Sudahkah Anda menganalisis cara kepemimpinan Anda di kantor? Apa manajemen yang buruk dalam kepemimpinan Anda? Apakah kepemimpinan Anda berhasil?

Kenali manajemen yang buruk dalam kepemimpinan agar Anda dapat sukses menjadi seorang pemimpin. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Manajemen yang Buruk Dalam Kepemimpinan

Para karyawan terkadang mengeluh tentang bos kita atau atasan kita mengenai cara perilaku dan kepemimpinan mereka.

Tidak hanya para karyawan, mereka para manajer, sadar ataupun tidak, mereka seringkali menjadi bahan pergunjingan para bawahan saat makan siang atau ketika mereka sedang tidak ada di kantor.

Setiap manajer, pada dasarnya ingin melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya.

Namun demikian, tidak ada manajer yang sempurna. Terkadang banyaknya beban pikiran yang menambah stres malah membuat tingkah laku menjadi tak terkendali atau bahkan cenderung membawa emosi.

Berikut ini beberapa contoh manajemen kepemimpinan yang buruk yang ditampilkan oleh para atasan atau manajer di depan para karyawan yang seringkali membawa dampak buruk dalam sebuah atmosfer kerja.

 

#1 Tidak Responsif Terhadap Pertanyaan atau Permintaan

Saat seorang karyawan mengajukan sebuah pertanyaan atau mengajukan permintaan, jangan abaikan bahkan hingga mereka harus bertanya lagi.

Jadilah responsif dengan jawaban ya, tidak, mungkin, atau beri tahu mereka kapan Anda akan memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut kepada mereka.

 

#2 Melupakan Perintah atau Permintaan yang Anda Berikan Kepada Bawahan        

Dengan banyaknya pekerjaan, terkadang kita lupa akan perintah yang kita berikan kepada bawahan.

Jika Anda cukup sering melakukan hal ini, maka bawahan Anda bisa berpikir bahwa Anda meminta sesuatu yang tidak penting untuk dilakukan.

Kenali Manajemen Yang Buruk Dalam Kepemimpinan Anda! 02 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Kisah Inspirasi Usaha Para Pengusaha Sukses di Indonesia. 5 Diantaranya Usia 20 an – 30 an]

 

Ada baiknya jika Anda memiliki catatan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan dan apa saja pendelegasian tugas yang Anda berikan kepada bawahan Anda.

Dengan demikian, Anda akan teratur dan terarah, disamping itu, bawahan Anda juga bisa meneladani kebiasaan Anda.

 

#3 Menugaskan Tugas yang Sama kepada Karyawan yang Berbeda

Mungkin saja ini dilakukan karena Anda lupa karena kesibukan Anda atau mengatur karyawan dengan sengaja agar bersaing.

Jika memang hal ini terjadi karena Anda lupa, lakukan saran yang terdapat pada poin nomor 2 di atas.

Namun jika ternyata Anda melakukan hal ini dengan sengaja agar karyawan Anda saling bersaing, usahakan agar persaingan tersebut dilakukan secara sehat dan menimbulkan kerja sama yang positif serta membangun di dalamnya.

 

#4 Tidak Memberi Contoh

Pemimpin sudah selayaknya menjadi contoh dan panutan.

Acts talk louder than words.

 

Peribahasa tersebut sangat menggambarkan seorang pemimpin. Mereka tidak ditiru hanya sekadar dari ucapan tetapi juga dari perilaku serta kebiasaan mereka.

40 Kata-kata Bijak untuk Startup dan Entrepreneur yang Memotivasi dan Penuh Inspirasi 02 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui Kesalahan Kepemimpinan yang Dilakukan Juga Oleh Para Pimpinan]

 

Anda sebagai sebagai pemimpin perlu memberikan keteladanan yang sejalan dengan perbuatan Anda sehari-hari.

Jika Anda tidak melakukannya, tentu Anda sudah menjadi topik gosip yang hangat saat makan siang di tengah para karyawan Anda.

 

#5 Mengambil Hak Istimewa

Memang, secara posisi Anda di atas para bawahan Anda. Namun, jika Anda ingin menjadi pemimpin yang memberi teladan dan mengayomi, Anda perlu memikirkan juga kenyamanan dari bawahan Anda.

Sebagai sebuah contoh, seorang pemimpin organisasi yang berusaha untuk makan bersama dengan anggota timnya setelah mereka melakukan tugas bersama-sama, walaupun sebetulnya pemimpin tersebut memiliki kesempatan dan hak untuk bisa makan terlebih dahulu ketika para bawahannya sedang bekerja.

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#6 Berleha-leha di Tengah Sibuknya Para Bawahan

Tak jarang para atasan memilih untuk tidak membantu kinerja para bawahan yang sedang sibuk dengan deadline. Mereka hanya menunggu pekerjaan yang telah dibereskan oleh para karyawannya.

Tidak terlibat langsung dalam pekerjaan bersama dengan karyawan akan membuat hubungan kerja tidak terjalin dengan baik.

Para Entrepreneur Ini Cara Menyelesaikan Masalah Sebelum Masalah Muncul 01 - Finansialku

[Baca Juga: 20 Cara Menjadi Pengusaha Sukses dari Nol Sampai Jadi Pengusaha Sukses]

 

Sudah pasti para karyawan tidak memiliki rasa respek pada pemimpin yang demikian.

Kalaupun ada, mungkin itu hanya sekadar topeng belaka.

 

#7 Tidak Mau Ambil Risiko – Bermain Bersih Sendiri

Manajer yang tidak mau repot dengan masalah yang terjadi cenderung “cuci tangan” dari permasalahan yang timbul. Mereka akan lari dari tanggung jawab ketika ada masalah yang seharusnya menjadi urusannya.

 

#8 Banyak Bicara Sedikit Bekerja

Sebagai atasan, sangat mudah untuk memberikan perintah kepada karyawan. Namun seorang pemimpin yang baik akan memberikan pendampingan dan ikut bekerja bersama dengan karyawan dalam menyelesaikan tugas.

Tidak demikian bagi para boss yang hanya memberikan perintah tanpa melakukan tanggung jawab yang seharusnya ia kerjakan.

Tuntutan atas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan sangat ditekankan.

8 Kesalahan Saat Memberi Nama Perusahaan yang Sering Dilakukan Calon Entrepreneur 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pelajari Gaya Kepemimpinan Ridwan Kamil Yang Sering Memboyong Berbagai Penghargaan]

 

#9 Tidak Mendengarkan Masukan atau Saran

Terkadang ada bawahan yang berpikir out of the box dan memberikan saran yang sangat baik jika dilakukan.

Namun ketika pemimpin tidak mau mendengarkan nasihat dari orang lain, ini akan sangat berdampak buruk bagi kemajuan perusahaan.

Pemimpin yang baik memberikan ruang bagi para bawahan untuk memberikan saran dan input dalam sebuah pertemuan seperti rapat atau dalam sebuah pertemuan yang tidak resmi.

 

#10 Memberlakukan “Kerja Paksa”

Menuntut pekerjaan dari para karyawan bahkan tidak memperhatikan tingkat kejenuhan mereka akan membuat karyawan menjadi overload atau kelebihan beban kerja.

Karyawan yang sudah tidak tahan lagi tentu akan segera mengajukan surat resign atau mengundurkan diri secara tidak hormat.

 

Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

#11 Hubungan Tidak Harmonis Antara Karyawan atau Bos

Atmosfer kerja memang perlu dijaga karena jika tidak, para karyawan akan merasa tidak betah atau tidak nyaman saat bekerja.

Apalagi jika ada pertengkaran serius antara manajer atau atasan. Situasi kantor tentu menjadi tidak kondusif bukan?

 

#12 Tidak Adanya Apresiasi Kepada Bawahan

Prestasi sekecil apapun memang perlu mendapatkan apresiasi berupa kata terima kasih atau ucapan selamat atas keberhasilan yang didapatkan.

Apresiasi dapat membuat karyawan semakin semangat dalam bekerja dan berusaha mengejar prestasi selanjutnya.

8 Kesalahan Saat Memberi Nama Perusahaan yang Sering Dilakukan Calon Entrepreneur 02 - Finansialku

[Baca Juga: Hindari 4 Sifat Kepemimpinan yang Menghancurkan Perusahaan Anda!]

 

#13 Mengambil Keuntungan untuk Diri Sendiri

Sikap egois dan hanya mementingkan diri sendiri.

Keuntungan hanya untuk dinikmati sendiri dan tidak mau berbagi dengan orang lain.

Pemimpin demikian tidak akan bertahan lama dalam menduduki kursi jabatannya.

 

#14 Bersikap Pilih Kasih Terhadap Karyawan

Memang tidak mudah dalam bersikap adil terhadap semua karyawan. Apalagi jika secara sengaja melakukan tindakan pilih kasih.

Hal ini akan membuat kecemburuan antar karyawan.

 

#15 Memberikan Tugas dan Harus Diselesaikan Segera Saat Hari Libur

Karyawan juga memiliki waktu pribadi bersama dengan keluarga mereka. Oleh sebab itu, mereka diberikan jatah libur atau cuti.

Pemimpin akan diperhitungkan tidak bijak jika memberikan tugas saat weekend atau masa liburan kepada karyawannya.

Tentu tugas itu akan mengganggu masa liburannya tersebut.

Para Entrepreneur, Ketahuilah Bagaimana Cara Menciptakan Peluang Usaha agar Sukses dan Kaya 02 - Finansialku

[Baca Juga: 6 Soft Skills yang Harus Dimiliki Setiap Calon Pemimpin, Apakah Kamu Sudah Punya yang ke-5?]

 

#16 Tidak Memikirkan Kesejahteraan Karyawan

Menghemat pengeluaran kantor memang diperlukan tapi bukan berarti tidak memikirkan kesejahteraan karyawan seperti memberikan tempat penginapan yang seadanya atau uang makan yang tidak sepadan.

 

#17 Plin Plan

Keputusan yang tidak dapat dipercaya atau tidak memiliki pendirian akan sangat membingungkan bagi karyawan.

Pemimpin demikian cenderung tidak tegas dalam memimpin bawahannya karena ia sendiri tidak yakin dengan keputusan yang ia ambil.

Para Entrepreneur, Ketahuilah Bagaimana Cara Menciptakan Peluang Usaha agar Sukses dan Kaya 01 - Finansialku

[Baca Juga: 10+ Gaya Kepemimpinan Lee Kuan Yew yang Membawa Singapura Menjadi Negara Maju di Asia Tenggara]

 

#18 Moody, Berubah-ubah dan Suka Marah

Banyak pemimpin yang memiliki sikap mudah berubah-ubah alias moody dan suka meluapkan kekesalan kepada karyawannya.

Ada kalanya permasalahan rumah tangga juga terbawa hingga ke meja kantor yang sebetulnya tidak ada kaitannya.

 

#19 Memaksakan Kehendak

Sebagai pemimpin, tidak semua keputusan memang harus diputuskan oleh pemimpin. Ada kalanya dalam sebuah forum didapati sebuah keputusan bersama yang mungkin tidak sejalan dengan keputusan pemimpin.

Ingin Menjadi Entrepreneur Mudah, Ini Cara Mendapatkan Dana Modal Bisnis 01 - Finansialku

[Baca Juga: Begini Lho, Tips Perencanaan Keuangan Usia 40 an! Terbukti Sukses!]

 

#20 Merasa Paling Tahu dan Tidak Terbuka Dengan Ide Orang Lain

Seorang raja bahkan membutuhkan banyak penasihat dalam menentukan kebijakan yang akan diambil. Demikian juga seorang pemimpin yang bijak perlu terbuka dengan setiap ide dari orang lain di sekitarnya bahkan para karyawannya.

Pertimbangan yang matang dari setiap saran yang diberikan akan memberikan gambaran akan keputusan yang lebih bijaksana.

 

#21 Tidak Mau Menerima Kesalahan

Oleh karena tingginya jabatan cenderung harga diri dirasa semakin tinggi sehingga sangat sulit untuk merendahkan hati untuk menerima dengan lapang dada atas kesalahan yang dilakukan.

Introspeksi Diri dan Terus Belajar

Jika Anda para manajer atau atasan yang pernah atau sedang melakukan hal buruk di atas, sebaiknya Anda segera menghentikannya dan meminta maaf kepada para karyawan Anda jika diperlukan.

Rahasia keberhasilan dalam kepemimpinan membuat pemimpin besar terpisah dari pemimpin yang hanya biasa-biasa saja dalam organisasi saat ini.

Gaya kepemimpinan dapat dipelajari dari mentor, melalui sebuah seminar disamping ada juga  faktor bawaan dari keterampilan alami pribadi seseorang yang dikembangkan selama bertahun-tahun.

 

Anda dapat membagikan artikel di atas kepada rekan atua kenalan Anda yang memiliki profesi atau jabatan sebagai seorang pemimpin.

Bagikan juga setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan atau kenalan Anda yang membutuhkan.

Hubungi Finansialku jika Anda membutuhkan konsultasi mengenai Perencana Keuangan yang sehat! Perencana Keuangan kami siap membantu Anda!

Apabila Anda memiliki tanggapan, komentar atau bahkan pertanyaan, silakan mengisi kolom yang tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Mark Bilton. 10 Juli 2017. The 5 Pillars of Authentic Leadership. Success.com – https://goo.gl/yoX5jP
  • Susan. M. H. 12 Oktober 2014. Secrets of Leadership Success: Choose to Lead. Thebalance.com – https://goo.gl/5nnEM9
  • Dan McCarthy. 12 Oktober 2016. 30 Bad Management Behaviors. Thebalance.com – https://goo.gl/68xgSD
  • Admin. 25 April 2012. 10 Rahasia Pemimpin yang Sukses. Startupbisnis.com – https://goo.gl/BB9E99

 

Sumber Gambar:

  • Manajemen Yang Buruk Dalam Kepemimpinan 1 – https://goo.gl/A2zDKm
  • Manajemen Yang Buruk Dalam Kepemimpinan 2 – https://goo.gl/GEJ8r2

 

Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang