Ingin menyimpan uang di koperasi simpan pinjam? Eits, cari tahu dulu legalitas dari koperasi tersebut. Bagaimana caranya?

Simak ulasan Finansialku berikut ini untuk menemukan jawabannya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Sekilas Tentang Koperasi

Menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 1992, koperasi didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Jadi, sangat jelas bahwa tujuan dari koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggotanya, bukan mencari keuntungan.

Koperasi Indonesia pertama kali didirikan pada tahun 1895 di Leuwiliang, Bogor, oleh Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto, dan kawan-kawannya.

Eksistensi koperasi tidaklah terlepas dari peran besar Mohammad Hatta.

Saat berkunjung ke Denmark, beliau terinspirasi cara kerja koperasi di sana.

Akhirnya, beliau mendorong pengembangan koperasi Indonesia sebagai tombak pembangunan ekonomi nasional berasaskan kekeluargaan.

Karena itulah beliau diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia pada tahun 1953 di Bandung.

Kumpulan Kata-kata Motivasi Mohammad Hatta 01 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Koperasi Adalah]

 

Berdasarkan fungsinya, terdapat 4 jenis koperasi, yaitu:

  • Koperasi konsumsi: menyediakan kebutuhan sehari-hari untuk anggotanya.
  • Koperasi produksi: anggotanya menghasilkan barang dan jasa untuk dijual maupun sebagai bahan baku produksi anggota lain.
  • Koperasi pemasaran: bertugas memasok barang dan jasa untuk disalurkan kepada konsumen.
  • Koperasi jasa: menyediakan jasa seperti simpan pinjam, jasa angkutan, asuransi, dan lain-lain.

 

Mengenal Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) adalah koperasi jasa yang bertujuan untuk memberikan pinjaman dan menerima simpanan dana antar anggota koperasi.

Koperasi simpan pinjam memberlakukan bunga baik untuk peminjam dana juga penyimpan dana (keuntungan).

Lantas, apa perbedaan koperasi simpan pinjam dengan bank? Perbedaannya terletak pada tujuan.

Bank bertujuan mencari keuntungan, sedangkan koperasi bertujuan menyejahterakan anggotanya, demi kepentingan bersama.

Contoh Koperasi Simpan Pinjam, Sejahtera Bersama - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Wesel Adalah]

 

Nah, bagi kamu yang ingin menyimpan uang alias berinvestasi di koperasi simpan pinjam, kamu harus berhati-hati.

Pasalnya, menurut Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat 153 koperasi simpan pinjam yang melakukan investasi bodong sepanjang tahun 2019.

Badan hukum koperasi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menyalahgunakan uang anggota koperasi.

 

Cek Legalitasnya

Berikut cara mengecek legalitas koperasi simpan pinjam:

 

#1 Perizinan di Website Kementerian Koperasi dan UKM

Pastikan koperasi sudah berbadan hukum.

Caranya, buka website Kementerian Koperasi dan UKM dengan klik link berikut: nik.depkop.go.id. Masukkan data provinsi, kabupaten, dan nama koperasinya.

Jika data koperasi muncul, berarti koperasi itu sudah berbadan hukum.

Lihatlah nomor badan hukumnya, tanggal badan hukum, alamat, nomor induk koperasi (NIK), dan sudah bersertifikat atau belum.

 

#2 Kelengkapan Legalitas Koperasi

Jangan lupa cek kelengkapan administrasi koperasi yang terdiri dari:

  • Akta pendirian koperasi;
  • Surat izin usaha;
  • Anggaran dasar;
  • Perubahan pengesahan anggaran dasar;
  • Surat izin pembukaan cabang koperasi, baik kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas;
  • Struktur organisasi dan rentang kendali.

Website Data Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Waralaba Adalah]

 

#3 Aktivitas Koperasi

Suatu koperasi disebut legal apabila aktivitasnya sesuai dengan undang-undang, yaitu:

  • Sumber dana berasal dari para anggota, koperasi lain, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan surat utang, dan orang lain yang berdonasi.
  • Dana atau modal yang dimiliki digunakan untuk memberikan pinjaman kepada anggota.
  • Mengalokasikan dananya ke KSP Sekunder. KSP Sekunder beranggotakan sejumlah koperasi yang tidak memberikan pinjaman kepada individu.
  • Melakukan kegiatan sesuai dengan anggaran dasar.
  • Melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Suatu koperasi dibilang tidak sehat jika sudah 3 tahun tidak mengadakan RAT.
  • Memiliki bunga simpanan yang wajar, sekitar 2-8% per tahun, tergantung dari jangka waktu penyimpanannya.

 

Jika kamu ingin berinvestasi di suatu koperasi, kamu harus menjadi anggota koperasi dengan memenuhi beberapa persyaratan, yakni:

  • WNI
  • Mendaftar sebagai perseorangan
  • Membayar simpanan pokok dan wajib
  • Menyetujui anggaran dasar, rumah tangga, dan ketentuan koperasi lainnya

 

Jangan Cuma Lihat Untung

Jangan hanya lihat imbal hasil atau keuntungannya saja.

Pastikan perizinannya di website Kementerian Koperasi dan UKM, memiliki kelengkapan legalitas, serta aktivitasnya sesuai dengan undang-undang.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu merencanakan keuanganmu menggunakan Aplikasi Finansialku yang bisa diunduh melalui Google Play Store.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Nah, mungkin ada teman-temanmu yang juga ingin menyimpan uangnya di koperasi. Alangkah baiknya SHARE artikel ini kepada mereka ya!

Sumber Referensi:

  • Admin. 1 Maret 2019. Mengenal Bapak Koperasi Indonesia. Gunungkidulkab.go.id – http://bit.ly/2KESw3O
  • Admin. 19 Januari 2016. Koperasi Simpan Pinjam, Apa Saja yang Mesti Anda Ketahui?. http://bit.ly/2QFMweI
  • Boby. 6 September 2019. Jangan Mau Iming-Iming Untung Besar! Ini Cara Cek Koperasi Simpan Pinjam yang Legal. Moneysmart.id – http://bit.ly/2rcDkDZ
  • Sakina Rakhma Diah Setiawan. 28 Oktober 2019. Ditemukan, 153 Investasi Bodong Berkedok Koperasi Simpan Pinjam. Kompas.com – http://bit.ly/332wkqw

 

Sumber Gambar:

  • Logo Koperasi Indonesia – http://bit.ly/35QZzP0
  • Contoh Koperasi Simpan Pinjam, Sejahtera Bersama – http://bit.ly/2qS3NqP
  • Website Data Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM – http://bit.ly/34Ec685