menjerat Anda dalam gaya hidup konsumtif.

[Baca Juga: Gaji Kecil Tidak Sama Dengan Miskin]

 

Lalu bagaimanakah menyiasatinya agar hal tersebut tidak menimpa Anda? Solusinya adalah dengan membuat anggaran kebutuhan setiap bulannya. Diingatkan 1 kali lagi bahwa anggaran yang dibuat adalah berdasarkan KEBUTUHAN dan bukan KEINGINAN. Dengan adanya anggaran, Anda dapat membatasi diri untuk tidak membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan. Namun buatlah anggaran yang masuk akal dan feasible, dan lakukan review setiap bulannya untuk memperoleh anggaran yang sesuai.

 

#6 Tidak Memikirkan Masa Depan

Pernahkah Anda menghabiskan Tunjangan Hari Raya dan Bonus Tahunan Anda dalam 1 hari saja? Misalkan Anda menghabiskannya hanya untuk membeli sebuah ponsel keluaran terbaru. Jika pernah, apakah Anda kemudian menyesalinya saat Anda membutuhkan uang beberapa lama kemudian?

Menabung dan mempersiapkan masa depan memang sulit, namun akan lebih sulit lagi jika Anda tidak memulainya sejak dini. Biaya kebutuhan hidup di masa depan tidak akan berubah, yang masih bisa diubah adalah waktu yang disediakan untuk mempersiapkannya. Dengan demikian, kesimpulannya adalah mulailah mempersiapkan masa depan Anda dari sekarang dan jangan terus menundanya.

 

#7 Tidak Mengutamakan Kesehatan

Kesehatan adalah sesuatu yang utama. Percuma Anda membanting tulang mencari uang setiap hari jika ujung-ujungnya uang Anda akan habis untuk membiayai biaya perawatan. Tahukah Anda bahwa tubuh dan pikiran yang tidak sehat akan mengakibatkan timbulnya stres dan depresi? Tidak peduli seberapa banyak uang yang Anda miliki, saat Anda depresi dan tidak dapat menikmatinya, sama saja Anda bangkrut.

[Baca Juga: Ketahui 5 Biaya Kesehatan dan Olahraga yang Harus Selalu Disiapkan]

 

#8 Hubungan Sosial Anda Tidak Sehat

Sebuah kenyataan yang sudah sangat sering terjadi dewasa ini adalah orang terkadang terlalu sibuk mencari uang sehingga tidak memperhatikan lingkungannya lagi. Anda bisa saja mengutamakan pekerjaan Anda dan mementingkan uang, namun jangan pernah melupakan aspek-aspek kehidupan lainnya.

Manusia hidup dalam sebuah komunitas. Hal itu jelas tidak dapat dipungkiri. Dengan demikian penting untuk dapat membagi waktu dengan baik agar setiap aspek dalam hidup Anda terlaksana dengan baik. Ingatlah bahwa teman dan keluarga tidak dapat dibeli dengan uang.

 

#9 Minat Anda Tidak Berkembang

The only way to do great work is to love what you do – Steve Jobs

Cara satu-satunya untuk memiliki pekerjaan yang baik adalah dengan menyukai pekerjaannya – Steve Jobs

 

Kata-kata Steve Job tersebut memang benar, seseorang akan menghasilkan pekerjaan yang baik hanya jika ia menyukai yang dikerjakannya. Hanya dengan mengembangkan minat dan passion Anda, maka diri Anda akan semakin kaya. Jika Anda mengerjakan sesuatu yang bukan merupakan minat Anda, maka pekerjaan tersebut akan kehilangan arah dan tujuan, sehingga lama-lama hanya akan mati.

[Baca Juga: 10 Kesalahan Penggunaan Kartu Kredit yang Bisa Bikin Bangkrut]

 

#10 Uang Menjadi Penyebab Pertengkaran

Ciri-ciri kebangkrutan yang sangat jelas adalah pertengkaran adalah uang. Saat uang menjadi penyebab kehancuran, maka itu adalah tanda bahwa Anda sedang berada di ambang kehancuran finansial, alias kebangkrutan. Saat uang menjadi alasan pertengkaran, kedua belah pihak tidak akan berkembang karena dibutakan oleh uang.

Bekerjalah untuk mengembangkan diri, bukan hanya karena uang semata. Hanya dengan cara itulah Anda dapat menghindari pertengkaran yang tidak ada nilai manfaatnya.

 

#11 Tidak Berkontribusi dalam Hidup

Jika Anda pernah melihat arus kas yang sebenarnya, maka seharusnya Anda memahami bahwa di atas kebutuhan rumah tangga terdapat poin yang sering kali dilupakan oleh mayoritas orang. Poin tersebut adalah: ZAKAT atau SEDEKAH.

Disini sedekah bukan hanya dinilai dari uang, namun yang dituju adalah jawaban dari “Apa yang selama ini sudah Anda lakukan bagi sesama?” Untuk menjadi kaya, Anda bukan hanya melengkapi diri sendiri, namun juga memberi kepada orang lain. Apabila Anda pernah mendengar sebuah kutipan:

Berilah maka Anda akan diberi!

 

Rezeki Anda tidak akan habis hanya dengan membantu orang lain. Oleh karena itu, hiduplah dengan memberi.

[Baca Juga: Yakin Anda Memiliki Keuangan yang Sehat? Yuk Coba Financial Health Check Up dari Aplikasi Finansialku]

 

Perencanaan untuk Memperbaiki Kebangkrutan

Seperti telah disebutkan sebelumnya, semua orang pada titik tertentu sebenarnya pernah mengalami kebangkrutan. Cobalah melihat kembali 11 tanda jatuh miskin di atas, apakah Anda pernah mengalami salah satunya? Maka Anda juga pernah berada di ambang kebangkrutan. Namun jangan takut, dengan sebuah perencanaan Anda dapat mengubahnya menjadi kebebasan finansial. Jika Anda masih ragu, Anda dapat menghubungi perencana keuangan seperti Finansialku untuk membantu Anda merencanakan keuangan Anda sejak dini.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai tanda-tanda seseorang akan jatuh miskin dan bangkrut lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus. 3 April 2017. 11 Signs You Might Be Broke. Theminimalists.com – https://goo.gl/v5DNJs

 

Sumber Gambar:

  • Bangkrut – https://goo.gl/fSYKLC
  • Jatuh Miskin – https://goo.gl/ACJpjN

 

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

View Comments (2)

  • Sebelumnya Maaf nama saya samarkan karena saya malu .

    Saya punya orang tua dan saudara kandung sudah nikah, saudara kandung saya serta istrinya bertindak negatif hutang dengan rentenir sehingga banyak hutang ratusan juta rupiah dengan rentenir, orang tua saya tau dan nekat bayar utang saudara kandung saya serta istrinya , saya sudah berusaha untuk mencegah orang tua bantu saudara saya, al hasil orang tua hutang sana sini
    Singkat cerita hutang saudara saya serta istri lunas sebagian dan masih ada hutang lagi dan sekarang keungan orang tua saya kritis ada utang ratusan juta

    Saya belum bekerja mapan tetap, apa solusinya agar saya bisa bangkit keluar dari kehancuran ekonomi dan bisa bergerak menuju ke ekonomi lebih baik bisa jadi pengusaha?

    Apa saya masih ada kesempatan untuk jadi pengusaha?

    Cari kerja sekarang sulit karena kondisi saya sekarang terjebak dalam dampak keputusan orang tua saya

    Apa yang harus saya lakukan agar bisa keluar dalam masalah ekonomi yang bukan keputusan saya?
    Tolong balas di email

    • Hi Pak Ano
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      Anda masih memiliki kesempaatan untuk menjadi pengusaha.
      Komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan mulai kompak menyelesaikan masalah keuangan.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.